
Sinar matahari mulai terlihat di tanah Garamantian, menyibak kegelapan malam yang begitu sunyi. Padang pasir mulai terlihat lebih sepi, atau lebih tepatnya sendu dengan berbagai masalah yang menerpa setiap orang di sana.
Istana Garamantian juga nampak lenggang, acara besar telah terlaksana dan kini semua kembali normal. Hanya yang berbeda adalah adanya beberapa tamu undangan yang belum kembali.
Tak perlu di tanya lagi, mereka adalah para penyihir yang masih belum bisa menentukan pilihan. Bukan lagi antara pindah atau menetap. namun antara kehilangan kemampuan sihir atau kehilangan nyawa. Ini hal yang sedikit imbang.
" aku tidak menyangka jika seperti inilah akhir dari para penyihir di Azerbaza" ungkap Valmira pada Gyan. Mereka berdua sedang bersantai di taman samping istana sambil melihat G yang bermain dengan rerumputan.
" memang, memiliki hal yang luar biasa tidak menjamin hidupnya akan tenang dan aman. Semuanya tidak akan bisa menerima hal luar biasa itu ada pada orang Lain "
" terkadang aku berfikir jika semua orang terlahir sebagai penyihir pasti akan sangat menyenangkan"
" itu hanya ada dalam pikiran kita. Mana bisa terjadi semudah itu"
" kau benar, semuanya pasti ada baik dan buruknya. Kehidupan tidak akan lepas dari masalah"
" dan aku senang jika masalah ini aku hadapi dengan adanya kau di sisiku"
" semakin hari kau semakin pandai merayu saja..."
" saat bersamamu aku memang merasa berbeda" sambil memeluk Valmira, dan perlahan menjatuhkan kepalanya di pangkuan sang istri. Mereka sedang duduk di atas rumput. jadi memudahkan Gyan untuk terbaring di sana.
" sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu, sejak lama"
" tanyakan saja" jawab Gyan, mereka sedang bersantai ria.
" dulu kau mempunyai banyak sekali selir bahkan Ratu juga ada. Mereka semua cantik dan anggun. Bagaimana bisa kau tidak pernah sedikitpun menyentuh mereka semua?" inilah yang ingin Valmira dengar. Sebagai wanita normal tentu saja hal semacam ini menarik perhatiannya.
" dulu aku memiliki semacam kelainan yang membuatku tidak bisa berdekatan dengan wanita manapun"
" oh ya, tapi aku tidak percaya dengan bagaimana kau selalu berdekatan denganku"
" memang benar, aku juga tidak bisa menjelaskannya. Hanya padamu aku bisa berbuat apapun yang aku inginkan. mendekati mu, memeluk dan menyentuh mu itu ku lakukan pertama kalinya pada wanita"
" benarkah ? jadi saat melakukannya denganku kau juga..."
" itu juga merupakan pertama kalinya"
Valmira tampak tak percaya. Seorang Raja dengan puluhan selir nyatanya masih perjaka saat bertemu dengannya.
" itulah alasannya aku begitu memaksamu berkali-kali" lanjut Gyan dengan nada bangga.
" sulit di percaya" balas Valmira sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" kau baru saja melihat ku dan langsung memaksaku.. Sepertinya benar kau memiliki kelainan" lanjut Valmira.
" haahhaaha. semua lelaki jika melihat wanita yang cocok pasti begitu"
" oh ya, Sepertinya hanya kau saja"
" tidak... coba saja tanya Emrick. Dia pasti merasakannya juga. Baru juga bertemu Falla, dia langsung bersedia menikahinya"
" masih lebih baik Emrick, dia dengan sopan menikahi. daripada kamu,.."
" jelas saja, aku raja Di sini. Mau apapun ku lakukan itu terserah padaku" Gyan bangkit dan duduk di sebelah Valmira.
" kau Raja yang semena-mena" imbuh Valmira.
" tapi kau suka kan?" Gyan mendekatkan wajahnya ingin mencium Valmira.
" itu hanya khayalan mu saja" Valmira langsung memalingkan wajahnya menghindari ciuman Gyan.
Gyan tak kehabisan akal, dia menaruh tangannya di pinggang Valmira. menggelitiki wanita itu sampai dia setengah terbaring di rumput.
" Gyan!!" pekik Valmira saat Gyan malah menguncinya di bawah tubuh lelaki itu.
" banyak pelayan yang melihat" lanjut Valmira berusaha mendorong tubuh Valmira.
" Gyan..hentikan" Gyan berusaha menghujani wajah Valmira dengan ciumannya. Sampai tiba- tiba suara tangis bayi menghebohkan mereka berdua.
" auaaakk.."
bayi G ternyata merangkak mendekati mereka. Dia memukul pelan tangan Gyan. mengira jika ibunya dalam bahaya.
" sayang.. kemari lah" Gyan dan Valmira langsung berganti ke posisi normal. wanita itu menggendong putranya dan sedikit mengayunkan tubuhnya.
" ayah nakal ya" lirih Valmira dan beranjak berdiri. Gyan pun ikut dengan wajah setengah kesal karena mendengar ucapan Valmira tadi.
" ayah dan ibu hanya main-mian ya.. Ayoo sama ayah" G langsung melengos tak mau.
" hahaha, rasakan itu" Valmira pergi dengan suara tertawa. sedangkan Gyan langsung mengejar di belakang. Pagi yang menyenangkan bagi pasangan ini.
sayangnya pasangan pengantin sama sekali tidak merasakannya. Setelah semalam hanya diam saja, hari ini setelah sarapan dan berjalan-jalan mengelilingi istana, Emrick meminta agar dia bisa kembali ke Uthaman. Dengan alasan banyak tugas dan tanggung jawab yang menunggu di sana.
" aku segan meminta hal ini pada Raja, ku lihat kemarin Raja Gyan terlihat sangat sibuk" ungkap Emrick pada Falla.
" aku akan menemui kakak"
__ADS_1
" ayo bersama, aku tidak mau merepotkan mu sendirian,"
Alhasil saat hari mulai siang, pasangan itu berjalan menuju istana Raja. kebetulan saat itu Gyan dan Valmira memang sedang berada di istana.
" kakak, Ratu" sanjung Falla.
" Raja , Ratu" sanjung Emrick.
" duduklah, ada perlu apa datang kemari?" tanya Gyan terlihat kebingungan.
" sebenarnya ini adalah keinginan saya, sebelumya saya minta maaf sekali, saya ingin segera kembali ke Uthaman" jelas Emrick dengan sangat hati-hati.
" kenapa terburu- buru sekali?" timpal Valmira.
" pernikahan saya dan putri terbilang begitu mendadak. Saya tidak ada persiapan apapun. Banyak tugas dan tanggung jawab saya yang sedang menunggu. Takutnya hal ini malah akan menimbulkan masalah di sana " jawab Emrick masuk akal. Valmira mengangguk pelan. bukan salah lelaki itu jika dia ingin segera kembali. semuanya memang serba mendadak.
" ah ya, kau seorang Adipati di sana. kalau begitu kapan kau ingin kembali kapan?" tawar Gyan.
" apa bisa sebelum malam?" tanya Emrick balik.
Gyan dan Valmira saling pandang, ini sangat terburu-buru.
" Adipati pasti memiliki alasan serius kenapa harus segera kembali" giliran Falla yang bersuara. agar kakaknya bisa mengizinkannya.
" baiklah, nanti menjelang malam kalian akan bisa kembali ke Uthaman" jawab Gyan tak ingin banyak bertanya. Dia merasa hal itu bukan haknya, biarkan Falla dan Emrick yang mengatur kepentingan mereka.
" terimakasih Raja" ucap Emrick.
" terimakasih Kaka" ucap Falla.
setelah dari istana, akhirnya Falla kembali beberes. Wanita itu hanya membawa beberapa gaun saja, Valmira mengatakan jika setelah menikah dengan Emrick maka Falla akan menjadi wanita Uthaman. Dia hanya perlu membawa beberapa pakaian dan set perhiasan untuk pergi ke pesta saja. Untuk pakaian sehari-hari akan di penuhi oleh Emrick.
" kami akan sangat merindukan kalian " ucap Valmira setelah memeluk Falla sangat lama.
" jaga diri kalian di sana. Dan ya aku membawa juga binatang kecil ini. Dia akan menemani mu dalam keseharian"
tiba- tiba Aden membawa seekor hewan Seperti Alpaca kecil berwarna putih bersih.
" lucu sekali" ungkap Falla. Dia langsung menerima hewan kecil itu.
" jaga Adikku dengan baik, jika aku tau ada hal buruk menimpanya aku tidak segan-segan akan mendatangi mu" ucap Gyan pada Emrick. Meski terdengar Seperti ancaman namun hal ini termasuk lumrah. Dia adalah kakak istrinya.
" tentu akan saya jaga dengan baik" balas Emrick yakin.
__ADS_1
Akhirnya mereka berpisah, Emrick dan Falla kembali lagi ke Uthaman dengan status yang berbeda. Valmira dan Gyan melambaikan tangan sampai portal sihir menutup.