Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Penemuan


__ADS_3

Kangta memulai lagi sihirnya, dan seperti sebelumnya tembok itu seakan menyerap sihirnya. Tidak ada satu batu pun yang bergeser ataupun berlubang.


" ini jelas bukan sekedar tembok biasa, pasti ada sesuatu di baliknya" lirih Kangta.


" apa kita laporkan saja kepada putri Valmira?"


" ada baiknya seperti itu, mungkin putri ada cara untuk mengatasinya"


tak perlu waktu lama, setelah menyuruh salah seorang prajurit untuk menyampaikan hal ini pada putri. Beberapa saat setelahnya putri Valmira datang ke menara.


" putri" ucap kedua lelaki itu.


" ada kejanggalan apa ?" tanya Valmira yang masih tidak tau duduk permasalahannya.


" saya menemukan aura asing di sekitaran menara, dan sepertinya sumbernya dari balik tembok ini. namun setelah saya berusaha merobohkannya tembok ini sudah di berikan mantra. tidak bisa di rubuhkan ataupun di geser" jelas Kangta.


" aura asing? "


Valmira mencoba memastikan, dengan dirinya yang sekarang lengkap beserta inti jiwa. tentu saja kemampuan serta tenaga dalam Valmira jauh melebihi Kangta. apalagi lelaki tua itu masih memiliki luka tenaga dalam dari perjalanan mereka sebelumnya. jadi pantas saja dia harus memanggil Valmira untuk membereskan masalah ini.


" aura ini pekat dengan kegelapan, ada benda sihir hitam di dalam sini" ucap Valmira menyetujui penilaian Kangta.

__ADS_1


Crrussshh.


brakkk


Valmira dengan mudah membuat dinding itu rusak dan berlubang. Didalam memang ada sebuah ruangan tapi gelap tidak ada penerangan.


crusshh


Kangta menyalakan lilin yang mati disaana.


" apa ini?" tanya mereka bertiga hampir bersamaan. Dengan penerangan yang cukup ternyata ruangan masih sebuah lorong. Mereka perlu masuk dan mengikuti ujungnya.


" hati-hati" nasehat Valmira. Dia tidak mau kedua orang penting ini celaka.


" aromanya menyengat sekali" celetuk Deon, dia bahkan sudah menutup hidungnya. Namun tetap bau anyir amis masih masuk dalam indera penciuman nya.


" ini ciri khas dari sihir hitam, kau tahanlah" nasehat Kangta.


mereka berjalan sampai menemukan sebuah jalan ruangan tanpa pintu. Valmira terdiam sejenak dia menatap Kangta. Lelaki itu mengangguk dan perlahan Kangta memimpin. Dia kembali menyalakan obor atau lilin yang padam di ruangan tersebut. Valmira merasa ada sesuatu di dalam ruangan itu, dia sedikit takut dengan hal yang akan dia temukan.


" astaga, ini.. ini.." Kangta langsung melotot dengan rasa terkejut. Di depannya ada 2 orang yang terbaring diatas sebuah meja. Dan kedua orang itu jelas sudah tidak bernyawa.

__ADS_1


" bagaimana bisa?" gantian Valmira, dia segera mendekat dan menatap kedua wajah 2 orang laki-laki yang berusia lanjut.


" apa yang terjadi kepada mereka?" tanya Deon yang juga ikut mendekat.


" Violet dan Alvaro sedang membuat mereka menjadi boneka sihir. Segera geledah tempat ini dan laporkan apa saja yang ada di dalam!" perintah Valmira.


Dia dan Kangta seakan tidak percaya, bagaimana hal ini bisa luput dari pandangannya. jika bukan karena Kangta yang melapor mungkin dia akan melewatkan hal yang berbahaya ini.


" mereka adalah penyihir hebat di kerajaan. Aku bisa menilai jika Violet serta Alvaro ingin menjadikan mereka sebagai pengawalnya. Dengan menjadi boneka sihir, meskipun sudah mati tapi tenaga dalam serta kemampuan sihir mereka bisa tetap terjaga" jelas Valmira.


" mungkin ini alasan mereka menangkap semua penyihir hebat yang ada di Mystick" lanjut Valmira.


" kita harus menggagalkan hal ini, jangan sampai rencana mereka berhasil" imbuh Kangta.


" iya kau benar" Valmira mengangguk pelan.


Kali ini Valmira tidak akan memandang remeh persoalan Violet. ini bukan hanya tentang pengambilan inti jiwanya saja, tapi berhubungan dengan seluruh kerajaan bahkan tanah Azerbaza juga akan mendapatkan malapetaka.


" aku akan membuat wanita itu buka mulut,.apa yang sebenarnya dia lakukan" gumam Violet.


.................................................................

__ADS_1


hai semua, maaf baru bisa up, Author lagi kebingungan nih mau bikin scene Shana sama Douglas soal perjanjian itu, ada yang bisa ngasih ide gambarannya. Author kurang berpengalaman bikin scene 21+.. 🙈xixixi


__ADS_2