Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Hasutan 2


__ADS_3

Semenjak bertemu dengan kawanan hewan sihir, perjalanan mereka terasa lebih menarik. Banyak bermunculan hewan sihir lainnya. Sekarang hampir setiap sore Valmira akan duduk di dek kapal untuk menyaksikan hewan sihir yang naik ke permukaan. Bahkan terkadang Valmira seakan merasa jika hewan tersebut sedang mengajaknya berkomunikasi, sayangnya dia tidak bisa memastikannya. dan hanya berfikir jika itu jelas tidak mungkin.


" sepertinya sebentar lagi kita akan menemui tabir Marilla, aku bisa merasakan angin badai sihir di sekitaran sini" ucap Aislinn saat mereka berkumpul di anjungan kapal.


" itu berita bagus, kita harus mulai bersiap" ucap Kangta.


" apa kita tidak mengatakan hal ini pada Alora?" tanya Aislinn, mereka biasa melakukan pertemuan seperti ini. Dan itu selalu tidak melibatkan Alora. Karena sejak awal kehadiran Valmira hanyalah sebagai penumpang sementara.


" tidak perlu, malah akan membuatnya khawatir" saut Kangta.


" dia tidak pernah tau tujuan perjalanan ini, " lirih Zephyr.


" Seharusnya kita menurunkannya sebelum menemui hal ini, kasihan dia juga dalam keadaan hamil" lanjut Zephyr.


" aku yang akan menjaganya. Kau tidak perlu khawatir" balas Kangta. meskipun pasangan ini bersedia membantu menemukan pulau Marilla, tapi sebenarnya mereka juga tidak percaya seutuhnya dengan Kangta dan Deon. Kembali lagi Klan Ralba tidak mudah membuka diri pada orang luar. Terkadang saran Kangta pun masih sering mereka ragukan.


" aku hanya mengingatkan saja" Zephyr menyudahi perdebatan. Bagi lelaki itu penyihir manapun selain Arghi akan lebih suka memberikan keburukan dari pada kebaikan.


......................


pagi ini istana Prysona kembali mendapatkan tamu, semua itu merupakan saksi yang di minta Raja dan Ratu Prysona atas perkataan Shana waktu itu.


" ibunda dan ayahanda ini adalah pelayan dapur istana, Shana bisa katakan dia sudah tidak lagi menjadi pelayan di istana, karena Shana memintanya datang agar dia tidak kembali ke Garamantian lagi" jelas Shana sebelum memulai.


" katakan apa kesaksian mu mengenai bagaimana perlakuan Raja Garamantian terhadap Ratu Shana?" tanya Raja dengan nada tegas.


" baik Raja, saya sudah lama masuk di kerajaan sebagai pelayan dapur istana. Selama ini yang saya tau Raja jarang sekali makan bersama dengan Ratu, jarang mengunjungi Ratu di istananya serta pernah beberapa kali memberikan hukuman kepada Ratu. Saya sering di larang mengirim makanan ke istana Ratu. Raja Garamantian lebih memanjakan selirnya"

__ADS_1


Semua perkataan itu seakan menjadi kompor hati Raja. Lelaki itu sedikit mengepalkan tangannya mendengar bagaimana putrinya di perlakukan buruk disana.


" lalu apa lagi?" tanya Raja.


Ratu yang berada di sampingnya hanya bisa mengambil nafas panjang. Hal itu memang sudah Gyan ceritakan, bahwa sedari awal lelaki itu tidak mau menikahi Shana. Hanya karena paksaan ibu suri yang terkena hasutan Shana lewat surat-surat yang selalu dikirimkan baru acara pernikahan itu di gelar.


Dari semua perkataan pelayan itu, Shana tetap tidak mengatakan kesalahan yang sudah dia lakukannya. itu yang membuat Ratu semakin kecewa dengan putrinya.


" Em, Raja selalu menghadiri acara kerajaan dengan di dampingi oleh selirnya. Bahkan jamuan istana juga mengajak selir Agung"


" sudah cukup, kau bisa pergi" Shana langsung memotong, dia tidak mau ayahnya makin banyak bertanya.


pelayan memberikan sanjungan lalu pergi dari ruangan.


" ayahanda dan ibunda sudah mendengarkan sendiri bagaimana Raja Gyan membenciku. Semua yang Raja Gyan katakan adalah bohong. Shana tidak pernah melakukan sihir hitam seperti yang Raja Gyan katakan"


" Shana tidak mau kalian khawatir"


Ratu Prysona turun dari sofa kemudian berdiri di samping putrinya.


" Shana, katakan pada ibu apa kau pernah mengirim sihir hitam kepada selir Agung sehingga membuat Raja Gyan marah?"


Shana menatap ibunya dengan lebar, Raja juga menatap istrinya terkejut. seakan istirnya tidak menghiraukan apa yang baru saja pelayan katakan.


" ibunda, Shana tidak menggunakan sihir hitam. Kenapa ibunda masih meragukan penjelasan Shana?"


" ibunda sudah mendengar semua cerita lengkapnya dari Raja Gyan, jangan bohongi ibunda lagi"

__ADS_1


" Ratu, kita harus lebih percaya pada putri kita daripada orang lain. Dari penilaianku apa yang Shana katakan sudah jelas menerangkan jika Raja Gyan sudah berbohong padamu"


" Raja, yang berbohong itu putri.."


" sudah, aku sangat percaya jika Shana tidak akan melakukan sihir hitam. aku akan mengirim surat agar Raja Gyan mencabut perkataannya dan membiarkan Shana kembali.."


" Raja, kembalinya saya tidak hanya dengan tangan kosong. Raja Gyan sudah mengirimkan surat pembatalan pernikahan serta perceraiannya dengan Shana. Putri kita tidak akan di terima lagi di kerajaan Garamantian. itu merupakan hukuman atas tindakannya melakukan sihir hitam" jelas Ratu dengan nada lemas.


Seketika baik Shana ataupun Raja Prysona terperanjat seakan tersambar petir. Raja langsung berdiri dengan tangan mengepal.


" lancang sekali, bagaimana bisa Gyan begitu merendahkan kita. Aku tidak terima! berani sekali"


" Bagaimana bisa raja Gyan melakukan hal ini padaku, ibunda ayahanda..hiks hiks hiks. Kau mencintainya dengan tulus. kenapa dia memfitnah ku dan menceraikan ku dengan sangat hina hiks.hiks. bagaimana orang lain melihatku. hiks hiks.." Shana langsung pergi ke kamarnya.


Raja Prysona semakin emosi, nafasnya memburu karena marah. Sedangkan Ratu Prysona diam, dia harus mengatakan hal ini. Meskipun dia sendiri juga merasa sedih dan terpukul, tapi baginya ini masih sedikit lebih ringan daripada mengatakan kejahatan Shana dalam forum penyihir. hukumannya pasti akan lebih kejam.


" kenapa kau baru mengatakannya sekarang?!" Raja sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dia menatap istrinya dengan garang. kenapa istrinya lebih memilih orang lain daripada putrinya sendiri.


" saya mencari waktu yang tepat..."


" ini adalah bentuk penghinaan. Aku tidak bisa terima. Lelaki itu sama saja tidak menghormati kita. Aku akan mengirimkan surat peringatan!"


" Raja, tolong pikirkan lagi.."


" keputusanku sudah bulat"


Tanpa menunggu balasan Raja Prysona langsung berjalan keluar dari ruangan meninggalkan istrinya yang sedikit ketakutan. Jangan sampai hal ini membuat hubungan kedua kerajaan ini memburuk.

__ADS_1


" aku harus melakukan sesuatu" lirih Ratu. Dia harus bisa menahan amarah suaminya.


__ADS_2