Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Percobaan 2


__ADS_3

Hari mulai siang tak kala Valmira yang tertidur di kursi anjungan terbangun karena mendengar suara keributan. Sepertinya terjadi pertengkaran di geladak kapal. Akhirnya Valmira mengintip di jendela, untuk melihat ke beberapa bagian.


" ada apa?" lirih Valmira saat melihat Kangta dan Deon saling bersitegang dengan Zephyr dan Aislinn.


Valmira turun untuk bisa memastikan.


" ada apa?" semua mata menatapnya.


" Alora" panggil Kangta dengan wajah datar.


" untung kau kemari, sini!" tarik Zephyr. Dan di lemparkannya Valmira ke arah Kangta dan Deon.


" apa yang terjadi?" lirih Valmira pada Deon.


" kalian harus pergi dari kapal ini, kita tidak akan bisa keluar dari sini. Bahan makanan sudah tidak cukup jika harus digunakan untuk 5 orang" lanjut Aislinn.


" ada apa dengan kalian, bukankah kita satu tujuan?" tanya Valmira.


" memang awalnya, tapi kita tidak ingin mati sia-sia. aku sudah tau jika lautan ini penuh dengan duyung, tidak ada ikan serta banyak monster laut. Sangat sulit untuk bertahan hidup, jadi kita tidak ada pilihan. Kalian keluar saja dari kapal ini, biarkan kami yang mengambil alih"


" kami sudah menemukan cara untuk pergi dari sini" saut Kangta.


" kau kira kami percaya, hah? sudah berkali-kali kita mencobanya. Apalagi sejak badai itu terjadi, kekuatanmu semakin berkurang, tidak bisa melindungi kita lagi. situasinya semakin buruk. Kita tidak memiliki pilihan. Kalian segera tinggal kapal ini" Zephyr seperti orang kerasukan. Rasa cemas dan takutnya merubahnya menjadi egois. Sedangkan istrinya ikut terhasut dan ikut mengusir yang lainnya.


" jangan khawatirkan aku, dengan keadaanku seperti ini. Kau masih bisa melindungi kalian semua, sudahlah aku tidak berbohong. Ada cara lain untuk keluar dari sini. kalian harus percaya!"


" tidak! selama ini kau hanya suka sekali berbohong. Kau kira kami tidak tau jika setiap hari kau selalu muntah darah karena tenaga dalammu yang rusak? tidak ada pilihan lagi. Segera pergi dari sini!" Zephyr terlihat sangat berbeda. lelaki itu menjadi lebih keras.


Posisi Kangta memang tidak menguntungkan. Deon masih belum kembali kekuatannya, dia juga tidak banyak energi sedangkan Valmira, jangan sampai dia menunjukkan kekuatannya. Malah nanti di jadikan tawanan oleh pasangan gila ini.


" baiklah, kami akan pergi " ucap Kangta agar tidak terjadi pertikaian.


Deon dan Valmira ingin protes tapi Kangta melarang, mereka semua masuk ke perahu dan di kerek turun.


" tuan, "


" sudahlah, kita tunggu saja. mungkin mereka sedang terlalu banyak pikirkan"


Valmira membisu, dia tidak mengira Aislinn akan begitu tega. Apalagi dengan kehamilan Valmira mereka juga tidak memberikan kelonggaran.


" jangan harap bisa kembali" teriak Zephyr.

__ADS_1


Kangta hanya bisa menahan marah. Dia menyesal percaya pada penyihir Arghi. bagaimana bisa dia diperlakukan seperti ini.


perahu semakin menjauh dan kapal sudah menaikkan jangkarnya. berlayar semakin meninggalkan mereka. Zephyr dan Aislinn begitu bertekad untuk meninggalkan mereka, sangat kejam.


" aku hanya khawatir mereka akan menemui monster lain" gumam Valmira. Kangta mengambil nafas panjang.


" untungnya, saya sempat membawa sebagian buah yang nona bawa" ucap Deon sambil menunjukkan sebuah wadah yang berisi beberapa potongan buah.


" kita tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja" Kangta harus tetap bertanggung jawab karena sudah membawa mereka kemari.


" tuan, mereka sudah begitu tega. kenapa masih memikirkannya. Biarkan saja mereka membusuk disini" Deon sangat kesal.


" mereka juga tidak tau jika situasinya akan seperti ini, pantas saja mereka ketakutan " balas Kangta bijak. Yang membuat mereka kecewa adalah bagaimana bisa mereka berfikir jika Kangta dan yang lain tidak berguna. Padahal selama ini segala rintangan dan masalah selalu di hadapi oleh Kangta dan Valmira.


" tuan selalu saja membela" Deon duduk dengan terus mendayung tak tentu arah.


" ikuti saja laju mereka" Kangta memberikan perintah. Meski kesal, Deon mengeluarkan nafas kasar dan tetap mematuhi perintah Kangta.


Hari semakin panas, Valmira dan yang lainnya sudah basah kuyup karena keringat.


" aku ingin menyelam" saut Valmira merasakan jika air laut dingin.


" jangan berpencar, " setelahnya Kangta mengeluarkan sihir dan membuat perahu mereka memiliki atap. Setidaknya mereka tidak merasakan panas secara langsung.


" nona tidak apa-apa?" tanya Deon khawatir.


" tidak, " jawab Valmira, dia menutupi rasa haus di tenggorokannya.


" ah" perahu bergoyang keras mengagetkan penumpang.


" Sereia, kau bawa apa?" Valmira tampak senang.


Warna hijau di bawah permukaan air ternyata adalah buah kelapa.


" untuk kita?" saat Sereia meletakkan di perahu. duyung itu mengangguk pelan.


" baik sekali dia" lirih Deon.


setelah memberikan kelapa, Sereia menyelam meninggalkan mereka.


tak perlu waktu lama, kelapa itu segera di buka. Rasa dahaga mereka sedikit terobati. Mereka terus mengarungi lautan menggunakan perahu.

__ADS_1


Malam tiba, Deon dan Kangta terbangun. Mereka ketiduran setelah lelah mendayung seharian.


" tuan, nona kemana?" Deon panik tidak menemukan Valmira di atas perahu.


" mungkin pergi bersama duyung" jawab Kangta enteng, Valmira lebih bisa hidup di lautan ini. berbeda dengan mereka yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan. Karena sebenarnya Valmira bisa pergi kapan saja. pembatas ini tidak bisa mengurungnya, hanya karena rasa setia kawan, Valmira memilih untuk tetap tinggal.


" nona sepertinya bukan wanita biasa" gumam Deon yang merasakan kemampuan Valmira.


Kangta mengiyakan dalam hati, dia sudah menyadarinya sejak Valmira menggunakan gelang pemberiannya.


" Kangta, terjadi hal buruk pada Zephyr dan Aislinn" seseorang yang mereka cari tiba-tiba muncul dari bawah permukaan.


" astaga" Deon sampai kaget dengan kuda yang berada di depannya.


" apa yang terjadi?" Kangta khawatir.


" entahlah, aku belum sempat melihat" Valmira naik ke perahu dan mengikat kuda airnya lalu menghubungkannya dengan perahu. mereka melaju tanpa perlu mendayung.


" kenapa memutar?"


" kapal berada di belakang kita" jawab Valmira.


Meski jika dilihat siang dan malam mungkin tidak terlalu lama, tapi di lautan ini antara pergantian siang malam sangatlah lama. sesuatu bisa saja terjadi.


Begitu mendekati kapal memang terlihat kapal memiliki banyak kerusakan. Bahkan bagian geladak sudah kehilangan pagarnya.


" mereka mungkin terlibat perkelahian" tebak Deon.


Kangta segera naik dengan kekuatannya. Sedangkan Deon dan Valmira tetap di perahu. kekuatan Deon belum pulih dan Valmira masih belum bisa menguasai tehnik melayang.


" apa yang terjadi dengan mereka?"


" entahlah" jawab Valmira.


Tak beberapa lama Kangta turun ke kapal.


" bagaimana tuan?"


" mereka tidak ada di dalam kapal. Sepertinya terjadi penyerangan banyak sekali darah di lantai kapal"


" kasihan sekali" lirih Valmira.

__ADS_1


" lebih baik kita pergi dari sini" saran Kangta, menurut perkiraannya penyerangan ini baru saja terjadi.


Sayangnya mereka terlambat, perahu mereka bergoyang. Valmira segera menepuk kuda, dan dengan cepat perahu melaju meninggalkan kapal. Terlihat sekali jika mereka sedang di kejar oleh sesuatu. kuda itu terus melaju kencang Kangta mulai bersiap dengan perlindungan diri.


__ADS_2