
Beberapa bulan setelahnya
" astaga Falla, kau jangan terlalu banyak bergerak. Bayimu bagaimana?" teriak Gyan saat menemani Adiknya menaiki Butin. Gyan di bawah membawa tali kekang dan Falla duduk di atasnya.
" tak apa kaka.. bayiku kuat. Lagipula aku sudah ingin sekali menaiki Butin, tapi Adipati selalu saja melarangnya. Kini selagi anda kakak aku bisa tenang"
" kau ini selalu saja " jawab Gyan.
" Falla senang sekali bisa melihat kakak"
" iya.. sudah ayo turun. kau sudah lama menungganginya"
" emm baiklah"
Falla turun dengan sihir dari Gyan, mereka lalu berjalan menuju ruang makan.
" Ratu..."
"perhatikan jalanmu Falla" ucap Emrick yang baru saja datang.
" hati-hati kau sudah hamil besar"
" Ratu, putri mu ini sangat cantik. Apa kau boleh menggendong nya?"
" tentu saja, kau adalah bibi nya."
Valmira memberikan bayi kecilnya pada Falla. wanita itu terlihat masih kaku menggendong bayi.
" dia lucu sekali, kalian beruntung, satu laki-laki dan satu perempuan.."
" kau juga sebentar lagi akan memilikinya.."
" aku jadi tidak sabar.. ak...ak perut ku.."
Valmira segera mengambil alih putrinya. dan Emrick dengan sigap langsung menahan tubuh Falla.
" kau akan melahirkan.. " ucap Emrick yang sudah mempelajari tanda-tandanya.
" iya... sepertinya.. perutku..."
Gyan membuka portal menuju ke kamar. Falla berbaring di sana dengan memegangi perutnya.
__ADS_1
" tabib.." teriak Emrick.
lelaki itu sudah menyuruh beberapa tabib untuk tinggal di kediaman. Agar bisa langsung tanggap menolong istirnya jika sewaktu-waktu ingin melahirkan.
" iya yang mulia "
" Falla akan melahirkan, segera pergi ke kamar"
" baik yang mulia"
Kini kediaman menjadi tegang. Di depan kamar Emrick dengan di temani Gyan berdiri menunggu persalinan.
" apa Falla akan baik-baik saja.." cemas Emrick
" pasti kau tenang saja.."
" apa Raja juga segugup ini saat Ratu melahirkan?"
" untuk yang pertama tidak, karena kami berpisah. Tapi yang terakhir ini aku sampai memaksa masuk untuk memastikan Valmira baik-baik saja"
" apa aku juga harus masuk untuk memastikannya?"
" bisa juga.."
" oekk oeek"
suara bayi terdengar.
" sudah lahir"
ceklek
tabib membuka pintu.
" selamat yang mulia, anda mendapatkan seorang pangeran"
Emrick tersenyum lega dan memeluk Gyan.
" saya sudah menjadi ayah.."
" selamat atas kelahiran putra kecilmu"
__ADS_1
" terimakasih yang mulia..saya masuk ke dalam dulu " iya. "
Emrick masuk dan langsung menuju ke ranjang.
" terimakasih Falla" Emrick mencium kening istrinya dengan lembut.
" anak kita seorang pangeran " lirih Falla yang masih kelelahan.
" iya"
Falla tersenyum lalu matanya menutup.
" Falla.. Fall. tabib.." Emrick langsung panik. istrinya kenapa?
" nyonya sepertinya kelelahan, yang mulia jangan khawatir"
" kau yakin? kau tidak sedang membohongiku?" tanya Emrick memastikan.
" iya yang mulia jangan khawatir"
Emrick bernafas lega, dia mengelus pipi Falla pelan.
Setelah beberapa lama, pangeran kecil sudah bersih. Emrick menggendong dengan wajah senang.
" dia tampan sekali" ucap Gyan dan Emrick hampir bersamaan.
" dia Sepertinya ingin minum susu" ucap Gyan saat melihat bayi itu menggeliat.
" kita bawa ke ibu nya"
Di dalam sana Valmira membantu Falla mengurus bayi kecil itu.
" pelan-pelan jangan terburu-buru" ucap Valmira saat Falla mulai putus asa saat baginya tak kunjung meminum susunya.
" iya Ratu" jawab Falla mulai mengatur nafas.
" lihat dia sudah bisa .." Falla kegirangan. Valmira ikut senang.
Sedangkan di luar sana Gyan dan Emrick berbincang.
" terimakasih kau sudah menepati janjimu".
__ADS_1
" bagi seorang lelaki janji adalah harga diri"
mereka saling merangkul dengan menatap langit Uthaman dengan senyum bahagia.