
Aula istana Raja Gyan terlihat sedikit ramai, Disana telah berkumpul sekitar 10 penyihir senior dari kerajaan Garamantian dan dari kerajaan lainnya. Sejak datang mereka memasang wajah tegang. Aden sama sekali tidak berani banyak tanya, dia hanya bisa menyambut sekedarnya dan mereka langsung fokus menunggu kedatangan Raja Gyan.
" yang mulia" ucap mereka langsung berdiri menyambut kedatangan Raja Gyan.
" duduklah"
" yang mulia kami mendengar jika kondisi Prysona semakin buruk dengan di pimpin oleh Ratu Shana. Kami semakin tidak mengerti lagi saat Prysona memulai perang dengan Garamantian dimana saat itu dia adalah Ratu Garamantian?" tanya salah satu sesepuh yang langsung mengatakan kegundahannya tanpa basa basi. Sejak datang dia sudah menahan masalah ini dalam pikirannya.
" hubungan wanita itu denganku sudah Berakhir, kami sekarang adalah musuh" jawab Gyan lugas. Semuanya saling pandang, mereka tidak mengerti kenapa keadaanya menjadi seperti ini.
" Alasan apa yang membuat yang mulia dan Ratu Shana saling bermusuhan?"
" wanita itu menggunakan praktik sihir hitam di kerajaannku dan tidak mau mengakuinya. Aku tak memiliki pilihan selain menceraikannya dan membuatnya kembali ke Prysona "
" jadi alasan Perang kalian waktu itu adalah karena masalah sihir hitam ?"
" iya benar, aku tak ada niatan untuk berperang, tapi kerajaan Prysona yang angkuh malah menantang dan sama sekali tidak mau menilai keadaan dengan bijak"
" kami tidak mengerti kenapa bisa Ratu Garamantian tiba-tiba pergi dan kini menjadi Ratu Prysona?"
" sudah aku katakan jika ku termasuk rakyat Garamantian, sudah tidak memiliki hubungan dengan wanita itu selain hubungan musuh. jangan lagi mengatakan jika wanita itu adalah Ratu Garamantian" jelas Gyan penuh penekanan.
" maafkan kami yang mulia, kami hanya ingin memastikan jika kami tidak sedang berurusan dengan kerajaan Garamantian nanti"
" apa yang kalian maksudkan itu?"
" kami menerima kabar jika penyihir di kerajaan Prysona sudah banyak yang tewas, kalaupun ada mereka hanya menjadi boneka Ratu Shana. Bersamanya dengan itu 2 kerajaan yang berada tak jauh dari sana sudah menyerah karena selalu mendapatkan teror dari Prysona. Bahkan Kata mereka Ratu Shana bermain-main dengan sihir hitam dan kini menjadi jelmaan iblis yang kuat"
" semua itu benar, wanita ular itu adalah murid dari penyihir hitam Douglas. Dia sudah melakukan banyak kejahatan bahkan meracuni tentaranya sendiri dengan aura hitam. Jika saat ini dia sudah menjadi jelmaan iblis, itu mungkin adalah kabar yang benar"
" lalu apa yang harus kita lakukan? jika sudah menjadi jelmaan iblis untuk melawannya saja akan sulit, bagaimana cara kita memberikan hukuman. Hal ini harus segera di putuskan"
" inilah alasan kenapa aku meminta kalian untuk bertemu, menghukum wanita itu tentu tidak mudah, kalian hanya bisa melindungi diri sendiri. Akhir-akhir ini mungkin banyak sekali ritual yang sudah dia lakukan. Untuk itu sebelum keadaan semakin parah, kalian segera mengambil sikap untuk mempertahankan diri. jangan sampai wanita itu berhasil menaklukkan kalian"
__ADS_1
" bagaimana dengan yang mulia yang melawannya? kita semuanya tau jika kemampuan sihir anda termasuk yang terbaik"
" aku tidak bisa" jawab Gyan lemah dan singkat.
" kenapa? apa karena dia dulu adalah istri yang mulia?"
Gyan mendengarnya ingin tertawa geli. Kenapa mereka berfikir terlalu jauh.
" tidak, aku sama sekali tidak keberatan jika kalian berhasil membunuh wanita itu. Tapi saat ini melawannya bukan pilihan yang bagus"
" kenapa yang mulia tidak mau melawannya?"
Gyan terdiam, antara ingin menjelaskan situasi yang sebenarnya atau tidak.
" kondisi ku sedang tidak baik" jawab Gyan membuat mereka putus asa.
" jika yang mulia tidak sanggup menghukumnya lalu bagaimana dengan kita? kita tidak mungkin bisa melawan jelmaan iblis itu"
Gyan semakin was-was, dari penilaiannya jika mereka tau dirinya menerima kutukan dari Shana mereka pasti tanpa nyali sedikitpun akan langsung kabur, atau jika di datangi Shana mereka tidak akan memberikan perlawanan. Gyan harus membuat semangat mereka membara lagi.
" baiklah kalau begitu. kita susun rencana untuk melawan wanita itu dan menghukumnya. jangan biarkan sihir hitam menguasai Azerbaza. Aku akan melakukan segala cara untuk memusnahkan sihir hitam dan Wanita itu secara bersamaan" jawab Gyan mantap.
Semuanya tampak lega dan senang. Kecuali satu orang, yakni Aden.
" terima kisah yang mulia, setelah ini kami akan sering kemari untuk mendiskusikan rencana selanjutnya. Kami juga akan ikut membantu, selama yang mulia mau melawannya kami sudah sedikit lega"
" kalian juga jangan hanya menunggu instruksi ku, jika keadaan semakin buruk kalian harus bisa melawan dan mempertahankan diri"
" iya yang mulia. Kami tentu akan mengikuti segala perintah anda" jawab mereka dengan yakin.
Tak beberapa lama para penyihir itu akhirnya pergi, mereka mengumpulkan energi dan membuka portal sihir agar rencana mereka tidak banyak di ketahui.
" yang mulia bagaimana dengan kondisinya anda, melawan wanita ular itu tidak mungkin anda lakukan dalam keadaan seperti ini" ucap Aden khawatir.
__ADS_1
" jika aku tidak mengatakan seperti itu, mereka bisa-bisa dengan mudah langsung menyerah pada iblis itu. jangan sampai ada yang tau jika wanita itu telah berhasil mengirim kutukan padaku. Situasi sudah semakin rumit, hanya ini yang bisa meredam ketakutan mereka" jelas Gyan yang memang memilih jalan yang terbaik.
" yang mulia harus menghubungi Deon dan Kangta, sampai saat inipun mereka belum kembali. entah berhasil atau tidak mengatasi sihir hitam di Mystick"
" aku sudah berulang kali mencoba. Mereka sama sekali tidak terdeteksi, bahkan elang Kangta juga tidak pergi ke manapun"
" apa memang akhirnya Azerbaza akan di kuasai sihir hitam? banyak sekali yang mencoba menguasai sihir hitam yang hanya menjadikan mereka umpan datangnya iblis"
" kita harus berusaha sekeras mungkin, meski taruhannya adalah nyawa"
Aden merinding hebat tak kala mendengar perkataan Raja Gyan. Meski dalam kondisi yang lemah, lelaki itu sama sekali tidak mengeluh dan bahkan tetap menjanjikan untuk melawan Shana.
......................................
Di Aula Mystick pagi ini tampak ramai juga, Valmira jelas-jelas menginginkan pertemuan besar yang akan membahas masalah kepergiannya mengejar aura iblis yang kabur.
" semua wilayah aku lihat sudah mengalami pertumbuhan yang pesat. Tidak ada lagi masalah serius yang terjadi, bahkan sihir hitam benar-benar sudah pergi dari kerajaan ini"
" semuanya ini adalah karena Ratu yang sudah melindungi kami dengan sangat baik" ucap mereka dengan kompak.
" untuk itu, aku rasa sekarang waktu yang pas untuk mengatakan jika dalam beberapa waktu yang lalu aku sudah memutuskan untuk mengejar kaburnya Aura iblis, kali ini kepergian ku tidak akan berlangsung lama, aku juga akan meninggalkan bola kristal biru untuk memantau keadaan kerajaan" jelas Valmira, suara gemuruh mulai terdengar menanggapi penjelasan Valmira.
" yang mulia, kenapa tidak membiarkan saja aura iblis itu pergi. Bukankah kerajaan kita sudah aman?" ucap salah satu menteri yang sedikit khawatir dengan perginya Ratu mereka.
" kita tidak bisa lepas tangan begitu saja. Dulu saat kerajaan Mystick mengalami masalah tuan Kangta dan Deon rela datang kemari meninggalkan kerajaan. Lalu saat aura iblis itu pergi yang mungkin bisa menyerang kerajaan mereka mana mungkin kita diam saja"
" tapi yang mulia, baru saja anda sampai disini. Biarkan yang lain saja yang pergi memburu aura iblis itu"
" siapa lagi yang bisa memusnahkannya? apa kalian sanggup?. aku sangat bisa mengenali aura yang kabur itu, dan ini akan memudahkan ku mencarinya. kalian jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja. Setidaknya aku bisa mengantar kembali tamu-tamu kita pulang ke tempat tinggalnya"
semua terdiam dan sedikit berat hati, namun jika mengingat jasa tuan Kangta dan Deon mereka juga tidak bisa menolak keputusan Ratu.
" baiklah yang mulia, kami akan menjaga kerajaan sebaik mungkin sampai anda kembali" ucap para menteri kompak. Akhirnya keputusan sudah bulat dan kepergian Valmira akan mereka relakan.
__ADS_1