Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Puisi Pengantar Malam


__ADS_3

Makanan yang sudah dimasak Nadifa kini sudah tersaji di meja makan, ia memasak Sop Iga, tempe goreng tepung dan sambal, masakan ini adalah makanan kesukaan Galih.


Sambil mengunggu Galih turun untuk makan malam, Nadifa pun kembali membuka HP nya, ia seperti lupa sehabis tiba dirumah tidak membuka- bukanya lagi.


Membuka aplikasi WA, dan ada pesan masuk yang seketika membuat wajahnya tersenyum...ya siapa lagi...


Malik :


***Assalammualaikum wahai penguasa hati, sedang apakah dirimu ? aku kirimkan rinduku kepada bulan, apakah kini ia sudah menyampaikannya?****


Nadifa :


***Waalaikumsallam wahai pemilik hati, bulan baru saja mampir membawakan berita cinta tentang mu, aku sudah kirim balik cium hangat ku..untukmu💛💛***


send....^^^


Nadifa dan Malik terus menerus berbalas puisi malam-malam di WA.


Stop !! berhentilah...kalian akan memasuki masa-masa sulit setelah ini.....


Mendengar langkah kaki menuruni tangga yang ia tahu itu adalah suaminya yang sedang menuju dirinya, Nadifa pun dengan cepat mematikan data seluler di HP nya.

__ADS_1


Mulai menyiapkan makan malam untuk Galih, mengambilkan nasi di piring, menuangkan Sop Iga dimangkuk terpisah, mengisi air minum digelas Galih dan mengupasi apel untuk suaminya di piring kecil.


Sikap nya yang sangat-sangat memperhatikan suaminya inilah yang selalu membuat Galih teramat mencintainya, ia pun merasa istrinya selalu membuat dia seperti Raja dirumah.


"Masya Allah...enak sekali makan malam kali ini, mood ku langsung membaik sayang, terima kasih ya," ujar Galih.


"Berarti malam-malam sebelumnya untuk makan malam kita tidak enak ya ?"


"Oh tentu tidak sayang, kamu selalu memasak dengan hati dan cinta..makanya selalu lezat dan luar biasa rasanya," puji rayu Galih kepada istrinya itu.


"Baiklah," Nadifa percaya. Lalu ia bangkit berdiri dari duduknya untuk berjalan menuju dapur kembali, mau mengambil Pie susu yang baru ia buat tadi.


Galih yang mendengar itu, menoleh dan melihati Nadifa.


"Kamu kenapa yang ?" tanya Galih menghentikan makannya dan beralih melihati kaki Nadifa.


"Seperti memar ya ?" Galih pun bangkit dari duduknya dan jongkok dibawah kaki Nadifa, melihati bagian tumit Nadifa yang samar akan lebam.


"Kenapa lagi ini ?" tangan Galih mengusap-usap tumitnya yang sedikit memar itu.


"Hak sepatu ku patah sayang, aku pun terjatuh,"

__ADS_1


Nadifa tidak mungkin menceritakan hal sesungguhnya yang terjadi tadi siang dikantor.


"Di urut saja ya, aku panggilkan bu Yati,"


Ibu yati adalah tukang urut langganan teman-teman dikantor Galih.


"Tidak usah sayang, kaki ku tadi sudah diurut, sudah enakan kok cuman masih suka timbul ngilunya,"


"Di urut oleh siapa ?" tanya Galih terus melihati wajah istrinya dengan cepat dan tangkas Nadifa menjawab cepat


"Diurut sama mba Dania, kebetulan juga ia mempunyai kebisaan dalam urut mengurut,"


Ketika yang didengar adalah nama wanita, Galih pun bernafas lega, ia adalah suami yang amat cemburu kepada istrinya.


Pernah ia sampai melemparkan air minuman kepada sesama pengunjung cafe dimana pada saat itu ada seorang lelaki yang melihati Nadifa dengan tatapan centil dan menggoda, ia langsung mendatangi lelaki tersebut dan terjadilah perdebatan maha dasyat itu.


"Rasa ngilu nya hilang timbul sayang, sudah tidak apa-apa ya, ayo kembali habiskan makan malam mu," perintah Nadifa kepada suaminya.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Nadifa setelah ini, bagaimana Galih dan bagaimana Malik...


^^^Assalammualaikum readers, jangan lupa like Coment dan Vote ya...berikan komentmu mengenai cerita di bab ini...terima kasih^^^

__ADS_1


__ADS_2