
Mobil malik sudah terparkir di halaman kantor Kinanti, Ia terus menatapi Hp nya menunggu pesan masuk dari Nadifa, Entah mengapa perasaan bahagia yang sedang menyelimuti dari tadi berubah menjadi rasa cemburu yang sedang membara dalam hatinya, mengingat Nadifa sedang makan malam dipesta bersama suaminya.
"Sudah jam 8 malam, kamu belum juga WA aku," Batin Malik, dia hanya diam tak bertenaga sambil menunggu Kinanti keluar dari dalam kantor.
Kemudian ia memejamkan matanya, sembari mengangkat kedua tangan menaruhnya di belakang kepala.
"Aku rindu..."Batin Malik. lalu ia nekat mengirimi pesan duluan kepada Nadifa. tidak dengan pesan mengenai hubungan mereka, ia terlebih dahulu mengirimi pesan dengan membawa-bawa hal pekerjaan dikantor, biar tidak terlalu dicurigai jika suaminya yang membuka Hp nya.
Malik :
**Assalammualaikum Nadifa, bisa email kan saya tentanga laporan keuangan kantor minggu ini, bpk wijaya menelpon saya perihal laporan tersebut, terima kasih**
Mengirimi pesan singkat tersebut kepada Nadifa dan berharap secepatnya untuk dibalas.
Entah mengapa , timbul perasaan yang tidak-tidak akan Nadifa. dilihati nya terus chat tersebut, tapi sayangnya Nadifa belum membaca dan sedang tidak Online.
__ADS_1
"Mungkin, ia sedang bersenang-senang dengan suaminya..!" batin Malik tersiksa akan cemburunya. Ia melamun dan tetap memikirkan Nadifa, sedang apa disana mengapa tidak mengirimi ia kabar.
tok tok tok. bunyi ketukan dari luar jendela mobil seraya membangunkan Lamunan Malik.
Kinanti yang sudah berdiri samping jendela mobilnya lalu masuk kedalam setelah dibukakan oleh Malik.
"Lama banget sih yah bukainya, kamu tidur ya?" Kinanti menggerutu kesal.
"Maaf bund, ketiduran sambil dengerin lagu jadi tidak begitu terdengar ," jawab malik membohongi.
Hati dan fikiran Malik semakin tidak karuan, ia benar- benar tidak fokus. sudah 20 menit pesan Wa nya tidak dibalas oleh Nadifa.
Apa yang diucapkan oleh Kinanti, hanya menjadi Angin semilir yang lewat begitu saja ditelinga Malik, fikirannya tetap tertuju akan pujaan hatinya di tempat lain yang sedang berada jauh dari nya, Nadifa.
-PESTA KANTOR GALIH-
__ADS_1
Gita sangat benci melihat Galih begitu berlebihan dalam memanjakan istrinya itu didepan orang banyak. Ia tidak tahan untuk mau menangis dan ingin beranjak dari sana, tapi ia harus tetap memperkuat dirinya agar tidak terlihat cemburu.
"Ini, aku bakarin buat kamu," Galih memberikan potongan daging yang sudah ia bakar sendiri kepada Nadifa. Seperti mendapatkan telepati dari Malik, kini Nadifa melamun memikirkan atasannya itu, ia menyesalkan tidak membawa HP nya yang tertinggal di ruangan Gita.
"Aku benci liat kalian...!" Gita melihati Nadifa dan Galih dengan tatapan benci.
"Apa aku harus membunuhmu dulu, biar Galih bisa aku dapatkan ?" batin Gita menggila melihat sosok Nadifa yang sedang menikmati potongan daging barbeque itu.
Ia mulai mencari ide, untuk mengguyurkan cairan lantai yang akan dilewati oleh Nadifa nanti untuk masuk kedalam kantor.
Gita pun pergi dan nekat melakukan semua itu, ia sudah termakan oleh api cemburu.
Ia kembali berjalan masuk kedalam kantor disaat semua karyawan sedang lengah menikmati acara.
"Nadifa pasti akan lewat sini, ia akan kembali keruangan ku untuk mengambil tasnya. tidak akan ada lagi yang akan lewat sini, kecuali dirinya dan Nadifa," Gita mengucurkan cairan pembersih lantai berwarna bening didekat area lantai pintu masuk ruangannya yang berjarak dekat dengan tangga darurat.
__ADS_1
"Berjalan lah dengan lancar kali ini, aku sudah muak melihat kalian terus bersama," ucap Gita lalu meninggalkan jejak dari ruangannya.