Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Selesai Pemulihan


__ADS_3

Pagi mulai menjelang di kerajaan Mystick. sudah hari ke 2 sejak Valmira terkena tusukan pisau, wanita itu masih belum juga sadar. Kangta sudah menerima pengobatan kemarin dan kini tubuhnya sudah lebih baik. Lelaki itu kini sedang menggendong G yang meminum air pengganti susu. bayi itu cukup mengerti dengan keadaan ibunya. Tidak terlalu rewel dan sangat mudah tidur.


" kau pasti rindu dengan ibumu., jangan menangis terus" ucap Kangta terus menimang-nimang bayi G. Dia sudah merasa begitu senang tak kala Bayi G tersenyum seakan membalas ucapannya.


" kalau ayahmu tau ada kau disini, dia pasti akan melakukan apapun agar bisa menjemputmu pulang" lirih Kangta yang langsung teringat dengan Gyan.


bayi G kembali tertawa senang.


" tuan, putri Valmira sudah sadar" ucap Deon yang sejak tadi mencari keberadaan Kangta.


" aku akan kesana" Kangta memberikan bayi G pada pelayan lalu keluar menuju kamar penanganan.


Begitu masuk ruangan Kangta bisa melihat Valmira yang baru saja selesai meminum ramuan. wajahnya masih pucat dan terlihat lemah.


" putri" ucap Kangta dan Deon bersamaan.


semua orang langsung menyingkir setelah Valmira memberikan isyarat.


" bagaimana perkembangan selama aku tak sadar?"


" tidak ada sesuatu yang buruk terjadi. pasukan masih melakukan patroli dan belum menemukan tempat persembunyian penjahat itu" jelas Kangta.


" Putri jangan terlalu banyak berfikir, diri putri masih belum stabil" lanjut Kangta berniat mengingatkan.


" aku sudah tak apa, luka ini tidak seberapa"


" apa tabib sudah mengeluarkan racun dalam tubuh anda" tanya Deon penasaran.


" aku sudah meminumnya, apalagi dengan tenaga dalam ku racun ini bukan sebuah ancaman" jawab Valmira yakin. Kedua lelaki itu lupa jika Valmira adalah keturunan darah asli, dari penyihir Arghi yang terkenal dengan sihir penyembuhannya.


" kami senang mendengarnya" jawab Deon langsung lega.


" setelah ini kalian bisa kembali ke pos, mungkin beberapa hari kemudian aku akan ikut mengawasi"


" tidak perlu putri, anda fokus saja dengan pemulihan diri. kami akan melakukan tugas dengan baik, semuanya akan di laporkan segera kepada putri" Deon melarang.


" tak apa, semua masalah ini harus segera di selesaikan. Aku tidak mau Mystick terus-terusan menerima teror" kekeh Valmira.

__ADS_1


" baik putri" jawab Kangta dan Deon. keduanya langsung pamit pergi bersamaan dengan pelayan yang membawa bayi G masuk. anak itu terlihat bersemangat begitu melihat ibunya berdiri di depannya, wajahnya begitu menggemaskan.


Disisi lain setelah mengkonsumsi jiwa milik Alvaro, boneka sihir itu semakin kuat dan energinya melimpah. Dia juga sudah bisa membuka potral sihir meskipun dalam jarak dekat.


" bagus, kau bisa mencari mangsa lain untuk menaikkan energi mu" ucap Violet senang, dengan begini dia bisa menyusun rencana untuk melawan Valmira dalam waktu dekat. boneka itu sudah pergi untuk mencari mangsa baru.


" tuan terjadi teror di selatan kota" ucap Deon pada Kangta yang sedang memberikan arahan di pos.


" separah apa?"


" belasan warga terbunuh"


" segera kirimkan bantuan dan perketat penjagaan istana luar" perintah Kangta.


" baik tuan"


Deon langsung memimpin bantuan, Kangta dan yang lainnya langsung memisahkan menuju istana luar. berdasarkan penjelasan Valmira sebelumnya jika penjahat itu terbiasa mengacak arah, mungkin sebentar lagi sasarannya adalah istana luar tempat Valmira tinggal.


Malam harinya boneka itu kembali dengan energi yang luar biasa. dia akan menjadi kekuatan yang bagus untuk Violet melawan Valmira.


" ini bukan hal yang sulit" sambil menyeringai dan langsung hilang. Violet merasa sangat puas. kematian Alvaro ternyata lebih berguna daripada saat dia masih hidup.


boneka itu melayang dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Langit yang gelap membuat kehadirannya tersamarkan. dia mengamati dimana pusat para pasukan itu pergi. Dan bukan hal yang sulit baginya untuk menemukan istana luar.


Boneka itu dengan sangat hati-hati memantau dari jarak dekat.


" sepertinya sudah ada yang mengetahui renacanaku" lirih boneka itu saat melihat istana di jaga ketat oleh pasukan kerajaan.


Dia terus mencari celah agar bisa lebih dekat lagi dengan istana, berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Sampai akhirnya boneka itu melihat celah dan segera memasukinya.


Tidak seperti di luar yang ketat dan ramai, di dalam istana tampak sepi, bahkan pelayan saja tidak sampai puluhan orang. Boneka itu berjalan dari lorong ke lorong, mendadak sayup-sayup terdengar suara tangis bayi kecil. Hal ini menarik perhatiannya dan segera mencari asal suara.


" kau terbangun ya, kemari ibu gendong dulu" ucap Valmira. Pemandangan ini tidak lepas dari pengawasan Boneka sihir yang bersembunyi di balik kelambu lorong.


" ini berita yang bagus" lirihnya dan seketika menghilang kembali ke markas dengan hati bersuka cita.


.....................................

__ADS_1


Kerajaan Garamantian sudah mulai pulih, penduduk yang terkena imbas perang sudah mulai bisa beraktifitas seperti sebelumnya. bantuan yang kerajaan berikan begitu berguna, pengobatan serta kebutuhan hidup sangat membuat rakyatnya berterimakasih. Kini nama Raja Gyan semakin besar, beberapa wilayah mulai mencanangkan untuk mengirim selir-selir baru agar bisa memiliki keturunan dari Raja Gyan yang termasyhur itu. bahkan beberapa pangeran dari kerajaan lain juga mengirimkan selir sekaligus memberikan surat lamaran kepada putri Farfalla.


" Falla, ibunda tidak bisa terus menolak semua lamaran ini. Kau harus bisa memberikan jawaban. Lagi pula kau juga sudah berusia yang pas untuk menikah, pilihlah yang sesuai dengan hatimu" ucap ibu suri Raveena saat putri Farfalla bersantai di istananya.


" ibu, Falla tidak bisa memikirkan masalah ini. Falla masih mengkhawatirkan keadaan kakak. jika kaka sudah bisa sembuh dari patah hatinya Falla baru tenang meninggalkan Garamantian" balas Falla dengan perasaan kesal.


" kakakmu baik- baik saja, setelah pemulihan diri semuanya akan kembali seperti semula. Ingat jangan merepotkan yang mulia terus-menerus"


" ibu, Selain kakak, aku juga berat meninggalkan ibu. aku ingin menikah namun tetap di sini saja. di kerajaan Garamantian" Fala ganti mencari alasan lain.


" kau ini bagaimana, pangeran yang melamarmu kebanyakan akan menjadi putra mahkota. kau akan menjadi ratu kelak"


" aku tidak mau ibu. aku ingin tetap disini saja. bersama kaka dan ibu"


" memangnya kau akan kemana?" tanya seseorang yang baru saja masuk.


" kakak!" Putri Farfalla langsung bangkit dan berlari menuju Gyan dengan senyum bahagia.


" yang mulia, anda sudah selesai?" tanya ibu Suri.


" seperti yang kau lihat" jawab Gyan dingin.


" tubuh kakak sudah sembuh?"


" kau jangan khawatir, tidak ada yang bisa menyakitiku" jawab Gyan kaku.


" ada sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan mu" ucap Gyan kepada Ibu suri.


" baik yang mulia"


keduanya duduk dan meminta Falla untuk keluar ruangan.


" aku ingin membicarakan mengenai sebuah pernikahan" ucap Gyan memulai perbincangan.


" pernikahan siapa yang Raja maksud?" tanya ibu suri kaget.


Gyan tidak langsung menjawabnya. lelaki itu bercerita terlebih dahulu mengenai kerajaan Garamantian kedepannya. Selama pemulihan dirinya lelaki itu memikirkan banyak hal. Sampai akhirnya dia menemukan sebuah pilihan yang akan dia jalani. Gyan yakin ini akan menjadi jalan terbaik untuk kerajaan serta dirinya.

__ADS_1


__ADS_2