Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tamu Tak di undang


__ADS_3

Beberapa hari ini kediaman tampak tenang, tidak ada yang berulah. Emrick masih mendiamkan Falla karena wanita itu sering mengunci ruang tidur saat dia belum masuk ke dalam.


Emrick sampai harus menyuruh pelayan untuk mengambil paksa kunci tersebut, Falla tidak terima dan mereka berakhir dengan perang dingin.


" nyonya, apa kita tidak keterlaluan? yang mulia sudah mengirimkan banyak hadiah agar nyonya mau berbaikan dengan yang mulia. Tapi nyonya malah mengembalikan semua hadiah itu. Nyonya..."


" sudah jangan membela Adipati terus, aku tidak akan berbaikan dengannya sampai kunci ruang tidur di kembalikan padaku" lugas Falla. Mereka sedang berada di kandang baru Butin, letaknya tidak jauh dari kamar Falla.


" tapi nyonya, memangnya salah jika yang mulia marah karena tidak bisa masuk ke kamar?"


" ini kamarku terserah aku mau bagaimana, jika kau terus menerus membahas hal ini, aku akan menggantimu dengan pelayan lain. mau?"


" ampun nyonya, saya akan diam" ucap pelayan itu dengan terpaksa.


Falla mengelus butin dengan lembut. Binatang ini semakin besar dan gendut. Falla sangat menyukainya.


tap tap tap


suara langkah kaki mendekat. pelayan kediaman mendekati mereka.


" nyonya ada tamu datang"


" siapa?"


" keluarga bangsawan, saya tidak tau siapa mereka"


Falla dan pelayan pribadinya saling menatap. Tumben sekali ada tamu.


" baiklah aku akan ke sana" Falla bersiap menuju istana depan.


Dia tak memiliki bayangan sedikitpun tentang seseorang yang datang kemari.


" Nyonya Adipati.." sanjung mereka saat Falla datang.


" silahkan duduk" ucap Falla dengan penuh kelembutan.


" terimakasih nyonya"


Tak lama pelayan datang dengan membawa minuman dan cemilan ringan.


" sebelumnya saya tidak tau siapa kalian, dan ada maksud apa datang ke kediaman?" tanya Falla sambil menatap ke tamunya. ada 2 orang wanita, satu sudah berumur dan satu lagi wanita muda yang cantik. Mereka seakan malu dan gugup bertemu dengan Falla.


" maafkan kami nyonya, sebelumnya perkenalkan saya adalah Duan dan ini putri saya Feyna, kami sudah lama ingin datang menemui anda. Saya dengar anda adalah nyonya yang baik hati"


" terimakasih Nyonya Duan atas sanjungannya. Tapi memangnya apa yang membawa kalian kemari dan menemui ku?"


" emm begini nyonya, putri saya ini selain cantik, dia juga penurut dan banyak Keahlian. Segala kemampuan rumah tangga bisa dia lakukan. sayangnya kami hidup sebagai seorang selir dan memiliki nyonya yang kejam. Masa depan putri saya akan di tukar dengan masa depan putri nyonya besar. Jadi saya sangat ingin nyonya Adipati membantu kami dan membiarkan Putri ku ini bisa masuk ke kediaman Adipati Emrick" jelas Nyonya Duan. Falla masih mencerna ucapan dari tamu ini. Antara percaya atau tidak dengan kesimpulan yang dia dapatkan.


" jadi maksudmu adalah menjadikan putri mu ini selir Adipati?"


" iya nyonya, selir Adipati bukankah masih berjumlah satu orang? dengan anda yang baik seperti ini saya yakin masa depan putri saya akan terjamin. mohon terima lah niat baik kami nyonya"


" begini nyonya Duan, saya tidak bisa langsung memberikan keputusan. jadi anda dan putri anda silahkan menuliskan apa saja keahlian putri anda yang Nyonya duan sebutkan tadi. Setelahnya saya akan mengirim seseorang untuk mengatakan bagaimana keputusan akhirnya. bagaimana?"


" terimakasih nyonya, anda sangat baik. Semoga anda bisa menerima putri saya"


" terimakasih nyonya" ucap Gadis itu. Dia juga sangat menginginkan untuk bisa dekat dan melayani Adipati Emrick.


" sudah kalian bisa pergi" Ucap Falla.


Mereka lalu pergi setelah berulang kali mengucapkan terima kisah.


Falla kembali ke kamar, sayangnya di tengah jalan dia di hadang oleh selir Thalasa.


" nyonya, siapa yang bertamu itu?" tanya Thalasa dengan nada sopan.


" nyonya Duan dan putrinya " jawab Falla ringan.


" apa yang mereka inginkan?" Falla mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba Thalasa begitu ingin tau.


" menurutmu apa?" tanya Falla balik, dia tidak akan seperti sebelumnya. berganti dengan Falla yang tegas .


" maafkan saya, nyonya. Saya hanya ingin tau. Apa jangan-jangan dia meminta tolong agar putrinya menjadi selir Adipati?" Thalasa mulai sadar dengan status nya. Dia tidak mau membuat keributan karena pasti sesuai etika dia yang akan di salahkan.


" kalau sudah tau kenapa masih tanya?"


" apa nyonya menerimanya?" Thalasa panik bercampur dengan marah.


" memangnya ada urusan apa denganmu? sebagai nyonya di kediaman ini aku bisa memutuskan apapun sesuka hatiku. kau jangan ikut campur" suara Falla memang lembut tapi kalimat yang di keluar kan nya sangat tegas.


" maafkan saya nyonya " Thalasa memilih untuk merendah. Dia harus mulai menyusun rencana agar wanita sok berkuasa di depannya ini tidak lagi sombong.


" sudah kau urusi saja bagian dapur. Jika sampai ada masalah, aku tidak akan diam saja. Mengerti selir Thalasa?"


" mengerti, nyonya"


" bagus"

__ADS_1


Falla meneruskan langkahnya menuju ke kamar. Kondisi hatinya yang buruk malah di uji dengan Thalasa yang sok mengatur. Falla hampir saja emosi.


" nyonya, apa nyonya akan menerima gadis itu?"


" belum tau, aku harus membaca identitasnya terlebih dahulu"


" nyonya, sebelum ada anda di sini setiap ada wanita yang membawa anak gadisnya kemari, oleh selir Thalasa langsung di usir dan di caci maki. Banyak yang mengelukan sikap selir yang seperti itu. Tapi Yang mulia membiarkannya. Sekarang saat semua orang mengetahui adanya nyonya di kediaman ini, mereka berharap nyonya akan jauh lebih baik dari selir Thalasa" jelas pelayan itu dengan antusias.


" jadi ini alasan kenapa Thalasa menjadi selir satu-satunya di sini"


" iya nyonya"


" em, sepertinya aku perlu melakukan sesuatu agar Thalasa memiliki teman baru" ucap Falla dengan senyum puas.


Malam harinya Emrick datang ke kamar Falla dengan maksud makan malam bersama. Wanita itu mulai tidak marah lagi. dia memiliki rencana lain.


" Falla, jangan paksa aku untuk mengembalikan kunci itu. Aku tidak akan memberikannya padamu " ucap Emrick menegaskan, sudah banyak sekali hadiah yang sudah dia kirimkan dan semuanya di tolak. Emrick mengerti keinginan Falla yang sebenarnya, jadi datang kemari untuk menegaskan sekali lagi.


" iya Adipati, saya tidak akan mempermasalahkan hal ini lagi" jawab Falla penuh ketenangan. Emrick sedikit lega.


" baiklah, mari kita makan malam bersama"


" baik Adipati" Falla terlihat penurut sama seperti sebelumnya. Padahal wanita itu sedang menyiapkan rencana yang bagus untuk Emrick dan juga Thalasa.


Makan malam berjalan dengan lancar, Emrick sudah yakin jika Falla tidak marah lagi dengannya.


" Adipati senang?" tanya Falla dengan nada manja.


" tentu saja. Kita sudah beberapa hari ini tak bicara. Aku tak mau hal serupa terjadi lagi, ya."


" saya juga tidak mau kita bertengkar lagi, bagaimana jika beberapa hari ke depan jangan marah dengan apapun yang terjadi?"


" em baiklah" jawab Emrick tanpa berfikir panjang, dia tidak merasa jika hal ini akan merugikan nanti.


" terimakasih Adipati " jawab Falla dengan tertawa puas di dalam Hati.


Setelah makan malam Emrick kembali ke ruangannya. Pengawal nya baru saja melaporkan jika ada sesuatu yang terjadi.


" maafkan aku tidak bisa menemanimu malam ini"


" saya sangat mengerti dengan tanggung jawab yang Adipati emban"


" kau pengertian sekali" sambil mengelus rambut Falla pelan.


Malam itu berlangsung sesuai dengan keinginan Falla, dia cukup puas dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk memberikan hadiah utamanya.


pelayan kediaman langsung memberitahukan kedatangan mereka pada Falla.


" aku sampai lupa jika waktunya memberikan sumbangan" ucap Falla agar tidak menimbulkan kecurigaan.


" iya putri maafkan kami jika mengagetkan anda" ucap Kantata.


" tunggu sebentar aku akan mengambil catatannya, dan karena ini yang pertama kali aku akan ikut bersama dengan kalian"


" tidak, ini akan melelahkan putri. biar kami saja yang melakukannya"


" tak apa, aku juga tidak ada pekerjaan lain"


" baiklah jika putri memaksa"


Falla pergi bersama dengan rombongan Kantata. Saat ini Emrick masih berada di istana, membahas sesuatu dengan Pemimpin Rogue. Jadi Falla memanfaatkan kesempatan ini untuk keluar. Kali ini dia bersama dengan pelayannya, naik ke sebuah kereta. Falla membawa serta 2 kereta termasuk yang dia tumpangi ini.


" aku akan langsung ke Greojen, kalian ambil semua sesuai dengan catatan"


" baik putri"


perjalanan di tempuh lumayan jauh bagi pelayan Falla. Wanita itu selalu membuka jendela untuk memastikan jalan.


" nyonya, sebenarnya kita ini mau kemana? dari tadi tidak sampai juga"


" kau akan tau nanti, yang jelas ini adalah wilayah yang di hadiahkan padaku. Kau akan bertemu dengan warga Garamantian, mereka sangat ramah" jelas Falla antusias. dia berusaha menjelaskan semuanya dengan se normal mungkin. Jangan sampai keceplosan meski dia adalah pelayan pribadinya.


Mereka sampai di Greojen saat menjelang siang hari, Falla turun di bantu pelayannya. Dia langsung menuju ke bangunan biasanya.


" kau tunggu di sini atau ikut aku berkeliling?"


" berkeliling nyonya? ini masih siang, sangat terik juga. Lebih baik nyonya di dalam saja, nanti malah nyonya kepanasan dan sakit"


" kau terlalu berlebihan, aku tidak akan kenapa- kenapa. lebih baik kau yang di sini saja" ucap Falla sambil menggeleng kepala.


Falla lalu keluar dan menyusuri pemukiman yang sudah mulai bisa di huni. Falla cukup puas dengan pengaturan Kantata. Benar kata kakaknya dia cukup bisa di andalkan. Falla jadi teringat jika lelaki itu memang pilihan ibunda dan kakaknya. Tapi dia malah meminta menikah dengan Emrick yang jahat, dia memang bodoh.


" di mana putri?" tanya Kantata dan rombongan yang sudah sampai.


" nyonya mengatakan akan berkeliling sebentar "


" baiklah saya akan menyiapkan tempat pembagian nya" kantata pamit pergi.

__ADS_1


pelayan itu tentu tak tinggal diam, dia pergi mencari keberadaan nyonya yang tak kunjung kembali.


" nyonya.." panggil pelayan saat menemukan nyonya nya duduk di dekat sebuah kedai pengrajin besi.


" ada apa?"


" rombongan tuan Kantata sudah kembali"


" mereka sudah kembali, baiklah ayo kita Pergi"


" tunggu putri, saya memiliki hadiah untuk anda " pengrajin itu masuk untuk.mengambil hadiahnya.


" ini putri, saya dengar dulu anda pandai memainkan pedang. Jadi saya ingin memberikan pedang ini agar Putri bisa melindungi diri dari bandit "


" terimakasih Paman. aku sudah lama tidak pernah menggunakan pedang lagi"


" nyonya..." pelayan itu ingin protes tadi di cegah oleh Falla terlebih dahulu.


" kalau begitu kami pamit paman. oh ya jangan lupa sore ini ada pembagian bahan makanan di depan kantor pemerintahan"


" iya putri terimakasih"


Falla memberikan pedang itu pada pelayannya dan pergi dari sana.


" nyonya, kenapa anda menerima pedang ini? benda ini sangat menakutkan Sekali "


" sudah jangan protes, kita kembali ke Kantor"


Falla berjalan mendahului, dia pasti sudah di tunggu banyak orang.


" putri, " sanjung Kantata.


" maafkan aku, kalian pasti menunggu lama"


" tidak putri, persiapan juga baru selesai"


" baiklah, mari kita bagikan bahan makanan ini"


" iya putri"


Falla berada di pos pembagian, beberapa warga sudah mulai berdatangan dan antri. Kantata mengatakan jika Greojen baru saja menerima pemberangkatan kedua, jadi penduduk sudah mulai banyak. Dan mungkin sebentar lagi pemberangkatan demi pemberangkatan pasti akan tiba.


" terimakasih putri " ucapan terus saja terdengar sampai pembagian bahan makanan itu selesai.


Hari menunjukkan waktu sore, sebentar lagi malam dan Falla harus segera kembali ke kediaman.


" terimakasih atas bantuan kalian hari ini" ucap Falla saat akan pamit.


" kami yang seharusnya berterimakasih kepada anda putri. Jika bukan karena anda mungkin pengaturan ini tidak akan bisa lancar"


" jangan begitu, sebagai putri Garamantian sudah menjadi tugasku untuk membuat warganya nyaman,. kalau begitu aku pamit,.kabari jika ada masalah"


" baik putri" jawab Kantata.


Falla naik kereta, kemudian di susul oleh pelayannya. mereka melaju dengan sedikit kencang mengingat waktu sebentar lagi akan malam.


" nyonya bagaimana dengan pedang ini? yang mulia sepertinya tidak akan menyukai jika nyonya menyimpan senjata"


" ini hanya pedang biasa. Dan aku rasa Adipati pasti tidak keberatan. Lagipula dengan itu aku bisa menjaga diri,.beberapa bulan ke depan aku akan sering kemari. Jadi benda itu akan sangat bermanfaat"


" baiklah nyonya" jawab pelayan itu dengan suara lesu.


Kereta terus melaju, Falla sampai di kediaman saat malam hari. Wanita itu langsung menuju ke kamarnya.


" Falla.." panggil Adipati yang sudah menunggu mereka.


" Adipati" jawab Falla memberikan sanjungan.


" kau baru dari Greojen?"


" iya, hari ini pertama kalinya ada pembagian bahan makanan untuk mereka, jadi saya ikut membagikan di sana" jawab Falla dengan selembut mungkin.


" kenapa tidak mengabari ku sebelumnya?" suara Emrick begitu tegas.


" salah saya yang melupakan hal ini. Jika bukan karena Kantata dan beberapa rekan lainnya datang saya pasti akan melewatkan acara itu"


" jadi kau bersama dengan Kantata?" mendengar nama lelaki itu entah kenapa Emrick sedikit cemburu.


" Adipati, mohon tahan emosi anda. bukankah kita sudah sepakat untuk tidak marah lagi? ini adalah kepentingan banyak orang, saya juga membawa pelayan. Jadi apa yang Adipati khawatirkan?" Falla membalas dengan baik. Sebelum lelaki itu marah dan mengalahkannya Falla lebih dulu membuat lelaki itu tidak bisa berkata-kata.


Emrick terlihat mengambil nafas panjang, benar kata Falla. Mereka sudah berjanji untuk tidak saling marah dalam waktu dekat.


" baiklah, kali ini aku akan memaklumi. Dan ingat jika keluar dari kediaman kau harus membawa serta pelayan"


" baik Adipati akan saya ingat" jawab Falla sambil mengangguk pelan.


" ya Sudah beristirahat lah" Emrick tidak mau istrinya ini kelelahan akibat mengurusi Greojen.

__ADS_1


__ADS_2