
Fleur menunggu di teras sampai pagi datang, Valmira benar-benar tak kembali. Kini jelas sudah jika wanita itu sedang berada di istana Raja. Fleur bingung harus melakukan apa untuk menyelamatkannya. Wanita itu meski belum pernah menjadi selir Raja, dia sedikit tau jika di kehidupan selir sangatlah kejam. Fleur tidak ingin sahabatnya akan menjadi sasaran kemarahan selir lain ataupun putri Shana, yang baru di nikahi raja.
Akhirnya wanita itu pergi ke kediaman putri Farfalla dan menunggu sampai dia memiliki kesempatan untuk pergi ke istana raja.
" dimana temanmu yang satu lagi?" tanya Fio, pelayan pribadi putri.
" sepertinya dia akan terlambat datang" jawab Fleur takut.
" ya sudah, kau mulailah bekerja" Fio tidak mempermasalahkan hal ini. Karena biasanya, Fleur dan Valmira merupakan pelayan yang paling giat.
Disisi lain putri Shana masih terngiang-ngiang dengan kejadian semalam. Bagaimana bisa ada seorang wanita di sana, apalagi Gyan terlihat tidak terganggu. putri Shana kini berfikir apa mungkin Gyan sebenarnya sudah sembuh. Dan dia hanya berpura-pura saja menjauhinya.
" aku harus mencari tau siapa wanita yang sudah merebut Gyan dariku" desis Shana dengan tangan terkepal kuat.
putri Shana pergi ke istana Harem, tentu saja dia membawa niat buruk untuk seseorang yang berada di kamar Raja semalam.
" ibu suri" ucap Shana memberikan penghormatan.
" putri Shana ada apa pagi-pagi begini datang menemui ku?" tanya Raveena dengan santai. Dia bahkan beluk menyentuh makanan paginya.
" sepertinya ibu suri belum mengetahuinya" ucap Shana membuat Raveena mengerutka kening, dia seakan masuk dalam jebakan putri.
" mengetahui apa?" balas Raveena. Shana tersenyum tipis.
" istana harem akan kedatangan satu anggota lagi" bisik Shana yang terlihat santai. Padahal hatinya bergemuruh marah.
" maksudmu Raja mendapatkan hadiah lagi atau surat perjanjian?" tanya Raveena, karena selama ini para selir itu merupakan hadiah dari daerah tertentu.
" bukan, kali ini Raja sendiri yang menariknya masuk" jelas Shana membuat Raveena seakan tak percaya.
" Raja mengambil seorang selir? siapa dia?" tanya Raveena beruntun.
Bersamaan dengan itu pelayan pribadi ibu suri masuk ke kamar dengan wajah panik.
" ada apa?" tanya ibu suri atas kelancangan pelayannya.
" Ampun ibu suri, ampun putri Shana. Yang mulia Raja meminta ibu suri segera ke istananya" jawab pelayan itu hati-hati.
__ADS_1
Ibu suri menatap putri Shana dalam, mungkin ini ada snagkut pautnya dengan kabar selir yang putri Shana sampaikan.
" baiklah. putri maafkan saya.."
" tak masalah ibu suri. saya sangat mengerti" jawab putri Shana dengan penuh keramahan.
Tak perlu berlama-lama ibu suri Raveena segera meninggalkan kamar, dia bergegas pergi ke istana raja.
" yang mulia ibu suri sudah datang" ucap Aden di pintu kamar.
" suruh dia masuk" jawab Gyan.
" baik yang mulia"
Gyan sedang bersiap pergi, lelaki itu memakai baju kebesarannya sambil menatap ke arah ranjang. Lelaki itu tiada henti tersenyum menyeringai, mengingat ulahnya semalam. Disana masih ada wanita yang semalam cukup membuatnya penasaran. dia tertidur setelah Gyan mengajaknya begadang sampai larut malam.
" yang mulia," ibu suri sudah berada di pintu kamar.
" masuklah" jawab Gyan berjalan mendekati pintu.
" aku ingin kau menyiapkan semua perlengkapan selir baruku. pastikan dia berada di kamar yang paling dekat dengan istanaku" jelas Gyan.
" selir baru?" tanya Raveena sekali lagi.
" iya. dia sedang tertidur, kau pastikan dia tidak kekurangan apapun. buat dia senyaman mungkin" imbuh Gyan serius. Raveena melirik ke arah ranjang sebentar untuk memastikan.
" jadi, kamu sudah...bukankah...." ucap Raveena tak sengaja.
" jaga dia dengan baik, jika ada sedikit saja kesalahan aku tidak segan memberikan hukuman" jelas Gyan sekali lagi.
" baiklah" jawab Raveena yang masih fokus mencari-cari celah untuk menatap wanita itu.
Gyan berlalu pergi, hari ini dia sudah memiliki tugas di luar. pencarian mengenai penyihir keluarga osmond masih terus berlanjut.
Raveena perlahan mendekati ranjang, dia menyibak tirai tipis ranjang. Disana benar ada wanita cantik tertidur dengan tubuh hampir polosan tertutup selimut.
mata Raveena melebar, jadi benar Gyan sudah sembuh. wanita ini adalah satu-satunya selir yang dipilih sendiri oleh Gyan. jelas dia bukan wanita sembarangan. Jika Raveena ingin menarik hati Gyan, maka wanita inilah jalannya.
__ADS_1
Raveena tersenyum senang dan segera meninggalkan kamar. Dia langsung menyuruh para pelayannya untuk membersihkan kamar selir Agung yang selama ini kosong. Seperti yang Raja inginkan, kamar selir Agung letaknya paling dekat dengan istana Raja. Bahkan memiliki akses khusus untuk memudahkan perjalanan.
" kalian siapkan dengan baik, berikan barang paling bagus dan mahal untuk mengisi kamar ini mengerti?" ibu Suri menjelaskan kepada pada pelayan.
" mengerti ibu suri" jawab mereka serentak. Semua pelayan dengan cekatan mengerjakan tugas baru ini. mereka penasaran siapa yang akan tinggal di kamar ini.
matahari semakin tinggi, tak kala Valmira membuka matanya, dia menatap sekeliling.
" emm" gumannya kaget saat melihat beberapa pelayan sedang menata sesuatu di meja kamar.
" anda sudah bangun selir?" tanya pelayan dengan sopan.
" selir?" Valmira takut salah mendengar panggilan itu.
" iya, Raja baru saja mengangkat anda sebagai selir barunya" jawab pelayan itu. Valmira menarik nafas panjang, setahunya kehidupan selir itu bagaikan burung dalam sangkar emas. Valmira sama sekali tidak menyukai hal ini.
" aku tidak mau menjadi selir raja" ucapnya kesal.
" tapi yang mulia sendiri yang memberikan perintah. kami tidak berani melanggar, hukuman menentang Raja adalah di penggal" jelas pelayan memberikan nasihat.
Valmira semakin bingung, dia akan membahas ini nanti. Sekarang dia harus bersiap dan menemui sahabatnya.
Valmira menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Jubahnya entah kemana.
" selir kami sudah menyiapkan pemandian air hangat untuk anda" pelayan menyibak tirai dan menawarkan diri untuk membantu nya turun.
" aku bisa sendiri, kalian tunggulah di depan" ucap Valmira tidak nyaman.
" baiklah Putri" jawab pelayan itu. di susul dengan mereka keluar sesuai dengan perintahnya.
Valmira berjalan menuju pemandian, dan berendam. wanita itu sangat suka dengan kemewahan ini hanya saja statusnya sebagai selir yang dia tidak sukai. Valmira berendam cukup lama, sampai akhirnya dia keluar dan memakai gaun yang sudah di siapkan.
" selir, kami menyiapkan sarapan anda" ucap pelayan saat dia keluar kamar.
Valmira begitu terlayani, pelayan-pelayan ini sangat mengerti dirinya. Wanita memang sudah merasa sangat lapar. Dia memakan dengan sangat lahab. ini makanan terlezat yang pernah dia rasakan.
" selir, ibu suri telah menunggu anda di istana Harem. kami anda menemani anda pergi kesana" ucap pelayan saat dia selesai makan. Valmira menurut saja dia sendiri tidak tau apa yang harus dilakukan.
__ADS_1