Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kedatangan Istri


__ADS_3

Gyan menatap semua barang-barang itu. dia juga membuka surat yang sepertinya memang di tujukan untuk nya.


Lelaki itu langsung membacanya dengan ekspresi gusar, mendadak keadaan menjadi hening dan mencekam. para pelayan juga semakin gemetar ketakutan, semuanya tidak berani mengeluarkan suara bahkan itu suara nafas mereka. Mereka sangat hati-hati menarik dan mengeluarkan udara, dengan jantung yang berdebar.


" tidak!, bagaimana bisa. " surat itu langsung di kepal erat menjadi bola kertas dan langsung terhempas keras di permadani ruangan.


" kalian segera tutup semua gerbang kerajaan dan cari keberadaan Falla. harus ketemu!" Emosi Gyan meledak, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.


" Baik yang mulia" ucap Aden dan langsung pergi bersama dengan Deon yang berada di pintu depan.


" dan untuk kalian, berlutut di depan istana putri sampai wanita itu kembali. mengerti!" ucap Gyan pada pelayan yang masih bersimpuh.


" baik yang mulia" jawab pelayan itu.


Kini istana Raja kosong hanya menyisakan Gyan seorang. Nafas lelaki itu masih memburu, tindakan Falla sudah di nilai sangat berani dan menyepelekan dirinya. Bukan hanya karena sebentar lagi akan ada pesta pernikahannya tapi juga ini berkenaan dengan kedudukannya. Dengan pola Falla yang biasa menurut dan tidak berani menentang, kenapa bisa sejauh ini perubahannya.


Aden dan Deon memimpin pasukan yang terbagi dalam beberapa kelompok. Mereka akan menyisir semua tempat, jangan sampai putri Falla terlanjur lolos.


" Aden, apa kau percaya jika putri pergi begitu saja saat pernikahannya sebentar lagi?"


" entahlah, tapi tidak ada tanda-tanda jika putri di culik"


" aku jadi penasaran apa yang membuat Putri pergi? jangan-jangan putri tidak suka dengan calon pengantinnya" tebak Deon sekenanya berdasarkan kasus yang umum terjadi.


" mana mungkin, putri jelas bisa menolak. Raja Gyan sama sekali tidak memaksa pernikahan ini harus terjadi"


" lalu apa kira-kira?"


" sudahlah jangan terlalu di pikirkan, nanti juga akan tau sendiri..tunggu bukankah itu elang Kangta?"


" Akhirnya Ratu Valmira sudah sampai. Dengan begini setidaknya kemarahan Raja akan sedikit reda" gumam Deon.

__ADS_1


" kau tau Ratu Valmira akan datang?"


" itulah alasan aku membersihkan kandang kuda dan istana ini" jawab Deon malas, dia sedang dalam masa hukuman.


" maksudnya?"


" sudahlah jangan kau pikirkan, nanti juga akan tau sendiri" balas Deon dengan mengembalikan ucapan Deon sebelumnya.


" kau ini" gerutu Aden. Mereka kemudian berpencar saat keluar dari gerbang istana. Malam ini mungkin mereka tidak akan kembali ke istana. Mereka juga harus memantau sampai ke gerbang kerajaan paling luar. Siapa tau putri Falla sudah lebih dulu melewati perbatasan.


Sedangkan di istana, Valmira baru saja sampai dan kini turun dari elang Kangta. Mereka berada di balkon istana Raja. Setelah mendapatkan elusan Valmira membuat ukuran burung itu menjadi normal kembali.


" pergilah kau pasti lelah" ucap Valmira dan elang itu terbang kembali ke tempat biasa.


Valmira berjalan turun, dia menyadari jika tadi melihat beberapa pasukan keluar dari gerbang istana. Wanita itu memiliki firasat yang buruk mengenai hal ini.


" Ratu Valmira" sanjung penjaga istana Raja saat melihat Valmira berjalan masuk.


" apa yang terjadi di istana, sampai membuat pasukan kerajaan berjaga meninggalkan istana?" tanya Valmira memastikan situasinya. Jangan -jangan Garamantian sedang genting dan butuh bantuan dari nya.


" pergi?"


" iya Ratu, keberadaanya masih belum di ketahui sampai sekarang"


" astaga, lalu Raja di mana sekarang?"


" yang mulia Raja ada di dalam istana"


Valmira langsung pergi untuk menemui lelaki itu. Di depan pintu istana Valmira melihat rombongan pelayan dapur yang tidak berani masuk. Mereka takut menghadapi kemarahan Raja.


" kemari, biar aku yang bawa" ucap Valmira,

__ADS_1


" Ratu Valmira, kami tidak berani. Biarkan kami saja" mereka menggeleng berkali-kali. bagaimana bisa Ratu Valmira menggantikan tugas mereka.


" tak apa, Raja pasti dalam kondisi yang buruk"


" tapi bagaimana jika.."


" kalau begitu masuklah bersamaku" ajak Valmira memili jalan tengah.


" baik Ratu"


tap tap tap


pelayan dapur berjalan masuk ke dalam istana diiringi dengan Valmira yang berjalan di depan.


" mau apa lagi, pergilah" ucap Gyan tanpa menaikkan pandangan. lelaki itu yang masih di liputi kemarahan langsung mengusir siapapun yang masuk.


" baiklah, aku akan kembali malam ini" balas Valmira dengan suara tegas.


Suara itu langsung menyadarkan Gyan, lelaki itu menaikkan pandangan dengan cepat dengan tatapan terkejut.


" jangan,! Valmira maafkan aku" Gyan langsung berlari menghadang jalannya wanita itu. Sedangkan para pelayan sudah lebih dulu meninggalkan ruangan.


" lepaskan aku" ucap Valmira sambil menyingkirkan tangan Gyan. Wajahnya masam serta tegas dalam bersamaan.


" Valmira, jangan pergi. maafkan aku. aku kira tadi aja nya pelayan yang tidak penting" Gyan menarik tubuh itu lagi. Dengan wajah menyesal terus merayu sang istri.


" apa kau selalu begini marah tidak jelas dan membuat semua pelayan ketakutan?"


" ah. ti.. dak" jawab Gyan gelagapan.


" mereka sampai menunggu lama di depan tadi. Meski banyak masalah jangan suka marah-marah ke semua orang" nasehat Valmira.

__ADS_1


" iya.. iya.. aku akan mengingat nya. kemari ayo masuk kau pasti lelah. Aku akan meminta pelayan menyiapkan makanan untuk kalian." ucap Gyan dengan penuh nada lembut.


Valmira menarik nafas panjang, dia tidak akan memperpanjang dan menurut masuk ke dalam ruangan.


__ADS_2