
Hari terus bergulir, Valmira hanya berdiam diri di dalam kamar. Dia masih bingung memikirkan yang terjadi terakhir kali. Belum lagi sejak kejadian itu bayinya terus aktif dalam perutnya. Valmira sampai-sampai harus lebih banyak rebahan karena tak kuat berdiri ataupun berjalan.
tok tok tok
" Valmira, kamu tidak makan?" Aislinn memanggil Valmira yang sudah melewatkan makan malam.
" em, iya. sebentar lagi" Valmira bangkit dari ranjang lalu membukakan pintu.
" kau tidak apa-apa? " cemas Aislinn. Beberapa hari Valmira selalu saja melewatkan waktu makan.
" tidak, ayo. " Valmira pergi menuju ruang makan.
di persimpangan kabin mereka bertemu dengan Zephyr yang mencari istrinya.
" bagaimana, apa kau tidak apa-apa?" tanya Zephyr pada 2 wanita.
" tidak, Valmira hanya sering mengantuk katanya. Jadi lebih banyak tidur" jawab Aislinn, setelah berbincang selama perjalanan.
" iya benar, kalian jangan mencemaskan aku. aku akan ke ruang makan jika begitu"
Untung saja Valmira peka jika Zephyr hanya mencari istrinya bukan dirinya.
" baiklah, hati-hati" ucap Aislinn.
Meja makan telah sepi, karena waktu sudah hampir mendekati tengah malam. Valmira menatap malas menu makanan, tidak ada satupun yang membuat Valmira berselera. Akhirnya dia mengambil roti dan sebuah manisan untuk mengganjal perutnya. Valmira berjalan menuju dek dan duduk sana sambil menatap lautan. Beberapa hari tinggal di kamar membuatnya tidak menghirup udara segar, kini bisa melihat langit malam ternyata sangat menyenangkan.
Sedangkan di anjungan kapal, Kangta dan Deon sedang menatap peta. Mereka terus memantau laju kapal agar memastikan mereka melaju sesuai dengan arahan Gyan sebelumnya.
" tuan, kita sejak kemarin sudah sampai di Samudra Chantara, tapi belum menemukan tanda-tanda apapun. Dan kini Raja Gyan sudah tidak mengirimkan surat lagi, apa kita sudah sesuai jalur?"
" kita berada jauh dari daratan, elang milikku tidak bisa lagi menjangkaunya untuk berkirim surat. Hanya bisa dengan sihir Dimensi baru bisa menemui Gyan"
" jika begitu, Kita hanya bisa mengandalkan peta"
" Beberapa hari lalu aku melihat hewan suci lautan, aku yakin jika kita sudah menuju arah yang tepat"
" hewan suci itu muncul pasti karena energi sihir yang kita bawa, mereka sangat suka berdekatan dengan apapun yang mengandung energi sihir"
__ADS_1
" awalnya aku juga berfikiran begitu, atau bisa jadi Hewan itu memang tinggal di sekitar sini, karena berdekatan dengan pelindung sihir Marilla"
" jadi menurut tuan, kita sudah dekat dengan tabir pelindung itu?"
" sepertinya begitu, jika semakin banyak hewan suci yang terlihat itu akan lebih meyakinkan"
Deon mengangguk senang, akhirnya setelah hampir satu bulan mengarungi lautan setidaknya membuahkan hasil. Tidak sia-sia mereka mengikuti arahan Raja Gyan.
Sore ini dek kapal terlihat ramai, Kangta menemani Valmira yang duduk di dek kapan sedangkan pasangan suami istri sibuk membuat cemilan dari buah. Mereka tampak riang karena hari cukup cerah.
" apa bayi mu baik-baik saja?" tanya Kangta.
" sejauh ini iya"
" kulihat perutmu bertambah besar dalam beberapa hari saja, apa ada hal aneh yang sudah terjadi ?" Kangta menyelidik, perubahan sikap Valmira akhir-akhir ini tentu tidak lepas dari pengawasannya. Sayangnya lelaki tua itu tidak tau mengenai kejadian di tepi pantai waktu itu.
" em, tidak" terlihat sekali nada ragu-ragu.
" rambutmu juga semakin putih, apa kau tidak menyembunyikan sesuatu padaku?"
" kau berbohong, energi tubuhmu semakin banyak bayimu pasti mengalami pertumbuhan yang pesat" Kangta menatap Valmira dalam. Berdasarkan perkiraannya Kangta, bayi penyihir setelah melewati 4 bulan, janinnya akan meminta energi terus menerus. Pertumbuhan akan semakin pesat seiring dengan jaminan persediaan energi.
" apa energi itu datangnya dari gelang ini?"
" gelang ini memutarkan energi di tubuhmu, seperti yang sudah aku bilang, kau dan Marilla tampaknya memiliki kesamaan. jika tidak, mana mungkin gelang ini bisa begitu berpengaruh pada mu"
" penyihir hebat seperti Marilla tidak bisa di bandingkan denganku yang bahkan tidak memiliki inti jiwa"
" mengenai hal itu, inti jiwa milikmu tidak mungkin hilang begitu saja. Kau tidak ingat bagaimana itu bisa menghilang dari tubuhmu?"
" aku hanya ingat saat aku terdampar di Pantai Otan dan memasuki kerajaan. Semua kejadian sebelumnya, aku sama sekali tidak mengingatnya"
" aku sedikit berfikir mengenai rambutmu, apa mungkin dulu rambutmu memang berwarna putih?"
" entahlah, aku tidak yakin. Tapi beberapa kali aku memimpikan seorang wanita yang memiliki rambut putih terjun dari atas jurang"
" seberapa sering?"
__ADS_1
" akhir-akhir ini, tapi aku tidak pernah bisa mengingat dengan jelas apa yang sebenarnya aku impikan"
" apa Gyan pernah mengatakan sesuatu padamu, apapun mengenai dirimu?"
" Raja Gyan selalu banyak bertanya, tidak pernah menjelaskan apapun padaku"
" lelaki itu sangat kehilanganmu, kematian mu membuatnya terus merasa bersalah"
" aku juga baru menyadarinya, Raja Gyan selama ini begitu tulus menyayangiku" Suara lemah Valmira tidak bisa menutupi kesedihan hatinya.
" itu juga yang membuatku sedikit takut jika sampai dia mengetahui pemalsuan kematianmu"
" kau pasti tidak mengira aku bisa bertahan sejauh ini, alasan kau melakukan itu bukankah karena energi yang di miliki oleh Gyan? "
" kau benar, aku takut kau terlalu membuat Gyan lupa diri dan menghabiskan seluruh energinya. Aku tidak akan menutupinya lagi, kau hanyalah beban bagi Gyan. Aku tidak menyukainya"
" lalu kenapa kau juga ikut membagi energi mu? "
" entahlah mungkin hal ini juga yang Gyan rasakan, ada sesuatu dalam dirimu yang membuat orang mudah bersimpati"
" mungkin karena melihat nasib malangku"
" dunia ini luas Alora, kau hanya perlu menikmati. tidak ada kemalangan hanya kita yang harus belajar bersyukur dan menerima"
Angin berhembus kencang, ombak lautan mendadak bergemuruh. Kangta dan Valmira langsung menatap sekeliling, pasti ada sesuatu yang bergerak di dalam air.
Dan benar saja hewan suci keluar dari dalam air, segerombolan ikan terbang yang muncul dan tenggelam di permukaan laut.
" indah sekali" lirih Valmira, belum pernah melihat pemandangan ini sebelumnya.
" mereka adalah hewan sihir, akan muncul bisa merasakan energi sihir di sekitarnya"
" hewan sihir!" Aislinn ikut mendekat di pinggir pagar.
" ini sangat langka, hanya ada di sekitaran samudra" Zephyr menimpali.
Pemandangan laut tampak sangat menarik, semua penumpang tidak ingin ketinggalan melihat rombongan hewan sihir lautan. Deon serta nahkoda kapalpun terkesima di atas. Mereka mendekat ke jendela agar bisa melihat lebih jelas.
__ADS_1