Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tak Biasa


__ADS_3

Sore hari di kerajaan Garamantian, istana Raja mendapatkan tamu khusus. Gyan sendiri yang meminta orang tersebut untuk segera menemui dirinya, lewat burung elang milik Kangta beberapa hari yang lalu.


" yang mulia,.Ada tuan Kantata yang ingin bertemu"


" persilahkan dia masuk" ucap Gyan membereskan meja kerja nya dan berjalan ke ruang depan.


" yang mulia" sanjung lelaki itu.


" akhirnya kau datang, aku kira kau masih marah karena masalah pernikahan yang lalu" sindir Gyan. Dia ingin mengetahui bagaimana reaksi mantan calon adik iparnya ini.


" tentu tidak yang mulia. Semua itu sudah menjadi takdir masing-masing orang. Saya malah merasa tidak enak jika bertemu dengan anggota kerajaan lainnya" jelas Kantata yang terlihat tulus dari dalam hati.


" baguslah jika kau tidak dendam ataupun sakit hati"


" yang mulia jangan berfikir terlalu berlebihan"


" baiklah basa-basinya. Aku memanggilmu kemari karena ingin mendiskusikan hal penting denganmu,"


" masalah apa yang mulia?"


" kau akan aku tunjuk sebagai pemimpin untuk para penduduk Garamantian yang akan aku pindahkan ke Uthaman. aku ingin kau membentuk semacam perkumpulan untuk mengatur mereka nantinya"


Sontak saja penuturan Raja Gyan ini memiliki arti ganda.


" ampun yang mulia, saya tidak berani melakukan kudeta. mengambil alih kepemimpinan tentu bukan hal yang etis. Saya benar-benar tidak berani melangkahi anda"


Gyan tersenyum tipis. lelaki di depannya ini sangat jujur dan berpendidikan.


" jangan berfikir ke arah sana. Aku ingin kau tetap melaporkan semuanya padaku. Kau dan perkumpulan mu bertugas membuat rakyat menjadi yakin dan bersedia untuk pindah. aku sudah mengumpulkan orang untuk menyebarkan rumor jika Garamantian sedang di landa krisis besar-besaran" jelas Gyan panjang lebar. Meskipun harus dengan memanipulasi keadaan Gyan tetap pada keputusannya untuk memindahkan rakyat nya.


" apa semua penduduk harus pindah yang mulia?"


" iya, semakin banyak semakin bagus"


" lalu bagaimana dengan kerajaan? memangnya ada masalah serius yang di hadapi oleh kerajaan?"


" tidak, kau hanya perlu melakukannya perintah. Untuk alasannya akan aku jelaskan nanti"


" baiklah yang mulia, akan saya laksanakan tugas dari anda dengan baik"


" jangan terlalu lama. Aku ingin kurang dari sebulan kau sudah membuat yang lain yakin untuk pindah"


" saya akan melakukan yang terbaik"


pertemuan itu akhirnya selesai dengan lancar. Gyan dan Kantata akan melanjutkan pertemuan nanti setelah ada perkembangan lagi.


sepulangnya Kantata dari istana, Gyan berdiam diri sambil membaca laporan mengenai keadaan para penyihir yang masih lemas di istana timur.

__ADS_1


.....................................


Beberapa hari setelahnya, Adipati Uthaman sedang melaksanakan pesta besar besaran. Emrick mengundang banyak tamu terhormat untuk menghadiri pernikahannya. Banyak orang yang merasa kagum saat melihat kecantikan pengantin perempuan. kecantikan khas kaum bangsawan Uthaman. Meskipun gelar yang di sandang Falla adalah putri kerajaan Garamantian, namun semua merasa tidak asing dengan wajah Falla.


" cantik sekali nyonya Adipati ini. Seakan mengingatkanku dengan bangsawan Uthaman" ucap salah satu tamu dengan berbisik. Takut di salah mengerti oleh tamu yang lain.


" iya, seperti mendiang istri..."


" sstt jangan ucapkan" nasehat salah satu tamu.


pesta berjalan dengan meriah, semua tampak gembira hanya selir Thalasa yang senyum dengan perasaan dongkol di dalam hati. Dia yang lebih dulu menjerat Emrick tapi malah orang asing yang menjadi isteri sahnya.


" selir semuanya aman" bisik salah satu pelayan. Bukan selir Thalasa jika hanya berdiam diri dalam penderitaan. Dia tidak akan membiarkan orang lain bersenang-senang di atas penderitaannya.


" bagus" bisik Thalasa.


Mereka bisa duduk di sebuah ruangan besar. Di sana bagian depan terdapat Emrick dan Falla yang sedang menjamu para tamu. keduanya terlihat bahagia dan serasi sekali. menebar senyum dan sangat memuakkan bagi Thalasa.


pasangan itu berjalan dari satu meja ke meja lainnya. hingga berada di tengah ruangan. Emrick berpisah sejenak karena di tarik oleh salah satu anggota bangsawan Uthaman, dan hal itu tentu saja sudah masuk dalam skenario Thalasa.


tinggal Falla sendiri yang menjamu tamu perempuan. Dengan menganggukkan kepala Thalasa memulai aksinya. Tepat di atas kepala putri itu lampu gantung mulai bergoyang. Tidak ada yang menyadari hal ini.


brak..


Kayu yang menjadi tumpuan mulai patah. beberapa orang mulai melihat ke atas.


" kenapa itu.??" lirih yang lain.


ctakkk


rantai lampu mulai putus satu persatu.


" aakkk... awass!!" teriak salah satu tamu undangan sambil menunjukkan keatas. Semuanya dengan cepat berpaling ke arah yang di tunjuk. Termasuk Falla, wanita itu mendongak ke atas. Karena matanya silau dengan cahaya lampunya. Falla tidak bisa merespon dengan cepat.


ctakkk....


Lampu itu terjun ke bawah tepat di atas Falla. Semua orang berteriak ketakutan. Hanya Thalasa yang menatap kejadian itu dengan mata berbinar. Dia yakin sekali rencananya akan berhasil.


" aakkkkk" Falla berteriak sambil menutupi wajahnya. gaun yang berlapis dengan perhiasan yang berat membuat wanita itu tidak bisa berlari.


ccruussshh


Gyan yang awalnya hanya menyembunyikan dirinya dengan cepat langsung merespon. Tanpa di sadari yang lain, dia membuat lampu itu bergeser sehingga tidak mengenai tubuh adiknya.


" Falla..." Gyan berlari dengan cepat. Bersamaaan dengan Emrick yang ikut mendekati Falla.


Wanita itu tergelatak dengan tubuh sebagian kanan terkena goresan kaca. Kejadian nya sangat cepat, Gyan hanya bisa menggeser sedikit posisi lampu itu.

__ADS_1


" Falla.." Gyan menepuk pipi adiknya.


" bagaimana keadaannya?" tanya Emrick yang sangat panik dan cemas.


" bawa dia" ucap Gyan. Karena jika dia yang menggendong Falla, jelas banyak orang yang bertanya-tanya.


Emrick mengangguk pelan dan segera membawa Falla masuk ke dalam istana. Penjaga dengan cepat menyisir para tamu dan melarang mereka masuk. Hanya orang dalam saja yang berhak masuk ke istana.


" Falla.." Gyan mengecek Detak jantung adiknya. Gyan sedikit lega jika adiknya hanya pingsan.


" kalian segera panggilkan tabib kemari" ucap Emrick dengan nada sangat khawatir.


pelayan dengan cepat melaksanakan tugasnya.


" bagaimana bisa hal ini terjadi? apa kau tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu?" Gyan bertanya dengan nada sedikit tinggi. Lelaki itu benar-benar kecewa dengan kejadian seperti ini.


" Raja tahan emosi anda, saya sudah memastikan semua pengaman berjalan dengan baik. Saya akan menindaklanjuti masalah ini. mohon Raja jangan khawatir" jawab Emrick panjang lembar. Gyan menurunkan emosinya. Apa dia terlalu berlebihan, adik nya sudah memiliki suami. seharusnya dia juga bisa menahan emosi dan berbicara baik- baik dengan adik iparnya ini.


" jangan sampai hal ini terulang kembali " balas Gyan lemah.


Tap tap tap


suara langkah kaki mendekat. Keduanya menengok ke arah pintu. Tabib sudah datang.


" kalian periksa dan obati nyonya " ucap Emrick.


Gyan menjauh dari ranjang. Dia akan pergi sejenak, untuk menenangkan diri juga untuk menghindari kecurigaan orang di sana.


Emrick menunggu di depan kamar dengan raut gelisah. Dia masih bersyukur karena lampu yang jatuh itu tidak menindih tubuh istrinya. Karena jika itu terjadi, sudah di pastikan tubuh kecil itu tidak akan selamat.


" yang mulia semua tamu undangan terlihat mulai meninggalkan ruangan"


" iya, sampai permintaan maaf ku karena mereka harus mengalami hal ini"


" baik yang mulia,.di sana juga sudah ada selir Thalasa yang menangani para tamu pemerintahan"


" ya, baguslah" jawab Emrick singkat. Pikirannya masih kalut dengan keadaan Falla.


Beberapa saat tabib keluar dari kamar.


" apa yang terjadi pada Nyonya?"


" nyonya mengalami banyak luka sobek di sekujur tubuh sebelah kanan, dan ada luka benturan di kepala. Sejauh ini tidak ada luka serius dan sepertinya Nyonya begitu terkejut sampai tidak sadarkan diri" jelas tabib dengan sangat runtut dan jelas.


" kau yakin tidak ada luka serius?"


" iya yang mulia, hanya perlu menyiapkan obat luka luar serta ramuan agar tubuh lebih berenergi "

__ADS_1


" kau siapkan semua itu. Dan jangan pergi dari sini sampai Nyonya baik-baik saja"


" baik yang mulia"


__ADS_2