Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Milik ku


__ADS_3

Padahal wanita cantik ini sudah lama menjadi istrinya. Tak heran banyak penyihir muda yang memang bersemangat pindah ke Mystick. Tentu saja salah satu alasannya adalah bisa menemukan pasangan sesama penyihir juga di sana. Dan salah satu nya adalah sang Ratu cantik itu.


Padahal keadaan Mystick juga tidak jauh berbeda dengan keadaan kerajaan lainnya. Tidak semua penduduknya memiliki kemampuan sihir.


" kau menggandengku terlalu kuat Gyan" Valmira mencoba melepaskan tangannya yang sedikit kebas.


" maafkan aku" ucap Gyan tapi dia sama sekali tidak mau melepaskan tangannya.


Valmira faham jika Gyan pasti memiliki maksud lain jadi dia memilih diam saja. dan meneruskan langkahnya menuju area yang digunakan sebagai penginapan penyihir.


" yang mulia Raja, Ratu Valmira" sanjung salah satu penyihir yang kebetulan menjadi ketua bagi penyihir yang ingin pindah. Dia yang bertugas melaporkan informasi kepada Aden lalu Aden menjelaskan pada Gyan.


" kumpulkan semua orang yang ingin pindah" singkat Gyan. Lelaki itu membawa Valmira ke salah satu ruangan yang biasa di jadikan tempat pertemuan khusus.


" baik yang mulia"


Beberapa lama terlihat beberapa penyihir yang masuk dan mengisi ruangan sedikit demi sedikit.


" hari ini kita kedatangan Ratu Valmira yang akan menjelaskan bagaimana persiapan kepindahan kita. semuanya mohon di perhatian dengan baik, Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari" ucap ketua penyihir. Semuanya mengangguk sebagai jawaban.


" baiklah tak perlu berlama-lama. Kerajaan Mystick sudah mengatur tempat tinggal beserta segala kebutuhan. Seperti biasa kalian sebagai pendatang tentu harus mengikuti semua aturan dan kebijkan di sana. Dan tentu saja tidak semua kebutuhan kalian akan di penuhi secara cuma-cuma. ada yang melalui jual beli ataupun kesepakatan lainnya. Sekali masuk ke sana kalian tidak akan mudah keluar dengan sesukanya. Atau mungkin sama seperti yang lain, kalian tidak akan pernah melihat dunia luar dengan bebas" jelas Valmira panjang lebar dengan sorot mata tegas berwibawa. Semuanya menyimak dengan baik.


" apa kami memiliki akses untuk bisa keluar dan masuk jika pindah ke sana?" tanya salah satu penyihir.


" tidak ada. akses keluar masuk hanya bisa dilakukan oleh ku saja. maka dari itu, sudah aku jelaskan sebelumnya, sekali kalian masuk maka tidak ada kesempatan untuk keluar dengan bebas"

__ADS_1


Ruangan tiba-tiba mulai bergemuruh, para penyihir ada yang suka dan beberapa diantara kurang mengetahui hal ini. membuat tekad mereka mulai berkurang.


" lalu bagaimana kami berkomunikasi dengan dunia luar?"


" itulah yang harus kalian pikirkan baik-baik. Bukankah kalian mengetahui jika tidak ada rakyat Mystick yang terlihat di dunia luar, karena memang kami teguh pindah dan mengamankan diri. Jika kalian setuju, kami mengizinkan masuk tapi jika kalian tidak bisa memutus hubungan dengan dunia luar, itu bukan tanggungan kami" jawab Valmira tanpa bertele-tele.


Situasi mulai tidak kondusif, beberapa yang menolak terlihat sekali tidak terima. Mereka pikir jika tinggal di Mystick mereka bisa seenaknya keluar masuk seperti berada di kerajaan lainnya. jika begini maka sama saja mereka seperti menghilang dalam peradaban.


Sedangkan yang setuju mereka semakin yakin, tujuan mereka adalah hidup tentram di Mystick. Tidak ada gangguan dari luar sama sekali.


" kalian sudah mendengarkan semua penjelasan dari Ratu Valmira. Tidak ada yang memaksa kalian dalam mengambil keputusan. Jika setuju kalian menetap di istana Garamantian untuk sementara dan bagi yang tidak, silahkan tinggalkan istana secepatnya" imbuh Gyan tak kalah tegas. lelaki itu mengimbangi ketegasan sang istri agar semua yang melihat tidak berfikir buruk pada istrinya.


" bagaimana jika kebijakan itu di cabut dan semua masyarakat Mystick bisa keluar masuk dengan mudah?"


Situasi terlihat semakin memanas, banyak yang ingin mengubah kebijakan satu ini. Tak ingin berlama-lama Gyan menatap intens ketua penyihir.


" kalau begitu pertemuan selesai" ucap ketua penyihir yang sudah di beri kode dari Gyan.


" kau tak apa?" tanya Gyan sambil mengelus pipi Valmira. Wanita itu menggeleng pelan. Penolakan mereka sudah dia duga sebelumnya.


" permisi yang mulia" salah seorang penyihir muda mendekati Gyan dan Valmira membuat keduanya menoleh. Dan tak lupa tatapan tak suka dari Gyan kepada penyihir itu, bagaimana dia berani menganggu waktu berdua nya.


" ada apa?" tanya Gyan ketus.


" apa saya boleh berbicara secara pribadi dengan Ratu Valmira?" mendengar pertanyaan ini seketika kening Gyan mengerut tidak terima.

__ADS_1


" tidak, katakan di sini saja" jawab Gyan cepat.


" ini masalah ... "


" masalah apa? katakan di sini atau tidak sama sekali" potong Gyan. Valmira hanya diam melihat perdebatan ini.


" saya ingin bertanya apakah Ratu Valmira sudah memiliki .....pasangan"


" sudah! dia istri ku" tegas Gyan yang cepat dan nada tinggi.


" Dan sampaikan kepada yang lainnya jangan memiliki niat sedikitpun untuk mendekati bahkan menggoda Ratu Valmira. Kami sudah memiliki anak dan sudah menikah. mengerti!" Lanjut Gyan menggebu-nggebu. penyihir itu menatap Valmira untuk memastikan. berharap wanita itu mengelak dan mengatakan jika Raja Gyan sedang berbohong. Sayangnya tidak, Valmira diam saja bahkan sempat mengangguk pelan. Kini gugur sudah harapannya. Cintanya tidak akan terbalaskan.


" kalau begitu saya pamit"


" pergilah" Gyan masih ketus, bahkan menatap kepergian pemuda itu dengan tatapan sinis sampai menghilang dari ruangan.


" mereka bisa saja menguji kesabaran ku" lirih Gyan.


" sayang sekali"


" apanya?"


" mereka terlihat lebih tampan. Jika saja saat ini aku.."


" saat ini apa? jangan berfikir sedikitpun untuk jauh dariku. Selamanya kau akan menjadi Istri ku" tekan Gyan.

__ADS_1


__ADS_2