
Beberapa hari setelahnya kondisi selir Agung semakin membaik. Bahkan kali pagi ini Valmira berjalan-jalan di taman kerajaan seperti yang Raja Gyan suruh. Sayangnya lelaki itu tidak bisa menemani, karena ada hal mendesak yang harus dia kerjakan.
" selir hati-hati" ucap Fleur saat Valmira mendekati kolam ikan tempatnya tenggelam waktu itu.
" iya, " jawab Valmira sambil tersenyum, dia tau rasa khawatir Fleur, dia juga tidak mungkin memasukkan dirinya lagi ke sana.
Di tengah acara jalan-jalan itu Valmira kedatangan tamu tak di undang.
" selir" ucap Shana mendekat.
" yang mulia Ratu" Valmira memberikan salam.
" bagaimana kabarmu?" tanya Shana tanpa merasa bersalah.
" baik, tapi masih membutuh banyak pemulihan" jawab Valmira berlagak tidak tau perbuatan Shana padanya.
" syukurlah kalau begitu, aku masih merasa tidak enak mengingat saat kau yang tenggelam di kolam karena ulah ku" ucap Shana sedih.
" aku juga belum berterimakasih padamu karena sudah melindungi ku saat ada yang mulia waktu itu" lanjut Shana sambil memegang tangan Valmira.
" semua sudah terlewat yang mulia, jangan di ungkit lagi. Saya juga sudah melupakan hal itu" jawab Valmira normatif. Dia tidak mungkin menunjukan rasa permusuhannya secara langsung.
" kau baik sekali, apa hubungan kita bisa semakin dekat ?"
" tentu saja, kita sudah cukup dekat sebagai wanita milik yang mulia"
" kalau begitu bagaimana jika saat pindahan kamar besok, kita makan berdua disana. Sebagai bentuk rasa bersalahku padamu" ajak Shana yang terlihat tulus.
" boleh juga, jika kondisi tubuh saya membaik" ucap Valmira yang mulai mengantisipasi diri.
" tentu saja, jangan paksakan dirimu. Aku juga tidak mau kehilangan teman seperti mu"
baik Valmira ataupun Fleur sama-sama tidak percaya dengan ucapan yang mereka dengar barusan. rasanya ingin sekali muntah atau memukul kepala Ratu Shana, bagaimana bisa wanita itu menyebut kata teman di antara mereka. rasanya itu tidak mungkin.
" iya yang mulia" jawab Valmira datar.
" kalau begitu aku pamit dulu, jangan lupakan makan bersama kita" ucap Shana sekali lagi dengan wajah riang tanpa dosa.
" baik yang mulia Ratu" Valmira menunduk sebagai penghormatan.
" kau yakin ingin menyanggupi ajakannya?" bisik Fleur saat Ratu Shana sudah menjauh.
" entahlah. aku sedikit ragu padanya " jawab Valmira dengan bisikan pula. Mereka berdua berada di ruangan publik. Banyak pelayan lain yang melihat interaksi mereka.
__ADS_1
" waktu semakin siang selir, bagaimana jika kita kembali?" tanya Fleur hanya alasan agar yang lain tidak curiga.
" baiklah kita kembali" jawab Valmira sambil tersenyum senang. Dia memang sudah merasa pegal dan ingin segera berbaring di atas ranjang empuk.
Gyan baru saja sampai di markas rahasia, lelaki itu mendapatkan informasi jika burung phionex miliknya sudah kembali dengan membawa surat balasan.
" Deon sedang dalam perjalanan pulang. Dia juga memiliki informasi penting mengenai hal yang kita curigai" ucap Gyan pada Aden.
" ini berita bagus yang mulia. Kita bisa mengatakan hal besar ini saat pertemuan besok" ucap Aden senang.
" semoga saja semua berjalan dengan lancar" masih ada sedikit ketakutan yang dirasakan Gyan. Seakan firasat nya menilai buruk hari-hari kedepan.
Di kamar Selir Agung, semenjak acara jalan-jalan pagi tadi, Valmira hanya menghabiskan waktunya dengan bersantai sambil membaca buku. Wanita itu berkali-kali meminta cemilan untuk menemani acara bersantai nya.
" Alora, apa aku boleh bicara jujur padamu?" tanya Fleur yang duduk di sebelah Valmira. Wanita itu kini tengah bersandar di kepala ranjang. dan cemilan-cemilan itu hampir menutupi setengah dari ranjangnya.
" he'em.. katakan saja" jawab Valmira yang masih fokus membaca.
" ku lihat beberapa minggu kebelakang ini kau selalu saja banyak makan. Aku tau jika kau masih membutuhkan proses pemulihan. Tapi Alora, apa kau sadar tubuhmu itu semakin berisi. Pipimu membesar bahkan perut mu juga. Sebagai selir Raja bukankah kau harus lebih memperhatikan penampilan?" omel Fleur, Valmira menarik nafas, hobi baru temannya mulai kambuh lagi.
" Fleur aku memang sejak awal tidak mau jadi selir Raja. Dan berniat pergi dari sini. Jadi apa mungkin urusan penampilan aku fikirkan. Jika dengan ini yang mulia menjauhiku, aku malah lebih senang" jawab Valmira santai. Dia sama sekali tidak cemas meskipun perkataan Fleur itu benar.
" tapi Alora, setidaknya jangan terlalu berlebihan. Sini kau lihat baik baik, pipi mu, lengan dan perut mu membesar dengan cepat. Kau seperti ibu-ibu hamil tau" ungkap Fleur sekali lagi. agar Valmira sadar. wanita itu bahkan membawakan cermin agar Valmira percaya.
" aku. tidak. peduli," ucap Valmira enteng.
" yang mulia tidak kemari?" tanya Valmira mengganti topik.
" ah ya aku lupa tadi Aden kemari, dia menyampaikan pesan jika yang mulia tidak bisa datang malam ini. Akan ada acara besar beberapa hari lagi, jadi yang mulia sibuk mempersiapkannya" jawab Fleur yang hampir saja lupa alasan dia masuk ke kamar.
" baguslah" jawab Valmira tidak masalah.
" lebih baik kau tidur. jangan membaca terus, istirahatkan matamu" Fleur mulai membereskan wadah-wadah cemilan yang ada di ranjang.
" sebentar lagi" jawab Valmira tidak ingin di ganggu.
Keesokan harinya, pelayan Ratu Shana datang ke kamar Selir Agung. Dia mengabarkan jika Ratu sudah menunggunya di istana barunya.
" baiklah nanti saya sampaikan" jawab Fleur setengah ingin menolak ajakan itu. Pasalnya selalu saja jika bersama dengan Ratu ada saja hal buruk yang terjadi pada temannya.
pelayan itu pergi dan Fleur segera menemui Valmira di kamar.
" pelayan Ratu datang dan meminta kau segera bersiap untuk acara makan itu" ucap Fleur melaporkan.
__ADS_1
" apa kau memiliki alasan untuk menolak ajakan itu?" tanya Valmira yang tidak menemukan alasan yang cocok. Jika masalah kesehatan lagi, takutnya Ratu Shana langsung mencurigainya. Dan datang ke kamarnya untuk mengecek. malah jadi repot sendiri.
" bilang saja jika kau ada janji dengan yang mulia, bagaimana?"
" kalau dia menyusul ke istana raja bagaimana? kau tau sendiri bagaimana sikap Ratu"
" lalu apa?"
" aku akan menghadiri sebentar, lalu undur diri dengan alasan sakit, bagaimana? cukup masuk akal bukan?"
" boleh juga, sebentar saja tapi" ucap Fleur mengingatkan. Valmira mengangguk pelan tanda mengerti.
Alhasil disinilah kedua wanita itu pergi, mereka berjalan menuju istana Ratu.
" yang mulia Ratu" ucap Valmira saat sampai di ambang pintu. Dia tak menyangka jika Ratu Shana menunggunya di pintu masuk istana.
" aku sudah menunggumu sedari tadi. ayo masuklah" ajak Shana sambil menggandeng tangan Valmira. Ini sangat aneh bagi Valmira. bahkan sebelum masuk dia dan Fleur saling beradu pandang karena khawatir dengan tingkah Shana yang janggal.
" sini duduklah" Shana menarik sebuah kursi untuk Valmira.
" terimakasih yang mulia Ratu" ucap Valmira lalu duduk dengan hati was-was.
" kalian hidangan kan menunya" perintah Shana pada pelayannya.
" baik yang mulia" jawab mereka.
" aku takut kau tidak bisa kemari, disini tak ada lagi yang bisa aku ajak makan untuk merayakan perpindahan ku"
" yang mulia bisa mengundang ibu suri dan juga putri Farfalla" jawab Valmira heran.
" apa kau tidak tau, mereka sedang melakukan kunjungan di beberapa tempat. hal ini biasa mereka lakukan jika mendekati pertemuan penyihir" jawab Shana yang sedikit keceplosan.
" pertemuan penyihir?" tanya Valmira yang baru tau jika ada acara pertemuan penyihir. mungkin ini acara besar yang Aden maksud. ini akan menjadi waktu yang di tunggu- tunggu oleh Valmira selama ini.
" em, kau jangan katakan hal ini pada siapapun. Jadi akan ada pertemuan khusus bagi keluarga penyihir. Biasanya berlangsung dalam beberapa hari yang membahas hal-hal penting"
" lalu kapan acara itu akan di mulai?"
" mungkin beberapa hari lagi, kerajaan akan sibuk beberapa hari ke depan. Sudahlah mari kita makan" ucap Shana saat pelayan sudah menyajikan makanan.
Ada manfaatnya juga dia datang, Valmira bisa mengetahui acara penting ini. Wanita itu kini makan dengan tenang.
Sedangkan Shana juga ikut senang, ini merupakan permulaan yang baik baginya, setelah ini dia akan terus menempeli Alora sambil mengambil simpati wanita itu. Agar Gyan berfikir jika dia sudah berubah. Baru setelahnya dia akan memulai rencana selanjutnya.
__ADS_1
Setelah acara makan selesai, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Valmira langsung pamit kembali. Dengan senang Shana juga mengizinkan. Dia juga tidak mau berlama-lama berkumpul dengan wanita rendahan ini.
" Fleur, aku memiliki rencana yang bagus untuk pergi dari sini" ucap Valmira yang langsung membuat Fleur mengerutkan keningnya tidak setuju.