Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tidak Terduga


__ADS_3

Falla di tempatkan di sebuah kamar kecil terlebih dahulu. Mereka menunggu petunjuk dari sang ketua bagaimana selanjutnya. Ketua akan memastikan sendiri bagaimana kualitas suatu barang sebelum di sajikan pada tamu penginapan.


Falla di tinggalkan sendirian, hanya pintu masuk saja yang di jaga oleh satu penjaga. Bersamaan dengan itu, di dalam sana Falla mulai tersadar. wanita itu menatap sekeliling, dia sudah berpindah tempat. Namun kali ini tempatnya lebih terawat dan bisa di bilang sangat layak huni. wanita itu menatap sekeliling sekali untuk memastikan.


" dimana lagi ini" lirihnya. Dia semakin tidak bisa bergerak. tubuhnya penuh dengan ikatan.


" bagaimana melepaskan ini" Falla menatap sekeliling mungkin ada benda yang berujung tajam. Dan melihat sebuah pajangan meja dan terbuat dari besi dengan bentuk daun-daunan. Ujung daun tersebut terlihat lumayan tajam, Falla menghampiri pajangan tersebut.


Wanita itu dengan kesusahan berusaha berdiri, dia mengambil pajangan itu dengan hati-hati.


" akhirnya " lirih Falla. Dia menggosokkan pelan ujung daun pada tali yang mengikat tangannya. Meski beberapa kali gagal menggosok tali dan malah mengenai telapak tangannya sendiri, Falla tidak mau menyerah. Dia terus berusaha.


" terus Falla jangan menyerah" Falla memberikan semangat pada dirinya sendiri. jangan sampai hidupnya berakhir di tangan pasangan jahat itu.


" syukurlah, akhirnya berhasil"


ikatan tangannya terlepas, Falla segera membuka ikatan lain di tubuhnya.


" ishh" ringisnya tak kala merasakan kepala bagian belakang nyeri serta pundak tangan kanannya bengkak. Dia mengusap kepalanya yang sakit, dan terasa cairan lengket menempel di tangannya.


Darah sudah membasahi rambutnya, bahkan hampir mengering. terlihat juga warna merah mengotori tengkuknya. Falla menatap telapak tangannya dengan sedikit gemetar, dia tidak pernah mengalami hal semacam ini.


" sudah, yang terpenting aku harus bisa melarikan diri" lirih Falla menguatkan dirinya.


Tak peduli dengan lukanya, Falla tetap berjalan menuju pintu. Dari lubang kunci dia mengamati situasi di luar. wanita itu melihat seorang penjaga berdiri menghalangi jalan.


Wanita itu kembali melemparkan padangannya ke sekeliling ruangan. Tidak ada tongkat atau semacam nya. hanya ada pajangan tadi, yang bisa di jadikan senjata.


brak..


suara gaduh terdengar dari dalam. mengusik konsentrasi penjaga di luar. Lelaki itupun masuk.


ceklek..


bugh bugh bugh


Falla yang bersembunyi di belakang pintu, lalu kelaur dan dengan keras dan bertubi-tubi memukul kepala penjaga. Sampai lelaki itu tidak sanggup melawan dan pingsan begitu saja.


" rasakan itu" kesal Falla, wanita itu tanpa berlama lama langsung keluar dari kamar, setelah mengambil kain jubah milik penjaga.


Di luar sana hanya ada lorong gelap. Falla menutupi tubuhnya dengan kain hitam tersebut. Dan berjalan perlahan menyembunyikan wajahnya.


Semakin Falla berjalan dia semakin tidak bisa menemukan pintu keluar malah naik ke atas tempat kamar-kamar sewaan berada.


" tuan, mau pergi?" tanya salah satu pernah penginapan. Pelayan di sini sangat perhatian, penginapan ini sekelas hotel dan mengutamakan kepuasan pengunjung.


" iya, dimana pintu keluarnya?" tanya Falla dengan suara berat sambil menutupi setengah wajahnya.


" mari tuan saya tunjukkan" pelayan itu begitu ramah dan Falla tanpa curiga mengikuti wanita setengah tua itu menuju ke suatu arah.


" ini tuan,.."


" hey kau!" teriak suara lelaki dari belakang mereka.


Falla dan pelayan itu seketika menoleh.


" gawat" lirih Falla.


Dia ketahuan, di belakang sana sudah ada Paman dengan 2 lelaki dempal Menuju ke arahnya.


Falla langsung berlari keluar.


" maaf, maaf" dia tak senagaja menubruk pelayan tadi sampai jatuh terguling di tanah.


Falla hanya menoleh sekilas, lalu melanjutkan pelariannya.


Hari sudah malam, tak di sangka di luar ternyata masih ramai. Banyak orang yang datang untuk menyaksikan Adipati kerajaan yang berkunjung.

__ADS_1


tap tap tap


Suara langkah kaki masih terdengar di belakangnya, Falla berlari menuju ke kerumunan. Berharap para penjahat itu akan kesulitan menangkapnya.


" kemana..." lirih Falla menoleh ke sana kemari.


" ah ke sana saja"


wanita berlari menuju ke sebuah bangunan yang sepertinya adalah tempat kuda-kuda pengunjung di letakkan. Setelah mencari tempat yang cocok Fall langsung bersembunyi.


tap tap tap


" kemana dia?!"


" kau ke sana dan kalian ke sana. kita harus mendapatkannya. Cari sampai dapat"


suara para penjahat itu terdengar dengan jelas, Falla semakin ketakutan. Dia menyembunyikan dirinya di tempat paling pojok.


" tuan apa mungkin wanita itu ke sana?" suara paman. Falla memaki salam hati, kenapa lelaki tua ini begitu menjengkelkan sekali.


" kau cari saja, aku akan mencari nya di sekitaran sini"


kedua lelaki itu berpencar, Falla tak tau bagaimana keadaan di luar hanya bisa berdoa agar dirinya selamat.


tap tap tap


suara langkah kaki semakin mendekat. Paman penginapan melihat satu persatu kandang kuda yang mungkin menjadi tempat mangsanya bersembunyi.


Dengan membawa obor paman itu meneliti bahkan beberapa kuda mulai bersuara karena terganggu.


Falla tak bisa berbuat apa-apa, berpindah tempat pun tak mungkin. Wanita itu memejamkan matanya sambil merapalkan doa dalam hati.


" tuan!! dia di sini" teriakan Paman langsung membuat mata Falla terbuka.


hap


" lepaskan aku!"


" tidak,.kau tidak akan bisa kabur dariku."


tap tap tap


suara ketua penjaga terdengar mendekat. Kini kesempatan kabur sepertinya sudah menghilang.


" dasar wanita murahan, "


pukulan mendarat di kepala Falla, sampai membuat telinganya berdenging. wanita itu lemas terbaring di tanah.


" bawa dia"


dengan mudahnya Falla di angkat dan di gendong pundak. Dengan kesadarannya yang tipis, Falla terus memberontak.


Mereka masuk kembali ke penginapan dari pintu samping. Falla menggigit pundak Paman dengan keras.


" akkk. sialan" Lelaki itu langsung menjatuhkan Falla dengan keras. Dan ini memberikan kesempatan untuk wanita itu berlari menjauh.


" apa yang kau lakukan? haah!" ketua penjaga kesal karena ulah Paman wanita penghibur itu pergi lagi.


" dia menggigit pundak saya"


" kejar dia!"


Falla sudah lebih dulu pergi menuju tangga. Dia tidak ada hal lain yang dia pikirkan selain pergi menjauh.


Falla terus berlari dia harus mencari pertolongan.


Sampai di lantai paling atas dia melihat ruangan tak jauh dari sana.

__ADS_1


" hey, jangan kabur" paman menyusul,.kali ini dengan beberapa penjaga lain. Falla semakin tergesa. Dia menuju ruangan tak jauh dari sana.


brak


suara pintu terbuka.


Ternyata di sana adalah tempat pertemuan. semua orang yang ada di dalam menatap Falla dengan tatapan terkejut dan kebingungan.


tap tap tap


Semua yang mengejarnya sudah semakin mendekat. Falla semakin nekat.


" tolong aku, aku mohon. Mereka ingin menjual ku" ucapnya pada salah satu lelaki yang terlihat membawa senjata pedang.


" kau siapa?" tanya lelaki dengan menyentak tangan Falla sedikit kasar.


tap tap tap


semua penjaga dan paman sudah sampai di pintu. melihat pengunjung di dalam dengan mata terbelalak. Bagaimana tidak, di dalam sana ternyata adalah pertemuan penting dan ada sang ketua juga menatap mereka dengan tajam.


" tuan tolonglah saya. Mereka sudah merompok dan kini akan menjual saya pada adipati kerajaan" Falla berganti meminta tolong pada Lelaki lain yang terlihat lebih berwibawa. Dia memegang tangan lelaki itu erat dengan wajah mengiba.


" berani sekali kau!" lelaki membawa pedang malah menarik tangan Falla dan mendorong tubuhnya ke lantai.


Sang ketua menatap anak buahnya dengan nyalang seakan menyuruh mereka agar menyelesaikan masalah ini.


" ampun yang mulia, dia hanya membual. Wanita ini memiliki banyak hutang dan ingin melarikan diri. Dia bahkan menyamar sebagai laki-laki untuk mengelabui kami" ucap ketua penjaga merangkai cerita.


" tidak mereka berbohong, aku hanya pengunjung dj Uthaman. tolong aku.." Falla mengiba sambil mendekati lelaki yang sejak tadi diam mengamati situasi.


" bawa dia!" ucap penjaga.


" tidak-tidak, tolong aku" Falla di seret dengan mudah.


" aku adalah putri Farfalla, adik Raja Gyan. Kalian akan tamat jika kakakku mengetahui hal ini" ucap Falla sambil memberontak.


penuturan Falla hanya di anggap sebagai angin lalu saja. Tidak ada yang percaya dengan ucapannya. Bahkan beberapa dari mereka juga tidak mengenal siapa itu Raja Gyan.


" hentikan" ucap lelaki yang berwibawa itu.


satu kata membuat para penjahat diam seketika.


" lepaskan dia" lanjut lelaki itu.


" yang mulia mengenal wanita ini?" tanya Ketua penginapan dengan nada sehalus mungkin. padahal jantungnya berdebar kencang karena cemas.


" dia bilang akan di jual padaku, bukankah ini kejahatan paling tinggi. mengatasnamakan diriku untuk sebuah kejahatan?"


" ampun yang mulia, ini pasti ada kesalahpahaman"


Falla menyentak tangannya, dan berlari menyembunyikan dirinya di balik tubuh seseorang yang di panggil yang mulia.


" bukankah mereka orang mu? darimana mereka mendapatkan wanita ini?"


" jawab yang mulia" ucap ketua pada anak buahnya.


Seketika keadaan berbalik, Falla sedikit mulai lega.


" ini.. lelaki tua ini yang membawanya dan mengatakan semua hal itu" penjaga menarik kerah paman dan membuatnya bersimpuh di depan Adipati kerajaan.


" ampun yang mulia, dia .. dia"


" kau ingin aku yang mengurusnya atau kau sendiri yang.."


" saya sendiri yang akan menangani anak buah saya yang tidak becus. bawa dia dan beri hukuman" tegas sang ketua.


" tidak , tidak" teriak paman saat penjaga- penjaga itu menyeretnya keluar.

__ADS_1


" maafkan atas ketidaknyamanannya, yang mulia" sang ketua mau tidak mau hanya bisa merendah daripada bisnisnya yang akan rugi.


__ADS_2