Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Goyah


__ADS_3

Beberapa hari akhirnya berlalu, malam ini undangan makan malam bersama dengan pemerintahan Uthaman dilaksankan. Falla sudah di rias sedemikian rupa. bahkan Emrick sengaja mengirimkan pakaian khusus untuk di gunakan sang istri.


" Nyonya, yang mulia sudah menunggu di kereta" ucap pelayan kediaman.


" ah ya tunggu sebentar lagi. " jawab Falla, wanita itu sendang sibuk memasang perhiasan dengan di bantu pelayan pribadinya.


" Sudah nyonya"


" bantu aku menuju ke kereta"


" baik nyonya"


Falla sangat berhati-hati baik saat berjalan ataupun menggerakkan tubuhnya. Falla merasa jika bajunya terlalu berlebihan, tapi ini semua adalah pemberian Emrick. tidak mungkin Falla menolak nya.


" sudah?" tanya Emrick saat mereka bertemu. Falla mengangguk. Setelahnya Falla naik ke kereta bersama dengan Emrick.


Tak berapa lama kereta pun berjalan. Emrick dan Falla masih saling diam tidak ada pembicaraan.


" em, bagaimana lukamu?" tanya Emrick membuka perbincangan.


" sudah lebih baik. Adipati jangan terlalu khawatir"


" aku belum minta maaf atas kejadian lampu itu. Sat itu aku..."


" tak perlu meminta maaf. musibah tidak ada yang tau kapan datangnya" Falla menatapnya dengan senyum tipis.


" ya. kau benar"


" lalu apa sudah ada perkembangan siapa pelakunya?"


" emm, sepertinya kayu penyangga memang sudah lapuk. setelah di periksa kembali beberapa kayu di bagian lain juga begitu.


" jadi ini murni kecelakaan?"


" iya, tapi apa mungkin kau sebelum nya melihat keanehan?"


" tidak ada" jawab Falla singkat. Hatinya sudah kecewa dengan keputusan Emrick yang mengatakan jika semuanya adalah kecelakaan. Jadi benar Emrick bukan suami yang adil. Karena sejak awal Falla merasa kejadian itu memang sudah di rencanakan.


Suasana kembali canggung, Emrick merasa tidak enak hati setelah perbincangan mereka terkahir kali. Lelaki itu membuka jendela untuk menutupi kegugupannya. Dan situasi itu terus berlanjut sampai keduanya sampai di istana. Emrick membantu Falla turun.


" apa ini istana Uthaman?"


" iya, kau pernah.kemari sebelumnya?"


" sepertinya tidak"


mereka masuk semakin ke dalam. Beberapa penjaga memberikan penghormatan saat tau jika Adipati Emrick datang.


" kau sering datang kemari?"


" mungkin beberapa kali, jika pemimpin meminta bertemu aku pasti akan kemari"


" oh begitu"

__ADS_1


Mereka berdua berjalan, Falla hanya mengekor di belakang. Kawasan ini terasa menakutkan baginya. Entah berapa kali belokan yang mereka lalui, namun tak kunjung juga sampai.


" di depan sana" ucap Emrick saat mereka berada di lorong dengan ujung sebuah pintu besar.


" emm, apa pesta ini akan berlangsung lama? "


" entahlah, kenapa? kau tidak menyukai kerumunan?"


" aku hanya tak biasa dengan orang asing"


" baiklah, kita tak perlu berlama-lama"


Falla mengangguk dan mereka masuk ke ruangan.


begitu terbuka, Falla terkesima, ruangan ini cukup megah. Banyak sekali ornamen dan berbagai macam makanan. Tak lupa ada banyak sekali pasang mata yang mengarah pada mereka berdua.


" Adipati Emrick. akhirnya pengantin kita sudah datang" ucap salah seorang lelaki dengan postur tubuh tegap dan terlihat paling dominan dari yang lainnya.


" pemimpin Rogue.." Emrick membalas jabat tangan lelaki itu dengan sangat kuat.


" Falla, dia ini pemimpin Uthaman" sambil menatap istrinya.


" ah jadi kamu yang berhasil menaklukkan hati pejuang kita ini. Aku sempat putus asa menjodohkannya" ucap Rogue mengulurkan tangan.


" Farfalla" ucap Falla memperkenalkan diri.


" aku cantik sekali, pantas saja Emrick tergugah hatinya"


" pemimpin Rogue bisa saja "


Falla menyalami beberapa orang, dia sudah tidak tau kemana perginya Emrick. Para wanita sudah menariknya dan membawanya ke sebuah meja besar.


" jadi benar kau adalah putri Farfalla dari Garamantian?" tanya salah satu orang.


" iya" jawab Falla singkat.


" kau cantik sekali Farfalla. apa rahasia memiliki kulit seputih ini?"


" ah tidak ada. Hanya sering makan buah saja"


" ku dengar kalian sudah menikah terlebih dahulu di Garamantian? bagaimana kalian bisa bertemu.."


" iya iya, katanya tuan Emrick dulu yang menyelamatkan mu.. begitu?"


Perkumpulan wanita itu terlihat sangat antusias dengan berbagai macam pertanyaan. Mereka ingin mengetahui secara detail bagaimana bisa Emrick yang di kenal lelaki dingin serta rumornya yang hanya mencintai gadis kuil itu tiba-tiba saja mengadakan pesta pernikahan. sangat mengagetkan membuat semua yang mengenalnya seakan tidak percaya. Mereka harus mencari tau jawabannya.


setelah sesi tanya jawab itu, para wanita tidak tinggal diam. Mereka menyuruh Falla mencoba berbagai macam makanan khas Uthaman. Dan yang lebih parah Falla di haruskan meminum setiap anggur dari gelas semua wanita.


" aku tidak bisa.." ucap Falla menolak halus. Dia sudah minum beberapa dan kesadarannya langsung terganggu. Wanita itu sama sekali tidak pernah minum anggur. Jelas Gyan melarangnya karena dia wanita dan masih kecil. Alhasil sekarang sedikit saja anggur sudah membuat wanita itu pusing.


" tidak, kau harus minum semuanya. Ini adalah pesta pernikahan mu" paksa yang lain.


Falla tak bisa berkutik, dia meminum satu persatu gelas yang berisi anggur dengan cepat. sama sekali tidak perlu menunggu lama,.wanita itu mabuk berat.

__ADS_1


" Adipati.." Emrick merasa tak tenang jadi menyusul istrinya. Dan ternyata benar Falla sudah terduduk dengan puluhan gelas anggur yang sudah kosong.


" sepertinya kami harus pergi lebih awal. Putri Farfalla tidak bisa minum anggur. Dia sudah mabuk berat" ucap Emrick mendekati Falla dan memapahnya berdiri.


" kalian jangan pulang dulu. pesta masih berlangsung"


" tidak, kasihan Falla. Dia sudah tidak sadarkan diri karena mabuk. maafkan kami"


Emrick membawa Falla pulang setelah berpamitan dengan Pemimpin. meski Rogue awalnya menolak namun karena melihat Falla dengan kondisinya yang sedikit memprihatinkan Lelaki itu akhirnya memaklumi.


Di dalam kereta Emrick menyenderkan kepala Falla di atas pangkuannya. Wajah wanita ini sampai merah merona karena mabuk. kasihan sekali.


" jahatt.. kalian .jahat.. padaku.." suara Falla. wanita itu merancu tidak jelas.


" kau sudah memiliki kekasih bukan? .. dan kau juga .. wanita jahat !!" teriak Falla sambil menunjuk tangannya. Seakan ada orang di depannya. Falla kini duduk di samping Emrick dengan mata tertutup.


" siapa mereka?" tanya Emrick menjadi penasaran.


Falla membuka matanya menoleh ke arah Emrick. meneliti wajah lelaki itu.


" kau.. kau dan selir mu itu. Kalian jahat padaku.. hiks hiks.. " Falla mencengkram baju Emrick kuat.


" jahat kenapa?"


" kau hanya mencintai gadis kuil itu kan.. Thalasa mengatakannya padaku. Dan lagi..lampu jatuh... itu.. itu karena Thalasa bukan?.... kau.. kau bahkan melindunginya..hiks hiks.." Falla menangis, wajahnya menempel di dada Emrick. Sedangkan lelaki terdiam.


Bagaimana bisa Thalasa mengatakan hal ini pada Falla. Padahal dia ingin menutupi fakta ini dari Falla. apa tujuannya membuat Falla salah paham dengan dirinya.


" hiks hiks... aku sangat menyukaimu, aku menerima semuanya, dengan keadaan mu yang memiliki selir. Tapi kenapa kau.. kau sudah.."


" ssstttt.. tidurlah" Emrick menepuk-nepuk punggung Falla. Membuat wanita itu menutup matanya kembali. nafasnya mulia teratur, Emrick terus menepuk pelan punggung Falla dengan lembut. Falla tidur dalam pelukannya.


Pertama kalinya bagi Emrick berada dalam situasi seperti ini. Tubuh Falla yang begitu wangi perlahan membuat Emrick terhipnotis. Dia berusaha mengendalikan dirinya. posisi ini membuat Emrick bisa merasakan tubuh kecil Falla. Bahkan tepukan lembut itu sudah mulai berganti dengan rabaan pada tubuh wanita itu. Namun beberapa saat Emrick akhirnya bisa menguasai diri, dan menarik tangannya. dan meletakkan di punggung Falla.


" ini menyiksa sekali" lirih Emrick sambil mengatur nafasnya.


Perjalan terasa begitu panjang. Kini mereka sudah sampai di istana kediaman. Dengan hati-hati Emrick mengendong tubuh Falla menuju kamarnya. Hari sudah mendekati fajar. Tidak banyak pelayan dan penjaga yang bisa dia mintai tolong.


Emrick meletakkan tubuh Falla pelan. Sayangnya karena perjalan dan goyangan di kereta tadi, tali pengikat baju Falla terbuka di bagian depan. Dengan bebas bahu dan dada Falla terpampang di depan Emrick. Meskipun masih ada lapisan kain di atas nya. Tapi kain itu cukup menerawang, membuat Emrick sulit melepaskan pandangannya dari sana.


" ehemm" Emrick menormalkan nafasnya dan memalingkan wajah. menarik diri untuk segera pergi. Tapi sayang, dia tidak menyadari jika sebagian pakaiannya tertindih tubuh Falla.


brugh


dia jatuh di atas tubuh istrinya, tangannya menopang sebagian tubuhnya. Posisi ini semakin menguji dirinya. Wajah mereka begitu dekat, Emrick bisa merasakan nafas Falla menerpa wajahnya. Lelaki itu goyah, bibir Falla yang merah memikat keinginan tahuan lelaki itu untuk mencicipinya.


Dengan perlahan Emrick mendekatkan wajahnya, dia mempertemukan dua permukaan lembut itu.


Emrick bisa merasakan rasa anggur yang tertinggal di bibir mungil itu. Menyesapnya sekuat mungkin, rasa manis menjadi candu bagi Emrick untuk terus menikmati benda kenyal itu.


" eegghh" Falla merasa terganggu, dia memalingkan wajahnya mencari pasokan udara. Sayangnya hal ini bukan malah menyadarkan Emrick namun mengganti sasaran bibir lelaki itu. Dengan masih tak sadar, leher dan bahu putih Falla sedang di jelajahi Emrick menggunakan bibirnya. Ini adalah pertama kalinya bagi Emrick. Dan dia tidak menyangka akan sangat candu menikmati tubuh wanita. pantas saja beberapa rekannya sering bermalam di tempat hiburan hanya demi menghilangkan penat.


" eemmm" Falla kembali terganggu, dia menyingkirkan kepala Emrick dari tubuhnya.

__ADS_1


Kali ini Emrick mulai bisa menguasai diri nya.


dia menarik diri dan seketika terlihat jelas jejaknya di sepanjang leher dan bahu istrinya. bagaimana bisa dia lepas kontrol seperti ini. Tak ingin semakin melewati batas, Emrick akhirnya segera beranjak dan meninggalkan kamar Falla.


__ADS_2