
Gyan dan Valmira akhirnya menerima permintaan Adipati Emrick untuk menginap malam ini. Lelaki itu mengira jika Gyan dan Valmira menggunakan kereta untuk perjalanan.
" terimakasih, kalau begitu kalian silahkan beristirahat di dalam " ucap Emrick saat mereka berada di depan kamar khusus untuk pasangan Raja dan Ratu itu.
" em, ada yang ingin aku diskusikan denganmu berdua saja. Apa kau ada waktu?" tanya Gyan dengan sangat hati-hati.
" tentu saja ada. Untuk Raja Gyan saya akan siap kapanpun" jawab Emrick sangat menghormati Gyan. bagaimana tidak dia berhutang banyak pada Raja itu.
" baiklah, nanti setelah makan malam aku akan menemui mu"
" baiklah, saya akan menunggu"
Gyan dan Valmira masuk ke kamar, mereka melihat interior kamar yang terlihat mewah. Ini bukan kamar tamu biasa.
" apa ada hal serius sampai kau ingin membahasnya berdua dengannya?"
" ini masalah masa depan Falla. Aku harus berbicara sebagai sesama lelaki dan sebagai Raja Garamantian dengannya"
" masa depan? maksudmu..? " Valmira sudah bisa menebak tapi tidak berani mengatakannya.
" akan aku jelaskan nanti serta apa tanggapan dari Emrick"
" baiklah,"
setelahnya dengan alasan beristirahat Valmira kembali ke Garamantian. Dia menemui putranya, meskipun sudah ada pelayan khusus untuk mengasuh G tapi Valmira tetap ingin dekat dengan putranya.
Sedangkan Gyan, setelah mengganti bajunya dia pergi ke tempat Emrick. Seperti yang lelaki itu katakan. pintu ruangan sudah terbuka dan Emrick menunggu sambil duduk di atas kursi.
" Raja Gyan" sanjung Emrick berdiri menyambut kedatangan Gyan. Di sana juga ada pengawal pribadi Emrick yang juga menundukkan kepala. Dia baru bertemu dengan Gyan.
" mari masuk"
Gyan berjalan masuk bersamaan dengan pengawal yang keluar.
" silahkan Raja. Apa yang ingin anda diskusikan dengan saya?"
" sebenarnya ini bukan alasan kedatangan ku kemari. Tapi hal ini cukup penting, dan menyangkut masa depan seseorang" Emrick mendengarkan dengan seksama.
"baiklah aku tidak akan berbasa-basi lagi. Jadi bagaimana pendapatmu mengenai Falla sebagai seorang laki-laki?"
Emrick terdiam, Dia masih mencerna pertanyaan Gyan yang benar-benar di luar dugaannya. Emrick tak menyangka jika Raja Gyan mengajaknya berdiskusi mengenai putri Farfalla.
__ADS_1
" maaf sebelumnya kemana arah pembicaraan ini? selama ini saya merawat putri Farfalla adalah karena melihat kebaikan anda kepada saya waktu lalu. Tidak ada sedikitpun niat buruk ataupun tak pantas pada putri" jelas Emrick tak ingin ada kesalahpahaman.
" aku mengerti kecemasan mu. Tapi yang aku maksudkan adalah sebagai lelaki bagaimana kau melihat Falla? apakah dia cantik di matamu?"
" ehemm... maksud Raja bagaimana? "
" jawab saja"
" menurutku... Putri cukup baik, wanita yang anggun dan mencerminkan tatanan kerajaan"
" bagaimana jika dia menjadi istrimu?" Gyan tak ingin berbelit belit. Dia hanya ingin Emrick mau menikahi adiknya.
" mana berani saya memimpikan hal itu. Status kami sangat berbeda"
" jangan membawa status, aku tau jelas siapa kau. sebagian besar rakyat Uthaman juga menginginkan kaulah yang memegang tahta"
" saya masih belum mengerti dengan maksud anda"
" Malam ini, saat ini juga aku sebagai Raja Garamantian, meminta mu untuk menikahi putri Farfalla, "
" ini.. ini... anda jangan bergurau Raja. Saya tidak bisa menerima kebaikan anda lagi. cukup hutang nyawa yang belum terbalaskan jangan juga di tambah dengan menikahi putri. Ini sangat tidak layak untuk putri Farfalla" jawab Emrick dengan perlahan, berharap Raja Gyan tidak asal mengeluarkan keputusan.
" bagaimana jika dengan menikahi putri Farfalla maka hutang budi itu akan di anggap lunas?"
" Raja ini persoalan masa depan. Apakah putri bersedia menerima keputusan ini?"
" kau jangan khawatir, sebenarnya Falla sendiri yang meminta hal ini. Akan sangat membahagiakan jika keinginannya bisa terwujud. sebagai kakak nya aku amat sangat bersyukur. Aku yakin kau adalah lelaki bertanggung jawab yang bisa menjaga Falla dengan baik" ucapan Gyan terdengar begitu tulus. membuat Emrick tak bisa berkata apa-apa.
" jika begitu, beri saya waktu. Ini harus saya pikirkan baik-baik"
" pikirkan dengan bijak, aku beri waktu sampai besok" singkat Gyan.
" secepat ini? "
" iya, aku tidak mau terlalu lama menunggu. Besok adalah waktu yang aku minta"
Tanpa berlama-lama Gyan langsung berdiri dan meninggalkan ruangan. Emrick masih terdiam menatap kepergian Raja Gyan. Mulutnya kelu tidak bisa berbicara lebih banyak pada Raja Garamantian.
Malam ini Emrick jelas tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, atau bahkan lelaki itu tidak akan bisa menutup matanya. Persoalan ini sangat sulit di putuskan.
" yang mulia, malam sudah sangat larut anda tidak pergi ke kamar untuk beristirahat?" tanya pengawalnya, karena tidak biasa nya tuannya berdiam diri di ruang tamu istana. Biasanya jika banyak masalah, Emrick akan terjaga di dalam ruang kerjanya di area kamarnya.
__ADS_1
" aku tidak akan tidur malam ini, kau pergilah" jawab Emrick dengan suara datar.
" baik yang mulia" jawab pengawal itu tak ingin bertanya lebih lanjut.
Sedangkan di kamar lainnya Falla juga tidak bisa tidur. Dia penasaran dengan reaksi Emrick setelah kakaknya menjelaskan perasaan cintanya. Akan sangat malu jika sampai Emrick menolaknya dan mereka saling bertemu. Falla tidak sanggup melepaskannya begitu saja.
" jika sampai Adipati menolak ku, maka lebih baik aku pergi bersama dengan kak Gyan. Dan tidak akan menginjakkan kaki di Uthaman lagi. Sangat memalukan" lirih Falla pada dirinya sendiri.
Tak terasa waktu terus berjalan, Pagi datang tanpa bisa di cegah. Emrick masih betah duduk semalam sambil memikirkan keputusan Raja Gyan semalam. Dan akhirnya dia bisa sedikit memiliki jawaban. meski belum keputusan final tapi dia merasa jika ini masih menjadi keputusan terbaik.
Hari beranjak siang tak kala Falla terbangun dari tidur. itupun karena Valmira datang ke kamarnya dan mengganggu tidurnya.
" ayo bangun, bagaimana bisa kau berlaku seenaknya di rumah orang lain?" ucap Valmira lalu duduk di tepi ranjang.
" Ratu, semalam saya tidur larut malam jadi sekarang masih mengantuk" jelas Falla dengan suara khas bangun tidur. Dia juga menggeser tubuhnya dan kini duduk bersandar pada kepala ranjang.
" pasti semalam kau memikirkan Emrick ya?... " goda Valmira.
" ahh.. Ratu jangan menggodaku" wajah Falla langsung Merona mendengar nama lelaki pujaannya.
" wah wah. sepertinya ada yang benar-benar jatuh cinta" Valmira tidak ada habisnya menggoda wanita itu. Falla begitu polos dan terbuka, seperti anak remaja pada umumnya.
Selagi para wanita masih sibuk di kamar Falla. Di luar sana Gyan menerima undangan oleh Emrick untuk makan siang bersama.
" silahkan duduk Raja"
Gyan duduk tanpa berbicara, dia tidak yakin jika Emrick mengajaknya kemari adalah untuk memberikan jawaban. baginya ini terlalu cepat. Emrick sebenarnya masih memiliki waktu sampai malam tiba.
" silahkan di nikmati Raja"
" terimakasih"
mereka makan tanpa ada suara. Suasana begitu hening tak ada pembicaraan. Hanya sesekali suara alat makan terdengar mengisi kekosongan.
" sebenarnya saya ingin mengatakan jawaban dari keputusan semalam" Gyan mendongak dan menatap Emrick dengan seksama.
" kau yakin? kau masih memiliki banyak waktu,"
" saya sangat yakin.."
" baiklah bagaimana jawabanmu?"
__ADS_1
" saya... saya bersedia menikahi putri Farfalla, menjadikannya nyonya di kediaman ini" jawab Emrick lugas.