
Akhirnya Rachi dan kelompok Gyan menemukan kesepakatan. Rachi akan membantu mereka meski dia tidak tau alasan di baliknya. Wanita itu hanya berbekal keyakinannya bahwa hal itu pasti serius.
Sesuai dengan kesepakatan malam ini pertemuan akan dilanjukan. seperti yang sudah di bicarakan kemarin, malam ini masih tetap akan membahas seputar permasalahan yang terjadi dalam bumi Azerbaza.
" jadi bagaimana apa kalian sudah memiliki jalan keluarnya?" tanya Yohan pada Kangta dan Gyan. Seakan melimpahkan permasalahan ini pada 2 orang hebat yang wajib bertanggung jawab.
" lalu, apa kau sendiri sudah tau?" tanya Deon balik tidak terima.
" dari semua penyihir hanya mereka berdua yang dirasa paling bisa di andalkan" jawab yohan.
" mereka bukan pelayan"
" mereka harus melakukan sesuatu!" Yohan tetap tidak terima.
" sudah diamlah, kita tidak perlu banyak bicara. Masalah ini bukanlah tanggungjawab mereka. mari kita tanggung bersama dan cari solusianya bersama" Rachi sedikit menengahi, wanita itu sedikitnya memiliki firasat jika ke dua orang hebat ini tidak tinggal diam. Mereka tengah mempersiapkan sesuatu tanpa perlu di ungkapkan secara umum.
" kau terdengar sok bijak" ejek yohan.
" Yohan, apa jika aku memintamu untuk ikut membantu kami menangani masalah kau bersedia?" tanya Kangta mendadak.
Yohan yang ditanya begitu tentu saja terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa.
" bagaimana?" Tanya Kangta lagi. Yohan merasa aneh dengan ekpresi wajah lelaki tua itu.
" apa yang bisa aku bantu?" tanya Yohan dengan sedikit hati-hati.
" kemari lah, aku sudah menuliskan semuanya disini" Kangta melambaikan tangannya pelan lalu menunjukkan lembar kertas yang ada di tangan satunya.
__ADS_1
Ruangan menjadi sepi mendadak, semua fokus pada Kangta dan Yohan. Gyan diam saja tak bisa menebak apa yang Kangta rencanakan.
Yohan berdiri dari kursi, meski terlihat tenang nyatanya jantungnya berdetak kencang.
" ini" Kangta memberikan lembaran itu dengan senyum tipis. membuat Yohan malah bergidik ngeri.
Yohan menerimanya dan langsung membaca dengan seksama. Namun perlahan tubuhnya seakan merasa lemah, kertas yang dia bawa berubah warna. Yang awalnya putih menjadi merah.
" kita tau benar, darah hewan suci yang mereka incar. Jadi bagaimana jika darahmu ditukar dengan salah satu hewan milikku, ? biar kita bisa tau lokasi pulau kerajaan Mystick, Yohan" ucap Kangta membuat semua penyihir menutup mulutnya tak percaya.
" ini akan membuat kita bisa dengan cepat menangani masalah ini. Bagaimana? kalian setuju?" tanya Kangta pada semua penyihir. Mereka seakan dilema. Melihat Yohan yang kesakitan tapi disisi lain mereka bisa dengan instan membuat masalah ini memiliki jalan keluar.
Yohan tidak percaya, meski dirinya tidak bisa berbicara karena sedikit demi sedikit tubuhnya melemah, tapi dia masih bisa melihat dan mendengar dengan seksama.
Semua orang tidak ada yang membantunya, dasar egois. Dia tidak mau mati sendirian untuk menangani masalah ini.
" Kangta dia kesakitan" saut salah satu penyihir.
" tunggu! ini akan jadi solusi terbaik" ungkap salah lainnya yang tidak rela kehilangan kesempatan ini. Dia setuju dengan Kangta yang mengunakan darah Yohan untuk melacak lokasi kerajaan Mystick.
" iya, lebih baik berkorban satu untuk keselamatan semua" lanjut lainnya.
Yohan mendengarnya dengan sedih, dia tidak memiliki harapan. Ini adalah pelajaran dari Kangta, dia sudah membuat lelaki itu dalam posisi terpojok. Semua ini karena mulutnya yang lancang. Dia menatap Kangta dengan mata meminta pertolongan.
Penyihir saling memberikan pendapatnya, beberapa kasihan dan sedikit banyak malah mendukung perbuatan Kangta.
Kangta menatap Yohan dengan datar, dia tidak mudah di rayu dengan tatapan sayu milik pemuda itu. Dia pikir siapa, berani berbicara sombong di depannya.
__ADS_1
" jangan terlalu lama" ucap Gyan pada Kangta. Dia satu-satunya penyihir yang paling waras. Tak mungkin percaya dengan bualan sang penyihir hebat Kangta.
Kangta menyeringai puas, dan mengucapkan mantra pada kertas tersebut tanpa melihat hasil perdebatan para penyihir lain.
Perlahan kertas itu kembali putih dan tubuh Yohan semakin membaik. Tubuh itu mulai memiliki kekuatan dan tidak lagi merasakan sakit. Semua penyihir menatap Yohan dengan seksama, sebagian masih kesal dengan keputusan yang Kangta ambil dengan membebaskan Yohan.
" ma..af..kan a..ku" lirih Yohan terbata-bata menunggu tubuhnya pulih.
" kau mendapatkan pelajaran yang tak mungkin kau lupakan anak muda" ucap Gyan mengingatkan agar lelaki itu tidak lagi menyinggung Kangta. Dia harus belajar bersikap sopan pada yang lebih tua.
Yohan mengangguk dan tak lama tubuhnya kembali normal.
" aku mengerti" jawab Yohan mengangguk cepat lalu bergerak cepat menjauhi Kangta dan Gyan. dia tidak mau dekat-dekat dengan Kangta atau dia akan menerima pelajaran lainnya.
" selanjutnya, apakah ada yang mempunyai permasalahan lagi?" tanya Aden kembali. Masalah mengenai kerajaan Mystick tidak menemui jalan keluar. Jika di teruskan pertemuan ini tidak akan selesai.
" kami menerima kabar jika ratu Garamantian adalah seorang penyihir muda dari Osmond, kerajaan Prysona, apakah benar?" tanya salah satu penyihir yang tidak masuk dalam jajaran anggota kerajaan.
" benar " jawab Gyan singkat. Dia merasa janggal dengan pertanyaan menyimpang ini.
" bagaimana jika pertemuan ini di tutup dengan acara perayaan di kerajaan?" usul yang sangat diluar nalar.
" kau ingin bertemu dengan Shana?" tanya Gyan yang mengetahui jika lelaki yang berbicara itu sudah mengenal Shana sebelumnya.
" bukan, setidaknya saat kita tau ada kabar buruk, kita tutup dengan kabar baik yang mungkin tidak akan terjadi 2 kali. Meski masalah kerajaan Mystick belum terpecahkan, kita bisa mengalihkan sejenak dengan perayaan sederhana" jelas lelaki itu menutupi niat aslinya.
" aku setuju, " saut Kangta dengan yakin.
__ADS_1
" baiklah, jika kalian mau" jawab Gyan yang tidak ingin mempermasalahkan. Toh, di kerajaannya sangat banyak anak buahnya yang mengawasi.
Tepat saat menjelang fajar pertemuan itu selesai, mengingat daruratnya masalah Mystick maka akan diadakan pertemuan kembali pada tahun berikutnya. Semua akan mencari tau bagaimana keadaan bumi Azerbaza, dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. Dan yang terakhir perayaan akan di adakan pada nanti malam di kerajaan.