Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Hari Kepergian


__ADS_3

sejak mengetahui jika Emrick akan berangkat ke kuil, Falla sama sekali tidak bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Wanita itu seakan patah hati tidak memiliki tujuan hidup. terlihat banyak sekali melamun dan tidak banyak bicara.


" Nyonya, Adipati sudah menunggu di halaman utama"


" iyaa.." jawabnya lesu.


hari ini adalah hari keberangkatan Sang suami. Falla rasanya begitu berat menemui lelaki itu dan melepas kepergiannya.


" Adipati.." sanjung Falla.


" kau kenapa, sakit? " tanya Emrick terlihat cemas.


" emmm entahlah kepala saya tiba-tiba pusing" jawab Falla berbohong, berharap dia bisa mengurungkan niat sang suami.


" kau harus banyak beristirahat, aku akan menyuruh pelayan untuk memanggil tabib istana kemari"


" tidak perlu Adipati, di baut tidur juga pasti akan berkurang" keinginan Falla pupus begitu saja.


" baiklah, jaga kesehatanmu. Aku pergi dulu" Emrick mengelus kepala Falla pelan.


" hati-hati yang mulia" ucap selir Thalasa yang juga ikut mengantar kepergian Emrick.


" kau jaga diri" balas Emrick pada Thalasa. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum manis.


cah cah cah


kereta kuda Emrick berjalan meninggalkan kediaman.


" sudah ku bilang yang mulia hanya mencintai gadis pujaannya, jangan bermimpi bisa mengambil hatinya" ungkap Thalasa lalu pergi meninggalkan Falla begitu saja.


" nyonya diam saja?? harusnya nyonya membalas ucapan Selir Thalasa" komentar pelayan Falla yang mendengar jelas hinaan dari Thalasa.


" sudahlah berhadapan dengannya malah membuang waktuku" Falla berjalan menuju kamar. Entah berapa lama Emrick akan tinggal di kuil itu. Apa mungkin saat di kuil mereka saling bertemu dan melakukan hal yang tak pantas. Falla sama sekali tidak bisa menenangkan hati dan pikirannya. Dia hanya bisa mendesah kasar meratapi keadaan rumah tangganya.


Hari berganti, Gyan dan Kantata saat ini sedang membahas perkembangan mengenai perpindahan.


" yang mulia ini sangat menggembirakan, beberapa penduduk sudah siap pindah dalam waktu dekat"


" bagus, aku sudah menyiapkan kereta untuk mereka pergi ke sana. Katakan jika semua biaya perjalanan di tanggung kerajaan"


" mereka akan semakin senang. kemungkinan penduduk yang tidak memiliki sandaran di Garamantian akan lebih cepat pindah ke sana"


" buat mereka semakin tergiur, Dan sejak pemberangkatan pertama lebih baik kau juga ikut pindah. Kau bisa berkomunikasi dengan Falla, aku juga akan sering ke sana"


" baik yang mulia. saya akan mulai mempersiapkan diri dan mengurus semuanya"


pertemuan ini memberikan kabar yang sangat berdampak. Gyan mulai bisa merasa tenang. selama ini dia terus saja merasakan kekhawatiran akan nasib para rakyatnya. Dan kini satu persatu hal rencananya mulai berhasil.


Seperti yang sudah dia dengar, hari ini Garamantian mengirim 3 kereta besar yang membawa sebagian rakyatnya, dengan di Pimpin oleh Kantata langsung mereka menuju ke Uthaman.


" kau serahkan mereka padamu" ucap Gyan memberikan pesan.


" yang mulia tenang saja, saya pasti akan menjaga mereka seperti anda melindungi kami"


" jika ada masalah kau bisa berunding dengan Falla ataupun Emrick. Mereka pasti bisa membantu"


" baik yang mulia, akan saya ingat"


Setelah Kantata berpamitan, para rombongan itu keluar dari kerajaan. Perjalan membutuhkan Sehari semalam, perbekalan serta kebutuhan lainnya sudah kerajaan siapkan. Bahkan di Uthaman sudah di atur semua mulai posisi permukiman sampai bangunan pemerintahannya. Sangat sempurna.


Sedangkan di Uthaman, Falla sudah menerima pesan dari elang Kangta, rombongan pertama sudah mulai berangkat. Wanita itu langsung melakukan perjalanan menuju perbatasan untuk menyambut mereka.


" Nyonya tapi yang mulia belum kembali, anda tidak bisa meninggalkan kediaman" ucap pelayannya.


" aku dan Adipati sudah merundingkan hal ini sebelumnya. kau tenang saja Adipati tidak akan marah mengetahui aku menyambut para penduduk Garamantian" balas Falla tak mau di cegah.


" tapi nyonya ini akan menjadi pemberitaan jika sampai terdengar oleh yang lain"


" begini saja..kau tetap di sini. Jika Adipati kembali.kau.berikan kabar ku padanya. Bagaimana?"

__ADS_1


" nyonya... ini.. ini.."


" sudah ya, kurasa sore ini mereka akan sampai. jadi jangan menghalangi ku" Falla bergegas pergi tanpa menghiraukan rasa khawatir dan takutnya pelayan pribadinya.


Falla menaiki kereta tanpa di temani seorangpun menuju ke perbatasan. wanita itu memang sengaja memberontak, semua ini karena Emrick yang lebih dulu mengajarinya untuk tidak memikirkan etika.


Falla sampai lebih dulu, dan mampir di sebuah kedai.


" nyonya, hari semakin malam. Apa kita tidak kembali?" tanya kusir yang malah lebih khawatir.


" tunggu sejenak, tamuku belum tiba" ucap Falla tenang.


" tapi nyonya, jika kita tidak berangkat, kemungkinan malam baru bisa sampai di kediaman"


" iya aku tau, kita tunggu sebentar lagi" Falla sama sekali tidak terburu- buru. mendapatkan kesempatan menghabiskan waktu di luar kediaman tidak akan dia sia-siakan.


" tunggu.. itu mereka datang"


Falla terlihat antusias saat melihat rombongan Garamantian terlihat di ujung sana. Falla langsung keluar dari kedai dan menuju ke kereta.


" ayo kita ke sana" ucap Falla pada kusir nya yang hanya menatap dengan diam.


kereta miliknya melaju mendekati rombongan.


" Putri" ucap Kantata saat keretanya mendekat.


" Kantata, apa kalian akan langsung menuju ke wilayah Greojen?"


" iya putri. ini adalah rombongan pertama. Di sana sudah ada yang menunggu juga" ucap Kantata.


" kalau begitu aku akan ikut ke sana".


" tapi putri..."


" tak apa,.aku juga tidak memiliki agenda lain. Rasanya menyenangkan bersama.dengan warga Garamantian. Aku seperti pulang"


Falla sangat senang bisa berkumpul kembali dengan warga Garamantian. Dia akan membuat mereka senyaman mungkin di Uthaman.


Kereta terus berjalan, dan mereka akhirnya sampai di Greojen saat malam hari. Memang lokasinya dekat dengan perbatasan jadi tidak membutuhkan waktu lama jika berangkat melewati perbatasan.


"Putri Sudah lama menunggu kami, tadi?" tanya Kantata saat mereka semua turun di depan sebuah bangunan besar. Yang menjadi inti dari wilayah Greojen.


" kakak sudah memberikan kabar padaku, aku sengaja menyambut kedatangan kalian semua"


" putri Farfalla.." semua.warga menyapa Falla. Mereka merasa terhormat atas sikap putri yang mau ikut dan menyambut mereka.


" kalian masuk saja, semua sudah di atur dengan baik. Ah ya jangan lupa segera siapkan makanan. Kasihan anak-anak kecil itu" ucap Falla dengan bijak.


" mari putri kita perlu mendiskusikan sesuatu" ucap Kantata. keduanya berjalan.menuju sebuah gedung lain.


Sampai di sebuah ruangan dengan meja dan kursi yang saling berhadapan. mereka berdua duduk di sana.


" putri seperti yang kita tau, masa awal ini kebutuhan semua penduduk akan di tanggung oleh kerajaan. Saya tidak bisa menyimpan semua bahan kebutuhan itu dan mengaturnya agar penduduk juga tidak malas-malasan jika tau akan hal in"


" kau tenang saja, Adipati sudah menyiapkan tempat untuk kalian menyimpannya. kabari saja jika pasokan makanan datang, aku bisa menjemputnya di perbatasan dan mengantar menuju ke tempat penyimpanan" jawab Falla.


" terimakasih putri, ah ya.. sebagai wilayah mandiri, di Greojen perlu memiliki seseorang yang berkuasa..itu.."


" aku sudah tau, kaulah yang di tunjuk kaka. Aku akan mengatakan pada Adipati agar pemerintah bisa segera berhubungan dengan mu. Mau tidak mau kita harus mengikuti aturan yang sudah berkembang di Uthaman"


" terimakasih putri atas bantuannya. Apa putri akan menginap? malam sudah sangat larut"


" begitu ya.. aku juga berfikiran seperti itu. tapi bagaimana apakah ada tempat untukku?"


" tentu saja, bangunan ini juga sudah di lengkapi dengan kamar..mari saya antar"


keduanya masuk ke dalam, hal ini di lihat jelas oleh kusir kereta. Awalnya dia ingin ikut ke dalam. Tapi dia bukan orang yang berkepentingan.


Tapi beberapa saat Kantata keluar, kusir itu jadi merasa lega. Lelaki itu lalu berdiri di depan bangunan untuk menjaga nyonya kediaman. jangan sampai terjadi hal buruk dengan Falla atau dia akan di salahkan oleh yang mulia Adipati.

__ADS_1


Di kediaman pelayan pribadinya Falla hampir semalaman tidak tidur menunggu Falla pulang. Dia sangat cemas, jangan sampai selir Thalasa atau yang lain mengetahui hal ini. Biasa-bisa dia bercerita hal yang buruk dan membuat hubungan antara Nyonya dan yang mulia merenggang.


Matahari sudah meninggi tak kala kereta kuda Falla sampai di depan gerbang kediaman. Falla langsung masuk saja. untung saja posisi kamarnya ada di bagian depan, jadi tidak perlu melewati banyak pelayan.


" nyonya,.kenapa anda baru kembali" cemas pelayan itu. suaranya terdengar sangat panik.


" aku memiliki beberapa urusan lain" jawab Falla enteng dan langsung duduk di sofa sambil memakan buah-buahan.


" lagi pula Adipati juga belum kembali bukan? aku bisa sedikit menikmati waktu diluar" lanjut Falla dengan sangat tenang.


" siapa bilang, Yang muliansudah kembali tadi pagi-pagi sekali"


" apa? benar Adipati sudah kembali ? Lalu dimana sekarang?" Falla perlu menjelaskan kondisi warga Garamantian yang sudah pindah.


" yang mulia tadi kemari mencari keberadaan anda, saya mengatakan sesuai dengan pesan anda. Lalu tak lama yang mulia pergi"


" aku akan menemui Adipati kalau begitu"


" nyonya, apa anda tidak takut, yang mulia tadi terlihat.kesal "


" tidak, kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya"


Falla keluar dan berjalan menuju ruangan Emrick. Di belakang pelayannya mengikutinya dengan begitu was-was. Dia tidak tau menahu mengenai hal ini, jadi sangat takut jika nyonya di marahi yang mulia.


" apa Adipati di dalam?" tanya Falla pada Pengawal pribadi Emrick.


" ada, selir Thalasa masih di dalam. Apa anda akan menunggu?"


" em, kalau begitu aku akan ke sini lagi nanti" ucap Falla. Hal ini juga terlalu mendesak. Sebenarnya dia juga malas bertemu dengan Thalasa. Kenapa banyak sekali wanita di sekeliling suaminya. ada gadis kuil itu dan juga selir yang jahat.


" baik nyonya, akan saya sampaikan kehadiran anda pada yang mulia nanti"


" baik,"


Falla membalikkan badan dan kembali ke kamar.


" nyonya mungkin bisa membersihkan diri dan beristirahat tubuh anda pasti lelah" ucap pelayan yang bermaksud menghibur Falla. Dia merasa jika nyonya nya pasti kecewa karena selir Thalasa sudah berada di ruangan yang mulia terlebih dahulu.


" em, iya" Falla mengangguk pelan.


tap tap tap


Falla baru akan makan siang saat pintu terdengar suara langkah kaki mendekat.


" Kau sudah kembali?" tanya Emrick langsung saja. Padahal dia baru sampai di ambang pintu masuk.


" Adipati" Falla berdiri memberikan sanjungan.


pelayan kamar yang baru selesai menatap makanan, memilih untuk pergi dan menunggu di luar.


" iya adipati" jawab Falla kemudian.


Emrick berjalan masuk ke dalam dan duduk di kursi makan. Setelahnya baru Falla duduk.


" kenapa harus menginap? kau hanya perlu mengawasi saja bukan?" tanya Emrick yang terdengar seperti proses. Falla telah salah menilai. Dirinya ternyata dalam posisi yang tidak aman.


" sebenarnya saya juga ingin kembali, tapi malam sudah sangat larut. Daripada terjadi sesuatu di tengah jalan, lebih baik saya menginap dan menunggu hari sedikit terang" jelas Falla.


" tetap saja, saat aku tidak ada di kediaman lebih baik kau jangan terlalu lama perginya"


" baiklah saya minta maaf, dan akan mengingat hal ini dengan baik" jawab Falla mencari aman. Dia tak ingin banyak berargumen yang penting minta maaf dan meredakan emosi suaminya.


" aku sangat khawatir saat mengetahui saat kau tidak pulang semalaman" penuturan Emrick membuat Falla berfikir lagi, apa terjadi sesuatu pada suaminya. ini sangat tidak masuk akal sekali. sejak kapan Emrick begitu perhatian dengan mengutarakan isi hatinya.


" maafkan saya Adipati " ucap Falla lagi. Emrick mulai mereda. apalagi melihat makanan sudah mulai dingin. istirnya pasti kelaparan akibat perjalanan jauh.


" kau bisa makan terlebih dahulu, baru nanti kita berdiskusi lagi"


" baik Adipati"

__ADS_1


__ADS_2