Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Ketahuan


__ADS_3

Matahari sudah berada di ujung barat, tak kala Gyan menuruni ranjang. Setelah menikmati aktivitas panas lelaki itu sempat tertidur beberapa saat, baru menjelang malam lelaki terbangun, kini dia sadar sepenuhnya.


Memang beberapa hari tidak melakukannya membuat gairahnya memuncak. Gyan tidak bisa membiarkan selir nya pergi begitu saja. Apalagi dengan penampilan yang memukau, Gyan tidak tahan untuk tidak menyentuhnya.


Dan hasilnya, membuat Valmira terkapar di atas ranjang dengan wajah lelah. Tubuh polosnya hanya tertutupi sebagian oleh selimut. Gyan menurunkan kelambu ranjang agar tubuh putih itu tidak terekspos. Setelahnya dia pergi membersihkan diri.


Disisi lain Shana yang baru sehari di nobatkan menjadi ratu memiliki rencana untuk menemui Gyan dan merayakannya berdua bersama. Semacam makan malam romantis dalam fikiran Shana. Setidaknya dia harus mencoba membangun hubungan yang baik dengan lelaki itu.


" kalian siapkan gaun untukku, dan pergi temui pelayan untuk menyiapkan makan malam spesial di istana Raja" seru Shana dengan wajah antusias. Wanita itu akan tampil mempesona demi merayu Raja Gyan.


" baik, yang mulia" jawab pelayan.


Shana tidak berhenti tersenyum selama persiapan. Bahkan sesekali dia bersenandung riang. wanita itu dalam kondisi hati yang baik.


" sudah yang mulia" ucap pelayan yang membantu Shana berdandan.


" bagaimana? apa aku cantik?" tanya Shana sambil mengayunkan gaunnya.


" anda terlihat sangat cantik yang mulia" jawab pelayan itu memuji junjungannya. Shana kembali tersenyum senang.


" baiklah kita berangkat"


Shana beserta rombongan berjalan menuju istana Raja. Hari sudah gelap beberapa obor menerangi sepanjang lorong dan taman.


" yang mulia Ratu" ucap penjaga istana Raja.


Shana tak perlu banyak bicara, wanita itu dengan angkuh berjalan masuk ke istana.


" yang mulia Ratu," ucap Aden yang berada di ambang pintu masuk.


" aku ingin menemui yang mulia Raja" ucap Shana datar.


" sepertinya saat ini yang mulia Raja sedang tidak bisa di ganggu, maaf Ratu " jawab Aden. dia masih ingat jika selir Alora masih berada di dalam, takutnya Raja sedang menikmati waktu berdua.


" aku sedang ingin merayakan penobatan dengan yang mulia, kau beritakan kedatangan ku" tekan Shana tidak mau pergi. Dia sudah berdandan maksimal tidak mungkin pergi begitu saja.


Aden tak mau terjadi ke ribut akhirnya lelaki itu mengangguk pelan.


" silahkan yang mulia ratu masuk dan tunggu di ruang depan" Aden memberikan arahan dengan tanganya. Lalu pergi ke dalam untuk menemui Raja.

__ADS_1


Aden mencari di ruang Baca, ruang kerja tapi Raja tidak ada di sana. Satu-satu tempat yang mungkin adalah di dalam kamar. Tapi bagaimana, Aden tidak berani menganggu aktivitas Raja di sana.


" ehemm" Aden berusaha membuat suara agar Raja Gyan mendengar kehadirannya. Lama tidak ada sautan.


tok tok


" yang mulia" panggil Aden pelan, Lelaki itu hanya bisa berdoa agar Raja tidak marah karena ulahnya. Jika iya, maka dia akan melemparkan semua kesalahan kepada Ratu baru Garamantian.


" ada apa, Aden?"


untungnya Gyan yang baru selesai memakai baju mendengar panggilan Aden. Lelaki itu menyangka jika ada hal mendesak yang perlu di laporkan.


Gyan membuka setengah pintu kamar dan berdiri di ambang pintu.


" ampun yang mulia, di luar ada Ratu yang memaksa ingin bertemu" ucap Aden sedikit memojokkan Shana.


" ada apa dia kemari?" tanya Gyan merasa tidak suka.


" Ratu bilang, dia ingin merayakan status barunya bersama yang mulia" jelas Aden. sambil setengah menunduk. Sayangnya karena pintu yang bergerak membuka semakin lebar. Refleks Aden menoleh ke dalam. Di sana dia bisa melihat kelambu ranjang yang tidak menutup sempurna. masalahnya dengan celah itu Aden bisa melihat seorang wanita dengan tubuh tak tertutup sempurna sedang tertidur di atas ranjang. Aden belum pernah melihat ada wanita seputih ini.


" kenapa dia begitu mengganggu" gerutu Gyan, dan menangkap basah mata Aden yang melotot melihat ke dalam kamarnya. Gyan mengikuti arah pandang lelaki itu. Dan dengan cepat tersulut emosi.


" kemana arah pandangan mu, Aden!" ucap Gyan dengan nada tinggi. Sontak saja Aden langsung tersentak dan menyadari kesalahannya.


" Ampun yang mulia, saya melakukan kesalahan besar" lanjut Aden dengan nada bergetar. Dia tidak sanggup menanggung hukuman akibat ulah cerobohnya.


Gyan menarik nafas panjang, dia benar-benar tidak terima ada orang lain yang menikmati pemandangan Valmira.


" kau tau apa hukuman dari tindakanmu, hah?" tegas Gyan.


" Ampun yang mulia, saya bersalah" Aden terus memohon dengan kedua tangan menangkup di depan dada tak lupa dengan tubuh yang condong ke bawah.


Aden tidak ada hentinya terus meminta maaf. Lelaki itu dengan nada mengiba dan bersungguh-sungguh meminta belas kasihan Gyan.


Raja Gyan menatap Aden lama.


" kali ini aku melihat kesetiaanmu, jika lain kali aku menangkap pandanganmu yang sembarangan hukumanmu akan aku lakukan di tempat" ancam Gyan, dia tidak bisa mentolerir siapapun. Hanya saja karena Aden sangat setia selama ini, dengan terpaksa Raja Gyan memaafkannya kali ini.


" terimakasih yang mulia, saya akan mengingat ucapan anda dengan baik" jawab Aden sangat bersyukur. Nyawanya tidak jadi melayang.

__ADS_1


" sudah pergi suruh Shana menunggu" ucap Gyan tak ingin berlarut-larut.


" baik yang mulia"


" oh ya, suruh pelayan selir Agung kemari untuk membantu Alora saat terbangun nanti" pesan Gyan lagi.


" baik yang mulia"


Aden segera bangkit dan langsung membalikkan badan melaksanakan perintah Gyan. lelaki itu berjalan cepat menuju ruang depan.


" yang mulia menyuruh anda menunggu sebentar Ratu" ucap Aden saat Shana menatapnya meminta jawaban.


" baiklah" wajah Shana malas.


Aden berjalan keluar, untuk melaksanakan tugas kedua. Dia berjalan menuju kamar selir Agung. lelaki itu lewat jalan pintas untuk memudahkan jalannya.


" semua gegara Ratu Shana, jika dia tidak memaksa masuk pasti aku tidak mendapat amukan itu" gerutu Aden di tengah jalan. Dia seakan melihat ajalnya begitu Gyan bernada tinggi tadi.


" untung saja yang mulia masih mau memaafkanku" lanjutnya, lelaki itu terus bergumam sampai di tidak terasa sampai di depan kamar.


" panggilkan pelayan pribadi Selir" ucapnya kepada penjaga kamar.


Tak lama Fleur keluar dengan wajah bingung.


" yang mulia menyuruhmu membantu selir di istananya" ucap Aden. Fleur mengerutkan keningnya sesaat. Tidak biasanya yang mulia raja memintanya datang.


" baiklah" jawab Fleur singkat.


Di istana Raja, Gyan yang sudah siap keluar dan menemui Shana.


" ada apa mencari ku?" tanya Gyan datar.


" yang mulia" salam Shana langsung berdiri.


" saya ingin mengajak yang mulia merayakan kenaikan saya menjadi Ratu" jawab Shana lemah lembut.


" dimana? aku sedang banyak pekerjaan" tolak Gyan halus.


" disini juga bisa, saya hanya ingin makan malam berdua dengan yang mulia" Shana sudah mengantisipasi penolakan Gyan, Dia memilih makan malam karena pasti lelaki ini tidak akan bisa menolaknya.

__ADS_1


" baiklah" jawab Gyan datar.


Shana segera menyuruh pelayannya mengatur semua rencana yang sudah dia jelaskan tadi. Tak perlu waktu lama semua sudah siap, Gyan dan Shana duduk di meja makan di ruang tengah istana. Shana nampak sangat senang, namun di tengah kebahagiaan nya dia tak sengaja melihat pelayan Selir Alora masuk melewatinya. perasaannya menjadi bertanya- tanya ada urusan apa wanita pelayan itu kemari.


__ADS_2