
Pagi harinya Valmira bangun dengan perasaan kesal. Gyan memanfaatkannya dengan baik. lelaki itu memeluknya dari belakang saat dia sedang menyusui G saat terbangun saat tengah malam. Dan jika sudah begitu Valmira mana mungkin bisa memberontak. Dia tidak mau sampai G terbangun dan akan semakin rewel.
" kau sengaja ya kemarin malam tidur di sini"
" tidak, aku tidak sengaja berkunjung lalu kelelahan dan tidur di samping G" jelas Gyan tanpa rasa bersalah.
" lalu pelukan itu?"
" pelukan ? kapan aku memelukmu?" tanya balik Gyan. Valmira sudah terburu jengah akhirnya pergi meninggalkan Gyan.
" dasar mesum" lirihnya yang masih bisa di dengar Gyan. lelaki itu tersenyum tipis.
Setelah menyelesaikan mandinya Gyan bersiap akan pergi dari istana Harem.
" aku akan membawakan laporannya kemari, dan kita bisa mendiskusikannya"
" tidak usah biarkan aku yang ke sana saja" tolak Valmira.
lebih baik dia yang pergi dan bisa kembali ke kamar jika Gyan berani bermacam-macam.
" baiklah kalau begitu, aku akan menunggu "
Gyan akhirnya bisa pergi dan Valmira bisa bernafas lega.
Hari semakin siang, istana kerajaan sudah ada Kangta, Gyan dan Valmira. mereka bertiga membahas mengenai Shana dan rencana hukumannya.
" apa lebih baik kita bawa saja wanita itu kemari dan melaksanan hukuman di sini?"
" tidak perlu tanah Garamantian tidak menerimanya baik saat hidup maupun mati" Tolak Gyan.
" aku sudah membaca semua laporan ini, kejahatan Shana benar- benar tidak bisa di ampuni. wanita ini sangat kejam, entah bagaimana membalaskan kematian semua korbannya"
" memenggal kepalanya atau membuat tubuhnya terpisah?"
" semuanya terlalu ringan, dia bisa mati dengan cepat. Bagaimana dengan menggunakan Racun Casimir, dia akan merasakan bagaimana sakitnya saat tubuhnya sedikit demi sedikit hancur dan tubuhnya bahkan bisa hangus karena terlalu besar efeknya" usul Valmira yang sudah lebih dulu.
Kangta seketika langsung bisa mengingat kembali saat dia memaksa Valmira untuk meminum rabun tersebut.
" racun itu cukup langka hanya beberapa orang saja yang memilikinya" tanggap Gyan.
" aku tau siapa yang memiliki racun tersebut"
" siapa?"
" Kangta"
" benar kau memilikinya?"
" iya, aku memiliki bahkan yang tanpa menggunakan campuran juga ada" balas Kangta.
" tapi selain itu, kita juga harus menyayat tubuhnya agar racunnya tidak langsung membunuh Wanita itu" lanjut Kangta.
" baiklah kita pakai hukuman itu saja, kali ini biarkan Aden yang mengurusnya. Kau bisa mengurusi hal yang Lain"
" baiklah kalau begitu"
Sesuai dengan kesepakatan, hari ini hukuman pada Shana akan langsung dilaksanakan. Gyan dan sejumlah penyihir lainnya membuka portal ke Prysona untuk menyaksikan kematian sang iblis wanita.
Tak lupa Gyan menjemput Falla, adiknya begitu antusias ingin melihat kematian pembunuh ibunya.
" kau duduklah disini, kakak akan membawa Valmira dan pangeran G padaku" ucap Gyan. Lelaki itu berjalan mendekati Valmira yang baru saja masuk portal.
" Valmira, adikku Putri Farfalla ingin bertemu denganmu. apakah kau mau menemuinya?" ucap Gyan dengan halus. Hubungan mereka masih belum benar-benar baik kan.
" tentu saja, di mana dia sekarang?"
" mari aku tunjukkan tempatnya"
Gyan mengambil alih G dalam gendongannya, lalu menggandeng Valmira menuju tempat duduk Falla.
" Ratu Valmira" sanjung Falla saat Valmira datang.
__ADS_1
" tak perlu seperti ini, biasa saja" ucap Valmira lalu duduk di samping Falla.
" aku tidak menyangka jika kamu masih hidup. Kaka Gyan setiap hari terus melamun, tidak mau makan. dan terus mengunjungi kamarmu. kakakku sangat memprihatinkan" jelas Falla, saking senangnya bertemu dengan Valmira kembali.
" oh ya, tapi aku dengar Raja Gyan memiliki selir yang tergolong banyak dan dari berbagai wilayah kerajaan" untungnya Gyan tidak terlalu mendengar dengan jelas. Dia sibuk mengasuh G.
" itu memang benar, tapi semuanya sudah di pulangkan dengan alasan perang. Padahal Kaka sangat tau jika perang sama sekali tidak berdampak dengan kerajaan" jelas Falla secara menyeluruh. Dia tidak mau kakak iparnya salah faham dengan posisi serta rumor mengenai kaaknya.
" apa Gyan juga tidak memiliki anak dari Ratu atau selirnya sebelumnya?" tanya Valmira yang terpancing rasa penasarannya.
" Tidak, satu-satunya wanita dalam hatinya adalah kau seorang"
" hentikan itu membuatku i ng in mun tah"
" kau harus percaya, kakak ku adalah orang yang setia" ucap Falla dengan kepercayaan diri.
" jika kau yang mengatakannya sepertinya itu sedikit membutuhkan bukti, kau adalah adik nya tentu saja akan membuat kakak mu terlihat lebih baik" ucap Valmira yang tidak langsung mengiyakan ucapan Falla.
" kau belum mengingat semua kenangan dengan kakak ku kalau begitu"
" sepertinya iya, kakak mu selalu terlihat mengesalkan beberapa waktu ini"
" kakak pasti sangat takut kehilangan mu. itu biasa terjadi"
" kau sangat mengenalnya"
Kedua wanita itu terus berbincang., sampai suara tabuhan membuat konsentrasi mereka menjadi berpaling pada Shana. Wanita itu baru saja di serer keluar. Mereka yang berada di balkon istana Raja langsung melihat dengan tatapan datar.
Hukuman Shana akan di laksanakan di halaman utama kerajaan. tidak ada siapapun di kerajaan. Membuat Gyan dan yang lainnya bisa melakukan semuanya dengan seenaknya.
" lepaskan aku! kalian makhluk hina" teriak Shana, sepertinya dia mengalami tekanan mental yang cukup berat. wanita itu memberontak terus menerus.
Gyan berdiri, dan memulai memberikan pidato singkat.
" di depan kalian semuanya terdapat seorang wanita yang selama ini melakukan kejahatan besar. Wanita ini melakukan praktik sihir hitam dan mengembangkannya terus menerus. wanita ini dengan tanpa Rasa menyesal membunuh puluhan orang bahkan termasuk ayah dan ibunya sendiri yang pada saat itu menjabat sebagai Raja dan Ratu Prysona. Wanita ini tak hanya merugikan kerajaan nya dia juga ikut menyerang kerajaan lainya, termasuk kerajaan Garamantian, Glorantha dan Avantazia.
Sampai akhirnya dia bisa kami lumpuhkan, dan saat ini adalah hari di mana dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang dia lakukan.
Semuanya saksikan dengan benar, Bagaimana Hukuman Azerbaza yang dia terima, mau di mana pun, sihir hitam terlarang untuk di lakukan.
Hari itu beberapa penyihir dari klan masing-masing sengaja datang, Gyan dan Kangta sudah mengabarkan kepada mereka sebelumnya.
klan Osmond, klan Reuben dan klan Arghi Semuanya memiliki perwakilan untuk menyaksikan hukuman pada Shana. meskipun setelah Gyan periksa jumlah penyihir di Azerbaza jumlah nya menjadi sangat sedikit. Shana sudah mengorbankan beberapa diantara nya.
" baiklah, kita mulai saja hukumannya!"
dung dung dung.
tabuhan kembali terdengar, menandakan waktu hukuman sudah tiba.
" tidak, tida lepaskan aku!" Shana ketakutan. Dia bisa melihat seseorang datang membawa pisau serta mangkuk racun.
" kalian tidak bisa melakukan hal ini padaku! kalian pantas mati, aku akan membalaskan dendam ini. tunggu saja" teriak Shana tidak terima. Dia sudah hampir bisa melakukan semua keinginannya, bahkan sebelum nya dia sudah akan mendapatkan Giok kekekalan itu. Bagi nya semua itu sudah sangat berharap.
Tapi kini nasibnya sudah seperti telapak tangan yang berganti menelungkup dengan mudah nya berubah dalam semalam.
dung dung dug
kembali tabuhan di bunyikan, penjaga yang membawa pisau langsung maju, setelah penjaga lainnya membuka tubuh Shana di tiang utama.
petugas yang menjalankan hukuman berasal dari 3 kerajaan yang mengalami teror dari Shana. kerajaan Prysona, kerajaan Glorantha dan kerajaan Avantazia. ketiga nya jelas memiliki hak untuk Melakukan karena kerajaan ini mengalami kerugian paking parah.
" tidak, jangan lakukan" Shana memberontak tak kala pisau mulai di angkat.
ssrreeeekkk
sayatan demi sayatan dia terima di sekujur tubuhnya. Darah mengenang di bagian bawah.
" aaakkk tidak. hentikan, sakit, cukup" teriak Shana membuat yang lain merasa puas.
setelah cukup sayatan yang di terima, kini pembawa mangkuk racun segera maju.
__ADS_1
" emm" Shana menolak meminum racunnya, tapi dengan mudah segera di paksa dan kini hampir semua racun itu masuk ke dalam tubuh nya.
Shana mulai gemeteran, efek racun semakin terlihat. tubuhnya kejang parah. Gyan tak ingin anaknya ikut melihat kematian Shana jadi dia mengajak Valmira untuk kembali lebih dulu.
" kenapa kau tak ingin melihatnya?"
" ada G disana " jawab G pelan. Meraka baru saja sampai di Garamantian.
" Hari ini semuanya berakhir dengan baik, sihir hitam musnah dan kau juga kembali ke sisiku. Aku sudah tidak memiliki keinginan lagi"
mereka tengah duduk di balkon istana Raja, dan G sudah tertidur di dalam kamar.
" ya semuanya sudah selesai, sebentar lagi aku juga harus kembali ke kerajaan Mystick. semua orang disana menungguku" ucap Valmira dengan mada sedih. sepertinya benar hubungan mereka sulit untuk di pertahankan. Mereka masing- masing memiliki tanggung jawab yang besar. Valmira dengan rakyat Mystick dan Gyan dengan rakyat Garamantian.
" aku tidak bisa melepas mu Valmira. jangan tinggalkan aku"
" Gyan kita miliki tanggung jawab yang besar, bagaimana bisa dengan mudah nya mangkir dalam tanggung jawab. Aku dan kamu bisa saling bertemu sesekali jika keadaan kerajaan lenggang"
" aku akan memikirkan cara lain. Kita harus bersama. Aku tidak akan tenang melepas mu di kerajaan Mystick sendirian"
" memang nya cara apa yang ingin kau lakukan?"
" aku akan memberitahu mu nanti" ucap Gyan sambil menimbang semuanya. dia sejak awal sudah memiliki rencana untuk diri nya dan Falla terkait dengan kerajaan Garamantian.
Akhir dari semua ini adalah pembangunan kembali beberapa kerajaan. Khusunya kerajaan Prysona yang hampir sudah tidak memiliki penyihir lagi. kerajaan Glorantha dan kerjaan Avantazia juga bersih dari penyihir. imbas dari masalah ini adalah memang bagi manusia normal penyihir hanya di lihat sebelah mata dan hanya akan membuat kerusakan lainnya sama Seperti yang Shana lakukan, mengejar kekekalan dan gak tertandingi.
" yang mulia hukuman Shana sudah selesai di laksanakan" lapor Aden yang baru saja kembali dari Prysona.
semua sepakat jika membiarkan begitu saja mayat Shana di tiang hukuman. Biar menjadi pertanda untuk yang lainnya. jika ada yang berani bermain- main dengan sihir hitam. Maka hukumannya tidak hanya nyawa. Tapi seluruh kehormatan serta kekuatan yang di miliki.
" bagus, lalu bagaimana keadaan Prysona saat ini?"
" semua orang yang tersisa memilih ikut masuk ke 2 kerajaan lainnya. Avantazia dan Glorantha. Dan saat ini kerajaan Prysona benar-benar kosong tak berpenghuni"
" apa ada keluarga penyihir di sana?"
" sudah tidak ada yang mulia, semua penyihir di sana sudah tewas tak bersisa"
" ini masalah serius, jumlah penyihir yang berkurang ini pasti akan menimbulkan masalah baru. kita harus segera mengambil sikap" ucap Gyan sedikit gusar.
" yang mulia bukankah ini sudah satu tahun dari pertemuan penyihir terkahir kali?" Aden mencoba memberikan saran.
" ah iya kau benar, pertemuan tahun lalu sudah menyepakati jika tahun berikut nya akan diadakan pertemuan lanjutan"
" ini waktu yang pas untuk membahas masalah ini yang Mulia"
" ya kau benar, aku akan segera membuat undangan terbuka pada seluruh penyihir yang tersisa" usul Gyan, pertemuan bukan lagi di hadiri perwakilan masing- masing klan. Tapi seluruh penyihir yang ada di Azerbaza tanpa terkecuali.
" iya yang mulia, ini ide yang bagus" aden juga ikut senang mendengar hal ini.
" kau segera sampaikan hal ini pada Kangta, mungkin dia memiliki pandangan yang lebih bagus mengenai cara menghubungi semua penyihir"
" baik yang mulia" Aden segera keluar ruangan dan melaksanan tugasnya.
" mungkin cara ini bisa membantu untuk membuat semua penyihir bisa mendapatkan undangan pertemuan terbuka ini" Ucap Kangta pada Aden.
" elang milikku memiliki koneksi dengan beberapa hewan sihir lainnya, kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Semua penyihir setidaknya bisa berkomunikasi dengan satu hewan sihir dan itu bisa membantu menyebarkan undangan ini" jelas Kangta memberikan arahan.
" baiklah saya akan mengikuti cara ini sesuatu dengan permintaan Raja Gyan"
Semua persiapan segera di lakukan. Gyan kembali sibuk dengan urusan kerajaan dan masalah pertemuan ini.
Akhirnya setelah melalui beberapa hari yang melelahkan untuk mempersiapkan pertemuan penyihir terbesar yang pernah ada.
Kini beberapa hari setelahnya adalah hari di mana pertemuan penyihir yang sudah sepakati tahun lalu di gelar kembali. Kali ini hanya membutuhkan waktu satu tahun mengingat sebelumnya yang mereka bahas adalah masalah kerajaan Mystick. Sekarang maslah itu sudah terselesaikan bersama dengan masa Shana. Ini akan menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan nanti.
Untuk mempermudah pembahasan, kali ini pertemuan tetap di laksanakan di kerajaan Garamantian. Raja Gyan membuka lebar pintu kerajaan untuk menyambut kedatangan penyihir. Aula Istana Raja kini mulai terlihat penuh. beberapa penyihir yang pernah mengikuti pertemuan jelas sekali terlihat bingung. Pasalnya undangan ini bukan untuk acara yang megah, mereka tidak pernah mengetahuinya sebelumnya. Biasanya hanya perwakilan saja. pantas saja banyak yang belum memahaminya.
" Gyan, aku rasa jumlah penyihir ini semakin turun drastis. Kita harus memastikan keselamatan mereka setelah insiden Shana membuat geger satu dunia" ucap Valmira saat mereka sedang menunggu penyihir yang lain datang. wanita itu memperhatikan satu per satu tamu undangan yang hadir.
" kau memang benar, aku sedikit terkejut dengan hal ini. Bagaimana bisa Shana sudah sejauh ini. memburu para penyihir lain untuk menaikkan energinya" Gyan geleng-geleng kepala.
__ADS_1
" kita harus membahasnya bersama, agar pada penyihir yang tersisa akan aman terlindungi"
" ya kau benar Valmira"