
Hari bergerak cepat kini jam sudah menunjukan pukul 11.00 siang, waktu dimana Nadifa akan mengikuti rapat panitia Fam Gath bersama teman-teman lain dan juga Fajar.
"Mba, aku mau ke ruang rapat dulu ya, ada rapat panitia lagi," Nadifa memberi tahu kepada Dania.
"Baiklah Dif, semangat ya,"
Nadifa pun berjalan keluar ruangan menuju ruang rapat yang akan dihadiri oleh semua Panitia Fam Gath.
Ia pun sedang mencari kursi yang agak berjauhan dari Fajar nanti, karena ia masih belum melihat sosok Fajar muncul kedalam ruang rapat.
Ia tidak mau Malik cemburu lagi.
Nadifa pun memilih untuk duduk ditengah-tengah teman wanita yang lain, kemudian tidak lama Fajar masuk dan menduduki kursi yang tersisa, ia pun mencari-cari wajah Nadifa yang berada dipojok depan, Nadifa seperti mengalihkan pandangan Fajar yang terus menatap ke arahnya.
Di lihatnya kursi sudah penuh diisi, Ibu Kana pun memulai acara ini dengan sigap. Rapat pun berjalan dengan baik dan hikmat. Semua yang menjadi Panitia terlihat terus berdiskusi panjang, seperti Fajar dan Nadifa yang lebih banyak Vocal didalam sana.
1 jam...2 jam...sudah melewati waktu Isoma tapi rapat terus berjalan, dan akhirnya setelah 3 jam penuh kini waktu sudah menunjukan pukul 14.00 wib, rapat itu telah selesai dilaksanakan.
Ibu kana pun mengakhiri rapat ini dengan baik, dan mempersilahkan semua panitia untuk bisa Ishoma terlebih dahulu karena waktu yang dipadatkan dalam rapat tadi.
__ADS_1
"Nadif, dif!" panggil Fajar, berjalan mendekati menghentikan lajuan langkah Nadifa.
"Iya Mas Fajar ?"
"Kapan kita mau belanja membeli Kaos Gatheringnya, Dif?" tanya Fajar.
Betul juga mereka harus mempercepat Gathering ini, mengingat Pak Wijaya memberi mandat ke pada Ibu Kana untuk memajukan acara Fam Gath ini sebelum ia terbang ke India selama 2 bulan.
"Besok saja bagaimana Mas? kita mulai dari pagi saja, beli kaos untuk 500 karyawan beserta keluarga dan anak-anak serta menyablonnya pasti membutuhkan waktu panjang," Nadifa memberi saran.
"Baiklah, besok jam 8 saja ya. Nanti aku minta tolong driver untuk mengantar kita ke pusat perbelanjaan,"
Ia tidak mau jika Malik mengetahui lagi seperti kemarin, ia tidak mau mencari masalah lagi.
Fajar terus melihati Nadifa yang sedikit agak berbeda sikapnya dibanding kemarin-kemarin.
Bruggg...!! Nadifa meletakan kotak makan siang di meja kerjanya, makan siang yang sudah kelewat 2 jam dari biasanya.
Mungkin perutnya sudah tidak lapar lagi, entah mengapa perasaanya terus terasa tidak enak ia terus memikirkan suaminya yaitu Galih, ia seperti mendapatkan firasat akan suaminya.
__ADS_1
Tetapi hal ini tidak mematahkan semangatnya ia tetap membereskan pekerjaanya dengan baik.
"Baru selesai Dif, ayo kamu makan dulu," tanya Dania.
"Jadi enggak laper lagi Mba," balasnya, lalu merebahkan tubuh nya ke sandaran kursi dan menoleh keruangan Malik, menemukan pria itu sedang menatap layar komputernya seperti biasa.
Nadifa pun terpaksa membuka kotak nasi nya itu dan mencoba memakannya karna ia tidak mau sakit karna telat makan.
"Jadinya kapan Dif kita akan Fam Gath ?"
"Insya allah 9 hari lagi Mba, waktunya dimajukan karena permintaan Presdir,"
"Tujuannya mau kemana Dif ?"
"Sesuai kesepakatan, kita akan ke taman safari mba," Nadif menjawab seperlunya mengingat ia sedang mengunyah makanan.
"Oiya Mba, besok aku dari pagi akan pergi mencari baju polosan yang akan disablon untuk karyawan kita dan keluarganya, titip mejaku ya Mba,"
"Santai Dif, aku bisa diandalkan," Dania tersenyum memberikan semangat.
__ADS_1