Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Akhir Penyesalan 2


__ADS_3

Raja Prysona menuruni ranjang, keduanya berjalan keluar dari kamar. Meski keduanya memiliki kondisi yang hampir sama, lemah dan kehilangan energi tapi itu tak membuat Raja Prysona menolak permintaan putrinya. Dia merasa memang sedikit keterlaluan saat mencurigai Shana tadi.


" jangan ada yang ikut, biar ayah aku yang jaga" ucap Shana pada pelayan raja yang berniat mengikuti keduanya.


" baik putri" jawab mereka, Raja Prysona hanya tersenyum lembut pada Shana. Putrinya sangat manja dan pengertian.


mereka terus berjalan melewati lorong. dan akhirnya sampai di istana putri mahkota.


" Shana ingin sekali berjalan berdua seperti ini kedepannya. Ayah adalah satu-satunya yang Shana miliki saat ini"


" ayah juga hanya ingin disini, melindungi putri ayah satu-satunya" balas Raja Prysona dengan tatapan teduh.


tak terasa mereka sampai di kamar Shana. lelaki itu mengantar putrinya sampai putrinya duduk di atas ranjang.


Raja Prysona tak mengetahui jika sudah ada Douglas yang mengamati dari dalam. Lelaki itu menetap Raja Prysona dengan seringai licik penuh maksud jahat.


" ayah benar sayang Shana?" tanya Shana tiba-tiba.


" tentu saja"


" apa ayah akan membantu Shana jika Shana ingin membalas dendam pada Gyan?"


" jika memang Gyan sudah melakukan hal buruk itu, ayah akan membantumu sekuat tenaga ayah"


Shana tersenyum senang menutupi niat aslinya.


tap tap tap


Douglas masuk ke kamar secara tiba-tiba. Dan tentu saja membuat Raja Prysona sedikit terkejut.


" yang mulia, saya pengawal pribadi putri" ucap Douglas merahasiakan dirinya"


" aku kira siapa? ada urusan apa malam begini masuk ke kamar putri?" tanya Raja Prysona yang kurang suka karena tindakan lelaki di hadapannya cenderung lancang.


" saya hanya ingin menunjukkan sesuatu yang aneh pada putri juga pada yang mulia"


" aneh bagaimana?"


" mari ikut saya" jawab Douglas sambil memberikan kode pada Shana jika waktu persembahan telah tiba. wanita itu langsung berdiri dan menggandeng ayahnya agar pergi mengikutinya.


mereka berjalan menuju kamar persembahan, Raja Prysona menatap sekeliling dengan seksama. Entah kenapa perasaannya merasa tidak tenang. Semakin ke dalam aura sekeliling semakin tidak enak, belum lagi kedekatan Shana dengan pengawal sedikit mencurigakan.


" ini yang mulia" ucap Douglas membuka kamar.


" astaga!" teriak Raja Prysona. Di hadapannya terdapat begitu banyak benda-benda yang biasa di gunakan dalam praktik sihir hitam. Bagaimana hal ini bisa ada di istana putrinya.

__ADS_1


" apa ini?" Raja Prysona menatap Shana dan Douglas secara bergantian.


" ayah masuklah terlebih dahulu, kita harus berbicara serius" ucap Shana lalu berjalan mendahului dan masuk ke ruangan persembahan.


Dengan masih setengah syok dan penuh tanya, mau tak mau Raja Prysona masuk ke dalam.


" bukankah ayah mengatakan jika akan membantu Shana sekuat tenaga untuk membalas dendam pada Gyan?" ucap Shana dengan posisi membelakangi ayahnya. Wanita itu tengah memperbaiki posisi mangkuk serta bilah.


" apa.. apa maksudmu? jadi benar jika kau selama ini menggunakan sihir hitam?"


" ayah bodoh atau bagaimana?" Shana langsung membalikkan badannya.


" bukankah Gyan sudah mengatakan semuanya pada ayah, selama ini ayah terus saja menampiknya bahkan memulai perang hanya karena harga diri, bukan begitu?"


Raja Prysona tentu semakin terkejut mendengar penuturan Shana.


" ayah pikir Shana tak tau, ayah hanya ingin mempercayai apa yang ingin ayah percayai, ayah lupa jika terkadang kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita. Aku tak memiliki pilihan lain selain menggunakan sihir hitam, jika saja aku bisa memiliki Gyan aku tidak akan seperti ini. Ayah salahkan saja lelaki itu, dialah alasan aku berlaku seperti ini" lanjut Shana dengan tatapan tak bersalah.


" Shana kau sudah dirasuki iblis. ayah tidak percaya kau bahkan mengorbankan ibumu. ayah kecewa padamu"


" ibu sendiri yang salah, dia menghalangi seranganku pada Gyan. Dia pantas mendapatkan!"


" Gyan benar, aku harus mengambil tenaga dalammu agar kau tidak jatuh terlalu dalam"


Raja Prysona mengumpulkan energinya, meski begitu berat hati tapi jika melihat situasi putrinya yang sudah keterlaluan, dia tidak memiliki pilihan.


" ayah akan membantumu tapi tidak seperti ini"


" jika tidak seperti ini, mana mungkin aku bisa mengalahkan Gyan dan menguasai Azerbaza!" teriak Shana tidak terima.


" baiklah ayah tidak memiliki pilihan" Raja Prysona mengeluarkan sihirnya ke arah Shana.


wwuusshhh


sihir milik Raja Prysona langsung lenyap, bukan karena Shana melainkan Douglas yang berada di belakang langsung sigap melindungi tuan putrinya.


" ba.bagaimana bisa? kau juga penyihir hitam" tatap Raja Prysona ke arah Douglas tak percaya. Dari bentuknya saja penyihir manapun pasti mengetahui jika ini adalah serangan penyihir hitam.


" tentu saja, saya pengawal putri" jawab Douglas sombong.


" kalian,.. "


" ayah jangan khawatir, semuanya akan selesai dengan cepat" Shana memberikan kode pada Douglas.


" apa maksud mu?"

__ADS_1


wwuussshhh


tali sihir Douglas langsung mengikat tubuh Raja Prysona,


" apa-apaan ini?" berontak Raja.


wuusshhh


Douglas menambahkan sihir dengan membungkam mulut Raja Prysona agar tidak menimbulkan kegaduhan.


" ayah akan Shana jadikan persembahan untuk meningkatkan kemampuan Shana, bukankah ini sesuai dengan keinginan ayah?" ucap Shana sambil bejalan mengambil bilah dan mangkuk yang sudah tersedia.


mata Raja Prysona terus melotot dengan tubuh memberontak. Dia seakan tidak percaya putri kecil nan polosnya sudah berubah menjadi iblis jahat.


" Shana akan menguasai Azerbaza dan menjadi penyihir paling hebat. ayah pasti bangga, semua ini berkat pengorbanan ayah" Shana semakin dekat dan kini sudah berada di depan ayahnya. Raja Prysona menggeleng cepat, dia tidak menyangka anaknya berubah menjadi monster jahat. Dia menyesal kenapa tidak sejak awal mempercayai istrinya. Istri tercintanya sudah mengatakannya berkali-kali. Kenapa dia tidak menyadarinya sejak awal. Jika dia tidak memikirkan harga diri dan terus menampik kenyataan, mungkin Shana masih bisa diselamatkan.


" selamat tinggal ayah" lirih Shana bersamaan dengan tangannya berayun memegang pisau.


jlebb.


tusukan dalam menancap tepat di jantung Raja Prysona. Shana menyentuh pipi ayahnya dan menciumnya pelan.


tetesan darah berjatuhan di atas mangkuk, bersamaan dengan lelehan hangat mengalir deras dari mata Raja Prysona. Dia sangat menyesal semua menjadi seperti ini.


Douglas mengakhiri sihirnya, tali sihirnya menghilang dan membuat tubuh itu sedikit ambruk. dia dengan sigap menahan tubuh Raja dengan maksud khusus. Shana menarik mangkuk yang sudah terisi penuh dengan darah jantung ayahnya dan pergi ke arah meja ritual.


sedangkan Douglas meletakkan tubuh raja Prysona yang tengah sekarat itu berbaring di lantai.


" bagaimana Frist, kau dulu membunuh istriku karena dia penyihir hitam dan kini anakmu sendiri membunuhmu demi sihir hitam" bisik Douglas di telinga Raja Prysona.


mata Raja Prysona melirik tajam ke arah lelaki yang dia kenal sebagai pengawal putrinya. Ternyata Douglas sengaja menutupi identitasnya agar Raja Prysona tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan kebenaran pada putrinya, kenapa dirinya sejak awal mendekati Shana. Semua ini adalah pembalasan dendam.


" dou.. Douglas" lirih Raja Prysona tercekat. Lelaki itu sudah berada di ujung kehidupannya.


" dan terimakasih, kini putrimulah pemuas ranjangku" lanjut Douglas belum selesai sambil menyeringai puas.


itu adalah kalimat terakhir yang Raja Prysona dengar, dengan perasaan tidak terima lelaki itu menghela nafas terakhir. Matanya melotot tak terima meninggalkan Shana dengan musuh bebuyutannya.


Hati Douglas sangat puas, jika tidak ada Shana disini mungkin lelaki itu sudah tertawa puas atas keberhasilannya membalaskan dendam atas kematian istrinya.


Dalam remang pandangan Raja Prysona menatap Shana yang memulai ritual, dia hanya bisa meminta maaf dalam hati karena tidak bisa melindungi putri semata wayangnya. Dan lelaki itu meninggal dengan cara yang begitu menyedihkan.


Shana tanpa merasa bersalah sudah memulai ritual dan meminum darah ayahnya. Dari jauh Douglas ikut membantu dengan merapalkan mantra, tubuh Shana terasa panas dengan aura hitam yang masuk ke dalam nadinya. perlahan energi hitam semakin meningkat dan tubuhnya semakin berenergi. Wanita itu berhasil dalam ritualnya.


Sedangkan diseberang sana tubuh Gyan terasa begitu sakit, lelaki itu terbangun dari tidurnya dengan sedikit terkejut dan langsung terduduk memegang dadanya yang sesak. Sihir kutukan Shana mendadak berlipat ganda, tubuhnya tidak bisa menanggulanginya.

__ADS_1


" uhuk uhuk" darah pekat keluar dari mulut Gyan. Lelaki itu sudah meremehkan lawannya.


" apa yang sudah terjadi" lirih Gyan dengan nafas tersengal-sengal. Di luar sana suara guntur terdengar sangat kencang. Ini pertanda jika petaka telah terjadi di Azerbaza.


__ADS_2