Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Berakhir bahagia


__ADS_3

Istana Mystick terlihat ramai, hari ini diadakan pesta perayaan pernikahan Valmira dan Gyan sekaligus juga merayakan bayi mereka dalam kandungan. Gyan dan Valmira tampak senang. Mereka menggunakan balutan pakaian yang sangat mewah dan elegan.


" selamat menikmati.." ucap Gyan saat masuk dalam acara makan malam.


" Gyan aku ingin mengeluarkan mutiara dari dalam tubuhmu. mungkin karena hal itu para duyung sering datang ke pantai" ucap Valmira saat mereka berdua duduk di meja makan. G sedang bersama dengan Aden dan Deon mencoba menaiki elang Kangta.


" memang nya ada mutiara di tubuhku"


" ada, aku memberikannya saat kau terkena sini kutukan dari Shana. Dan saat ini mutiara itu sudah tidak di perlukah lagi,"


" memang nya apa manfaat dari mutiara itu?"


" dia bisa memancarkan cahaya yang membuat energi hitam menyingkir. selain itu dia akan membuatmu bisa bernafas di dalam air. Hadiah pemberian Sereia pasti sangat berharga. mutiara itu adalah harta lautan. bukan sembarang mutiara"


" bagus sekali, aku ingin menyelam di lautan dan melihat dasar lauatan"


" tidak"


" kenapa?"


" pada duyung akan mengerubuti mu"


" bersama denganmu, bagaimana?"


" aku sedang hamil, akan sangat bahaya jika di ketahui monster laut"


" apa kau juga bisa bernafas di dalam air?"


" tentu saja, Sereia sudah memberikan sebuah rumput khusus untukku"


" aku ingin mengetahui dunia air,.jadi biarkan sebentar mutiara ini di tubuhku ya.."


" kau tidak sedang berencana menggoda duyung-duyung itu?"


" tidak sama sekali, aku sangat mengagumi mu Valmira"


" bohong,"


" tidak istriku, kau adalah dunia bagiku" rayu Gyan.


wussshh


elang Kangta melayang di atas mereka lalu turun. Valmira dan Gyan bisa melihat G tampak senang sekali.


" dia begitu berani" lirih Valmira.


" sama seperti mu"


" tidak, sama seperti kita"


Valmira dan Gyan saling tersenyum lalu berciuman.


" da...da. yahh" suara G mendekat. Valmira mendorong tubuh Gyan. lelaki itu mendengus kesal, gagal lagi.


" kemari lah anak ibunda" Valmira mengambil alih Gx wanita itu meninggalkan Gyan untuk berkeliling menemui tamu.


" yang mulia" sanjung aden dan Deon.


" kenapa cepat sekali, ? " kesal Gyan.


" kita berkeliling pulau sudah 5 kali yang mulia, elang itu bahkan sudah kelelahan" jawab Deon.


" kenapa langsung kemari. kalian kan bisa berkeliling kemana.." Gyan masih belum selesai dengan kemarahan.


Bagaimana tidak, semenjak datang dia dan Valmira belum bisa melakukan aktifitas ranjang. Selalu ada saja hal yang membatalkannya. membuat Gyan kesal di buatnya.


" maafkan kami yang mulia" Aden langsung meminta maaf, tidak perlu di perpanjang lagi.


" sudahlah kalian nikmati saja pestanya"


kedua anak buahnya langsung mengangguk. sedangkan Gyan segera menyusul Valmira, kasihan dia hamil besar dan harus membawa anak kecil.


" mana, biar aku saja"


Valmira memberikan G pada ayahnya. Mereka berkeliling agar tau jika keduanya adalah pasangan suami istri.


" aku tidak menyangka kalian sudah menikah. Sudah banyak lelaki yang mengantri ingin meminang Valmira. kini semuanya harus menelan pil pahit"


" aku sengaja membuat pesta besar agar tak ada lagi yang menggoda istri ku ini" balas Gyan pada salah satu tamu undangan.


" dan ini sangat efektif"


Gyan dan Valmira kini berjalan menuju tebing dan menikmati angin laut dengan tenang. G tertidur dalam dekapan sang ayah.


" aku sangat senang saat tau jika suami pertama mu sudah meninggal"


" kau terlalu cemburu buta. mana mungkin aku memiliki 2 suami sekaligus"


" aku benar-benar percaya dan sangat marah saat itu. tapi setelah mengetahui faktanya aku merasa lega. Kau adalah istri ku yang paling cantik dan aku cintai"


" kau sangat pandai merayu"


" tentu saja, berada di sisimu membuatku bisa mengeluarkan kata indah. mulai sekarang kita harus selalu bersama"


" iya,, sampai tua dan sampai mati bersama"


Valmira dan Gyan berciuman. kali ini tak ada yang mengganggu. keduanya kembali di mabuk cinta, pasangan penyihir terhebat sudah kembali bersama.


..................................


Falla terbangun merasa tubuhnya lemas tak bertenaga. Setelah pergumulan panas nya dengan sang suami semalam. kini dia bisa melihat tanda kemerahan dan keunguan yang menyebar di seluruh tubuhnya. Wanita itu jadi malu saat ingat jika dia pernah menanyakan hal ini pada pelayannya. Pantas saja pelayan itu tidak bisa mengatakannya. ini terlalu vulgar.


" kau sudah bangun?"


" Adipati, bisakah mengetuk pintu sebelum masuk. aku masih belum menggunakan pakaian"


" aku sudah hafal lekuk tubuhmu, tidak perlu malu lagi"


" tetap saja"


" ini makan lah. aku juga sudah membawakan pakaian untukmu"


" saya akan membersihkan badan terlebih dahulu"


Falla masuk ke kamar mandi, Emrick menunggu sambil membaca laporan.

__ADS_1


ceklek


Falla keluar dengan hanya menggunakan kain selendang, tak ada pelayan juga di sana. Membuat Emrick semakin panas dingin.


" Falla, jangan menggoda ku lagi"


" aku tidak pernah menggoda mu.." jawab wanita itu polos.


" semalam kau sengaja bukan, memakai pakaian tipis untuk datang ke kamarku,"


" tidak, pakaianku semua seperti itu. Pelayan sepertinya menyembunyikan gaun-gaun tebal ku"


" jangan bercanda, bukankah kau nyonya kediaman. mereka berani sekali melakukan nya"


Falla tak menjawab, wanita itu masuk ke bilik dan mengganti baju.


" selama kau pergi yang mengurusi kediaman adalah selir Thalasa" jawab Falla lalu duduk di meja makan.


" bagaimana bisa?"


" entahlah kepala pelayan juga tidak mendengarkan aku" jawab Falla enteng, tapi Emrick tidak. Lelaki itu tidak suka istrinya di tindas seperti ini.


" mereka harus di beri pelajaran"


" nanti saja, masih sempat. Kita belum menjelaskan apapun mengenai kesalahpahaman yang terjadi"


" tidak ada yang perlu di jelaskan. Saat ini hanya kaulah satu-satunya wanita yang aku cintai"


" Adipati sangat pandai merayu, pasti sering merayu gadis-gadis"


" tidak pernah sekalipun. Hanya kau saja"


" saya tidak percaya, lalu bagaimana bisa selir Thalasa bisa masuk ke kediaman"


" dia membuat sebuah jebakan, aku tak bisa menolaknya" Falla mendadak kasihan, hanya ada satu jebakan yang tidak bisa di hindari lelaki seperti Emrick.


" kau menahannya selama ini.."


" untung kau datang ke sisiku.."


" kita baikan sekarang?"


" tentu saja, sudah ayo makan. Aku tidak sabar memakan mu lagi" sindir Emrick.


" ih...Adipati, " Falla jadi malu.


Mereka akhirnya sarapan bersama, dengan penuh suka cita. Tak ada lagi salah paham ataupun dendam.


Setelah nya Falla kembali ke kamar, dia akan membereskan beberapa barang miliknya. Emrick meminta wanita itu untuk tidur di kamarnya beberapa hari ini, alasannya adalah untuk merawat lukanya. Dan itu tentu saja bukan alasan aslinya.


" Nyonya,.ini tonik anda.."


" iya. taruh saja di sana"


kali ini Falla berniat untuk meminum tonik tersebut. Dia ingin sembuh dan menjalani hari bahagia dengan Emrick.


, tap tap tap


langkah kaki mendekat.


" Falla.." panggil Emrick, di kediaman ini sama sekali tidak ada pelayan. Emrick sampai heran di buatnya. Kondisi kamar istirnya begitu prihatin.


" aku hanya ingin memastikan apa yang kau katakan barusan. mana lemari pakaian mu"


Emrick memeriksa satu persatu laci dan lemari.


" di sini Adipati.."


Emrick mendekati tempat yang di tunjuk. Dan benar saja isinya hanya pakaian tipis dan hanya ada satu selimut. Emrick mencoba menutupi kemarahannya.


" lalu ada yang lain?"


" tidak ada. semua lemari kosong tak ada isinya"


" bagaimana bisa kau bertahan sejauh ini.. hem" Emrick memeluk Falla dan membawanya menuju sofa.


" tidak ada yang aku resah kan selain kabar anda, setiap hari saya membersihkan kamar anda agar bisa tau kedatangan anda. selain hal itu saya tidak peduli"


" kau baik sekali. muah" Emrick mencium bibir Falla singkat.


Tak lama Emrick menyadari ada bau ramuan obat di sekitar mereka.


" kau sakit?"


" tidak, pelayan memang selalu memberikan tonik khusus untukku" Falla mengambil tonik yang ada di atas meja. lalu membawanya duduk kembali.


" tunggu ." Emrick mencium ada bau tanaman yang buruk.


" ada apa?"


Emrick diam saja, tapi dengan hati-hati mengambil alih tonik tersebut dari tangan Falla.


" pengawal"


" iya yang mulia"


" panggil tabib kerajaan kemari"


" baik, yang mulia"


Falla tampak kebingungan.


" Adipati merasa sakit?"


" tidak, kau akan tau nanti. Sudah ayo ke kamarku saja"


" tapi barang..."


" biarkan pelayan yang mengaturnya"


Emrick menggandeng tangan Falla menuju ke kamarnya. Mereka berdua hanya berbincang masalah Greojen dan lainnya.


Tak berselang lama tabib kerajaan datang.


" yang mulia, nyonya"

__ADS_1


" kemari lah, aku ingin kau memeriksa khasiat dari tonik ini" pengawal memberikan tonik milik nyonya nya pada tabib itu. Sedangkan Falla diam saja tak mengerti dengan situasi nya. Dia menebak pasti ada kandungan buruk di dalam tonik itu.


" ini tonik untuk membuat rahim wanita berkontraksi berlebihan. merangsang peleburan dengan cepat. Dengan kata kain tonik ini akan membuat wanita hamil menjadi keguguran"


" astaga!" pekik Falla sambil menutup mulutnya karena terkejut.


" lalu untuk wanita yang tidak hamil?" tanya Emrick penasaran.


" mungkin bisa merusak rahim jika di minum setiap hari"


brakkk


Emrick memukul meja dengan kuat. Falla tercengang. tonik yang di berikan untuk nya ternyata untuk merusak tubuhnya bukan malah membuatnya sehat.


" panggil Thalasa dan seluruh pelayan yang ada di kediaman! sekarang juga!" teriak Emrick menggelegar.


" baik yang mulia" jawab pengawal dengan sigap.


Tabib istana langsung menciut, dia tidak pernah melihat Adipati Emrick se marah ini sebelumnya.


" Adipati.. tahan emosi anda. tonik ini..."


" sudah Falla jangan menghiburku, tindakan mereka ini sudah melewati batas. aku tidak akan tinggal diam" Emrick sudah kepalang naik pitam, Falla sudah tidak bisa merayunya lagi.


tap tap tap


Satu persatu pelayan masuk dan langsung bersimpuh.


Lalu seseorang yang di tunggu-tunggu datang. Selir Thalasa dengan wajah tidak bersalah nya masuk dengan langkah tenang.


" yang mulia" wanita memberikan sanjungan sebelum akhirnya ikut duduk di bawah.


" siapa yang membuat tonik ini?" nada bicara Emrick masih sedikit tenang.


Tak ada sautan, semaunya diam dengan kepala di tundukkan ke bawah.


" baiklah jika tak ada yang mau mengaku, kalian semua akan di cambuk sampai tak bisa bicara lagi"


" ampun yang mulia, tonik apa yang anda maksud?" tanya Thalasa lemah lembut.


" tonik yang di berikan pada istriku"


" ini bagian dapur yang memasak kan nya atas perintah Nyonya sendiri"


brakk


" kau gila? untuk apa Falla melakukannya? apa kalian bodoh!"


" ampun yang mulia.." Thalasa langsung menciut mendengar kalimat Emrick yang kasar.


" siapa yang Mengantarkannya untukmu?" tanya Emrick halus pada Falla.


Wanita itu menatap sekeliling, dia ingin menutupi tapi mengingat efek dari tonik, hal ini sangat keji.


" dia" tunjuk Falla.


" kemari kau!" pangawal menyeretnya ke depan.


" dari mana dan siapa yang menyuruhmu membawakan tonik ini pada nyonya? hah!"


pelayan itu tampak gemetaran.


" jawab!"


" kepala pelayan dan selir Thalasa yang mulia" jawabnya cepat.


" lancang sekali!" ucap Thalasa tidak terima.


" dia berbohong yang mulai.." ucap kepala pelayan.


" katakan dengan jujur atau aku akan memberikan hukuman berat kepada kalian,"


" pelayan ini memfitnah kami yang mulia, mana mungkin kami melakukan hal buruk ini" ucap Thalasa meminta belas kasihan.


" pengawal , pegangi dia."


" yang mulia... " Thalasa ketakutan.


Apalagi saat Emrick membawa tonik itu untuk di minum kan pada Thalasa.


" tidak yang mulia... jangan.."


" aku belum mengatakan khasiat nya,.kenapa kau sudah ketakutan. Sekarang coba sendiri tonik buatan mu"


" tidak kk"


Emrick memegangi mulut Thalasa dan dengan mudah menumpahkan semua tonik itu ke dalam mulut Thalasa. Dan segera menutup mulut wanita itu.


" Adipati..." Falla sudah terlambat untuk menahan.


semua tonik itu habis tak tersisa.


" uhuk uhuk Uhuk" Thalasa terbatuk.


" ini masih hukuman ringan. Katakan padaku apa yang selir dan kepala pelayan ini suruh ! "


Suasana semakin mencekam, tapi beberapa pelayan memilih untuk membuka mulut agar hukuman mereka di kurangi.


Kini satu persatu kecurangan yang Thalasa atur mulai terbongkar satu-persatu. Emrick dan Falla sampai geleng-geleng kepala. bagaimana bisa ada wanita sejahat itu.


Hari itu terasa panjang. Hampir separuh dari pelayan di rumahkan. Bahkan Emrick menyuruh mencari pelayan dari Greojen. Agar sama dan bisa menghormati Falla dengan baik. Dia jadi tidak tenang jika meninggalkan Falla sendirian di kediaman.


" jangan terlalu khawatir, lagipula saya belum pernah meminum tonik itu. Adipati harap tenang" ucap Falla agar menenangkan Emrick.


" tapi tetap saja ini sangat keterlaluan. aku tidak bisa terima"


" kita bisa memulai dari awal"


" bagaimana bisa kau setenang ini setelah menghadapi masalah sebesar ini"


" semua karena Adipati, saya menjadi kuat karena ada anda di sisi saya"


" kau manis sekali"


mereka berdua kembali memadu kasih. kali ini Falla juga ikut menikmatinya. mereka sama-sama ingin segera ada pangeran kecil di tengah mereka.

__ADS_1


keesokan harinya, semua pelayan mendapatkan hukuman kediaman. hanya Thalasa dan kepala pelayan yang mendapatkan hukuman pemerintah. karena bagi Emrick tindakan mereka cukup berbahaya.


meski sudah di rayu Falla berulah kali, namun Emrick tetap tidak goyah. dia ingin kedua wanita itu mendapat hukuman yang seimbang.


__ADS_2