Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kabur


__ADS_3

" Kangta" ucap seseorang tidak percaya dengan kedatangan lelaki hebat itu.


Gyan dengan tajam mengamati gestur Kangta yang berjalan tanpa merasa bersalah. Beberapa setelahnya burung elang milik lelaki itu masuk ke ruangan dan bertengger di salah satu jendela.


Kangta berjalan mencari tempat duduk yang kebetulan berada di hadapan Gyan. ruangan mendadak sepi mereka tidak ada yang berani bersuara.


" baiklah semua sudah datang, kita mulai saja pertemuannya" ucap Aden membelah suasana menjadi normal kembali.


" pertemuan kali ini tidak perlu terlalu panjang lebar. Dari penyihir Osmond mungkin bisa mengatakan alasan kenapa para manusia biasa semakin sewenang-wenang" ucap Yohan. lelaki dari Klan Velvo penyihir Reuben.


" memangnya apa yang sudah terjadi.?" tanya salah satu penyihir dari Arghi.


" kau kemana saja tuan? apa kau tidak tau puluhan klan Oram di bunuh bahkan penyihir Reuben yang salahkan" ucap Yohan lagi.


" Oram? bukankah mereka cukup terpandang?" saut lainnya.


" karena terpandang itulah, manusia lain merasa terancam" Yohan semakin tidak menggebu.


" lalu bagaimana dengan nasib kita?" suara yang lain membuat situasi semakin mencekam.


" apa kita tidak boleh menunjukkan diri seperti Klan Aera?" Aera adalah penyihir Arghi klan yang dengan milik Valmira.


" tidak, kita harus melawan" jawab yang lain.


Situasi mulai gaduh, beberapa yang tidak tau insiden ini dengan mudah langsung ketakutan dan cemas.


" tenang semuanya" ucap Aden mengatur pertemuan.


" Klan Oram memang terbunuh tapi bukan karena manusia saja. Ada seseorang yang menggunakan sihir hitam yang membuat situasi di sana menjadi kacau" sela Gyan yang memang sudah melakukan analisa.


" sihir hitam? bagaimana bisa?" suara penyihir yang tercengang.


" bukankah kita sepakat jika Osmond yang mengamankan penyihir hitam?" tanya Yohan sedikit memojokkan.


" memangnya semua Osmond bisa mengendalikan sihir hitam?" ucap Vernon tidak terima. Meski dia dari Osmond tapi dia tidak mampu sampai pada level mengendalikan kemampuan sihir seseorang.


" kalau begitu cari saja Osmond yang bisa menangani mereka!" Yohan kepancing amarah.


Semua mata mengarah pada Kangta, dialah sesepuh Osmond yang mampu melakukan banyak hal. Jika di teruskan maka mereka secara tidak langsung akan memojokkan Kangta dalam hal ini.


" seenaknya sendiri, memangnya kami pelayan penyihir. Main suruh suruh!" Vernon tidak bisa diam begitu saja.


Gyan sengaja menahan diri, dia ingin tau reaksi Kangta dalam hal ini. Mungkin lelaki itu mengetahui apa yang Gyan temukan sejak lama.


" masalahnya bukan pada penyihir Osmond, tapi penyihir Arghi yang membentuk kelompok rahasia" Kangta akhirnya bersuara. Semua diam tak mengerti maksud dari ucapan lelaki itu.


" bukan begitu Raja Gyan?" lanjut Kangta menatap Gyan penuh arti. Lelaki itu seakan tau jika selama ini Gyan mencoba menemuinya.

__ADS_1


kini semua mata beralih menatap Gyan, meski masih berumur 30 tahun, kehebatan Gyan tidak ada yang berani meragukannya.


" aku tak tau, bukankah penyihir Kangta sudah memastikannya?" Gyan balik bertanya. Dia tau benar jika lelaki itu sudah menyebrangi laut Casphia untuk menemukan pulau kerajaan Mystick.


Kangta menarik sudut bibirnya. Gyan tidak mudah di pengaruhi. lelaki itu juga tidak gila kehormatan. Bagi Gyan tau tidak tau dirinya hanya dia yang memutuskan untuk mengatakannya.


" hahahha" Kangta tertawa keras. Semua semakin tidak tau apa yang dia tertawakan.


" beritahu kami sebenarnya apa yang penyihir Arghi lakukan? " tanya Yohan tidak mau bersabar.


" mereka membunuh para hewan suci" ungkap Kangta dengan menatap Gyan tajam.


sedangkan Gyan menarik sudut bibirnya, semua yang dia curigai ternyata benar. Kangta dan dirinya sama-sama menemukan masalah yang Azerbaza hadapi.


" hewan suci? sihir apa yang mereka buat?" tampak yang lain sangat khawatir. ruangan menjadi ricuh kembali. Aden dan Deon menatap Gyan dan Kangta secara bergantian. Kedua lelaki itu sedang melakukan kontak mata tajam.


" bukankah hewan suci sangat di jaga oleh penyihir Reuben?" tanya Vernon.


Keadaan berbalik, yang awalnya penyihir Osmond yang di pojokkan, kini gantian penyihir Reuben yang dia salahkan.


Dan tidak ada penyihir Reuben lain yang di pandang selain Raja Gyan yang hebat.


" memang, tapi itu juga dengan bantuan Osmond" Deon memberikan suara. Sejak lama dia menjaga hewan suci tapi kenapa Osmond mendadak hilang kontak dalam beberapa tahun kebelakang.


" aku tidak tau berapa banyak yang Osmond dapatkan dengan menjual hewan itu pada Arghi" kalimat Gyan dengan mudah mematik kebencian dan salah paham. padahal kalimat itu di tujukan atas rasa kecewa Gyan pada Kangta yang baru datang hari ini.


" kami tidak sebodoh itu Raja Gyan" Vernon juga tidak mau disalahkan.


" bagaimana pendapat anda penyihir Kangta?" tanya Gyan langsung memusatkan pada sasaran.


Semua mulut terkunci, mereka menunggu jawaban bijak dari Kangta. Semua ini pasti akan sangat sensitif jika tidak di tangani dengan benar. masing-masing keluarga memiliki salah dan kelalaian.


" aku yakin semua yang hadir disini tidak terlibat dalam kejahatan ini bukan? keluarga penyihir semakin waktu semakin sedikit. Jumlah kita tidak pernah bertambah seiring perpecahan yang sering terjadi. Memang benar salah satu penyihir Arghi telah melakukan sihir terlarang. dan saat ini masih berlangsung dengan menggunakan darah para hewan suci. Kalian tidak perlu khawatir, aku akan ikut menangani masalah ini. Pusaka milikku telah di gunakan secara sepihak oleh mereka" jelas Kangta penuh wibawa.


baik Gyan dan semuanya menyimak dengan baik, Deon juga sepakat dengan Kangta. Keturunan penyihir memang semakin sedikit. Banyak dari penyihir yang lebih mementingkan kekuasaan dan berakhir mengenaskan. Rayuan sihir hitam selalu melingkupi hati setiap penyihir.


" kalau begitu dari semua penyihir Arghi, klan mana yang anda curigai?" tanya Rachi. Dia datang bukan untuk di salahkan. tentu saja wanita ini meminta kejelasan. Baginya nama Arghi sudah sangat tercoreng dengan pembahasan ini.


" entahlah tapi semua bisa di temukan asal kerajaan Mystick kita temukan" ucap Kangta. Semuanya sudah sesuai dengan asumsi Gyan. Kerajaan Mystick memang telah lama dia curigai dan dia dalami.


" kerajaan Mystick? apa itu?" tanya Yohan yang tentu tidak menganali. Kerajaan Mystick sudah lama tak terdengar. Hanya para penyihir tua yang mungkin tau sejarah kerajaan itu.


" kerajaan Mystick adalah kekuasaan milik klan Aera. mereka adalah penyihir Arghi paling hebat dan di takuti. Beberapa puluh tahun Ratu Marilla membangun sebuah kerajaan di atas pulau tersembunyi lengkap dengan tabir pelindung. siapapun yang bukan keturunan klan Aera tidak akan bisa masuk ke sana" jelas Gyan dengan detail. Kangta terdiam, semua yang Gyan katakan adalah benar. Bahkan dirinya yang sudah menyebrangi laut Caspia sama sekali tidak bisa menemukan pulau tersebut.


" lalu bagaimana cara kita menghentikannya?" tanya Vernon.


" itulah yang seharusnya kita bahas dalam pertemuan ini" ucap Kangta membuat semua penyihir diam.

__ADS_1


Ratu Marilla merupakan penyihir Arghi yang hebat dalam mengendalikan air dan badai. Konon katanya pulau Mystick dijaga oleh 4 samudra yang tidak membiarkan apapun melewatinya. Hanya keturunan Aera yang bisa keluar masuk dengan mudah.


" Marilla sangat sulit di kalahkan, kami yang sesama Arghi tidak berani berurusan dengannya" ucap Rachi.


" Dan Marillah yang kalian maksud sudah meninggal beberapa tahun yang lalu" Kangta menemukan fakta terbaru.


Semua tercengang, bagaimana bisa. Jika penyihir yang melindungi pulau telah tiada, kenapa sihirnya masih bisa aktif sampai sekarang.


" itu tidak mungkin" ucap Yohan sambil terduduk tak percaya. Jika benar maka hebat sekali Marilla itu.


" bagaimana kau tau jika Marilla telah tiada?" tanya Gyan datar. semua juga memiliki pertanyaan yang sama. Mata berpindah pada Kangta.


" Wanita itu pernah menemui ku saat hamil besar, kerajaan Mystick miliknya akan di pimpin oleh keturunannya. Dia memberikan sebuah gelang padaku yang membuatku bisa masuk ke dalam tabir. Sayangnya kali ini aku bahkan tidak berhasil menemukan pulaunya. Wanita itu telah tiada, gelang miliknya sudah tidak berfungsi lagi" jelas Kangta sambil mengeluarkan gelang yang di maksud.


" jadi kita sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini.?" Vernon menarik nafas kasar.


Semua terdiam, mereka menemukan jalan buntu. sihir hitam sangat buruk bagi Para penyihir. Semakin di puja, sihir itu akan memiliki wujud. Dan siapapun tidak akan bisa melawannya.


Belum lagi mereka tidak bisa menghentikan penyihir Arghi itu. Jalan masuk mereka tertutup dan tinggal menunggu saja sampai petaka datang di bumi Azerbaza.


Jauh dari tengah hutan, di kerajaan Garamantian, Valmira dan Fleur sudah keluar dari kamar selir Agung. Mereka tanpa menimbulkan kecurigaan berjalan melewati penjaga malam.


Semua tampak normal Seperti biasa, kedua wanita itu lalu melewati lorong dan menuju jalan khusus itu.


" bagaimana, apakah ada penjaga di sana?" tanya Fleur yang bersembunyi di balik tembok, sedangkan Valmira mengintip melihat situasi. wanita itu menengok ke kanan dan kiri. Lorong sangat sepi tak ada penjaga satupun.


" Ratu Shana melakukan tugasnya dengan baik" ucap Valmira senang.


" ayo, situasi aman" ajak Valmira.


Kini kedua wanita itu tanpa halangan langsung menyusuri jalan khusus itu. Bahkan kunci yang dulu mereka punya masih bisa di gunakan.


" wanita jahat itu ternyata berguna juga" ungkap Fleur saat keduanya sampai di pintu gerbang terakhir.


ceklek ,


kunci terbuka. mata Fleur dan Valmira berbinar. Kini cita-cita mereka tinggal di depan mata. Dengan cepat Valmira membuka pintu itu dan keduanya keluar dari kerajaan.


Mereka tidak tau saja, ada sekolompok orang yang sedang mengawasi mereka. Karena Raja sedang sibuk, mereka tidak bisa melaporkan hal ini dengan cepat. Tapi tenang saja, meski begitu mereka akan melaksanakan tugas mereka dengan baik.


Di satu sisi lain, Ratu Shana baru saja menerima kabar baik.


" mereka sudah pergi yang mulia" ucap pelayan Shana.


" kau yakin?" tanya Shana memastikan.


" yakin sekali, kami melihatnya sendiri. Selir dan pelayannya keluar dari pintu gerbang luar kerajaan"

__ADS_1


" bagus, akhirnya wanita rendahan itu pergi juga. Kini situasi kerajaan akan aman. Dan hanya aku yang cocok bersanding dengan Raja Gyan" ucap Shana penuh rasa bahagia.


__ADS_2