Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kunjungan


__ADS_3

Beberapa bulan setelahnya


" astaga Falla, kau jangan terlalu banyak bergerak. Bayimu bagaimana?" teriak Gyan saat menemani Adiknya menaiki Butin. Gyan di bawah membawa tali kekang dan Falla duduk di atasnya.


" tak apa kaka.. bayiku kuat. Lagipula aku sudah ingin sekali menaiki Butin, tapi Adipati selalu saja melarangnya. Kini selagi anda kakak aku bisa tenang"


" kau ini selalu saja " jawab Gyan.


" Falla senang sekali bisa melihat kakak"


" iya.. sudah ayo turun. kau sudah lama menungganginya"


" emm baiklah"


Falla turun dengan sihir dari Gyan, mereka lalu berjalan menuju ruang makan.


" Ratu..."


"perhatikan jalanmu Falla" ucap Emrick yang baru saja datang.


" hati-hati kau sudah hamil besar"


" Ratu, putri mu ini sangat cantik. Apa kau boleh menggendong nya?"


" tentu saja, kau adalah bibi nya."


Valmira memberikan bayi kecilnya pada Falla. wanita itu terlihat masih kaku menggendong bayi.


" dia lucu sekali, kalian beruntung, satu laki-laki dan satu perempuan.."


" kau juga sebentar lagi akan memilikinya.."


" aku jadi tidak sabar.. ak...ak perut ku.."


Valmira segera mengambil alih putrinya. dan Emrick dengan sigap langsung menahan tubuh Falla.


" kau akan melahirkan.. " ucap Emrick yang sudah mempelajari tanda-tandanya.


" iya... sepertinya.. perutku..."


Gyan membuka portal menuju ke kamar. Falla berbaring di sana dengan memegangi perutnya.

__ADS_1


" tabib.." teriak Emrick.


lelaki itu sudah menyuruh beberapa tabib untuk tinggal di kediaman. Agar bisa langsung tanggap menolong istirnya jika sewaktu-waktu ingin melahirkan.


" iya yang mulia "


" Falla akan melahirkan, segera pergi ke kamar"


" baik yang mulia"


Kini kediaman menjadi tegang. Di depan kamar Emrick dengan di temani Gyan berdiri menunggu persalinan.


" apa Falla akan baik-baik saja.." cemas Emrick


" pasti kau tenang saja.."


" apa Raja juga segugup ini saat Ratu melahirkan?"


" untuk yang pertama tidak, karena kami berpisah. Tapi yang terakhir ini aku sampai memaksa masuk untuk memastikan Valmira baik-baik saja"


" apa aku juga harus masuk untuk memastikannya?"


" bisa juga.."


" oekk oeek"


suara bayi terdengar.


" sudah lahir"


ceklek


tabib membuka pintu.


" selamat yang mulia, anda mendapatkan seorang pangeran"


Emrick tersenyum lega dan memeluk Gyan.


" saya sudah menjadi ayah.."


" selamat atas kelahiran putra kecilmu"

__ADS_1


" terimakasih yang mulia..saya masuk ke dalam dulu " iya. "


Emrick masuk dan langsung menuju ke ranjang.


" terimakasih Falla" Emrick mencium kening istrinya dengan lembut.


" anak kita seorang pangeran " lirih Falla yang masih kelelahan.


" iya"


Falla tersenyum lalu matanya menutup.


" Falla.. Fall. tabib.." Emrick langsung panik. istrinya kenapa?


" nyonya sepertinya kelelahan, yang mulia jangan khawatir"


" kau yakin? kau tidak sedang membohongiku?" tanya Emrick memastikan.


" iya yang mulia jangan khawatir"


Emrick bernafas lega, dia mengelus pipi Falla pelan.


Setelah beberapa lama, pangeran kecil sudah bersih. Emrick menggendong dengan wajah senang.


" dia tampan sekali" ucap Gyan dan Emrick hampir bersamaan.


" dia Sepertinya ingin minum susu" ucap Gyan saat melihat bayi itu menggeliat.


" kita bawa ke ibu nya"


Di dalam sana Valmira membantu Falla mengurus bayi kecil itu.


" pelan-pelan jangan terburu-buru" ucap Valmira saat Falla mulai putus asa saat baginya tak kunjung meminum susunya.


" iya Ratu" jawab Falla mulai mengatur nafas.


" lihat dia sudah bisa .." Falla kegirangan. Valmira ikut senang.


Sedangkan di luar sana Gyan dan Emrick berbincang.


" terimakasih kau sudah menepati janjimu".

__ADS_1


" bagi seorang lelaki janji adalah harga diri"


mereka saling merangkul dengan menatap langit Uthaman dengan senyum bahagia.


__ADS_2