Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kebohongan penjaga Kedai


__ADS_3

mata Falla terlihat mulai bergerak, kesadarannya perlahan mulai kembali. Wanita itu mulai menggeliat karena merasakan tubuhnya terikat tak bisa bergerak.


" em, dimana ini?" ucap Falla saat matanya terbuka dan melihat sekeliling adalah ruangan kotor. Dia tidak lagi berada di kamar sewaannya.


" apa ini" Falla menyentak tangannya yang terikat di belakang punggungnya. berharap ikatannya bisa terlepas, tapi Segala usahanya sia-sia. Situasinya bertambah susah dengan kakinya yang ternyata juga ikut terikat.


" bagaimana ini" lirih Falla. Dia mulai mengingat beberapa tehnik yang pernah dia pelajari saat Kakaknya memaksanya ikut kelas pedang. Beberapa cara menyelamatkan diri dengan tangan kosong menjadi materi awalannya. Falla setengah ingat, dulu hal ini dia anggap remeh. Kini saat semuanya terjadi padanya Falla menyesal sendiri.


" issshh, sedikit lagi" Falla menarik tubuhnya kebawah agar tangannya berpindah ke depan. Dengan tubuhnya yang mungil dan sedikit lentur membuat tehnik ini bisa berhasil di lakukan.


Wanita itu langsung membuka ikatan pada kakinya. meski tangannya masih terikat wanita itu masih bisa bergerak. Perlahan berdiri dan mendekati pintu.


" bagaimana apa kau sudah memeriksanya?" suara wanita terdengar dengan jelas. Falla mengurungkan untuk membuka kenop pintu. Dia mengenali suara ini, benar itu adalah suara bibi. Kini jelas sudah, pasangan suami istri pemilik penginapan lah yang sudah melakukan hal ini padanya.


" sudah, berapa kali aku bilang. hanya itu yang bisa kita dapatkan dari wanita yang menyamar itu" mendengar penuturan lelaki itu Falla langsung melebarkan mata, rahasianya terbongkar.


" lalu kapan kau akan membunuhnya?"


" menurutku lebih baik dia kita jual saja. Sayang jika gadis cantik seperti itu harus kita sia-siakan"


" jual kemana? bagaimana jika dia malah kabur dan melaporkan perbuatan kita?" tanya bibi lagi.


" kau jangan khawatir, bukankah malam ini ada rombongan Adipati yang mengunjungi kota. Para kasim atau pejabat setempat pasti membutuhkan hiburan. Kita bisa mendapatkan banyak uang" ucap paman dengan nada merayu.


" kau benar, ya sudah jangan berlama-lama. Aku siapkan kendaraan dan kau yang membawa wanita itu"


tap tap tap


suara langkah kaki mendekat, Falla bersiap di belakang pintu. Dia harus pergi sebelum pasangan itu menjualnya.


ceklek pintu terbuka


brakkk


Falla membanting pintu dan mengenai tubuh paman dengan keras.


" sialan!" teriak Pama saat Falla menginjak tubuhnya lalu berlari keluar.


" kemana kau!" Paman penginapan kesusahan berdiri. Falla sudah jauh berlari.


" kemana ini?" Falla sedikit bingung dengan arah, dia berada di lantai bawah tanah sepertinya, karena penerangan sangat minim dan dia tidak tau di mana jalan keluarnya.


Falla lari menuju ke sembarang arah yang menunjukkan pintu.


" jangan lari kau!" teriak paman yang mulai mengejar.

__ADS_1


" dimana jalan keluarnya" Falla kebingungan, sampai sudut matanya melihat sebuah tangga. Tanpa ragu Falla berlari ke atas menaiki tangga.


hap


lengannya di tarik Paman.


" lepaskan!" Falla menyentak dengan keras. Dan berhasil cekalan tangan Paman terlepas. Falla melanjutkan larinya.


brak.


Dia menabrak bibi.


" dia kabur" lirih bibi dan ikut mengejar. Wanita itu mengambil sebuah balok kayu dan berniat memukul Falla.


" tidak akan aku biarkan kau pergi"


bugh


pukulan mengenai pundak Falla dengan keras.


" akk" teriak Falla meski tubuhnya tidak sampai jatuh.


" kejar Dia " Paman menyusul dia melemparkan sebuah benda keras tepat saat Falla menggapai daun pintu kedai.


bugh.


Kesempatan ini digunakan pasangan suami istri itu dengan baik. mereka segera menggeret tubuh Falla dengan mudah dan langsung menariknya masuk.


" sialan kau"


bugh


paman memukul dengan keras kepala Falla, dan membuat kesadaran wanita itu menipis.


" ikat dia dan bawa ke kereta" tegas Bibi agar tidak terulang lagi kejadian kabur-kaburan seperti sebelumnya.


" tenang saja" jawab Paman.


dia mengikat dengan erat kaki dan tubuh Falla. Dan langsung menyeret tubuh kecil itu masuk ke kereta..


" lepaskan aku" lirih Falla di sisa tenaganya.


" diam kau"


plak.

__ADS_1


tamparan keras mendarat di pipi mulus Falla dan saat itu juga penglihatan Falla langsung gelap.


Pasangan itu bisa bernafas lega tak kala melihat Falla pingsan di dalam kereta.


" segera kemasi barang, jangan buang waktu lagi" ucap Paman dengan sedikit tergesa.


" sudah semua, ayoo"


Akhirnya pasangan itu menaiki kereta. Mereka duduk di bagian depan sambil mengemudikan kereta. Jarak kota cukup jauh, saat ini hari masih sore kemungkinan pukul 7 mereka akan masuk ke wilayah kota.


Dan benar saja, kota terlihat lebih ramai daripada biasanya. kedatangan Adipati pemerintah memang lebih menarik. Maklum wilayah yang tandus seperti ini begitu sulit menemukan sumber untuk bertahan hidup. Menarik hati para penguasa menjadi jalan paling di minati.


" kita menuju penginapan termewah, aku sudah mendengar kabar jika Adipati akan menginap di sana" ucap paman yang baru kembali setah menemui kawan seprofesi.


" bagus, cepat naik"


Dengan hati berbunga mereka menuju penginapan yang di maksud. Mereka sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa pemilik penginapan salah satunya adalah penginapan termewah di kota.


Tak butuh waktu lama mereka segera sampai dan menuju ke area belakang.


" aku ingin bertemu dengan ketua" ucap paman dengan lugas.


" hari ini sepertinya tidak bisa, ada tamu kehormatan" jawab penjaga pintu.


" maka dari itu, aku bawakan barang bagus" balas Paman dengan mengedipkan matanya.


Seolah tau kode nya, penjaga itu langsung mengangguk dan menyuruh salah satu rekannya segera masuk untuk mengabari ketua.


" kau yakin dengan kualitas barangnya?" tanya penjaga yang juga harus memastikan kembali.


" tentu saja, sangat murni dan kualitas tinggi" jawab Paman dengan bangga.


Setelah beberapa lama menunggu, rekan penjaga kembali dan memberikan kode.


" baiklah, bawa dia masuk"


2 orang penjaga mengikuti Paman menuju kereta kuda.


" kau benar saja, kita tidak menerima laki-laki" penjaga itu setengah marah.


" tuan jangan marah dulu. dia adalah wanita yang sedang menyamar. lihatlah lagi, kulitnya begitu putih dan mulus" rayu Paman agar negosiasi mereka tidak gagal.


" kau yakin dia wanita"


" yakin sekali, aku sendiri yang memeriksanya" jawab bibi yang sejak tadi diam mengamati.

__ADS_1


penjaga itu akhirnya menatap dengan seksama, dan sepertinya ucapan pasangan ini bisa di percaya.


" bawa dia masuk" ucap penjaga itu yang akhirnya percaya. Falla yang masih pingsan dengan mudah di gendong pundak dan masuk ke penginapan.


__ADS_2