Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kejujuran Zale


__ADS_3

Kangta mencoba mengingat nama yang Zale sebutkan.


" putri Valmira?" ulang Kangta. Dia yakin pernah mendengar nama ini sebelumnya.


' tunggu, Alora pernah menanyakan seseorang dengan nama itu'


" apa mungkin putri Valmira memiliki rambut berwarna putih?"


" iya benar, bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


" aku pernah membaca salah satu buku dan itu berisi tentang kerajaan Mystick" jawab Kangta berbohong.


" oh begitu" jawab Zale tak curiga.


" lalu seberapa jauh letak kerajaan dengan pantai ini?" Deon bertanya lagi.


" Istana ada di sisi lain dari pantai ini, Dalam perjalanannya kita membutuhkan waktu 3 sampai 5 hari untuk bisa sampai di sana" jelas Zale.


" lumayan jauh ya, pantas saja kondisi disini tidak terlalu ketat" celetuk Deon.


" tidak juga, beberapa bulan sekali pasti ada prajurit kerajaan yang berpatroli mencari anak gadis ataupun wanita tua"


" mereka langsung di bawa begitu saja?"


" kalian belum saatnya mengetahui hal ini. Aku akan menjelaskan hal ini nanti saja saat kalian benar-benar memerlukannya"


makan siang itu berlangsung cukup lama, karena lebih banyak berisi tanya jawab. setelah menghabiskan makanan, Kangta dan Deon kembali ke pondok. meski banyak sekali yang belum terjawab namun Kangta tidak memaksa. Mereka harus menghormati keputusan Zale.


" tuan kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kita harus mulai membuat rencana. Belum lagi dengan hilangnya nona. Saya takut jika nona sudah di bawa ke istana untuk jadi pelayan"


" iya, kau benar. Aku akan mencari waktu yang pas untuk bertanya pada Zale lagi"


" jangan sampai terjadi hal buruk pada nona"


Kangta masuk ke kamar, dia duduk di atas dipan dan mulai berkonsentrasi. tenaga dalamnya sudah hampir sembuh, karena hampir setiap hari lelaki itu bertapa. Kekuatannya adalah kunci agar mereka bisa selamat jika terjadi hal buruk.


Sedangkan Deon menjaga di luar sekalian tidur bersandar disana.


Malam tiba, Kangta dan Deon membawa makanan ke rumah Zale.


" malam ini lebih baik kita jujur pada Zale, mungkin hal ini bisa membuat kita menemukan Alora dan sumber sihir hitam"


itulah yang Kangta katakan saat. mereka memasak makan malam. Kedua lelaki itu sudah bertekad.


tok tok tok


" Zale"


" masuklah" jawab Zale seperti biasa.


" kami memasak terlalu banyak, mari kita makan bersama saja"


" oh begitu, taruh saja di meja. aku akan mengambil peralatan makannya"

__ADS_1


Kangta dan Deon duduk menunggu di meja makan tempat biasa mereka makan. tak beberapa lama akhirnya Zale datang. Lelaki itu jika dilihat memiliki usia yang tak jauh berbeda dengan Kangta, tapi lebih muda beberapa tahu. Hidup sendirian di pinggir desa tentu sangat kesepian. Zale mampu bertahan sejauh ini, entah bagaimana bisa.


" mari makan" ucap Zale.


" iya" mereka memulai makan, Kangta dan Deon saling melemparkan kode. sebelum makanan mereka habis. harus ada yang mulai bertanya.


" em, Zale. apa kau tidak curiga dengan kami?" tanya Deon membuka pembicaraan. Zale menaikkan pandangannya menatap Deon.


" bukankah kalian hanya nelayan biasa yang terdampar kemari?"


" Zale, apa kau pernah mendengar nama Ratu Marilla?" tanya Kangta.


seketika itu mata Zale melebar, menatap Kangta. Reaksi ini jelas menandakan jika nama Marilla, Zale pasti mengetahui sesuatu.


" kenapa kalian menanyakan Ratu Agung?"


" tidak, kami hanya ingin tau apakah benar Ratu Marilla berada di kerajaan ini?" jawab Kangta.


" sebenarnya apa tujuan kalian ke mari?" Zale menjadi lebih hati-hati. Dia merasa jika Deon Dan Kangta pasti bukan sembarang orang.


" kami minta maaf sebelumnya karena telah berbohong mengenai alasan kami bisa berakhir disini. Kami memang sengaja ingin ke pulau kerajaan Mystick. perlu melewati berbagai macam rintangan dan baru bisa membuat kami sampai. Kami mencari Marilla di kerajaan Mystick" Kangta sedikit membuka alasan mereka datang.


" jadi kalian adalah penyihir yang sengaja kemari untuk mencari Ragu Agung Marilla. Kalian terlambat, Ratu Marilla sudah lama sekali sudah tiada. Saat itu Kerajaan saat langsung goyah karena putrinya masih sangat kecil. Akhirnya Tahta di pegang oleh adiknya Ratu Amanis, Dalam beberapa tahun terkahir, tapi saat putri Valmira baru akan di angkat menjadi Ratu kerajaan Mystick tiba-tiba saja dia menghilang di susul dengan kabar Ratu Amanis meninggal. Kini tahta di pegang oleh sepupu jauh Putri Valmira, yakni Ratu Violet. kami begitu bersedih namun tidak ada jalan pilihan lain. Kami harus menerima keputusan ini" penjelasan itu cukup membuat Kangta yakin jika di kerajaan Mystick ada sihir hitam yang dilakukan.


" Zale, apa kau bisa membantu kami masuk ke kerajaan?" tanya Deon.


" itu sangat sulit. Kerajaan selalu di tutup oleh dunia luar. Mereka sangat ketat apalagi adanya pangeran Alvaro, semua tidak akan berani membantah"


" bagaimana jika kau melaporkan keberadaan kami. apa kami akan di bawa ke kerajaan?"


" jadi sejak awal kau sudah mengira jika kami bukan orang biasa" Sudut bibir Zale tertarik ke atas mendengar ucapan Kangta. Zale mengangguk sebagai jawaban.


" mungkin jika kalian mengatakan ingin menemui Ratu Violet ada kemungkinan kalian akan di bawa ke kerajaan, namun hati-hati Ratu Violet sangat kejam, dia sangat kuat. Ada rumor yang mengatakan jika dia lah yang membunuh anggota kerajaan untuk menaiki tahta"


" kau terdengar membenci Ratumu"


" semua orang membencinya, Ratu Violet selalu membuat rakyatnya menderita. membawa para istri dan anak perempuan kami"


" jika semua orang membencinya, kenapa tidak melakukan perlawanan?"


" tidak bisa, penyiksaan yang di terima nanti sangatlah berat. belum lagi dengan eksekusi satu keturunan. Di kerajaan ini hanya tinggal beberapa orang saja. Selebihnya sudah tewas karena Ratu Violet"


" aku tidak mengira jika Kerajaan Mystick yang terkenal makmur kini sudah berubah. Aku akan coba menemui Ratu Violet"


" ah ya aku lupa. Beberapa hari lagi pihak kerajaan akan meminta beberapa laki-laki untuk menjadi pengawal serta prajurit kerajaan. Mungkin kalian bisa ikut, daripada secara terang-terangan menemui Ratu. Resikonya tidak ada yang tau"


" itu kesempatan yang bagus, terimakasih atas bantuanmu"


" tidak masalah. Aku memang yakin, jika ada orang asing yang akan kemari, mereka adalah orang kiriman dari Ratu Marilla. Kami akan sangat berterimakasih"


" sebenarnya kami tidak hanya berdua, ada satu lagi rekan kami. Dia wanita hamil, sudah beberapa kali mencarinya tapi tidak bisa menemukannya dimana-mana"


" kasihan sekali wanita itu, semoga saja tidak tertangkap pihak kerajaan. aku akan mencari informasi mungkin ada seseorang yang mengetahui wanita ini"

__ADS_1


" terimakasih Zale, kami pasti mengingat kebaikanmu"


malam itu semuanya terbuka dengan baik, Kangta dan Deon mulai mendapatkan informasi untuk memulai rencananya. tidak di sangka keadaan kerajaan bisa sangat parah.


Sebelum pergi ke kota dan mendaftar sebagai prajurit kerajaan, Zale memberikan mereka beberapa potong baju dan makanan. Serta berpesan untuk mengatakan jika mereka adalah pekerja yang di kirim Zale nelayan lepas. Dengan jumlah penduduk yang semakin menipis, memudahkan pengenalan identitas untuk penduduk kerajaan.


" baik, kami akan mengingatnya," jawab Kangta dan Deon mantap.


Akhirnya sebelum matahari menyingsing dan langit masih gelap, Kangta dan Deon pergi ke kota. Zale mengatakan perjalanan kesana membutuhkan sekitar 2 hari, dan pendaftaran itu berada di kota lain. Kangta dan Deon tak ambil pusing, selama mereka bisa masuk ke kerajaan mereka tidak akan mundur.


......................


Keadaan Prysona semakin hari semakin memprihatinkan, banyak sekali rakyatnya yang mati kelaparan, serta menderita penyakit secara mendadak. Tidak adanya ketersediaan bahan pangan membuat para penduduk mengalami masalah nutrisi. Keadaan ini di perparah dengan adanya kebijakan bahwa semua laki-laki harus ikut dalam prajurit pasukan perang. Banyak yang tidak setuju dan berakhir kematian. Raja Prysona benar-benar tutup mata mengenai kekacauan ini.


" Pengawal!"


panggil Raja pada pengawal pribadinya, semakin hari lelaki itu semakin cemas bahkan untuk tidur saja sangat sulit.


" iya yang mulia" pengawal itu berjalan tergopoh-gopoh menuju aula kerajaan.


" bagaimana persiapan perang?"


" semuanya sudah sesuai dengan perintah anda. pangan serta peralatan senjata sudah siap. Pasukan kerajaan juga sudah mencapai berjumlah Ratusan ribu"


mendengar kabar baik ini Raja Prysona sedikit senang. Dia merasa yakin sekali jika kali ini Garamantian akan kalah di tangannya.


" baiklah, pertajam senjata dan latihan prajurit di perketat. Akhir purnama ini kita berangkat" ucap sang raja.


" baik yang mulia" saut pengawal itu pasrah. Memang sesuai dengan perhitungan, belum sampai 3 bulan persiapan, Raja sudah berani memulai perang.


Malam ini terjadi pertemuan rahasia antara Ratu dengan ketua penyihir kerajaan Prysona. Sesuai dengan undangan hari ini, ketua dan beberapa penyihir lainnya akan bertemu dengan Ratu di sebuah bangunan tua.


" Yang mulia Ratu" ucap ketua penyihir sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


" tidak perlu banyak pujian dan basa-basi. Kali ini aku akan meminta kalian untuk melakukan sesuatu tanpa persetujuan Raja. Apa kalian bersedia?"


ada 3 orang penyihir yang hadir. Mereka saling pandang. Pasalnya situasi kerajaan sedang sangat rumit. Apalagi dengan persyaratan tanpa persetujuan Raja, konsekuensi nya pasti akan sangat berat jika sampai ketahuan.


" kalian jangan khawatir aku akan melindungi kalian semua, selama tidak ada yang membocorkan, hal ini tidak akan sampai di telinga Raja" Rayu Ratu.


" yang mulia, saat ini situasi kerajaan..."


" aku lebih tau situasinya daripada kalian, jangan mengajari ku. aku hanya ingin menghentikan perang, kalian pasti tau jika perang ini sangat berdampak pada kelangsungan kerajaan"


Para penyihir mulai goyah mereka sendiri juga meragukan kemenangan Raja Prysona.


" kalau begitu apa yang bisa kami lakukan?" ketua penyihir sedikit tergoda.


" lakukan sihir dimensi untukku, menuju kerajaan Garamantian. Aku akan menemui Raja Gyan secara langsung" ucap Ratu dengan lugas.


mereka bertambah kaget, penggunaan sini dimensi memang hanya bisa di kuasai oleh para penyihir senior hebat. jika menggabungkan kekuatan penyihir, bukan hal yang tidak mungkin sihir dimensi di lakukan. Tapi untuk mengirim ke Garamantian, ini yang mungkin agak sulit. keadaan kerajaan yang bersitegang tentu menyulitkan mereka membuka portal dimensi. Mereka perlu mengirim pesan pada penyihir Garamantian mengenai hal ini, agar saat membuka portal dimensi ke Garamantian bisa dengan mudah di lakukan.


" satu pekan, aku kasih kalian waktu satu pekan untuk mengirimku kesana. Kita tidak memiliki banyak waktu atau kalian ingin kerajaan Prysona hancur dalam waktu kurang dari 1 bulan"

__ADS_1


para penyihir sedikit bertekad, mereka akan berusaha melaksanan demi mengurangi efek kekalahan yang terjadi.


" baik yang mulia Ratu, akan kami laksanakan" ucap ketua penyihir membuat Ratu Prysona sedikit lega. Masih ada yang mau menuruti keinginannya, setelah suami dan anaknya sama-sama ingin menghancurkan kerajaan yang menjadi tempat asalnya. Raja Prysona yang saat ini menjabat bukanlah keturunan asli Prysona. Dia adalah pangeran dari kerajaan lain dan menikah dengan dia yang merupakan anak tunggal. Dan kini setelah berhasil menjadi Raja, lelaki itu dengan seenaknya ingin menghancurkannya tanpa peduli sedikitpun. tentu saja tidak bisa di biarkan.


__ADS_2