Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kutukan ke 2


__ADS_3

Selesai dari berbincang dengan ibu suri, Gyan tidak langsung kembali. Lelaki itu berniat memantau keadaan istana di beberapa lokasi. Gyan menyadari jika beberapa bulan sejak persiapan perang keamanan istana sedikit lebih longgar. Mungkin saja firasat buruknya adalah karena hal ini.


" kalian perketat keluar masuk istana, kirim kembali pasukan istana yang menjadi pasukan perbatasan" perintah Gyan pada kepala pengamanan istana.


" baik yang mulia"


setelah di rasa semua tidak ada masalah, Gyan akhirnya kembali ke istananya. Lelaki itu akan beristirahat setelah beberapa hari memulihkan tenaga dalamnya.


Baru saja lelaki itu selesai mandi dan menaiki ranjang, tubuhnya kembali merasakan sakit di bagian dalam.


" ini.. " lirih Gyan yang mulai khawatir atas sesuatu yang dia temukan dalam dirinya. lelaki itu menahan rasa sakit dan segera berbaring di ranjang.


Tak berselang lama seseorang yang sudah sedari tadi menunggu akhirnya keluar dengan seringai senang. Melihat korbannya kesakitan semakin memuaskan dirinya.


wuusshh


sekali lagi Shana mengirimkan sihir pengendalian pikiran kepada Gyan. kali ini jauh lebih halus dan seakan hanya sebuah mimpi.


" Gyan, kau bisa mendengarku?" tanya Shana. Dalam pikiran Gyan suara itu adalah milik Valmira. wanita itu datang lagi dalam mimpinya dalam balutan gaun yang indah.


" Alora.." panggil Gyan yang masih berbaring dan menutup matanya.


" bangunlah" ucap Shana, lelaki itu membuka matanya dan beranjak duduk.


" lihatlah aku disini" Gyan menoleh dan menatap Shana sebagai Valmira sudah berdiri di sampingnya. Gyan sama sekali tidak curiga. lelaki itu bahkan cenderung senang melihat istrinya kembali.


" kau darimana saja?" tanya Gyan menyentuh pipi Shana lembut.


" aku disini, dan selalu disini" balas Shana dan memeluk Gyan. meletakkan kepala lelaki itu di atas dadanya. Gyan membalas pelukan tersebut mengusap punggung Shana lembut sekali. Membuat wanita itu menjadi terlena sesaat.


" apa kau mencintaiku?" tanya Shana lagi


" aku sangat mencintaimu" balas Gyan, Shana langsung berbunga bunga.


" dan anak kita Alora" lanjut Gyan menampar Shana dengan kenyataan.


wanita itu memberikan cangkir anggur yang sudah berisi ramuan kutukan. Membawanya di depan bibir Gyan.


" minumlah" ucap Shana lembut, dia juga membawa cangkir lainnya namun yang ini tidak mengandung apapun.


" minumlah, setelah ini kita bisa menyalurkan kerinduan kita" ucap Shana mendekatkan cangkir milik Gyan.


Tanpa bisa berfikir Gyan menerima cangkir itu, Shana meminum terlebih dahulu lalu duduk di depan Gyan. Gyan mengikutinya mengangkat cangkir itu dan mendekatkan pada mulutnya.


glek


satu tegukan berhasil masuk bersamaan dengan tangan Shana yang mulai menyentuh sekujur tubuh Gyan dan berusaha melepaskan pakaian lelaki itu.


Gyan menghentikan minumnya, dia baru menyadari jika Valmira tidak pernah lebih dulu merayunya. Bahkan wanita itu cenderung memberikan penolakan halus saat Gyan memintanya. Ini bukan Aloranya.

__ADS_1


Kesadaran Gyan mulai muncul, lelaki itu langsung menghentikan tangan Shana dan memegangnya erat.


" siapa kau?" tanya Gyan dengan kepalanya mulai pening karena menolak sihir Shana. Shana langsung menarik diri menjauh khawatir jika Gyan berhasil menolak sihirnya.


pyar


cangkir itu terjatuh dan Gyan memegang kepalanya kuat. semuanya halusinasinya mulai kabur.


" siapa kau?" tanya Gyan lagi sambil mecengkal tangan Shana.


wusshh


Shana memberikan serangan dan membuat Gyan terbaring di ranjang.


Craashh


Gyan memberikan serangan balasan meskipun dia masih belum benar-benar keluar dari sihir pikirkan Shana.


" uhuk uhuk sialan"


beruntungnya serangan Gyan langsung mengenai tubuh Shana. Mekipun dalam keadaan setengah sadar tapi kekuatan sihir Gyan sangatlah kuat. Shana sangat kesakitan dan langsung pergi dari sana. Wanita itu setengah berlari menuju lorong dengan memegangi dadanya.


" Ratu..." ucap penjaga yang tak sengaja bertemu Shana di lorong.


wuussshh


Shana langsung melakukan penyerangan, dia tidak akan mengambil resiko. akibat penyerangannya beberapa penjaga lainnya juga ikut memberikan serangan. posisi Shana sudah terjepit dan akhirnya langsung membuka portal menuju Prysona.


" ada apa?" tanya Aden yang mendengar sedikit keributan di lorong.


" tadi kami melihat Ratu Shana keluar dari kamar Yang mulia. Tapi Ratu langsung ..."


Aden tak menunggu sampai perkataan itu selesai, dia langsung berlari menuju kamar.


" yang mulia" ucap Aden saat melihat Gyan tersungkur di bawah ranjang dengan memegang kepalanya erat.


" siapa kau?" tanya Gyan lagi dia sangat tersiksa tidak bisa membedakan antara mimpi atau kenyataan.


" saya Aden yang mulia. apa yang terjadi?"


" aaakkk.. kepalaku" teriak Gyan kesakitan.


crussshh


Aden memberikan pertolongan pertama dengan mengirimkan energinya ke kepala Gyan. perlahan sihir hitam Shana mulai memudar.


Gyan ikut menggunakan tenaga dalamnya untuk memulihkan diri. Keduanya sampai terengah- engah dan akhirnya sihir itu berhasil di atasi.


" yang mulia?" tanya Aden memastikan.

__ADS_1


" bantu aku berdiri" ucap Gyan dengan suara serak.


tubuhnya begitu lemas tak bertenaga.


" apa yang terjadi yang mulia? wanita itu baru saja keluar dari kamar" ucap Aden dengan nada khawatir. Ini pertama kalinya dia melihat Raja Gyan dalam keadaan seperti ini. lelaki itu membantu Gyan kembali duduk di tepi ranjang.


" wanita siapa?" tanya Gyan penasaran. Dia baru saja bermimpi tentang Valmira. Apa mungkin itu benar Valmira.


" itu, Shana. penjaga melihatnya keluar dari kamar "


" lalu dimana dia sekarang?"


" saya tidak tau yang mulia" Aden tak bisa menjawab, dia sudah lari saat bawahannya belum selesai bercerita.


" perketat penjagaan dan cari jejak kepergian wanita itu"


" baik yang mulia. apa saya perlu memanggilkan ahli obat?"


" tidak perlu, lakukan saja perintahku"


" baik yang mulia"


Aden langsung pergi meninggalkan Gyan yang masih belum benar-benar mengerti kenapa bisa dia seperti ini. Gyan menatap lantai yang basah dan cangkir yang tergelatak begitu saja. Gyan mulai menyimpulkan sesuatu.


Disisi lain, Shana baru saja sampai di kamar pribadinya.


" uhuk uhuk uhuk" Shana masih batuk darah. Tubuhnya langsung tersungkur di lantai tak berdaya. Rasa sakit akibat serangan Gyan yang langsung mengenai dadanya.


" putri!" ucap pelayan kamar yang tadi mendengar suara batuk Shana.


wanita itu membantu Shana berdiri dan memapahnya ke ranjang.


" panggil Douglas.. kemari.. cepat!" ucap Shana terbatas-bata sambil memegangi dadanya yang panas.


" ba..baik putri" pelayan itu segera pergi tak ingin mendapat amukan dari putri Shana.


Tak beberapa lama lelaki yang dia tunggu datang, begitu tau keadaan Shana, Douglas langsung menyuruh semua pelayan untuk pergi dengan alasan ketenangan.


" apa yang terjadi?" tanya Douglas saat situasi sudah aman.


" aku baru saja dari istana Gyan, lelaki itu melakukan perlawanan saat aku memberinya ramuan" jelas Shana.


Wussshhhh


Douglas mencoba memeriksa separah apa yang terjadi pada Shana.


" dia berhasil melukaimu cukup dalam, kau harus melakukan pemulihan dalam beberapa bulan"


" tidak, aku tidak bisa menunggu selama itu. Kau harus mencari cara agar aku bisa pulih dalam waktu singkat. Aku akan membalas dendam pada lelaki bodoh itu" tolak Shana panik.

__ADS_1


" kau tenang saja, aku akan mencari cara. Dalam beberapa hari ini lebih baik kau jangan banyak beraktifitas agar tubuhmu tidak semakin memburuk"


" baiklah" jawab Shana mengangguk kecil.


__ADS_2