
Setelah proses sakral tadi pagi. Di lanjut malam ini di selenggarakan pesta pernikahan sekaligus pengumuman pernikahan Raja Gyan dan Ratu Valmira dari Mystick.
Semua tamu undangan sudah memadati taman serta Aula kerajaan. Mereka berasal dari beberapa kerajaan khusus yang memang tidak asing dengan keberadaan penyihir. Dan memang kebanyakan yang datang adalah penyihir.
" terimakasih atas kedatangan kalian semua. Aku sangat senang bisa melihat kalian lagi. Malam ini selain pesta pernikahan putri Farfalla dan Adipati Emrick. adalah pengumuman pernikahan kami, Aku sebagai Raja Garamantian dengan Ratu Valmira dari kerajaan Mystick"
Semua tamu undangan berganti menatap ke arah wanita cantik yang berada di samping Gyan. meskipun dia tidak mengenal Valmira sebelumnya namun nama kerajaan Mystick tentu sangat fenomenal. Apalagi jika bukan karena Ratu Marilla dan tabir perlindungan.
" aku dan Ratu Valmira sudah menikah beberapa tahun yang lalu. Karena ada satu dan lain hal maka pernikahan kami tidak bisa diketahui oleh banyak orang."
" selamat Raja Gyan dan Ratu Valmira. Kami sangat senang mendengarnya. 2 penyihir hebat bersatu. aku yakin setelah ini Azerbaza akan aman dan tentram" ucap salah satu pemimpin kerajaan.
" iya. selamat Raja dan Ratu, semoga kalian bisa mendapatkan pangeran yang bisa meneruskan keturunan penyihir"
" terimakasih atas ucapan kalian, dan kalian perlu tau jika kami sudah memiliki satu pangeran tampan,"
" wah, ini kejutan sekali. dia pasti pangeran paling di minati nanti. Pasangan hebat pasti melahirkan keturunan yang hebat"
" sudah sudah, kami hanya ingin memberikan pengumuman saja. Setelah ini acara pesta pernikahan Putri Farfalla akan segera di mulai"
Di belakang sana, putri Farfalla sedang menunggu kedatangan Emrick di kamarnya. setelah acara sakral itu mereka berpisah. Emrick di kamarnya dan Farfalla juga begitu. Ini adalah permintaan Emrick, dia beralasan tidak mau menganggu para pelayan yang akan merias Farfalla.
" putri, Adipati Emrick sudah datang" ucap pelayan dengan antusias.
" cepat, bantu aku berdiri"
Falla dengan di bantu pelayan keluar dari kamar. di sana sudah ada Emrick dengan setelan baju yang berbeda.
" Adipati.." lirih Farfalla saat menyambut lengan Emrick.
" kau sudah siap?" tanya lelaki itu dengan lembut.
" iya " Falla mengangguk singkat.
" mari kita pergi"
Pasangan itu berjalan berdua menuju taman, semua mata menatap dengan penuh senyum, keduanya tampan dan cantik, sangat serasi.
__ADS_1
Begitu sampai di taman, semua tamu undangan menyambut dengan riang gembira. pasangan ini sangat bersinar malam ini.
Semua berjalan lancar tak kala Aden mendekati sang tuan yang sedang bercengkrama dengan petinggi kerajaan lain.
" yang mulia, ada hal mendesak" bisik Aden.
Gyan mengangguk lalu memimpin jalan agar mereka memisah dari kerumunan.
" ada apa?"
" pasukan bayangan baru saja memberikan laporan jika pemerintah manusia telah saling berunding dan memutuskan untuk menumpas penyihir di manapun melihatnya. Kini pemburuan penyihir terjadi secara besar- besaran"
" sudah berapa lama hal ini terjadi?"
" kemungkinan beberapa hari yang lalu. Mereka seperti bisa membedakan penyihir dari yang lain menggunakan darah, yang mulia"
Gyan menarik nafas panjang, hal ini sangat mungkin bisa di lakukan. Sayangnya ini di luar prediksinya. Keputusan pemerintah terbilang terlalu cepat. Hal ini harus segera di sebarkan pada rekan penyihir lainnya.
" kau suruh Falla dan Emrick segera meninggalkan pesta, aku akan mengatakan hal ini pada penyihir lainnya "
" baik yang mulia"
" apa sesuatu yang buruk tengah terjadi?" tanya Farfalla yang ikut cemas.
" tidak, putri jangan cemas. Acara pesta memang tidak sampai fajar. Raja memiliki beberapa hal yang harus di diskusikan dengan penyihir lain"
" oh begitu" jawab Farfalla singkat. Dia berfikir ini pasti tentang kepindahan mereka.
" baiklah, saya ucapan selamat putri dan Adipati. pelayan akan membawa kalian ke kamar" Aden memberikan kode pada pelayan.
Hari mulai menunjukkan tengah malam. Namun belum ada satupun orang di dalam Aula yang merasa ngantuk. Persoalan yang di bahas adalah mengenai hidup dan mati mereka. nama mungkin bisa di sepelekan.
" aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian, semua ini akan berjalan sesuai dengan takdir masing-masing. Aku tau jika sebagian kalian memang sudah memutuskan untuk menetap, dengan situasi seperti ini diam saja juga bukan solusi terbaik" pembicaraan ini semakin serius. semua penyihir tidak mau meninggalkan tempat, termasuk penyihir yang beberapa hari sudah menginap di sana.
" yang mulia kalau begitu kita percepat saja kepindahan ke kerajaan Mystick" ungkap salah satu penyihir.
" lalu kami yang menetap bagaimana? apa kami hanya di jadikan pengorbanan?" timpal yang lain yang merasa tersinggung.
__ADS_1
" itu salahmu sendiri melakukan pernikahan silang, kami tentu memikirkan keselamatan penyihir murni"
" kalian sangat arogan, hanya memikirkan diri sendiri"
Suasana mulai sedikit gaduh, perdebatan demi perdebatan timbul di beberapa sudut.
" kalian tenanglah.." suara Gyan menggelegar, membuat semua terdiam seketika.
" jangan hanya karena masalah ini kita malah saling membenci. kita pikirkan dengan kepala dingin dan mencari solusi bersama" ucap Gyan dengan nada meninggi.
" kalian dengarkan, memang kerajaan Mystick sudah menerima kepindahan. namun prosesnya masih membutuhkan waktu. Setidaknya paling cepat 2 pekan dari sekarang keputusan pindah bisa di laksanakan" imbuh Valmira agar yang pindah tidak merasa acuh dengan nasib yang tinggal.
" manusia biasa sudah bisa mengenali kita dari darah yang kita miliki. kemampuan sihir yang kita dapatkan saat lahir membuat perbedaan sedikit pada darah kita. Dan kabarnya pencarian penyihir besar- besaran sedang di lakukan"
" lalu bagaimana solusi nya yang mulia? cepat atau lambat identitas asli pasti bisa terkuak kapan saja"
" kita hanya memiliki satu cara yang terbilang berbahaya" ucap Valmira menatap Gyan lama. Keduanya sepertinya memiliki pemikiran yang sama.
" apa itu,? apa ini bisa menyelamatkan kita?" desak penyihir lain.
" dengan mengambil kemampuan sihir kalian. Cara inilah yang bisa membuat kita lolos dari pemeriksaan" jawab Gyan lugas.
Semua terdiam sejenak, perkataan Gyan memang tidak salah. Namun hal ini sama saja dengan mengambil kehidupan meraka. kemampuan sihir yang mereka dapatkan itu berasal dari nenek moyang. tentu jika di ambil maka tidak akan tersisa lagi penyihir di Azerbaza.
" aku tidak bisa memaksa, di hukum atau menghukum diri sendiri. kalian harus memilih. Dan aku ingatkan menghilangkan kemampuan sihir tentu memiliki resiko yang berat. Hal ini tidak bisa di kembalikan. Kalian selamanya akan kehilangan kemampuan dari nenek moyang kalian" Gyan mengingatkan. Lelaki itu sangat menyayangkan hal ini. Namun ini adalah satu-satunya jalan.
" kalian pikirkan baik-baik. Dan selama itu pula aku akan mengusahakan agar penyihir bisa segera pindah kurang dari 15 hari" timpal Valmira secara menutup pertemuan kali ini.
Semua tamu masih membisu, tak ada yang menolak ataupun menerima usulan dari Gyan. Mereka sudah paham bagaimana resiko dari keputusan ini. Pertemuan selesai dengan kebisuan.
Hal ini juga terjadi di kamar pengantin Putri Farfalla. Setelah pelayan menunjukkan kamar pengantin mereka. Farfalla dan Emrick hanya diam saja. Definisi diam yang tidak berbicara sama sekali.
Farfalla duduk di tepi ranjang sedangkan Emrick di sofa yang membelakangi ranjang. Tidak ada yang berniat memecahkan situasi itu.
Bahkan sampai Falla sudah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Emrick masih tidak mengajaknya berbicara. Lelaki itu sibuk membaca buku yang entah sejak kapan berada di sana.
" emm aku akan tidur" lirih Falla berdiri di samping Emrick.
__ADS_1
" ehem... kau pasti lelah " jawab Emrick, dan sedikit mencubit hati Falla. Lelaki ini tidak membentaknya ataupun memarahinya namun ucapan datar ini begitu menyakitkan untuk di dengar.
Falla langsung berbalik badan dan menaiki ranjang. Dia berusaha berfikir positif, mungkin karena proses perkenalkan mereka yang begitu singkat jadi membuat keduanya belum saling mengerti.