Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Mulai Bangkit


__ADS_3

" putri, saya sudah melakukan pencarian, dan menemukan jika dasar gua sengaja di berikan mantra khusus" jelas Kangta pada Valmira. Setelah pertemuan beberapa hari yang lalu, kini Valmira akhirnya memutuskan agar laporan terkait dengan sihir hitam hanya di sampaikan secara khusus padanya. Demi mencegah kekhawatiran serta ketakutan penduduk yang berlebihan.


" apakah kau tidak bisa menghancurkan mantra itu?"


" saya takut jika mantra itu diubah maka mayat-mayat itu akan bereaksi. kita tidak tau apa yang di berikan penjahat Violet pada mayat-mayat tersebut."


" lebih baik kau ikut aku, kita akan menemui Violet untuk membuat perhitungan dengannya" ucap Valmira dengan nada tegas. wanita itu akan membuat Violet mengaku apa saja yang sudah dia lakukan saat mempelajari sihir hitam.


" baik putri" ucap Kangta.


Tak perlu waktu lama, kedua orang itu segera pergi ke tahanan kerajaan. Prajurit sudah mendapatkan kabar lebih dahulu, jadi Valmira dan Kangta tidak perlu menunggu dan langsung menuju ruang penyiksaan.


" masih hidup kau?" tanya Valmira basa-basi.


" apa mau mu? "


" aku yang seharusnya bertanya, apa mau mu dengan menggunakan sihir hitam di kerajaan?!" tegas Valmira.


" hahahaha, kau terlalu naif Valmira"


" kau membuat boneka sihir dan memberikan berbagai mantra jahat. apa kau sudah tidak waras, semua yang kau lakukan akan membawa mala petaka saja" jelas Valmira semakin menggebu-nggebu.


" semua ini karena kau! aku melakukan semua itu karena kau telah mengambil segalanya dariku. Kau terlalu sempurna sedang aku tidak sebanding sama sekali" Violet ikut menaikkan nada bicaranya.


" kau hanya mencari alasan dari perbuatan jahatmu," sambung Kangta dan membuat wanita itu kini menyadari ada orang lain disana. Ini pertama kalinya mereka bertemu setelah perkelahian waktu itu.


" kau, ternyata aku salah telah meremehkanmu. gara-gara kamu semua rencanaku menjadi hancur semuanya!" ucap Violet penuh kebencian.


" aku memang datang untuk melawan sihir hitam milikmu" lanjut Kangta sama sekali tidak terpengaruh dengan kemarahan Violet.


" kau! siapa kau berani ikut campur hah?!. "


" Dia orang kepercayaanku," balas Valmira menghentikan pembicaraan. Violet menatap nyalang pada Valmira. tidak ada yang bisa menampik bagaimana besarnya rasa benci yang Violet pancarkan dalam tatapan itu.

__ADS_1


" apa yang sudah kau berikan pada mayat-mayat persembahanmu? " desis Valmira tak kenal takut.


" hahaha hahahah. mereka akan menjadi prajuritku. Kau pikir dengan memenjarakanku semuanya akan selesai, hah? tidak !. kau akan menyesal telah berurusan denganku" balas Violet dengan mata melotot.


" kau yang akan menyesal Violet, kau akan segera menerima hukuman. Kematianmu akan membuat segalanya berakhir" jelas Valmira dengan sangat lugas.


" kau.. apa yang ingin kau katakan"


" aku menjatuhkan hukuman pemisahan tulang dari daging dan tubuhmu akan di kuburkan secara terpisah 7 bagian" ucap Valmira sambil memberikan sebuah gulungan tintah kerajaan.


" brengsek!! kau tidak akan ku ampuni"


" dan hukuman itu akan di saksikan serta di lakukan oleh semua rakyat Mystick yang selama ini telah merasakan kekejamanmu" lanjut Valmira.


mata Violet tentu saja langsung melotot tak terima. Hukuman itu pasti akan menyiksa, dia harus melakukan sesuatu. Violet langsung berfikir dengan keras, jangan sampai usahanya akan sia-sia.


" tidak! tidak! aku mohon jangan lakukan itu. Aku.. aku akan membantu kalian, apapun.. aku.mohon jangan berikan hukuman itu" ucap Violet mengiba. Dia berubah 180 derajat. Yang tadinya marah dan sombong kini sedih dan merasa bersalah. wanita itu sangat pintar bersandiwara.


" katakan mantra apa yang kau berikan pada mayat-mayat persembahan itu" potong Kangta. Violet diam sejenak, ingin sekali dia menyetak lelaki tua tidak tau diri itu. Tapi posisinya tidak menguntungkan.


" kau ingin menipu kami? "


" ti tidak. aku tidak tau, Alvaro yang bertugas mengurusi mayat-mayat itu. Dia juga yang membuangnya di sana. aku hanya menjaga lampion saja. Percaya padaku" jelas Violet yang membuat Valmira dan Kangta saling pandang. Kemungkinan yang Violet katakan bisa benar dan bisa hanya menjebak.


" jika sampai kau berbohong maka hukuman ini akan langsung di lakukan" ancam Valmira.


" iya..iya aku bersumpah jika Alvaro yang melakukannya" ucap Violet sekali lagi.


Kangta dan Valmira tak ingin menekan lagi, mereka memiliki rencana lain untuk kedua orang itu.


" saya pikir kita harus membuat keduanya saling mencurigai, kita periksa mereka secara terpisah dan buat keduanya saling menjatuhkan. Mungkin mereka mau membuka mulut dan mengatakan kebenarannya" usul Kangta.


" itu bukan ide yang buruk, kau suruh Deon untuk segera melakukan pemeriksaannya" perintah Valmira.

__ADS_1


" baik putri" jawab Kangta dengan yakin.


......................................................


Kerajaan Prysona akan mengalami hal mengerikan, khususnya pada para pasukan kerajaan yang saat ini mendekati wilayah perbatasan Garamantian.


" panglima, kita akan segera sampai di padang Mazu. tempat dimana pasukan sebelumnya memulai perang" ucap jendral kerajaan.


" bagaimana situasinya. apakah ada tanda-tanda kehadiran musuh?"


" belum ada panglima"


" bagus, kau lakukan persiapan pasukan. besok fajar kita akan menyerang Garamantian" perintah Panglima dengan tegas. inilah akhirnya perjalanan mereka. setelah ini mereka akan melawan dan memenangkan pertarungan.


" baik panglima" jawab Jenderal lugas.


Di sisi lain kerajaan Garamantian sudah melakukan pemantauan. mereka sudah menyadari kehadiran pasukan Prysona yang berjarak beberapa ratus mil dari gerbang.


" yang mulia, pasukan musuh sudah berada di depan wilayah padang Mazu. Dan sepertinya besok mereka akan menyerang" lapor Aden.


" bagaimana persiapan para penyihir?"


" em, mereka tidak terlalu siap. banyak dari mereka merasakan adanya aura gelap di antara pasukan musuh" ucap Aden, dia sedikit melebihkan laporannya. Ini juga sesuai kesepakatannya dengan putri Farfalla.


" aura hitam?"


" iya yang mulia, seperti yang kita tau, jika Shana telah mengembangkan sihir hitam. Hal ini membuat para penyihir menjadi berfikir mungkin saja wanita itu melakukan sihir hitam pada pasukannya" jelas Aden.


" apakah Raja Prysona juga terlihat disana?"


" dari mata-mata kami, keberadaan Raja Prysona sehari Sebelumnya mendadak tidak terlihat. Menurut kabar Raja sedang melakukan ritual permohonan agar bisa memenangkan perang"


" ini sedikit mencurigakan. Segera perketat penjagaan dan cari keberadaan Raja Prysona"

__ADS_1


" baik yang mulia" jawab Aden dengan sedikit perasaan bersalah karena sudah melaporkan situasi dengan sedikit melebihkan. Lelaki itu pamit dan langsung menuju pos pemantauan serta pos ketua penyihir.


" Jika Shana melakukan sihir hitam, apa mungkin Raja juga mengetahuinya" lirih Gyan. wanita ini jelas adalah ular. Ayahnya memulai perang untuk menolak tuduhan jika dia telah melakukan praktik sihir hitam. Bagaimana mungkin Shana berani memberikan sihir pada pasukannya sendiri. Ini adalah sesuatu yang saling bersebrangan. Dia sepertinya harus ikut turun tangan menghadapi Raja Prysona ini.


__ADS_2