Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tidak Menyangka


__ADS_3

Emrick sudah memikirkannya berulang kali dan menurutnya ini adalah keputusan yang baik. Dia tidak menemukan alasan untuk menolak permintaan Raja Gyan. Jika di lihat putri Farfalla juga bukan wanita yang mudah di tolak. Jadi Emrick memilih untuk bersedia menikahi putri kerajaan Garamantian itu.


" kau sudah yakin dengan keputusan mu?"


" Sudah Raja.. keputusan ini sudah saya pikirkan berulang kali"


" kalau begitu ini adalah kabar baik bagi kita semua. Dan ya, aku hampir lupa. Besok kau dan Falla akan aku nikah kan di Garamantian"


" besok?"


" iya benar besok, mungkin ini terlalu singkat bagimu. Tapi tidak di Garamantian, semua keperluan sudah siap. besok malam adalah pesta nya dan pagi harinya baru acara intinya"


" anda tidak bergurau,? Kediaman ku belum menyiapkan apapun. Lalu bagaimana dengan perjalanan ke sana. Tidak mungkin di lalui dalam semalam bukan? "


" jangan khawatir, semuanya sudah di atur. Dan setelah mengadakan pesta di Garamantian, kalian bisa merancang pesta pernikahan di sini"


" baiklah, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi"


Selepas makan siang, Gyan kembali ke kamar. Di sana Valmira terlihat baru saja kembali dari kamar Falla. Wanita itu merapikan bajunya.


" Emrick sudah memberikan jawaban" bisik Gyan sambil memeluk Valmira dari belakang.


" bagaimana jawabannya?" Valmira membalikkan badan dengan cepat.


" coba tebak "


" lelaki itu pasti menerimanya"


" kau yakin sekali"


" tentu saja, ku dengar hubungan antara dia dan selir nya tidak terlalu dekat. Jadi mungkin dia ingin wanita lain di di sisi nya" bisik Valmira takut ada yang mendengar.


" selir? dia sudah memiliki selir?" tanya Gyan dengan wajah kaget.


" sudah namanya selir Thalasa, aku tadi bertemu dengannya saat berada di kamar Falla. Selir Thalasa memiliki paras yang cantik, awalnya aku merasa kasihan dengan Falla. Tapi setelah mendengar cerita dari pelayan istana aku sedikit merasa lega"


" aku tidak tau dengan hal ini sebelumnya, kalau saja tau mungkin aku akan sedikit mengatakan keberatan ku pada Falla"


" jangan begitu, kau saja memiliki puluhan selir masih memaksa ku, Bahkan waktu itu kau sudah memiliki Ratu. Masih mending Emrick yang hanya memiliki satu selir" ejek Valmira mengorek kesalahan Gyan.


" itu kasus yang berbeda" singkat Gyan tak terima.


" tidak, kasus yang sama. kalian para lelaki selalu saja main sesuka hati"


" sepertinya ingatanmu sudah kembali seutuhnya"


" entahlah. tapi sudah lumayan banyak. Dengan begini aku bisa tau, siapa sebenarnya dirimu" balas Valmira dengan intonasi suara yang mengejek.

__ADS_1


" kau akan ingat seberapa bijaknya aku. Berani, dan kuat aku. bukan begitu?"


" mana ada, aku mulai ingat jika ternyata kau memaksa ku saat awal bertemu. Padahal saat itu aku masih sebagai pelayan, dekil dan kotor. itupun kau masih bernafsu.."


" sepertinya ingatanmu bermasalah " Gyan menghindar dia baik ke ranjang. Jika dia ingat kembali, memang dirinya sedikit memalukan. kenapa juga dia bisa bernafsu dengan seorang pelayan.


" tidak ada yang bermasalah dengan ingatanku. Tapi yang bermasalah adalah... aaakkk"


Gyan tidak mau mendengarnya jadi dengan tiba-tiba meraih tangan Valmira dan menariknya ke ranjang.


" itu karena kau terlalu istimewa bagiku... " jawab Gyan lalu menciumi wajah sang istri. Keduanya kembali saling dalam kenikmatan dunia.


Sampai sore harinya Gyan berniat mengutarakan jawaban kepada Farfalla, sekaligus mengajaknya kembali ke Garamantian.


" benar kak? Adipati bersedia menikah dengan ku?" tanya Farfalla berkali-kali, wanita itu antara percaya dan tidak. Lelaki itu akan menjadi suaminya sebentar lagi.


" iya Falla, mau berapa kali kau menanyakannya? dan kita akan melaksanakannya besok sesuai dengan rencana awal" jelas Gyan semakin membuat Farfalla terkejut dan senang dalam satu waktu.


" apa.. apa Adipati menyetujuinya?" tanya Farfalla dengan sangat antusias.


" tentu saja, maka dari itu malam ini kita kembali ke Garamantian, agar persiapan semakin matang"


" baik kak.."


Suasana hati Farfalla benar-benar sangat senang. Dia bahkan tidak bisa membayangkan jika hal ini bisa terjadi. Dia sampai tak sabar menunggu nanti malam.


Semua urusan dan persiapan sudah selesai. mereka berempat masuk ke kereta, dengan alasan mengantar rombongan semua nya keluar dari kediaman. Lalu berhenti di salah satu penginapan kecil.


" ayo masuklah" ucap Valmira pelan. Dia melihat raut tak bimbang Emrick. sejak tadi Farfalla tidak berani bertatap bahkan bersuara, dia tidak bisa mengendalikan dirinya jika berdekatan dengan lelaki ini.


Perlahan Emrick masuk dan matanya melempar pandangan ke sekeliling istana. Benar semua kabar yang beredar. Berada di Istana Garamantian seperti masuk ke dunia dongeng. Sangat megah dan mewah.


Saat ini Istana Garamantian masih sore hari, jadi semua sudut masih terlihat terang. Membuat Emrick semakin terpukau.


" ini adalah istana depan, setelah ini akan ada seseorang yang membantumu mempersiapkan kebutuhan" ucap Gyan. Para wanita sudah lebih dahulu pergi ke dalam.


" yang mulia" ucap Aden dan Deon saat tau jika tuannya berada di istana depan.


" ini dia, Aden kau temani Adipati Emrick ke kamar tamu di sebelah utara. Dia akan menjadi pengantin Falla besok pagi"


Aden tidak langsung Menjawab. Dia menatap Deon dan Deon juga melakukan hal yang sama. Keduanya saling menatap tak percaya.


" pengantin? yang mulia"


" iya, sudah temani Emrick. aku akan menemui pelayan untuk menyiapkan semua keperluannya"


" baik yang mulia" jawab Aden

__ADS_1


"Deon kau ikut aku"


Istana sibuk berkali-kali lipat, kedatangan serta kabar yang datang membuat pelayan lembur untuk menyiapkan semuanya secara dadakan. Mereka tidak memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana bisa putri Farfalla kembali membawa pengantin pria. Semuanya harus fokus dan bisa menyelesaikan tugas dari yang mulia.


Dan akhirnya tak sia-sia. Pagi ini pelaksanaan sumpah pernikahan akan segera di mulai. Gyan sibuk mengatur segala hal sedangkan Valmira berada di kamar Falla. Wanita itu tidak berhenti berdegup kencang. Dia tidak tau bagaimana mengungkapkan rasa senangnya.


" kau harus tenang Falla, tarik nafas.. buang.." ucap Valmira sambil mempraktekkan pengaturan udara.


" tarik ... buang... huh.. huh.. tidak bisa Ratu.. ini membuatku gemetaran. Rasanya seperti mimpi Falla bisa menikah dengannya" jelas Falla tak bisa mengatur dirinya.


" harus bisa, nanti kau akan mengatakan sumpah pernikahan. Kau harus tenang agar Ucapan mu jelas. Ayoo terus berlatih.."


" tarik.. buang.." Falla mulai sedikit tenang.


Di kamar lain, Emrick bahkan terlihat tenang. Terlalu tenang bagi lelaki yang sebentar lagi akan menikah. Lelaki itu menatap pantulan dirinya di depan kaca. Tubuhnya sudah berbalut setelan pakaian pengantin. Dia diam dan menatap dirinya sendiri. Semuanya ini sangat cepat.


" ini adalah jalan terbaik, kita sama-sama mendapatkan keuntungan. Keinginan sama-sama terpenuhi" gumam nya pada diri sendiri. Matanya terlihat nanar, tak bisa menjelaskan isi hatinya.


" Adipati..anda sudah selesai?" tanya Aden dari luar kamar.


" sebentar lagi" jawab Emrick. Lelaki itu menarik nafas panjang.


ceklek


pintu kamar terbuka. Aden memimpin jalan menuju Aula kerajaan. Semua mata melihat kedatangan Emrick dengan mata berbinar. Lelaki itu begitu tampan. Hampir semua anggota kerajaan hadir di sana.


Emrick berjalan menuju depan, tepat di depan altar pernikahan. dia menunggu datangnya pengantin wanita.


beberapa saat setelahnya pintu kembali di buka, kali ini yang masuk semakin membuat para undangan terpana. Gyan berjalan bersama dengan Falla sang pengantin wanita. Dengan balutan gaun putih, Falla begitu cantik dan anggun. Tak lupa Valmira dan Bayi G juga turut menjadi pengiring pengantin. Meski sebagian sudah terbiasa dengan kehadiran Valmira, tapi kali ini wanita itu terlihat berbeda. sangat cantik dan menarik. Banyak yang memuji dalam hati.


Merek bertiga berjalan menuju Altar, Valmira kini berjalan menuju tempat duduk sedangkan Gyan terus mengantar Falla sampai di tangan Emrick.


Falla begitu malu dan terpana melihat penampilan Emrick yang begitu kharismatik dan berwibawa. Dan yang pasti sangat tampan.


" aku titipkan Falla padamu"


Emrick mengangguk dan mengambil tangan Falla. keduanya berjalan menuju Altar dengan senyum manis.


Dalam beberapa waktu ke depan mereka menyaksikan sumpah pernikahan dengan sangat khidmat. Kedua mempelai begitu cocok, dan serasi.


Gyan memeluk Valmira saat sumpah itu terucap, adiknya sudah memiliki penjaga lain. Gyan merasa lega karena penjaga itu adalah Emrick.


" kau bahagia?" tanya Valmira pada Gyan.


" tentu saja, Kini aku bisa meninggalkannya dengan tenang" ucap Gyan dengan mata berair.


" kau kakak terbaik"

__ADS_1


mereka saling berpelukan kembali. Tak lama terdengar suara gemuruh senang. Kini Farfalla dan Emrick adalah pasangan suami istri.


Emrick menatap para undangan dengan senyum tipis, sedangkan Farfalla masih malu-malu. Bahkan tak berani mengalunkan tangannya di lengan Emrick. Lucu sekali.


__ADS_2