
Malam ini terasa berbeda dari malam sebelumnya di padang pasir. Pasukan kerajaan sudah menerima laporan jika menjelang fajar mereka akan bergerak menyerang musuh. Semua tampak normal sampai tiba-tiba tubuh para pasukan terasa mulai panas.
" sepertinya hari ini tidak terlalu terik, tapi kenapa cuacanya begitu panas?" ungkap salah satu prajurit yang sedang jaga malam.
" iya, aku rasa juga begitu. sejak tadi keringatku bercucuran tiada henti. mungkin ini karena suhu padang pasir yang terlalu panas"
" kau benar" ungkap rekannya tanpa merasa curiga.
Mereka meneruskan berjaga, tanpa mengetahui jika keadaan mereka tidak lain karena ulah seorang wanita.
Shana berdiri di depan sebuah cermin perak, dia dengan mudah memantau keadaan perbatasan setelah memberikan mantra khusus. Dengan ini Shana akan menyaksikan bagaimana prajurit miliknya akan bereaksi sesuai dengan keinginannya.
" anda menyukainya putri?" tanya Douglas formal. Di sana masih terdapat para pelayan kerajaan.
" tentu saja, aku sangat menyukai hadiah dari mu Douglas" jawab Shana, sambil memberikan isyarat agar pelayan yang lain pergi.
" kapan putri berencana memulainya?"
" seperti yang mereka inginkan. Saat fajar tiba"
" lalu, kapan putri akan menggunakan ini?" tanya Douglas memamerkan sebuah botol porselen di depan Shana.
" astaga jangan bilang ini adalah sihir kutukan itu!" Shana terlihat sangat girang, bahkan wanita itu sampai melompat dan berjalan cepat mendekati Douglas.
" anda benar, ini adalah hadiah terbesar dariku" balas Douglas dengan rasa bangga.
__ADS_1
" kau memang terbaik, tunggu sampai Gyan bodoh itu meminumnya. Dia pasti menyesal telah membuatku menderita selama ini"
" anda tenang saja, masih ada 2 ramuan lagi. Dan yang terakhir pasti akan langsung membuat Gyan tak berdaya. dia akan tewas sesuai dengan hari yang anda inginkan" jelas Douglas dengan senyum sumringah di wajahnya. Tak lupa dia juga mencuri kecupan pada pipi Shana.
" ah, kau ini" ucap Shana tersipu malu.
" apa putri menginginkan yang lebih. Saya dengan senang hati bisa mengulang kebersamaan kita sama seperti malam itu" bisik Douglas tanpa rasa malu.
" em, ku harap sebelum fajar kita sudah selesai" balas Shana dengan nada manja.
" baiklah, sesuai keinginan putri Shana saja"
Douglas dengan cepat langsung menggendong Shana dan membawanya menuju ranjang. Keduanya mengulang perbuatan hina yang sama seperti malam itu. tanpa rasa malu ataupun rasa bersalah.
.....................................
" yang mulia" ucap mereka saat Gyan berjalan menuju ruangan khusus pertemuan.
" duduk lah,"
" aku hanya ingin memantau saja, bagaimana kesiapan kelompok penyihir? aku dengar pasukan musuh menggunakan tehnik sihir hitam untuk melawan kita" tanya Gyan, semua tampak saling pandang. Menurut mereka kabar ini masih simpang siur. Mereka belum yakin benar dengan temuan ini. Sayangnya rasa bingung yang paling besar berasal dari Aden. Dia menelan ludahnya kasar, niat hati hanya ingin menarik perhatian Raja. Tidak sampai membuat pertemuan seperti ini. jika begini dia malah akan di salahkan.
" ehem, tadi saya mendapatkan informasi terbaru jika sihir hitam ini akan di gunakan saat hari penyerangan" ungkap Aden yang sengaja bersandiwara. Dia hanya bisa melempar perkara ini pada kelompok mata-mata.
" kami baru mendapatkan pesan ini jadi mungkin untuk persiapannya mungkin akan di bahas malam ini"
__ADS_1
" ini terlalu mendadak. Menjelang fajar nanti mereka akan memulai perang. Aku yakin kali ini serangan mereka akan berbeda dari sebelumnya" lirih Gyan sambil memikirkan cara.
" bagaimana jika semetara untuk serangan pertama biarkan setengah dari pasukan kerajaan yang memulai. Jika terdapat kejanggalan atau aura sihir hitam baru bagian penyihir yang maju" usul panglima pasukan.
" saya sedikit setuju dengan saran tersebut" jawab jenderal.
" baiklah kita lakukan seperti itu saja" jawab Gyan memberikan keputusan.
Semua mengangguk menyetujui, Gyan memiliki perkiraan lainnya.
" bagaimana dengan Raja Prysona, apakah lelaki itu masih belum terlihat?"
" kami belum menerima kabar terbaru"
" Lelaki itu jangan sampai mencoba untuk melarikan diri, segera perketat semua gerbang masuk kerajaan" perintah Gyan.
" baik yang mulia"
pertemuan berakhir dengan lancar. Aden juga merasa sedikit lega. Raja mulai teralihkan rasa sedihnya. meski hal ini juga tidak bisa memastikan bahwa Rajanya baik-baik saja. Tapi jika hal ini terus dilakukan mungkin saja Rajanya bisa melupakan kesedihannya.
" Aden malam ini kau pantau Pergerakan mereka dari Padang Mazu" ucap Gyan saat akan meninggalkan area penjagaan.
" baik yang mulia, lalu kemana saya harus pergi saat ingin melaporkan situasinya?"
" aku akan ikut memantau," jawab Gyan singkat. Ini mengartikan jika laporan darinya tidak terlalu penting.
__ADS_1
" baik yang mulia" Aden langsung pergi.
Gyan pergi ke sebuah tempat sunyi tak jauh dari sana. Dengan dataran yang tinggi lelaki itu bisa melihat kelip warna kuning menyala dari obor pasukan Prysona. Lelaki itu sudah tidak sabar menemui Raja Prysona yang angkuh itu. memberikan kekalahan besar adalah tujuan Gyan datang ke perbatasan.