Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Apakah Mimpi


__ADS_3

Di sebuah istana kecil di wilayah Uthaman rombongan Adipati baru saja sampai dari perjalanan. Tidak ada pemandangan yang aneh selain seorang wanita asing yang di bawa masuk oleh Adipati dan di tempatkan di kamar tamu. Tak hanya itu Adipati menyuruh pelayan untuk memanggilkan tabib terbaik yang biasa mengurusi anggota kerajaan.


" yang mulia tabib sudah datang" lapor pengawal nya.


" sudah memeriksa wanita itu?" tanya Adipati.


" masih belum selesai yang mulia"


" suruh pelayan dapur untuk menyiapkan makanan yang berkhasiat memulihkan tenaga dan berikan pada wanita itu"


" eh.. baik yang mulia" pengawal itu setengah tidak percaya. namun tetap pergi ke dapur.


" kalian siapkan makanan yang berkhasiat untuk memulihkan tenaga.. jangan lama-lama"


" apa yang mulia mengalami sesuatu.." suara wanita lembut mengalun dari belakang tubuh pengawal.


" selir.." semua memberikan sanjungan pada selir Adipati yang ternyata berdiri tak jauh dari sana.


" tidak Selir, makanan ini untuk wanita yang di bawa yang mulia" jawab pengawal yang tidak menyaring kalimatnya. Lelaki itu tidak sadar siapa lawan bicaranya.


" yang mulia membawa seorang wanita? tumben sekali" jawab selir yang langsung menyadarkan kebodohan pengawal itu.


" dia hanya wanita desa yang bodoh. kebetulan mengalami kejahatan dan yang mulia hanya menolongnya saja" jelas pengawal tak ingin ada kesalahpahaman.


" di mana wanita itu sekarang?" tanya selir


" di kamar tamu, selir Thalasa"


Wanita dengan baju indah itu langsung berbalik badan dan pergi untuk menemui wanita pertama yang di bawa oleh sang suami.


" lukanya cukup banyak, mulai dari kepala yang lebih parah dari yang lain, lalu memar di pundak, luka sobek di telapak tangan dan luka kecil-kecil di bagian kaki dan pelipis. semuanya sudah saya obati"


" apa di sudah siuman?"


" belum yang mulia"


percakapan itu terdengar jelas oleh selir Thalasa yang berdiri di luar kamar. Dia sedang menenangkan nafasnya yang memburu saat tau Emrick membawa wanita ke istananya.


" yang mulia" ucap selir Thalasa langsung masuk saja.


" selir.., " sanjung tabib.


" yang mulia.." sanjung selir Thalasa pada Adipati Emrick.


" saya dengar jika ada wanita yang terluka di sini" lanjutnya dengan nada setenang mungkin.


" iya, dia menjadi korban para bandit" jawab Emrick tak perlu panjang lebar.


" kasihan sekali, lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Thalasa berpura-pura tidak tau, padahal dia mendengarnya barusan.


" tidak terlalu parah, kau tenang saja"


tap tap tap

__ADS_1


" yang mulia ini pakaian yang anda minta" pelayan baru saja datang dengan membawa baki berisikan pakaian wanita dengan kain yang tipis.


" biarkan saya yang mengganti pakaiannya" selir Thalasa mengambil baki tersebut setelah Emrick mengangguk pelan.


Setelahnya semua orang keluar dan hanya menyisakan Thalasa dan Falla di kamar. Thalasa mendekati ranjang. menatap wajah Falla dengan seksama.


" lumayan juga" ucap wanita itu. Baru kemudian mengganti pakaian Falla dengan tatapan meneliti di sekujur tubuh Falla.


" kulitnya sangat halus dan bersih" lirihnya mengagumi kemolekan tubuh Falla. Baru pertama ini dia melihat wanita tanpa bekas luka, tubuhnya mulus seperti porselen. Jika luka-luka baru ini tidak ada, maka bisa di pastikan Falla cantik tanpa cela. Sedikit membuat hatinya iri, jangan sampai wanita di hadapannya ini akan membuat Emrick berpaling.


" selir.." ucap pelayan saat Thalasa keluar dari kamar.


" apa ini?" tanya Thalasa melihat pelayan membawakan nampan berisi tonik dan mangkuk makanan.


" yang mulia meminta kami menunggu sampai Putri Farfalla bangun dan melayaninya"


" siapa? putri Farfalla? wanita itu seorang putri?" tanya Thalasa bertubi-tubi saking tidak percaya. Bukankah tadi pengawal Adipati mengatakan jika dia hanya wanita desa.


" iya, selir."


" yang mulia yang mengatakan jika dia seorang Putri?"


" iya selir" hati Thalasa semakin membara. Wanita itu banyak sekali mendapatkan perhatian dari Adipati. Dia yang sebagai selirnya saja sangat jarang di perhatikan. Bahkan saat dirinya sakit Adipati Emrick hanya menyuruhnya beristirahat. Berbeda sekali dengan wanita baru ini. Lelaki itu bahkan repot-repot memanggil tabib kerajaan.


" ya sudah" Selir Thalasa langsung pergi begitu saja. Dia tidak bisa menahan cemburunya.


Hari semakin sore, Falla mulai tersadar. Dia membuka matanya dan menatap sekeliling. Dia berganti tempat lagi, Falla tidak lagi cemas. Dia sudah sering mengalami hal semacam ini. Pingsan lalu tersadar di tempat asing.


" isshh.. sssttt" rintihan Falla saat mencoba menggerakkan tubuh nya. Banyak sekali bagian tubuhnya yang sakit.


" putri.." pelayan masuk dan mendapati Falla yang sudah sadar.


" kau .. memanggilku apa?"


" putri Farfalla, ampun apa saya melakukan kesalahan?"


" tidak, bukan begitu. Darimana kau mengetahui namaku?"


" yang mulia menyuruh kami memanggil anda, putri Farfalla"


" oh begitu, bantu aku berdiri. Aku ingin menemui Adipati"


Falla bergeser ke tepi ranjang agar lebih mudah turun.


" putri, kondisi anda masih lemah. Yang mulia menyuruh anda untuk beristirahat terlebih dahulu" pelayan itu menahan tubuh Falla agar tidak turun.


" tidak, aku harus berterimakasih padanya"


Falla bersikeras, dia tidak enak hati telah menyusahkan lelaki itu. Belum lagi karena identitasnya terbuka dia juga tidak mau jika Adipati itu memberikan informasi keberadaan dirinya. Falla harus meminta Adipati itu merahasiakan hal ini.


" tapi putri anda.."


" sudah, bantu aku" Falla dengan di papah pelayan berjalan pelan keluar dari kamar menuju ke bagian istana Adipati. Semua mata menatap Falla, yang merupakan orang asing. Semua seisi Istana sudah mengetahui kabar jika Adipati membawa seorang wanita dalam kepulangannya kali ini. Tentu hal ini menimbulkan banyak isu dan kabar yang beredar diantara pelayan dan penghuni istana.

__ADS_1


" ini tempatnya?" tanya Falla pada pelayan yang berhenti di depan sebuah pintu besar.


" iya putri"


tok tok tok


" yang mulia" ucap Falla.


tap tap tap


" kenapa kau kemari?" pengawal yang baru saja kembali melihat Falla di depan ruangan Adipati dengan gaun yang lebih tipis daripada gaun pada umumnya langsung panik. Pengawal itu belum tau jika di depannya ini adalah seorang Putri kerajaan.


" aku ingin menemui Adipati"


" kau ini selalu saja membuat masalah..."


ceklek,


pintu tiba-tiba terbuka dari dalam.


" yang mulia" semua langsung memberikan sanjungan.


" ada apa ini? "


" saya ingin bertemu dengan anda" jawab Falla dengan gestur sopan, dia sudah terbiasa dengan tata Krama kerajaan sehingga tubuhnya langsung reflek.


" masuklah"


Falla masuk dengan masih di papah pelayan.


Di dalam ruangan terlibat begitu rapi dan luas. Adipati duduk di kursi yang ada di ruang tamu.


" saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Adipati karena sudah menolong saya" suara Falla mengalun dengan lembut.


" tak perlu berterimakasih, ini hanya bantuan biasa"


" saya juga ingin meminta sesuatu pada anda"


" apa itu?"


" karena Adipati sudah mengetahui identitas saya, saya mohon Adipati mau merahasiakan hal ini dari kerajaan saya dan juga orang lain"


Penuturan ini membuat Emrick terdiam sejenak. Dia menatap Falla dalam, wanita itu masih menunduk. Dia mulai curiga jika mungkin Wanita di depannya sedang membohonginya.


" kenapa?"


" ada beberapa alasan yang tidak bisa saya jelaskan pada Adipati"


tap tap tap


Emrick beranjak dan berjalan mendekat pada Falla.


mendadak sebuah jubah tebal membungkus tubuh kecil wanita itu. Seketika Falla mendongak karena terkejut. Tak di sangka wajahnya berjarak sangat dekat Adipati Emrick. keduanya saling menatap, Falla langsung berdebar kencang.

__ADS_1


" gaun mu terlalu tipis untuk di gunakan di luar" ucap Emrick datar tanpa ekspresi.


" ah ya" Falla salah tingkah dan langsung menarik jubah Emrick agar tidak jatuh.


__ADS_2