Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Semakin Tersipu


__ADS_3

Para pelayan dengan tersenyum ringan menatap Falla yang sejak tadi memandangi dirinya di depan cermin. Wanita cantik ini layaknya remaja yang di mabuk cinta. Sebenarnya bukan Falla saja yang merasa jika Adipati Emrick memperlakukan spesial dirinya, pelayan dan penghuni istana juga berpikiran demikian. Meskipun Falla bukan wanita pertama yang ada di kediaman ini, Namun Falla adalah wanita pertama yang di bawa sang tuan, di perlakukan secara khusus serta tidak pernah marah dengan tingkah Falla yang terkadang terlalu lancang. Bahkan beberapa kabar mengatakan jika Falla akan menjadi saingan selir Thalasa.


" putri sudah begitu lama berdiri di kaca, penampilan anda sudah sangat cantik putri" goda salah satu pelayan.


" kau yakin, tidak ada yang kurang dengan penampilan ku?"


" tidak putri"


" ya sudah. Hari ini bantu aku keluar. Aku ingin melihat suasana luar sekaligus melatih tubuhku"


" baik putri"


Falla dengan di temani satu pelayan keluar dari kamar. Dia berjalan sendiri meski sedikit pelan, luka di kaki nya mulai membaik.


" apa ada taman atau halaman luas di sekitar sini?"


" ada Putri, di ujung lorong ini adalah halaman utama istana"


" bantu aku ke sana"


mereka berjalan, Falla akan menjemur diri sekalian ingin tau keadaan kediaman Adipati.


Setelah sampai di halaman, Falla mencari tempat duduk yang berada di bawah pohon. Hari masih pagi, sinar matahari menerpa tubuh Falla.


" kau bisa pergi" ucap Falla pada pelayan. Dia mungkin akan sedikit lebih lama di sini.


" baik putri"


Falla menatap ke langit, bagaimana kabar kakaknya di sana. Kakaknya mungkin tengah mencari keberadaanya. Dia sedikit merindukan kehadiran kakaknya itu.


Falla berdiri, karena pundaknya masih sakit wanita itu perlahan mulai melatihnya bergerak. Falla mengambil sebuah ranting yang terjatuh, lalu mulai mengayunkannya seperti bermain pedang. Meski tidak lihat Falla memang bisa menggunakan pedang, semua itu tidak lain karena paksaan Gyan.


"isshh" ringis Falla menahan nyeri di pundaknya.


" jangan terlalu memaksakan diri" suara Adipati terdengar di belakang.


" Adipati" ucap Falla dengan wajah terkejut.


" ku lihat kau terlalu bersemangat melatih diri" Emrick mendekat.


" saya hanya ingin segera pulih, jadi melatih tubuh secepat mungkin"


" pundak mu terkena benturan keras, apa gerombolan lelaki itu yang melakukannya?"


" bukan, ini pukulan kayu dari istri lelaki tua. Mereka memiliki penginapan di perbatasan Uthaman, saya pergi ke sana namun baru satu malam mereka malah membuat saya pingsan lalu mengambil perbekalan yang saya bawa. Saat itu mereka ingin membunuh saya tapi lelaki tua itu berfikir untuk menjual saya pada rombongan Adipati "


" memangnya apa yang membuat mu pergi ke Uthaman?"


" Hal ini tidak bisa saya ceritakan pada anda"


" begitu? dan Raja Gyan juga tidak tau masalah ini?"


" tidak ada yang tau"


" jadi kau kabur rupanya" singkat Emrick yang mulai paham dengan situasi Falla.

__ADS_1


Falla tersenyum singkat,


" ya begitulah " singkat Falla.


" ah ya kau sudah meminum obatmu?"


" belum, Saya tadi sengaja mendahulukan untuk kemari"


" jangan menunda minum obat,em. sepertinya aku tidak bisa menemanimu lebih lama"


" anda pasti sibuk, tidak masalah" balas Falla mengerti.


Sebentar saja bagi Falla sudah sangat cukup menghabiskan waktu dengan Emrick. Di matanya lelaki itu sangat sangat lembut dan pengertian. Sesuai sekali dengan tipe lelaki idaman nya. belum lagi dengan parasnya yang rupawan. Falla sudah tida tertolong lagi terkesima pada lelaki itu.


Di atas sana burung sihir Gyan bisa menangkap keberadaan Falla dengan baik. Setelah memastikan burung itu terbang dari ranting pohon. Saat tuannya melihat hasil pencariannya, pasti akan puas.


" menurutmu bagaimana hubungan Adipati dengan selir Thalasa selama ini? apa mereka begitu dekat?" tanya Falla pada pelayan sambil menghabiskan sarapannya.


" dari sepengetahuan saya hubungan Adipati dan selir tidak terlalu dekat. mereka hanya saling menghormati saja"


" apa Adipati memiliki selir lainnya?"


" tidak, hanya selir Thalasa saja. Itupun karena selir dan Adipati terkena kabar buruk jadi akhirnya Selir Thalasa nikahi oleh Adipati"


" maksudnya kabar buruk bagaimana?"


" em saya tidak bisa mengatakannya, ini adalah rahasia besar" bisik pelayan itu.


" jadi intinya mereka menikah bukan karena saling mencintai?"


Harapan Falla semakin besar, perhatian Emrick selama ini jelas adalah sinyal jika mereka bisa lebih dekat.


" putri kenapa senyum sendiri?"


" tidak, sudah Habis. kau bereskan semua ini"


" baik putri"


Di Garamantian terlihat keadaan mulai sibuk. Keinginan Gyan untuk memperkenalkan Valmira sebagai istrinya sudah bulat, dia akan membuat Valmira tersanjung dengan kemeriahan pesta untuknya.


" yang mulai, semua daftar makanan sudah di atur sesuai dengan keinginan anda. Dan juga gaun untuk Ratu Valmira akan selesai besok hari" lapor menteri kerumahtanggaan.


" bagus, tetap lakukan sebaik mungkin. jangan sampai terjadi kesalahan"


" baik yang mulia"


menteri itu pergi, Gyan kembali duduk. Namun saat sedang membaca laporan mendadak sihirnya melalui indera burung kirimannya terbuka.


" Falla" lirih Gyan langsung berdiri dengan jantung berdebar. Setelah sekian lama akhirnya pencariannya membuahkan hasil.


tap tap tap


lelaki itu segera pergi menemui Valmira yang sedang memeriksa di istana bagian barat.


" Valmira,..Falla sudah di temukan" ucap Gyan cepat dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


" benarkah dimana dia?"


" sesuai dugaan ku. dia berada di Uthaman. Siang ini aku akan pergi ke sana. Kau ikutlah denganku "


" bagaimana dengan G?"


" kita gunakan sihir dimensi saja, aku ingin secepatnya bertemu dengan Falla"


" apa tidak masalah, situasi nya terlalu beresiko saat ini"


" tak apa, kita hanya harus menyembunyikan sihir dengan aman"


" baiklah jika begitu keputusanmu"


Siang ini Gyan dan Valmira mempersiapkan beberapa keperluan agar mereka tidak di curigai sebagai penyihir.


Setelah menyusui G dan memastikan jika putranya aman, Valmira menemui Gyan untuk menyiapkan diri pergi ke Uthaman.


" gantilah bajumu, agar kehadiran kita tidak di curigai"


" bagaimana caranya? " Valmira di berikan beberapa potong pakaian dalam satu set. Dia tidak tau mana yang harus dia pakai terlebih dahulu.


" begini aku bantu"


" tidak, usah biar pelayan saja"


" mereka tidak tau jadinya seperti apa, sudah biar tidak membuang waktu, ya" ucap Gyan memanfaatkan situasi dengan baik.


Setelah selesai, Valmira dan Gyan membuka sihir dimensi dan berpindah di tempat Farfalla terlihat olehnya.


" dimana ini?"


" ini tempat di mana aku melihat Falla, "


" bangunan ini cukup besar dan megah tapi tidak sebesar istana kerajaan"


" ayo kita harus segera menemukan Falla" ajak Gyan.


" siapa itu?" suara penjaga istana kediaman langsung menangkap pergerakan di halaman utama.


" kami sedang mencari seseorang"


" apa kalian tau tempat apa ini?" tanya penjaga dengan nada sedikit tinggi.


" Gyan." panggil Valmira saat tau Gyan sedikit tidak terima dengan perlakuan yang dia dapatkan.


" tuan bisakah kami menemui pemilik tempat ini? " tanya Valmira sehalus mungkin.


" kalian hanya orang asing, tidak pantas menemui Adipati. pergilah" usir penjaga itu. Jelas sekali alasan mereka kemari tidak jelas, bahkan tidak mengetahui jika ini adalah kediaman Adipati Emrick.


" kau lancang sekali" balas Gyan sedikit meninggi, dia tidak terima di perlakukan begitu rendah.


" Gyan.." tegur Valmira agar Gyan bisa menahan emosinya.


" kenapa? pergi kalian dari sini" ucap penjaga itu sekali lagi.

__ADS_1


" ada apa ini?" suara Adipati membuat keributan berhenti. semuanya menatap ke asal suara.


__ADS_2