Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Bukan Mimpi 2


__ADS_3

Douglas mengambil alih pertarungan melawan para penyihir, sedangkan Gyan dan Aden berhadapan dengan Shana. perkelahian tidak berlangsung lama. Semuanya kalah dengan sihir hitam.


" ikat semua orang ini, kita akan memulai pertunjukkan" ucap Shana menatap semua lawannya lemas.


" baik Ratu," ucap anak buah Shana.


" ah ya, kalian kejar dan cari keberadaan putri Farfalla. Dan segera bawa dia padaku"


" baik Ratu"


malam ini situasi istana begitu mencekam, dari luar terlihat aman-aman saja, padahal seluruh penghuni istana sedang di amankan di halaman utama kerajaan oleh penyihir hitam. Dan tak lupa sebagai pertunjukkan utama di area tengah halaman sudah ada para penyihir beserta Raja Gyan yang terikat tak berdaya. Begitu di seret ke halaman semua anggota kerajaan serta para menteri yang bertugas langsung bisa menyaksikan pemandangan mengejutkan ini.


" berdiri!"


" jangan memberontak!"


" diam disana, jangan melawanku!"


semua anak buah Shana dengan keras membuat penghuni istana berbaris di halaman. Harapan semua orang langsung sirna tak kala melihat dengan mata kepala mereka sendiri, jika Raja Gyan yang agung sudah kalah.


" Ratu semua penghuni istana sudah berhasil di lumpuhkan. Dan juga putri Farfalla sudah berhasil di tangkap" lapor anak buahnya.


" bagus, tempatkan dia persis di depan Gyan"


" baik Ratu"


Shana dan Douglas masih asyik di area istana dalam. Mereka sedang menikmati makanan lezat sambil melihat kekalahan musuh besarnya.


" bukankah ini yang kau inginkan sejak lama?" tanya Douglas sambil mengelus tangan Shana.


" yah, memang inilah yang aku inginkan. Tinggal satu hal lagi. membunuh Gyan di depan semua orang"


" sebentar lagi. keinginanmu akan terlaksana"


Setelah beberapa saat, kini waktunya Shana menunjukkan diri di depan semua orang. wanita itu dengan diiringi Douglas berjalan menuju bagian tengah halaman.


" Ratu Shana..." lirih mereka tak kala melihat Shana mendekati Gyan.


" Ratu, apa yang dia lakukan? kenapa tidak menolong Raja " mereka dengan raut kebingungan melihat wanita yang mereka kenal sebagai Ratu Garamantian malah berjalan dengan lelaki lain dan sama sekali tidak menghiraukan Raja Gyan.


" Selamat malam semuanya. mulai malam ini, aku adalah pemimpin baru kerajaan Garamantian. Siapapun yang melawan akan berkahir sama dengan Raja kalian yang malang ini. hahahaha"


" Ratu, bukankah kau Ratu kami? kenapa malah melakukan hal buruk ini?" tanya salah satu anggota kerajaan.


" ya, itu dulu. salahkan saja Raja kalian. Dan malam ini pula adalah hari dimana Raja Gyan yang agung akan tewas"


Semua menatap Gyan yang terikat tak jauh dari sana. Mereka separuh tidak menyangka, wanita yang dulu mereka hormati ternyata hanya memburu tahta kerajaan. Mereka akhirnya sadar jika penyihir hitam yang sebenarnya adalah Ratu mereka bukan selir Agung.


" kakak" panggil Farfalla pelan, dia berada tepat di samping lelaki itu.


" Falla kenapa kau bisa disini?"


" Falla tidak mau pergi sendiri, Falla lebih memilih mati bersama dengan kakak"


" Falla, kenapa kau berfikir seperti itu. Kakak tidak akan mati"


Falla tidak menjawab, siapapun tidak akan percaya jika kondisi Gyan sekarang akan berhasil melawan Shana, kecuali jika datang keajaiban.


Falla dan Gyan saling menatap dan memberikan kekuatan. Para penyihir satu persatu sudah di eksekusi.


Semua penghuni istana benar-benar syok dan tidak kuat melihat pemandangan mengerikan ini. Tak jarang teriakan putus asa dari keluarga penyihir yang di eksekusi membuat malam itu seakan menjadi mimpi buruk bagi semua yang hadir.


Shana terus tertawa senang, dia membunuh satu persatu penyihir kerajaan tanpa ragu.

__ADS_1


Tak lama salah seorang anak buah Shana menarik Falla dan membawanya pada Shana.


" kita sampai pada kematian sang putra cantik terlebih dahulu"


" lepaskan dia! berani kau menyakitinya aku akan membunuhmu" ancam Gyan.


" hahhaah kau saja tidak bisa menolong dirimu sendiri Raja Gyan, masih sok mengancamku" ejek Shana.


Lalu dengan cepat wanita itu mengirimkan tali jerat pada leher Falla.


" aakkkk" wanita itu teriak kesakitan.


Gyan berusaha membuka tali pengikat ini. lelaki itu dengan sisa energinya merapal kan mantra.


ccruushsh


tali itu terlepas meski tubuhnya menjadi begitu lemah.


ccruushh


serangan Gyan sama sekali tidak berdampak pada Shana.


wwuusshhh


wanita itu mengangkat tubuh Gyan.


" bagaimana jika kita lakukan bersamaan? Raja Gyan beserta putri Falla akan mati dalam waktu yang sama."


" Yang mulia!!! putri!!" teriak Aden keras. tubuhnya terikat dan tidak bisa membantu.


" yang mulia!!" teriak semua anggota kerajaan.


" putri!!"


Gyan dan Falla saling menatap, Shana membuat tubuh mereka melayang di atas. membuat semua orang melihatnya dengan jelas kematian mereka.


tangan Gyan dan Falla terbuka saling ingin menggapai, semakin membuat sedih dan putus asa penghuni istana.


Padangan Gyan dan Falla mulai buram, mereka saling melempar senyum terakhir.


cccrrruuussshhh


Cccruussshhhh


serangan dari atas tiba-tiba mengejutkan semuanya, Valmira dan Kangta baru saja sampai. Mereka melihat pemandangan memilukan ini dan dengan cepat menyerang Shana.


mantra Shana langsung terlepas dan tubuhnya terhempas kencang akibat serangan Valmira.


Kangta menangkap tubuh Falla yang sudah tak sadarkan diri sedangkan Valmira menangkap tubuh Gyan.


Valmira menatap wajah lelaki yang ada di pelukannya. ini adalah lelaki yang dia lihat dalam ingatan elang Kangta.


Gyan setengah sadar, dia menatap Valmira seolah berfikir jika Alora sedang menjemputnya menuju kematian.


" siapa kalian?" tanya Shana yang sudah bangkit.


Valmira meletakkan tubuh Gyan dan melepaskan tali sihir pada tubuh Aden. lelaki itu segera mendekati Tuannya.


Crusshh


crussshh


Valmira langsung melepaskan serangan pada anak buah Shana yang menyandra penghuni istana.

__ADS_1


" berani sekali kalian mengangguku!" teriak Shana tidak terima. Saat ini Valmira masih menggunakan tudung wajah, jadi tidak ada yang mengenalinya.


" kaulah yang sudah mengganggu keamanan Azerbaza" jawab Valmira lalu melepaskan jubah dan tudung nya.


manik Shana langsung membola, dia percaya tidak percaya. wajah seseorang di depannya sangat mirip dengan wanita yang dia tau sudah meninggal.


" al.. alora.. tidak mungkin, dia sudah mati" gumam Shana


wwuusshh


Douglas memberikan serangan, Valmira menangkisnya dengan mudah.


Kangta masih sibuk mengamankan Gyan dan Falla di bantu dengan Aden, lalu melawan anak buah Shana yang tersisa. Lagipula menurut lelaki tua ini Valmira sangat mampu melawan 2 orang penyihir hitam tersebut.


ccrruusshhh


ccrruushh


Valmira memberikan serangan bertubi-tubi pada Shana dan Douglas. tak hanya itu Valmira langsung merapal kan mantra mengikat tubuh Douglas.


wwuussshhh


Shana menyerang, Valmira tidak tampak kewalahan sama sekali.


ccruusshhh


" aaakkk" Shana terlempar dan terbanting keras di atas tanah.


" uhuk uhuk " Shana langsung muntah darah.


Valmira ganti menyerang Douglas, dia merasakan aura aneh pada tubuh lelaki ini.


setelah Douglas terperangkap di dalam formasi Valmira, tiba-tiba muncul api biru. Fisik Douglas terbakar.


" aaakkkkk" teriak Douglas kesakitan. Tak berselang lama mendadak sosok Douglas yang muda kini berganti dengan sosok lelaki tua yang buruk rupa.


Shana yang menyaksikan dengan jelas, langsung terkejut. Selama ini ternyata Douglas menipunya, dia sebenarnya adalah lelaki tua. menjijikkan sekali.


Terlepas dari iti, Kini Shana tau jika wanita didepannya bukan tandingannya. Sebelum dia kalah seperti Douglas, Shana langsung melarikan diri membuka portal menuju Prysona.


Valmira kecolongan. Dia terlalu fokus pada Douglas.


" aaakkk" teriak Douglas saat Valmira semakin menaikan hukumannya. Kini tubuh Douglas perlahan menjadi abu, tubuhnya hilang tak bersisa. Valmira menghentikan mantra nya. Dia menatap kesemua orang, bagaimana bisa ada kejahatan seperti ini.


" selir Alora..."


" bukankah itu selir Agung..."


bisik yang lainnya. Mereka tidak salah mengenali. meski rambut putih Valmira tidak sama dengan Alora yang mereka kenal. Tapi wajah itu jelas adalah wajah selir agung mereka.


" bagaimana keadaan mereka?" tanya Valmira pada Kangta.


" mereka masih bisa tertolong," jawab Kangta yakin.


" syukurlah"


" selir, bukankah anda selir Agung?" tanya Aden yang sejak tadi menatap serius wajah Valmira.


di tanya hal itu Valmira hanya bisa menggeleng tak mengerti. kangta memilih diam dulu dan mengurusi Raja Gyan dan putri Falla yang masih tak sadarkan diri.


Beberapa saat setelahnya keadaan istana jauh lebih aman. semua anah buah Shana sudah di basmi oleh Valmira. penghuni istana juga sudah kembali ke tempat mereka masing-masing. begitupun dengan Gyan dan Falla langsung di menerima pengobatan meskipun jumlah tabib yang terbatas.


Valmira menjauh dari keramaian, sejak dia datang disini, hampir semua orang menanyakan hal yang sama padanya. Bahkan beberapa kali juga orang memanggilnya dengan nama Alora.

__ADS_1


Valmira berdiri di balkon dekat menara, tempat biasa Gyan menenangkan diri. Angin malam mulai menerpanya. melihat pemandangan gurun pasir dari sini sungguh sangat indah. Dia tidak pernah melihat hal ini sebelumnya.


" sebentar lagi fajar datang," lirih Valmira menatap langit malam.


__ADS_2