
Pagi ini Aula kerajaan Prysona kedatangan prajurit pembawa kabar. Dia menyerahkan laporan dari medan perang sekaligus meminta kejelasan dari putri Shana terkait dengan surat permintaan bantuan.
" jadi ayah sudah mengeksekusi puluhan prajuritnya sendiri, posisi mereka sangat tidak menguntungkan sama sekali" lirih Shana, wanita itu sudah terpengaruhi oleh iblis yang sudah menguasai hatinya akibat mempelajari sihir hitam.
" putri, Raja Prysona benar-benar menantikan bantuan dari anda. Para pasukan sudah sangat menderita. Dengan bantuan itu mungkin peluang menang akan semakin besar" jelas prajurit itu.
" begitu ya, apa kau sedang mengajari ku memimpin ?" sindir Shana.
" ampun putri saya tidak berani" prajurit itu segera bersimpuh.
" sudahlah, karena kau sudah bersungguh-sungguh meminta bantuan. Aku akan mengirimkannya besok"
" terimakasih putri. terimakasih" ucap prajurit itu senang.
" pergilah" ucap Shana malas.
" baik putri, saya pamit undur diri"
aula kembali sepi hanya ada dirinya dan para pelayan. Shana sedang memakan buah dengan santai.
" pelayan, panggilkan Douglas kemari"
__ADS_1
" baik putri"
setelah kedatangan prajurit tadi, wanita itu seakan memiliki rencana lain untuk mengatur prajurit ayahnya. mungkin mereka bisa berguna selain untuk mengalihkan perhatian Gyan, mungkin saja ada hal lain yang lebih bisa mereka lakukan.
" putri" ucap Douglas yang sudah datang.
" pasukan kerajaan meminta bantuan logistik serta perlengkapan perang, menurutmu apa kau bisa membuat mereka tunduk dalam pengaruhku dan bisa melakukan apapun sesuka hatiku untuk menggunakan mereka?"
" tentu saja, apapun perintah putri akan saya laksanakan"
" bagus, aku ingin kau memberikan mantra pada makanan itu, buat mereka yang memakannya tidak bisa berfikir dan hanya bisa mendengarkan perintah ku. buat tubuh mereka kuat dan tidak bisa merasakan sakit"
" itu hal yang mudah. saya akan segera melaksanakannya" Douglas langsung undur diri, sedangkan Shana hanya menatap sambil lalu. Dia sudah memilih harinya, besok malam dia akan menyerahkan darah keperawanannya pada Douglas. Dia tidak sabar ingin segera mengirimkan sihir kutukan pada Gyan. Semakin cepat akan semakin baik.
Berbanding terbalik dengan kerajaan Prysona, kerajaan Mystick kini merancang kebijakan untuk membenahi masalah besar kerajaan. Putri Valmira terlihat berjalan menuju aula kerajaan. Dia sudah mengirimkan surat khusus kepada orang- orang yang dinilai memiliki kemampuan untuk membantunya mengatur kerajaan. Wanita itu dengan anggun berjalan menuju singgasana raja.
" putri Valmira" sanjung kumpulan orang tersebut yang sudah menunggu Valmira. ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dengan putri Valmira setelah menghilangkan beberapa tahun lalu. Mereka bisa merasakan perubahan diri serta aura pemimpin pada wanita itu.
" terimakasih kalian sudah sudi datang ke istana. Aku dengar beberapa dari kalian bahkan baru saja keluar dari penjara penyiksaan. Aku sangat menyesal baru bisa kembali ke kerajaan" ucap putri Valmira sedih.
" putri jangan sungkan. sejak awal kami hanya setia pada anggota kerajaan murni. Kami akan melakukan apapun demi melindungi kerajaan" ucap salah satu orang.
__ADS_1
" seperti yang sudah kalian tau, beberapa tahun terakhir ini kerajaan mengalami kemunduran serta penderitaan yang sangat dalam. penggunaan sihir hitam membuat berbagai masalah serius terjadi. hari ini aku mengumpulkan kalian semua dengan tujuan membentuk kabinet pejabat kerajaan agar masalah yang terjadi bisa segera di atasi"
" kami siap putri, apapun perintah putri akan kami laksanakan "
" terimakasih, baiklah aku akan membagi beberapa bagian"
Suasana aula menjadi semakin hidup tak kala Valmira menjelaskan permasalahan apa saja yang harus mereka atasi.
Mulai dari masalah keamanan istana dan bagian pesisir kerajaan, masalah kependudukan dimana banyak wanita hilang dan mengalami kejahatan, masalah kemiskinan serta pendidikan masyarakat dan juga masalah sihir hitam yang terjadi.
Semuanya Valmira jelaskan dan menunjuk satu orang yang akan melaporkan perkembangan pada masing-masing bagian.
Valmira dengan jelas dan tegas memberikan saran dan arahan agar pejabat itu tidak merasa kesusahan, karena beberapa dari mereka masih merupakan penyihir muda yang belum memiliki pengalaman dalam pertarungan sihir secara langsung.
" baik putri akan kami laksanakan, dan terimakasih sudah kembali ke kerajaan Mystick" ucap mereka dengan tulus.
" semoga masalah ini segera selesai dan Mystick bisa kembali damai dan aman seperti dahulu" semua mengangguk dengan senyum tipis. pertemuan ini berakhir setelah hampir setengah hari pembahasan. mereka dengan semangat akan segera melaksanakan tugas baru yang mereka emban.
setelah dari aula kerajaan wanita itu pergi ke bagian perpustakaan, apakah sumber pengetahuan kerajaan masih aman. Dia sangat memerlukan hal ini untuk mendukung pendirian sekolah sihir. banyak dari oenyihri yang gugur kerajaan tidak memiliki penerus penyihir karena beberapa tahun ini Violet menekan segala pertumbuhan kerajaan.
" kalian kumpulkan segala macam buku penyihir di berbagai wilayah yang tersisa, lalu berikan daftar penyihir yang bisa membantu penyediaan sekolah" perintah Valmira pada bagian perpustakaan serta pendidikan.
__ADS_1
" baik putri akan kami laksanakan"
Semuanya kini berangsur membaik dan tertata. Valmira benar-benar memforsir dirinya.