
Setelah pertemuan itu Gyan masih saja belum puas dengan menunjukkan kemesraannya dengan Valmira secara terang -terangan. Apalagi banyak beberapa penyihir muda yang malah bertanya langsung pada Valmira.
" ini tidak bisa di biarkan, kenapa mereka begitu tidak mengerti juga" kesal Gyan yang uring-uringan sejak pagi. Sudah beberapa hari ini Gyan mengirim orang untuk menyebarkan berita jika Raja Gyan dan Ratu Valmira adalah pasangan suami istri. Sayangnya penyihir lain berfikir jika ini hanya sebuah gosip, dan malah menyerbu Ratu Valmira untuk menanyakan kejelasannya sekaligus ingin mengenal lebih dalam bagaimana wanita cantik itu. Senjatanya malah balik menyerang dirinya sendiri.
" sudahlah, wajar mereka begitu" balas Valmira yang sedang memberikan makan G dengan bubur buah-buahan.
" kau senang berdekatan dengan mereka?" selidik Gyan.
" iyya, maksud ku mereka juga akan menjadi rakyat ku. Kenapa juga aku tidak boleh berdekatan dengan mereka, mereka. semua...."
" jadi kau mulai berpaling dariku? begitu?"
" Gyan hilangkan pikiran jelek mu itu. pihak luar tidak ada yang tau mengenai pernikahan kita, jadi wajar mereka semua bertanya padaku. Sudah jangan emosi terus menerus. Apa sudah ada informasi mengenai Farfalla?" Valmira langsung mengganti topik pembahasan.
" ah ya. Semua ini karena para pemuda sialan itu. Aku pergi dulu" ucap Gyan dan buru-buru pergi dari ruangan.
Sudah beberapa hari ini Aden dan Deon masih melakukan patroli. Aden bertambah tugas dengan menelusuri wilayah terdekat dari gerbang kerajaan. Sedangkan Deon bagian dalam untuk mencari jejak.
Gyan melakukan sihir dimensi dan sampai di perbatasan.
" yang mulia" sanjung komandan prajurit perbatasan.
" ada kabar dari Aden?" tanya Gyan langsung tanpa basa-basi.
" belum yang mulia, Tuan Aden dari terakhir kali pergi sampai sekarang belum mengirimkan berita apapun" jawab komandan itu.
keduanya berjalan menuju bagian atas dari gerbang perbatasan.
" lalu di mana Deon sekarang?"
__ADS_1
" tuan Deon baru saja kembali setelah berhari - hari menelusuri setiap sudut kota "
" panggilkan dia"
" baik yang mulia"
Gyan berada di bagian atas gerbang, menatap wilayah luar dengan wajah serius. Lelaki itu kembali memikirkan tujuan kepergian adiknya.
" Falla tidak pernah sekalian pun keluar dari kerajaan. Dia tidak mungkin memiliki tujuan. Kemana dia akan pergi. Tidak mungkin berkelana, kerajaan masih membutuhkannya, kecuali..." gumam Gyan, sambil terus melakukan analisis. Dia melihat semua buku-buku yang di temukan. tidak ada menjelaskan sebuah tempat secara spesifik. Hal ini sangat sulit dia pikirkan.
" yang mulia" suara Deon membuat lamunan Gyan
buyar.
" em, bagaimana? apa ada perkembangan sejauh ini?"
" saya sudah melakukan pemeriksaan. Dan menemukan sebuah kejanggalan. Dimana ada satu orang yang menyewakan keretanya pada salah seorang lelaki muda yang mengaku tamu kerajaan. Saat ini melakukan perjalanan perdagangan ke wilayah lain. Tapi setelah saya cek lagi, kerajaan tidak menerima tamu beberapa hari ini"
" ini masih dugaan, karena mereka mengatakan tamu itu adalah lelaki"
" wilayah mana yang dia tuju?"
" dia tidak mengatakan tujuannya, hanya menuju ke arah barat"
" barat? kemana itu?"
" maaf yang mulia, saya tidak bisa menemukan tujuan perginya lelaki itu"
" tak apa, kita masih memiliki waktu untuk menemukannya"
__ADS_1
" tapi yang mulia. jika sesuai undangan, seharusnya pernikahan Putri akan di laksanakan dalam waktu kurang dari 5 hari. Bagaimana kita menjelaskan pada semua tamu undangan nanti?"
" kita lihat saja situasi besok" singkat Gyan. Dia juga belum bisa memberikan gambaran. Dia sama sekali tidak memiliki rencana untuk menanggulangi ulah Farfalla.
Sedangkan di sisi lain saat ini Falla hampir mendekati wilayah Uthaman. Beberapa hari perjalanan membuat tubuhnya lelah. Apalagi dia tidak memiliki pengalaman perjalanan sejauh ini. Falla beberapa kali bahkan harus muntah karena tidak terbiasa dengan goncangan kereta.
" tuan di depan adalah wilayah Uthaman, saya tidak bisa mengantar lebih jauh" ucap kasir. Falla membuka mata lelahnya.
" baiklah," wanita itu beranjak keluar dari kereta.
" ini bayaran mu" Falla dalam keadaan sangat lelah, suaranya tidak di kondisikan membuat Kusir itu mengerutkan keningnya.
" anda wanita?" tanya kusir membuat Falla.
" ehem.. pergilah" Falla tak berlama-lama sebelum identitasnya terbuka. Dia langsung pergi membawa tas kecilnya, berjalan menuju wilayah Uthaman.
Seperti yang dia tau, wilayah Uthaman sebagian besar masih lahan kosong dan tandus. Hal yang pertama Falla lihat adalah tanah kering sepi tak ada penduduk sama sekali.
Saat itu hari sudah mulai sore, Falla berjalan menuju jalan setapak. Tidak ada satu orang pun yang dia temui untuk bisa menjawab pertanyaannya.
" kemana aku harus pergi" lirih Falla.
Hingga saat langit mulai gelap, dia menemukan sebuah bangunan. Jika dari dilihat kemungkinan adalah sebuah kedai makanan.
" permisi" ucap Falla memanggil seseorang keluar. Tapi sampai beberapa kali panggilan tidak ada tanda-tanda adanya seseorang.
" bangunan ini cukup terawat, tidak mungkin tidak ada orang yang mengurusnya" gumam Falla sambil menatap ke sana kemari.
" permisi...." teriak Falla dengan suara berat agar menyerupai laki-laki.
__ADS_1
" ya tuan.." balasan dari dalam bangunan. Falla menghela lega. Akhirnya ada manusia yang bisa dia temui di sini.