Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Detak Jantung


__ADS_3

Pastii masih pada kangen nih...


Keep Reading guys🤗🔥


****


Semua mata terus tertuju ke layar TV USG yang menempel di dinding. Dokter tetap menatap fokus ke layar monitor USG nya sendiri. Ia terus menggerakan krusor diatas perut Nadifa. Menggerak-gerakan nya dari kanan lalu ke kiri.


Didalam layar monitor tergambar keadaan rahim Nadifa. dalam gambar tersebut hanya memperlihatkan warna hitam buram berkabut putih yang tidak jelas dan susah untuk ditafsirkan oleh orang awam.


"Alhamdulillah, sudah ada detak jantungnya ya bu."


Dokter mulai mengganti suasana keheningan yang begitu pilu dengan suasana hangat kebahagiaan.


Mengingat Nadifa dan Malik sedari tadi terus terpancing dengan fikiran negatif mereka.


"Detak jantung dok? maksudnya saya benar hamil dok?"


Wajah Nadifa begitu sumringah bahagia. Senangnya melebihi ketika ia mendapatkan Tas Hermes dua tahun lalu dari Galih.


"Subhanallah Ya Allah." Galih mengucap syukur tiada henti-hentinya.


"Benarkan filling saya--- Yess!! terbukti sudah ke jantanan saya," Galih membanggakan dirinya kepada Malik.


Tanpa sengaja ia memeluk Malik dan belum ada hitungan dua detik ia pun langsung tersadar untuk melepaskan pelukan itu dengan perasaan merinding. "Ishh!"


Raut wajah Malik yang sedari tadi mengerut, kini berganti dengan raut senang. Ia pernah mengatakan akan ikut bahagia jika Nadifa bahagia. Mengingat sudah banyak cobaan yang telah wanita itu lalui.


"Selamat ya, anda berhasil menghamili Nadifa," Malik menekan bahu Galih dengan bahunya.


"Iya Om, makasi ya Om---!"


Galih mengembangkan senyum di wajahnya tanpa sadar kembali, kali ini ia merangkul Malik dengan erat dan kembali dilepas ketika kesadarannya datang.

__ADS_1


"Dok, yang ada di layar itu berarti janin nya ya Dok? bayi nya ?" Nadifa tak henti-henti memastikan. Wajar ini adalah pertama kali untuk dirinya.


"Iya Bu, betul. Sudah masuk 5 minggu ya, detak jantungnya sudah ada. Namun,"


Dokter menghentikan ucapannya sebentar. Ia terus menatapi layar USG nya sambil memainkan jari-jemarinya diatas keyboard USG.


Kata Namun, sontak membuat Nadifa, Galih dan Malik membeku sebentar. Suasana kembali tercengang hebat. Terlebih lagi keadaan Nadifa saat ini, seperti sedang berada dipusaran ombak laut yang mampu menenggelamkan nya saat ini juga.


"Pemeriksaan sudah selesai ya. Saya akan jelaskan masalah yang ada. Ayo sus dibantu dulu ibu nya,"


Masalah ? buka nya kabar hamil ini adalah suatu Kebahagiaan??


"Maksudnya gimana ya Dok?" tanya Galih dengan cepat sambil menatap Dokter yang sedang bersiap untuk duduk dihadapan mereka, sambil membawa prinan hasil USG Nadifa.


"Ayo Bu, hati-hati," Perawat membantu Nadifa untuk duduk dikursi roda dan mendorongnya untuk mendekat ke meja Dokter.


Jantung Nadifa terasa bergemuruh hebat. Ia melihat beberapa guratan yang muncul di kening Dokter yang baru memeriksanya.


"Jangan ada lagi kesedihan untuk nya," batin Malik merintih.


"Dari hasil pemeriksaan USG yang saya lakukan. Selamat ibu sedang mengandung saat ini, janin sudah terlihat jelas, usianya sudah memasuki 5 minggu."


"Namun yang jadi permasalahan disini adalah detak jantung janin amat lah lemah. Detak jantungnya menunjukan kurang dari 100 detakan x/menit.


Dokter kembali membuat keheningan cukup panjang setelah ini.


"Jika janin terus mengalami kelemahan dalam detak jantungnya, kemungkinan hal ini akan menyebakan kematian janin didalam kandungan. Apalagi kehamilan ibu masih sangat muda, dengan kata lain. Bisa saja Ibu mengalami keguguran."


"Keguguran Dok?" Galih mengulang kalimat dengan suatu penekanan, lalu melihat ke arah Nadifa yang hanya bisa diam dengan mata yang mulai berkaca-kaca sambil terus mengusap-ngusap perut datarnya.


"Berarti ada hubungannya dengan darah yang mengalir keluar tadi ya Dok ?" tanya Malik


"Iya betul, itu adalah suatu reaksi bahwa janin dalam suatu masalah."

__ADS_1


"Namun tidak semua kasus seperti ini selalu berujung dalam keguguran,"


"Saya rasa jika Ibu mau dirawat dalam beberapa hari di Rumah Sakit, istirahat total, minum vitamin dan makanan yang bergizi seperti susu, buah dan sayur. Insya Allah janin dapat terselamatkan."


"Ibu tidak boleh stress, menahan kesal atau marah, harus selalu happy dan jangan melaksanakan aktivitas yang berat."


Penjelasan Dokter kandungan yang begitu rinci dan detail, serta sepotong kata semangat telah membuat hati mereka lega untuk saat ini. Begitupun Nadifa yang tak henti-henti mengucap nama Allah didalam katupan bibirnya.


"Apakah Ibu bersedia untuk menjalani rawat inap, karna disamping kandungan yang lemah ibu pun sedang mengalami yang namanya HEG yaitu Hiperemesis Gravidarum adalah kondisi morning sickness yang ekstrem pada masa kehamilan yang disertai mual dan muntah yang hebat. Saya takut ibu akan dehidrasi dan bisa berakibat kedalam kandungan ibu yang saat ini saya katakan lemah,"


"Saya anjurkan untuk tidak melakukan dulu hubungan badan selama kurang lebih tiga bulan kedepan dari sekarang,"


"Inget tuh, tahah dulu buat adonan semen nya!" ucap Malik pelan ke arah Galih.


Galih hanya bisa menelan ludah tanpa bisa mengelak meminta penangguhan untuk Hak yang ia miliki setelah ini.


"Dok, bagaimana kalo saya dirawat dirumah saja? saya masih punya bayi dirumah, Dok," sambung Nadifa memelas.


Nadifa teringat akan Gifali, putra kesayangannya. Dirinya memang bahagia telah hamil anak kandung nya sendiri, namun ia tidak begitu saja bersikap egois untuk melupakan anak sambungnya itu.


Malik menoleh ke arah Nadifa memberi raut wajah ketidaksukaan karna mendengar penuturan yang keluar dari mulut wanita ini.


Ia sangat cemas akan nyawa Nadifa dan bayi yang dikandung saat ini, bagaimanapun ini adalah anak kandungnya. Anak yang sudah lama di nanti-nantikan dan akan dilahirkan sendiri dari rahim nya.


"Itu semua kembali kepada ibu, mau dirawat atau tidak. Tetapi saat ini saya sangat menyarankan agar ibu bisa dirawat Inap, bisa dalam pengawasan saya langsung,"


"Baik Dok, saya sebagai suami sangat setuju jika istri saya bisa dirawat inap disini, biarkan saya berbicara dengan istri saya sebentar,"


Galih meminta waktu kepada Dokter untuk bisa mendinginkan kepada Nadifa untuk saat ini.


Masih ada kelanjutannya ya kesayangan🖤🖤 tapi Insya Allah, aku akan UP setelah tarawih yah🥰. Lancar ibadah puasanya ya Guyss..


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.

__ADS_1


Hatur Nuhun Om Tante yang baik hati kalo kata si Galih mah..😘😘😘


__ADS_2