
Insiden pagi itu masih sangat membekas dalam ingatan Valmira. Wanita itu langsung mengarahkan semua prajurit serta tabib kerajaan untuk menangani para penduduk yang terluka. Serta beberapa orang yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran bisa langsung menempati gedung milik kerajaan yang tak jauh dari sana.
Valmira tak tanggung-tanggung memberikan pertolongan. Wanita itu bekerja keras seharian agar bisa memastikan semua penduduknya selamat.
" putri, anda jangan lupakan diri anda. Kesehatan anda juga harus di perhatikan, masih ada G yang sangat membutuhkan anda melebihi rakyat Mystick" ucap Derya membuat Valmira tak bisa berkata-kata. Wanita itu seketika langsung terduduk dan hampir saja lupa diri.
" kau benar Derya. maafkan aku. Dimana G sekarang?"
" pangeran G sekarang sedang bersama pelayan di istana luar" jawab Derya. istana luar adalah penyebutan dari gedung istana yang berada di wilayah kota. Masing-masing kota memang ada istana khusus kerajaan yang di fungsikan untuk tempat istirahat atau tempat pertemuan.
" aku akan menyuruh para menteri untuk di membantu penduduk"
" baik putri"
Valmira menemui beberapa menteri yang hadir untuk memastikan semua penduduk aman dan mendapatkan bantuan. Baru setelahnya dia pergi untuk beristirahat.
" putri tenang saja, kami akan melaksanakan semua perintah putri dengan baik" jawab para menteri yang memang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
" jika ada masalah serius kalian suruh saja seseorang untuk menghubungi istana luar"
" baik putri"
Valmira sampai di istana luar dan langsung membersihkan diri. Dia tak mau putranya terkena sesuatu yang buruk dari luar.
ooeeekkk oooeekk
tangis G saat melihat ibunya datang. Dia begitu manja dan menggemaskan.
" kau lapar, heum.?"
G tersenyum saat melihat wajah ibunya. Rasanya semua penat dan masalah kerajaan langsung terlupakan saat Valmira bersama dengan putranya.
Semua rasa senang ini sayangnya tak pernah Gyan tau. Lelaki itu setelah menenggak ramuan yang mengandung kutukan, membuat fisiknya bertambah melemah. Lelaki itu hanya berfikir jika hal ini dikarenakan dirinya yang tidak makan secara teratur saja. Benar kata Douglas, untuk memberikan kutukan pada Gyan tidak bisa secara langsung. Mereka perlu membuat beberapa ramuan khusus sampai lelaki itu tidak dapat menolak efek dari kutukan yang terkandung.
" kau sudah pastikan jika Gyan bodoh itu meminum habis ramuan yang aku berikan?" tanya Douglas yang sedang bersama dengan Shana di kamar pribadinya.
" tentu saja. dia sedang patah hati jadi mudah sekali mengendalikan pikirannya" jawab Shana senang.
" bagus, setelah ini Gyan akan masuk dalam tahap kedua, kau berikan ramuan itu. Itu akan membuat pikirannya terganggu" sambil menunjukkan sebuah botol di atas nakas tempat tidur.
__ADS_1
" ini pasti tidak akan sulit, aku sudah bisa mengetahui kelemahannya. Dia pasti akan tamat di tanganku" ucap Shana yakin.
" tentu saja, setelahnya kau bisa menguasai kerajaan Garamantian dengan mudah"
" ya kau benar. Aku akan menguasai seluruh tanah Azerbaza ini, "
" hahaha" Douglas tersenyum senang. Wanita di depannya sudah begitu ketergantungan dengannya. Dia tentu saja bisa memanfaatkan hal ini dengan baik.
" Kabar Raja Bagaimana?" tanya Douglas mendadak kepikiran dengan lelaki tua itu.
" ayah masih belum sadar, mungkin rasa terkejutnya terlalu besar jadi membuat tubuhnya melemah mendadak" jelas Shana sesuai dengan perkataan tabib.
" kasihan sekali"
" iya , tapi setidaknya ayah tidak akan menganggu rencana kita dalam waktu dekat"
" muridku semakin pintar saja"
Kedua sejoli itu tak perlu waktu lama untuk melepas pakaian mereka dan saling memberikan kenikmatan. malam itu kegiatan panas kembali terulang entah sudah ke berapa kalinya.
......................
Beberapa hari sejak peristiwa di alun- alun itu terjadi, Valmira sudah kembali ke istana dalam kerajaan. Dia sedang membentuk pasukan khusus untuk mencari keberadaan penjahat Violet dan Alvaro.
" baik putri" jawab satu pasukan. Mereka langsung bergegas pergi untuk berpatroli serta mencari kemungkinan keberadaan kedua penjahat itu.
"putri, " Kangta mendekat berdiri di depan Valmira. Mereka sedang berada di lapangan Barack kerajaan.
" Kangta bagaimana keadaanmu? aku dengar kau sempat mendapatkan penanganan" tanya Valmira saat melihat lelaki tua itu sedikit pucat.
" sudah lebih baik" jawab Kangta yang sengaja menutupi keadaan dirinya.
" syukurlah"
" putri, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda"
" tentang boneka sihir itu? aku juga memiliki beberapa cara tapi belum yakin untuk melaksanakannya"
" iya putri"
__ADS_1
" lebih baik kita bicarakan hal ini di tempat lain. Kita ke aula samping saja"
" baik putri"
Mereka berpindah dan kini bertambah satu orang. siapa lagi jika bukan Deon.
" apa yang kau dapatkan?"
" saya mencari beberapa sumber dan akhirnya menemukan informasi jika para boneka sihir biasanya tertarik dengan benda yang memiliki energi sihir yang banyak" jelas Kangta.
" jadi maksudmu kita bisa memancing mereka keluar dengan menggunakan benda sihir?"
" mungkin saja hal ini bisa membuat mereka keluar dari persembunyian"
" tapi tuan dan putri, jika memang kita berhasil membuat mereka keluar. Bagaimana kita menghadapi mereka. Mereka tidak bisa terluka dan memiliki kemampuan sihir yang bagus. Bukankah kita seperti cari mati saja?" tanya Deon polos.
" kita harus menyiapkan perangkap yang bagus. Formasi pengikat serta pemusnah harus di sembunyikan dengan baik" jawab Valmira.
" saya masih ingat, baru-baru ini tuan Kangta pernah memusnahkan satu boneka sihir dan itu membuat energinya terkuras habis. takutnya karena jumlah mereka 2, kemampuan kita tidak sebanding" Deon masih meragukan rencana memancing itu.
" memang inilah permasalahannya. mau tidak mau kita harus berkorban. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik agar Mystick kembali aman"
" Deon, hal seperti inilah yang membuat jiwa kita semakin menumbuh. jangan hanya memikirkan kesulitannya saja tapi juga konsekuensi serta manfaatnya bagi semua orang"
" maafkan saya putri, tuan. saya hanya merasa tidak berguna karena selama ini tidak bisa membantu apapun"
" jangan seperti ini, masalah boneka sihir adalah masalah bersama. Kita harus saling melindungi dan menguatkan"
" emm, apakah benda sihir yang anda maksud bisa berupa sebuah pusaka?" tanya Deon ragu-ragu.
" bisa juga,"
" saya selalu membawa pusaka milik kerajaan Garamantian. ini adalah liontin emas, benda ini biasanya membantu saya mengurusi hewan-hewan suci yang sakit. Liontin ini bisa menyerap dan menyalurkan energi hewan suci" Jelas Deon sambil menunjukkan liontin yang di maksud.
Kangta dan Valmira mengangguk, mereka bisa merasakan energi suci yang terkandung dalam pusaka tersebut. meski tidak terlalu banyak, namun sebagai pusaka kecil liontin ini memang sedikit lebih baik.
" kita bisa mengisinya kembali dengan energi lain agar semakin menarik perhatian boneka sihir" usul Valmira.
" iya, benar sekali"
__ADS_1
" kita mulai rencananya"
Semua segera menyelesaikan keperluannya, memilih tempat dan hari yang sesuai. Mereka juga mempersiapkan energi sihir dan meningkatkan kemampuan. Kali ini mereka tidak mau kecolongan lagi. Dan harus berhasil memusnahkan boneka sihir serta kedua penjahat kerajaan.