Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pemulihan


__ADS_3

Ini pertama kalinya Falla merasakan hal ini. Jantungnya berdebar kencang bahkan rasanya dunia berhenti berputar.


Emrick dengan tenangnya menatap Falla memastikan jubahnya menutupi tubuh mungil wanita itu, lalu setelahnya dia berbalik kembali ke tempat duduknya.


" aku akan mencoba melakukannya. tapi jika situasinya mendesak maka tidak ada pilihan lain selain mengungkapkan identitas mu yang sebenarnya. putri " jawab Emrick cukup panjang lebar. Sayangnya semua itu tidak di dengar baik oleh Falla, wanita itu sudah terlanjur terpesona dengan wajah Emrick. Wanita itu baru saja menyadari jika lelaki yang duduk di hadapannya ternyata begitu tampan.


" putri?" panggil Emrick ke sekian kalinya.


" eh, maaf. kepalaku sedikit pening " kilah falla menyembunyikan kegugupannya.


" kau belum sembuh benar, kita bisa membicarakan hal ini nanti. Kembalilah dan istirahatkan tubuhmu" Emrick sedikit khawatir, wajah Falla masih sangat pucat.


" iya, aku akan kembali kalau begitu,, aakkk"


Emrick membantu Falla berdiri. Saking salah tingkahnya Falla sampai melupakan luka di kakinya dan tidak berhati-hati berjalan.


Belum selesai detak jantungnya, Emrick menyentuh tangan Falla dan menariknya dengan halus. Falla langsung terpesona, dia benar-benar jatuh cinta dengan lelaki ini. Wajahnya yang tampan serta perilaku dan ucapannya yang lemah lembut langsung membuat Fall jatuh hati.


" emm terimakasih" Falla kikuk dengan perlakukan Emrick.


" berhati-hati lah" jawab Emrick datar.


Lelaki itu lalu menyuruh pelayan untuk membantu Falla berjalan.


Sepanjang perjalanan Falla masih terngiang-ngiang dengan wajah tampan Emrick saat memakaikan jubah padanya. Wajah mereka sangat dekat waktu itu. Falla bahkan masih merasakan jantungnya berdetak kencang memikirkan kejadian barusan.


" putri, kita sudah sampai" ucap pelayan membuyarkan lamunan nya.


" ah ya.. "


Wanita itu sampai malu sendiri, Dia sudah kehilangan kesadarannya. Wajah Emrick mengalihkan dunianya. Bahkan sampai wanita itu terbaring di ranjang dia masih tidak bisa melupakan kejadian barusan.


Waktu bergulir tak terasa malam hari sudah tiba. kamar Falla tiba-tiba kedatangan tamu istimewa. Kabar sadarnya Falla telah menyebar ke seluruh istana. Dan tentu saja Selir Thalasa juga tak ingin ketinggalan untuk memastikan bagaimana wanita yang di bawa oleh Adipati Emrick, suaminya.


" bagaimana keadaan anda putri?" Thalasa langsung masuk dan mendapati Falla yang tengah makan di bantu dengan pelayan kediaman.


" selir.." pelayan itu langsung berdiri dan memberikan sanjungan.


Falla mendongak melihat penampilan Thalasa yang begitu anggun membuatnya bertanya-tanya.


" sudah lebih baik. Adipati memperlakukan saya dengan baik" jawab Falla.

__ADS_1


" yang mulia memang seperti itu"


" begitu, anda ini.."


" ah ya maafkan saya belum memperkenalkan diri. Saya Selir Thalasa. Selir Adipati Emrick" Ucap Thalasa dengan nada sedikit angkuh. Seakan memperingatkan Falla agar tidak mendekati Emrick.


Falla tentu saja sedikit putus asa, ternyata lelaki idaman nya sudah memiliki istri. sayang sekali.


" Selir Thalasa, maafkan saya. Saya tidak memberikan penghormatan sebelumnya"


" tidak perlu, saya sangat mengerti keadaan putri yang masih sakit"


" terimakasih anda baik sekali" Falla tersenyum ramah. lalu mereka mengobrol setelah Falla menyelesaikan makan malamnya. perbincangan itu tidak terlalu lama, selir Thalasa dengan alasan kesehatan Falla tak ingin menganggu lebih lama. Padahal dia tidak bisa berlama-lama sok baik di depan Falla.


" terimakasih atas kunjungan anda selir"


" tidak masalah, jika putri bosan, anda bisa menemui saya kapanpun itu"


" baiklah selir. Saya tidak akan sungkan kalau begitu"


Akhirnya selir Thalasa pergi, Falla kembali ke ranjang. sekilas jika di lihat selir Thalasa adalah wanita cantik dan anggun. Dia sangat cocok dengan Adipati Emrick. Sayangnya mulut wanita itu begitu manis mengingatkan Falla pada Ratu Shana. Apa mungkin selir Thalasa juga pandai bermuka dua. Falla masih belum bisa memastikan.


" Gyan, tadi siang para menteri Mystick baru saja datang. Mereka rencana awalnya akan kembali bersama ku setelah acara pernikahan Falla usai"


" em, lalu bagaimana sekarang. keadaan berubah?"


" nah itulah yang ingin aku tanyakan padamu. Aku ingin kembali tapi keadaanmu masih begini.."


" jangan kembali, biarkan Kangta yang mengurusnya. Aku sangat membutuhkan mu dalam situasi seperti ini" pinta Gyan terlihat begitu menyedihkan.


" kalau begitu aku hanya akan mengantar mereka sampai ke kapal. hanya sihir ku yang bisa membawa mereka kembali"


" iya, begitu saja" girang Gyan. dia memeluk istrinya dengan sangat erat. Gyan menyadari jika semakin lama Valmira semakin penurut sama seperti Alora nya. Sangat menggembirakan.


" kau ini, seperti anak kecil saja"


Malam semakin larut dan hari mulai berganti. Semakin mendekati hari pernikahan Falla sebelumnya. Beberapa rombongan tentu sudah melakukan perjalanan, kedatangan mereka tidak mungkin bisa di batalkan.


" yang mulia, rombongan dari kerajaan Avantazia sudah sampai. Saat ini menepati istana bagian timur" lapor menteri kerumahtanggaan.


" layani mereka dengan baik, besok aku akan menjelaskan kepada mereka secara bersama-sama"

__ADS_1


" baik yang mulia"


" tempatkan semua tamu undangan di istana timur. Jangan ada yang memasuki wilayah istana bagian barat" pesan Gyan. Karena bagian Barat di gunakan penginapan para penyihir.


" saya akan mengingatnya yang mulia. kalau begitu saya pamit undur diri"


Gyan kembali melamun, masalah pernikahan Falla masih belum menemukan solusi yang tepat. Kali ini mungkin Gyan harus rendah hati meminta maaf pada semua tamu undangan yang sudah terlanjur datang.


" Gyan?" panggil Valmira berkali-kali.


" ah ya kenapa?"


" apa yang membuatmu melamun?"


" tidak.." bohong Gyan.


" masalah putri Farfalla pasti"


" hemm.. lusa seharusnya adalah hari pernikahannya, tapi.."


" jangan sedih, bagaimana jika saat itu di ganti dengan merayakan sekaligus mengumumkan pernikahan kita" usul Valmira.


" ini solusi paling tepat, kau sangat pintar Valmira. muaahh" Gyan langsung mencium bibir Valmira cepat.


" kau ini selalu bisa memanfaatkan situasi" keluh Valmira sambil mengusap bibirnya. Malu sekali di lihat para pelayan.


Akhirnya Gyan meminta para pelayan dan menteri kerumahtanggaan untuk tetap menyiapkan jamuan pesta. Tanpa mengatur acara pernikahan. Dengan begitu kedatangan tamu tidak menjadi sia-sia.


Berbeda dengan Falla yang semalam tidak bisa tidur. Hatinya gelisah menimbang untuk menjalin hubungan atau tidak dengan Emrick. Dengan status lelaki itu serta adanya selir Thalasa, apa mungkin Emrick bisa menerimanya. Namun Falla tak mau menyerah. Emrick adalah cinta pertamanya dia harus memperjuangkan rasa cintanya pada lelaki itu.


" ya, aku harus membuat Adipati membalas cintaku" tekad putri Farfalla.


tap tap tap


pelayan masuk ke kamar Farfalla sambil membawa pakaian serta beberapa perlengkapan wanita. semua ini adalah perintah langsung dari Adipati. Hal ini sukses membuat rumor semakin liar, dan yang lebih parah Falla merasa jika Adipati juga tertarik padanya.


" apa Adipati sendiri yang menyuruh kalian ?" tanya Falla sekali lagi.


" iya putri, apa ada yang tidak sesuai dengan hati anda dan tidak anda sukai?"


" tidak, aku menyukai semuanya ini. Segera bantu aku memakainya" Falla bersemangat. Wanita itu tengah kasmaran.

__ADS_1


__ADS_2