Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Permintaan Khusus


__ADS_3

" Yang mulia" ucap penjaga yang berlaku kasar itu.


Gyan dan Valmira juga ikut menatap seseorang yang di panggil dengan hormat. Posisinya ada di belakang mereka.


" kau pemilik tempat ini?" tanya Gyan. lampu halaman yang redup membuat Emrick tidak bisa melihat wajah Gyan dengan jelas.


" iya, ada apa?" tanya Emrick dengan nada datar.


Gyan berjalan mendekat bermaksud menjelaskan maksud kedatangannya, sehingga membuat cahaya lampu mengenai wajah Gyan dengan terang.


" Raja Gyan?" tanya Emrick tidak percaya.


Gyan dan Valmira mengerutkan keningnya karena seseorang bisa mengenali suaminya.


" kau bisa mengenali ku?"


" saya Emrick, seseorang yang pernah anda selamatkan"


Gyan masih belum ingat, bukannya sombong selama ini sudah banyak orang yang sudah dia selamatkan. Dan tidak mungkin dia mengingatnya satu persatu.


" mari Raja, kita bicarakan keperluan anda di dalam " sambut Emrick dengan ramah. sampai membuat penjaga tadi ketar ketir karena sudah berlaku kasar sebelumnya.


" baiklah. ayo Valmira" ajak Gyan. mereka bertiga berjalan menuju istana utama dimana ruang tamu termewah berada.


" maafkan saya karena tidak sempat memberikan sambutan atas kedatangan anda" ucap Emrick dengan rendah hati.


" tak masalah, kamilah yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya" Gyan memaklumi.


" jadi apa yang membuat Raja dan Ratu Garamantian datang ke istana lusuh saya?"


" kami sebenarnya sedang mencari seseorang"


" apa ini berkaitan dengan putri Farfalla?" tanya Emrick yang sudah menangkap maksud ucapan Gyan.


" jadi benar dia ada di sini?"


" iya Raja, putri ada di sini. Dia mengalami kejadian menyedihkan, saya hanya bisa membantu merawat lukanya saja"


" lalu dimana dia sekarang? apa sudah membaik?"


" saya akan menyuruh pelayan untuk memanggilnya kemari, luka lukanya sudah mulai sembuh. Putri sudah bisa beraktivitas meskipun hanya aktivitas ringan"


" ya baiklah"

__ADS_1


Gyan tersenyum ke arah Valmira. wanita itu ikut membalas. Suaminya terlihat sedikit lega.


" tidak banyak yang bisa saya bantu, Putri Farfalla mendapat luka yang cukup banyak sebelumnya" jelas Emrick sambil menunggu kedatangan Falla.


" astaga kasihan sekali. Siapa yang berniat buruk padanya?" tanya Valmira sedih.


" menurut penuturannya, dia bertemu dengan orang yang salah saat masuk ke penginapan. Dan berakhir penuh luka"


" aku akan menemui orang itu dan memberinya pelajaran" emosi Gyan terpancing.


" tahan emosimu, ini bukan wilayah mu" lirih Valmira.


" Raja tenang saja, pelakunya sudah mendapatkan hukuman"


" baguslah kalau begitu"


tap tap tap


suara langkah kaki mendekat, Gyan dan Valmira menunggu dan menatap pintu masuk.


" ada ap..." suara Falla langsung tercekat. Di depannya sudah ada 2 orang yang selama ini dia rindukan.


" kakak.." lirih Falla.


" kakak" tangis Falla pecah, dia menemukan sandaran hidup. Segala yang dia tahan kini luruh, bertemu dengan kakaknya membuat rasa syukurnya tumpah. Melalui hari yang berat begitu sangat menyiksa mentalnya.


" kau kemana saja?" tanya Gyan dengan nada lembut. meskipun sebenarnya dia juga sedikit kesal dengan keputusan adiknya ini.


" maafkan aku kakak. Aku pasti menyusahkan kakak selama ini"


" jangan bilang seperti itu, kita adalah saudara Falla"


" kakak, Falla tidak bisa menutupi lagi. Falla ingin mencari identitas Falla yang sebenarnya. Tapi Falla tak tau bagaimana caranya,, jadi memilih untuk pergi ke Uthaman dan mencari tau sendiri" jelas Falla dengan masih menatap kakaknya dalam.


" sudah aku katakan, mau siapapun dan bagaimanapun kau di masa lalu, kau tetaplah putri Farfalla Garamantian" ungkap Gyan dengan nafas menderu. Dia ingin membuat Falla yakin bahwa ucapannya adalah benar.


" hiks hiks kakak. Falla tidak bisa, Sebelumnya Falla tidak memikirkan hal ini, tapi seiring waktu Falla hanya ingin tau keluarga Falla yang sebenarnya. Dan setelah itu Falla bisa tenang dan kembali ke Garamantian. Itu keinginan Falla saat ini" jelas Falla sambil memeluk kembali kakaknya. Wanita itu menangis di atas dada Gyan.


Valmira dan Emrick menatap ikut terharu. ikatan persaudaraan bukan di landasi dengan darah. melainkan atas dasar rasa kasih sayang. Pertemuan itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya Falla dan Gyan di berikan waktu dan tempat khusus agar perbincangan mereka lebih nyaman.


Saat ini Gyan dan Falla berada di kamar Falla. Setelah tabib memeriksa keadaan wanita itu lagi. Sedangkan Valmira dan Emrick menunggu sambil berjalan di area dekat kamar. memberikan kaka dan adik itu privasi.


" Kak, bagaimana dengan masalah pernikahan ku?" tanya Falla dengan perasaan ragu. Ini pasti membuat masalah baru di kerajaan.

__ADS_1


" sampai sekarang pihak luar tidak ada yang mengetahui jika kau pergi dari kerajaan. Semuanya masih sesuai dengan rencana awal. kenapa? kau menyesal meninggalkan Kantata?"


" em.. tidak juga"


" apa mungkin kau tidak suka dengan pilihan kakak?" curiga Gyan.


" tidak bukan begitu, Kantata adalah lelaki yang baik. Hanya saja Falla tidak bisa merasakan keistimewaan pada dirinya. Falla tidak membencinya juga tidak mencintainya" Falla bingung harus bagaimana mengatakan jika Kantata tidak ada tempat khusus di hatinya.


" begitu ya. ya sudah rencananya pesta pernikahan yang gagal ini akan di ganti dengan pesta perayaan dan pengumuman pernikahan kakak dengan Ratu Valmira. Kau jangan merasa bersalah.." Gyan tak ingin memberikan beban pada Adiknya. meskipun sebenarnya semua masalah ini bermuara pada keputusan yang sudah Falla ambil.


" sebenarnya tiba-tiba saja Falla ingin menikah, apa kakak bisa membantu Falla?"


" tentu saja,"


" tapi ini sepertinya sedikit sulit dan pasti membuat kakak kaget" perlahan wajah Falla merona, dia bingung sendiri. Antara Malu dan mau untuk mengutarakan keinginannya.


" memangnya apa? katakan saja padaku"


" emm itu,.Bisakah kakak meminta .. emm. maksud Falla.. Falla ingin menikah..emm, itu Kakak katakan jika.."


" Falla katakan dengan jelas, apa kau sudah memiliki tambatan hati?" tanya Gyan yang melihat sikap polos Falla. Wanita itu tersenyum sambil mengangguk pelan.


" siapa? orang Garamantian?"


Falla menggeleng cepat. Gyan mengerutkan keningnya dan berfikir keras. Siapa lelaki yang bisa membuat adiknya tersipu malu seperti ini.


" Lelaki itu, siapa namanya tadi..Emrick, apa dia?"


Falla mengambil bantal dan mengangguk pelan sambil menyembunyikan wajah merona nya. Falla malu sekali mengutarakan perasaannya seperti ini.


" jadi dia orangnya.. bukankah kalian baru bertemu?"


" emm iya. Entahlah Falla sangat nyaman di dekatnya. Rasanya begitu senang menghabiskan waktu dengan Adipati itu. Jantung Falla terus berdetak tak karuan jika mengingat dirinya, Falla..Falla jatuh cinta pada Emrick" suara Falla tertutupi oleh bantal, tapi bisa dengan jelas Gyan dengar.


Lelaki itu melihat tingkah Falla yang menggemaskan. Adiknya benar-benar sudah terlena dengan lelaki itu. Sepertinya dia harus membuat Emrick mau menikahi adiknya ini. Pasti Falla akan senang dan dia bisa tenang meninggalkan Falla nanti.


" baiklah, kakak dan Emrick sudah saling kenal. Kakak akan bicara dengannya setelah"


" benar kak?"


Gyan mengangguk yakin.


" terimakasih kak" Falla memeluk cepat Gyan. Dia sangat senang sekali. Dia berharap Emrick juga membalas perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2