Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kenyataan


__ADS_3

Istana Raja tampak sedikit ramai. Farfalla beserta ibu suri terduduk di tepi ranjang sementara Gyan masih belum siuman. Mereka hanya mendapatkan kabar jika tubuh Valmira sudah di urus oleh Kangta. Beberapa pejabat memang menentang pemakaman selir secara hukum kerajaan, mereka percaya jika kematian Valmira berasal dari petaka hitam. Siapapun tidak akan mau berdekatan agar tidak terkena kesialan. Tidak ada yang menyangka jika malam ini terjadi sebuah kejadian memilukan.


" ibu, rasanya aku masih belum bisa percaya , Selir Alora memang terlihat sakit saat aku menyenguknya. Tapi untuk menerima bahwa dia sudah meninggal rasanya sulit sekali" lirih Farfalla menatap kosong wajah kakanya yang tenang.


" ibu juga merasa begitu. Tapi kita harus bisa menenangkan Raja. yang mulia harus bisa menerima kematian Selir Agung" timpal Raveena.


" kakak masih sangat terpukul, pasti akan butuh waktu yang lama sampai kakak bisa menerimanya"


keduanya menatap Gyan dengan helaan nafas putus asa. apa yang akan lelaki lakukan saat tau jika tubuh Valmira entah di makamkan dimana. Sangat miris.


......................


" kita harus merayakan hal ini, aku tidak percaya semesta mendukungku. wanita rendahan itu memang pantas mati, hahahaha" Shana sedang melanjutkan perayaan. Dia begitu senang bahkan saat melihat Valmira batuk darah, rasanya ada terompet kemenangan dalam hatinya, rasanya ingin bersorak ria.


" iya yang mulia ratu. bahkan kita tidak perlu melakukan apapun wanita itu sudah meninggal" jawab pelayan pribadinya.

__ADS_1


" sungguh miris sekali nasib wanita itu. tapi itu membuatku bersyukur, hahahaha"


Istana Ratu mengadakan acara pesta dadakan, guna merayakan kematian Valmira. Semua pelayan bisa makan daging serta buah-buahan pilihan. Shana memang sudah lama menantikan hal ini.


......................


" Kangta " ucap Deon saat lelaki tua itu sampai di permukiman tak jauh dari laut Caspia. Deon bersama dengan Klan Ralba memilih untuk tinggal di sana sebelum mencari tau jalan menuju kerajaan Mystick.


" bagaimana?"


" untung saja kita tidak terlambat, dia masih lemah" ucap Deon berjalan menuju rumah kayu yang sudah ada penghuninya tertidur di dalam.


" baguslah, jika dia berhasil bertahan sampai besok fajar mungkin hidupnya bisa lebih lama" balas Kangta menatap wanita tak sadar di atas ranjang kayu.


" kenapa tuan melakukan hal ini?"

__ADS_1


" wanita ini hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri. Aku hanya tak ingin Gyan mengorbankan dirinya, dia lebih berharga daripada wanita itu. meski begitu aku juga tidak bisa membiarkan dia mati begitu saja"


" tuan yakin jika Raja Gyan tidak akan membenci anda jika suatu hari dia tau anda yang memberikan racun itu?"


" Gyan pasti akan membunuhku jika tau hal ini. jadi sebelum dia tau, masalah Mystick harus sudah selesai "


Deon mengangguk dalam diam, baginya tuan Kangta cukup berani dan tidak berperasaan. menyuruh wanita yang tengah hamil untuk menegak racun Casimir, sejenis racun penghancur jiwa yang jika dalam jumlah tertentu masih bisa di selamatkan dengan ramuan lainnya.


" saya akan menjaga wanita ini sampai benar-benar sadar" lirih Deon. Sebagai bentuk rasa bersalahnya kepada kakak tirinya, dia akan menjaga Selir ini.


" jangan sampai Klan Ralba mengetahuinya, jika mereka curiga bilang saja dia penyihir yang aku temukan di jalan" pesan Kangta.


" baik tuan"


Setelah mengatakan semuanya Kangta keluar dari rumah itu dan menuju tempatnya. Dia ingin beristirahat sejenak setelah beberapa hari memantau keadaan kerajaan. Dia juga menemukan mengenai Shana yang ternyata menyimpan rahasia besar. Dan dia yakin Gyan belum mengetahuinya. Tunggu sampai waktu yang pas untuk membuka rahasia wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2