Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pemulihan


__ADS_3

" yang mulia. rombongan sudah sampai di gerbang luar Garamantian" lapor Aden.


" permudah mereka masuk ke istana" jawab Gyan tegas.


" baik yang mulia"


langkah Aden semakin menjauh, Gyan kembali menarik nafas panjang. Dia tengah menatap kerajaan Garamantian dari atas balkon yang dekat dengan kamar Valmira dulu.


Sudah beberapa hari berlalu, meski Gyan sudah tampak lebih tenang dari sebelumnya. Nyatanya rasa sedih dan kehilangan dari wanita yang di cintai nya takkan pernah hilang. Valmira akan selalu di hatinya dan ingatannya. Gyan mulai berfikir bijak, kerajaan lebih membutuhkannya sekarang apalagi Kangta memberi kabar jika mereka akan memulai pelayaran untuk mencari pulau Marilla. Dia harus bangkit dari keterpurukannya.


Entah membutuhkan berapa lama sampai mereka menemukannya, yang Gyan takutkan adalah jangan sampai sihir hitam yang menyebar disana sudah membentuk wujud dalam inang manusia. itu akan sedikit terlambat untuk menyelamatkan Azerbaza.


" tuan Kangta, Alora kembali sakit. apa kau tidak memiliki cara lain. kasihan sekali wanita ini dalam keadaan hamil dan kau ajak berlayar" ucap salah satu Klan Ralba yang kasihan melihat tubuh Valmira yang terus bermunculan memar.


" aku sudah lebih baik" potong Valmira dengan suara lemahnya. semenjak bangun dari ketidaksadarannya Valmira merasa tubuhnya begitu kesakitan, bahkan bermunculan rona biru secara mendadak dan tanpa sebab yang pasti.


" kau yakin ingin ikut berlayar?" tanya Kangta mendekati Valmira. wanita itu mengangguk lemah. dia bisa membuka mata aja sangat bersyukur, pasalnya Kangta tidak mengatakan jika dia akan menyelamatkannya. lelaki itu hanya berpesan agar melupakan Gyan dan memulai hidup baru. Dan tak lupa Kangta selalu mengatakan jika kematiannya bisa terjadi kapanpun, takkan ada yang bisa menyelamatkannya jadi dia jangan terlalu banyak berharap bisa melahirkan bayinya.


" baiklah, katakan jika dalam perjalanan kau membutuhkan sesuatu"

__ADS_1


akhirnya ke enam orang itu menaiki perahu dengan kapasitas besar. Klan Ralba ada 2 orang Aislinn wanita berusia 40 an juga sang suami Zephyr. mereka adalah saudara terdekat dari Marilla. keduanya sedikit banyak memiliki inti jiwa yang mirip dengan milik Marilla. Dengan hal itu Kangta berharap mereka bisa merasakan tabir pelindung yang Marilla tinggalkan.


" kau harus kuat nak" ucap Aislinn membantu Valmira menaiki kapal. Dengan perutnya yang membuncit Valmira sedikit kesusahan melihat langkah kakinya sendiri.


" terimakasih" jawab Valmira.


" kita berangkat!" teriak Deon yang berdiri di samping nahkoda kapal.


Semua berada di dalam kapal, Aislinn membantu Valmira memasuki kamarnya yang berdekatan dengan kamar pasangan suami istri itu.


" aku tidak menyangka kau bisa bertahan, Kangta mengatakan jika suamimu memperlakukanmu dengan sangat buruk, aku tidak membayangkan bagaimana hidupmu selama ini" ucap Aislinn yang menjadi korban kebohongan Kangta.


" bibi tidak perlu khawatir semuanya sudah selesai, aku pasti bisa melalui semuanya" balas Valmira yang akhirnya terpaksa ikut berbohong. Dia juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya hanya skenario dari Kangta pilihan terbaik saat ini.


Untung saja Aislinn dan suaminya tidak curiga sama sekali. Mereka bahkan cenderung bersimpati dengan kebohongan yang Kangta rangkai. Apalagi melihat tubuh Valmira yang kurus dan ringkih seakan menjadi pembenaran dari cerita Kangta.


Apalagi Saat ini rambut Valmira berubah menjadi hitam keseluruhan, jadi baik Aislinn ataupun orang lain tidak akan berfikir yang aneh- aneh pada Valmira. Dia tampak normal sebagaimana manusia lainnya.


......................

__ADS_1


" apa? katakan sekali lagi?" tanya Shana kegirangan.


" ibunda anda beserta keluarga Prysona datang ke Garamantian, yang mulia Ratu" ucap pelayan itu sekali lagi.


" benarkah? aku sangat senang mendengarnya. aku harus menyiapkan pesta penyambutan untuk mereka" Shana berniat menemui bagian kerumah tangga istana untuk mempersiapkan pesta yang mewah.


" itu ide yang bagus yang mulia" jawab pelayan pribadinya.


Shana tanpa meminta izin kepada Gyan, langsung saja pergi dan menyusun rencananya sendiri. Wanita itu ingin menunjukkan kepada ibu dan saudara kerajaan jika dia adalah Ratu Garamantian yang agung. Shana ingin memperlihatkan kesuksesannya meraih apa yang dia cita-citakan. Dia pasti akan membuat mereka bangga.


" bagaimana kabar rombongan?" tanya Gyan di sela-sela dia membaca laporan dari kelompok bayangan miliknya.


" rombongan Prysona sudah memasuki ibu kota, kemungkinan besok atau lusa akan sampai di kerajaan"


" bagus, apa wanita itu sudah menerima kabar ini?"


" Sudah yang mulia, bahkan Ratu kini sedang merencanakan pesta penyambutan yang meriah"


" wanita itu bodoh sekali. rombongan Prysona datang karena ingin menjemputnya. Dia malah kegirangan. ck ck ck" gumam Gyan, sudah habis kesabaran Gyan, dia akan mengusir wanita itu dari Garamantian.

__ADS_1


" Ratu pasti akan sangat terkejut jika mengetahui alasan kenapa keluarganya datang"


" biarkan saja, aku sudah muak melihatnya" jawab Gyan tegas.


__ADS_2