Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Surat


__ADS_3

Hari ini Gyan kembali berkeliling di sekitar kerajaan bersama dengan menterinya. Beberapa penduduk mengeluhkan bahan makanan yang kurang dan jika pun ada harganya pasti tinggi.


Gyan tidak mengatakan apa-apa, hanya bisa menjelaskan jika saat ini Garamantian mengalami tahun yang sulit. bencana kekeringan serta munculnya beberapa penyakit menular menjadi masalah utama di sana. Semua itu membuat penduduk yang lain semakin resah. Apalagi melihat beberapa temannya sudah pindah di tempat lain. Sebagai kaum bangsawan di Garamantian tentu mereka berat hati meninggalkan kota dan memulai kehidupan dari bawah lagi.


" aku tak bisa banyak membantu, kali ini tahun terparah dari sebelumnya. dan mungkin seiring dengan waktu akan bertambah parah. Aku hanya bisa menyarankan kalian untuk ikut pindah ke Greojen, wilayah itu cukup subur. kalian bisa mulai bertani dan berdagang untuk memenuhi kebutuhan " jelas Gyan setiap ada pimpinan wilayah yang melapor padanya.


" tapi yang mulia, sekarang di kota hanya tersisa bangsawan serta saudagar kaya. Mereka masih memperhitungkan apa nasib mereka, apa akan lebih baik atau malah lebih buruk lagi. ini masih menjadi keraguan mereka"


" aku mengerti dengan kondisi mereka yang serba tercukupi di sini. Tapi jika mereka masih tetap tak mau pindah perlahan mereka juga akan jatuh, jadi lebih baik kembali, ikuti saran ku saja" jawab Gyan dengan wajah begitu merayu.


" saya akan mencoba membujuk mereka lagi, semoga kali ini mereka mau mendengarkan saran yang Mulia"


" iya, tapi ingat jangan paksa mereka, mungkin lama kelamaan mereka pasti mengerti juga"


" baik yang mulia"


perbincangan itu selesai. Gyan melanjutkan langkahnya. Hari sudah menjelang senja dia akan kembali ke kerajaan.


Tidak seperti sebelumnya, kali ini Gyan benar-benar jalan kaki. Lelaki itu tidak menggunakan sihir dimensi yang biasa di lakukan. Langit sore yang indah dengan angin yang sepoi perlahan membuat hatinya sedikit tenang. Kerinduan akan Valmira dan putranya sudah sangat menyesakkan dada. Lelaki itu butuh pengalihan, dan jalan kaki ini cukup menyenangkan baginya.


" yang mulia, jika tiba waktunya anda pergi apa saya boleh meminta sesuatu pada anda?" tanya menteri yang ikut berjalan di samping nya.


" apa yang kau minta?"


" sesuatu yang dari yang mulia. yang bisa saya kenang"


" kau tak ingin ke Mystick bersama ku? aku bisa membawa mu ke sana"


" tidak yang mulia, saya ingin tetap di Azerbaza. mungkin saya akan jadi pengelana"


" kenapa kau tidak ingin pergi?"


" saya ingin melihat dunia yang luas ini. Tanah Azerbaza masih kurang untuk membuat saya terpukau"


" kau akan sendirian di sini, sebagian besar penyihir berada di Mystick"


" iya, saya tau. tapi saya ingin tetap di sini. tanah kelahiran saya"


" baiklah, jika tiba waktunya aku pergi, aku akan memberikan sesuatu pada mu sebagai kenangan"


" terimakasih yang mulia"


" sama-sama" mereka terus berjalan, sangat tenang dan tidak terasa mereka sudah sampai di gerbang istana.


mereka masuk ke dalam, Terlihat beberapa pelayan yang sedang mengemasi beberapa barang milik mereka. Gyan sudah mengatakan jika mereka lebih baik pindah ke Greojen, jadi mereka tidak mau menunda lagi, besok pagi mereka akan ikut pemberangkatan. Meskipun menetap di Garamantian, mereka juga tidak memiliki rumah. Jadi lebih baik pindah dan mendapatkan upah yang lebih banyak.


" yang mulia kami semua pamit pergi, terimakasih atas semua kebaikan hati yang mulia dan seluruh anggota kerajaan selama ini"


" kalian jangan bersedih, di sana masih ada putri Farfalla. Dan setelah hari ini kalian semua bebas. lakukan apapun yang kalian inginkan yang tertunda karena harus melayani kerajaan"


" terimakasih yang mulia, kami tidak akan lupa semua kebaikan anda"


" iya, kalian jaga diri dengan baik"


Gyan dan menteri masuk ke istana. Suasana sangat sepi, tak ada lagi seliweran pelayan. Semuanya akan menjadi kenangan dan terkubur dalam padang pasir


" yang mulia, jika di hitung berapa lama lagi yang mulia akan pergi?"


" mungkin kurang dari sebulan, itu sudah menjadi targetku. rasanya ingin segera berkumpul dengan istri dan anakku"


" sudah lama sekali saya tidak mendengar kabar Ratu Valmira, bagaimana keadaannya?"


" entahlah aku sudah kehilangan komunikasi semenjak dia pergi. Aku hanya berharap dia baik-baik saja.."


" tidak di sangka semua akan berakhir seperti ini"


" iya, ini adalah jalan terbaik"


" besok saya akan mengantar anggota kerajaan pergi ke wilayah lain, apa yang mulia tak apa saya tinggal?"


" tentu saja. memangnya aku kenapa"


" beberapa hari ini yang mulia terlihat sedih dan melamun sendiri, saya sedikit khawatir"


" aku tak apa, kau pergi saja"


" baik yang mulia"


Malam itu Gyan kembali ke kamarnya yang sepi. Dia tetap sering mengunjungi balkon istana. ini akan menjadi moment yang tak akan terulang lagi. Melihat Garamantian yang mulai meredup, pemukiman terlihat gelap tak ada penghuni.


......................................


Pagi hari di Kediaman Emrick, seorang pelayan membawakan surat yang sudah Falla tau.


" nyonya surat dari nyonya Duan" ucap pelayan sambil memberikan pada Falla.


" ah ini, mereka tidak main-main rupanya"

__ADS_1


Falla membuka amplop itu, di dalam sudah ada lukisan putri Feyna serta identitas lengkap gadis itu. Falla mengangguk ringan sambil membaca keseluruhan. Dia tidak menemukan masalah yang berarti. Jadi mungkin nona Feyna ini bisa lolos.


" bagaimana nyonya?" pelayan itu penasaran dengan keputusan Falla.


" ku rasa dia tidak memiliki masalah serius, aku tidak bisa menemukan alasan untuk menolak nya"


" tapi nyonya, apa tidak lebih baik kita bicarakan terlebih dahulu masalah ini dengan yang mulia?"


" tidak perlu, di adalah masalah Harem. Aku yakin yang mulia juga tidak akan keberatan aku memasukkan wanita cantik di kediaman. bukankah kau pernah mengatakan jika yang mulia tidak peduli mau apapun yang berkaitan dengan selirnya"


" iya nyonya, tapi itukan dulu saat hanya ada selir Thalasa"


" sudah kita samakan saja, aku akan segera mengirim surat balasan pada nyonya Duan" jawab Falla mantap.


" nyonya.."


" sudah, anggap saja ini kejutan untuk Adipati" balas Falla tanpa pikir panjang. Dia yakin setelah ini kediaman Emrick akan lebih hidup dan menarik.


pelayan itu diam saja, dia tidak lagi bertanya. Nyonya nya sudah bertekad bulat.


Sayangnya pembicaraan mereka bocor. sejak Falla menerima tamu nyonya Duan, Thalasa sengaja mengirim pelayan untuk menguping setiap pembicaraan mereka. Thalasa tidak akan diam saja melihat Falla berkuasa.


" kau yakin?" tanya Thalasa pada pelayannya yang baru saja melapor.


" iya Selir, nyonya sudah mengambil keputusan untuk menerima gadis itu menjadi selir baru Adipati"


" sepertinya nyonya kita ini sedikit bodoh. Bagaimana bisa dia mau berbagi suami dengan wanita lain. Aku tidak habis pikir, padahal hubungannya dengan Adipati belakangan ini juga memburuk"


" nyonya ingin memberikan hadiah pada yang mulia"


" tidak bisa, aku harus mencari cara agar Feyna tidak bisa masuk kemari"


" cepat selidiki dimana wanita itu tinggal dan bagaimana kesehariannya"


" baik selir"


Thalasa masih setengah percaya, bagaimana bisa Falla begitu kendor dalam hal ini. Dia saja sampai menjadi musuh bangsawan karena selalu saja menolak permintaan mereka yang ingin menjadi selir. Mau berapapun mereka membayar bahkan menyuap nya dengan berbagai harta dan tahta, Thalasa masih tidak akan menerima.


Dia memang mendapat banyak hadiah, tapi kehidupan rumah tangganya yang akan malang.


" dasar wanita bodoh" caci Thalasa saat mengingat lagi keputusan Falla.


" selir, kira-kira jika yang mulia mengetahui keputusan Nyonya akankah marah?"


" maksud mu?"


" kau benar juga, kita bisa melakukan penyerangan dalam 2 sisi sekaligus"


akhirnya Thalasa akan menyusun rencana agar Emrick bisa mengetahui masalah ini. Dia akan berbincang dengan Adipati siang ini atau malam ini. Berharap yang mulia akan marah pada Falla dan mereka akan bertengkar lagi. Tinggal dia harus bersikap lemah lembut untuk membuat Emrick berpaling dari nyonya yang bodoh itu.


" kau siap kan makanan serta tonik terbaik, aku akan mengantarkannya pada yang mulia saat dia kembali"


" baik selir"


Hari semakin siang, tak biasanya Emrick pulang di awal waktu. Thalasa terlihat antusias dan dia segera menemui Adipati.


" apa yang mulia ada?" tanya Thalasa pada pengawal Emrick.


" yang mulia baru saja kembali dan masih mengurus beberapa kepentingan. Harap selir menunggu atau tidak kembali lagi nanti sore" jawab pengawal itu datar. Dia tidak seperti sebelumnya yang sangat membela diri nya.


" baik lah aku akan kembali nanti sore" jawab Thalasa sedikit marah. Dia menatap pengawal itu dengan mata nyalang.


" bagaimana selir?"


" pengawal rendahan itu mulai berulah lagi.." jawab Thalasa kesal.


" maksud selir?"


" sejak yang mulia menghukum nya karena kejadian lampu itu dia mulai menjauhiku. aku harus menghentikan pengirim uang pada keluarganya" ucap Thalasa licik.


" dia melupakan semua kebaikan selir"


" awas saja, jika dia terus seperti ini, aku tidak akan tinggal diam. Nasib keluarganya ada di tanganku"


Emrick datang dan dia perlu meneliti lagi berkas laporan mengenai perbatasan. Jumlah warga Garamantian semakin meningkat membaut para bandit memanfaatkan hal ini untuk bisa masuk ke wilayah Greojen.


" yang mulia selir Thalasa ingin bertemu dengan anda sore ini"


" heem" jawab Emrick dengan deheman.


" ah ya, apa kau Sudah mendapatkan informasi mengenai Kantata itu?"


" belum yang mulia, kami masih menelisik jauh ke Garamantian agar mendapatkan informasi terbaik"


" percepat, aku sedikit curiga dengan lelaki itu. Kenapa mereka tampak sangat dekat. Aku tak bisa membiarkan Falla begitu saja"


" baik yang mulia, kami akan melakukan yang terbaik"

__ADS_1


Selesai memberikan laporan, Emrick malah kepikiran dengan Falla. Lelaki itu akhirnya pergi ke kamar Falla. Setidaknya makan siang bisa menjadi alasannya. Dia juga merasa tidak enak hati memarahinya semalam.


" Adipati" sanjung Falla.


" apa kau sudah makan?"


" sudah, baru saja"


" em kalau begitu temani aku makan siang"


" di sini?"


" apa ada masalah?"


" tidak, kalau begitu saya akan menyuruh pelayan untuk menyiapkannya"


" iya"


Tak berselang lama, makanan pun tiba. Falla membantu menata menu makanan di meja. Emrick menatap Falla dengan seksama.


" silahkan Adipati"


" kau ternyata sangat cantik " celetuk Emrick membuat Falla tercengang sejenak.


" Adipati, apa saya melakukan kesalahan?" tanya Falla memastikan.


" tidak, kenapa kau bertanya?"


" saya khawatir saja. Adipati tiba-tiba memuji saya. Takutnya ada sesuatu yang di tutupi"


" kau mudah sekali curiga padaku?"


" saya hanya khawatir saja Adipati" ucap Falla mengkoreksi.


" apa kau khawatir jika aku memiliki wanita lain?" Emrick hanya sedang bercanda.


" bukankah Adipati memang sudah memiliki wanita lain?"


" siapa?"


" lupakan saja. ini silahkan makan, nanti malah dingin makanannya" ucap Falla tak ingin kembali Berdebat.


" kau sedang cemburu?" penuturan Emrick sangat menggelitik telinga Falla. Bagaimana bisa Emrick memiliki pikiran yang tidak wajar itu.


" silahkan Adipati berfikiran seperti itu" jawab Falla singkat, dia tidak mood membahas masalah ini lagi.


Sedangkan Emrick merasa ketinggian dan menganggap dugaan nya benar jadi tersenyum senang. Lelaki makan dengan lahab. dia sangat nyaman berada di dekat Falla. entah kenapa seperti itu.


" sebentar lagi pemerintah akan mengunjungi Greojen, mungkin ini akan melihatkan mu juga selaku pemilik wilayah"


" kapan mereka akan ke sana?"


" entahlah, dalam waktu dekat. Tapi kau tenang saja, semua Sudah aku persiapkan dengan baik. Apalagi dengan statusmu sebagai istri ku, mereka tidak memberikan kesulitan"


" begitu, ini berita yang bagus"


" iya, tapi setelah ini kau akan ikut dalam lingkaran perhatian pemerintah"


" tak masalah, bagiku pengakuan pemerintah sudah sangat cukup" balas Falla.


Emrick sengaja tidak mengatakan mengenai masalah di perbatasan. Dia takut membuat Falla sedih dan kepikiran. Emrick hanya menjelaskan kabar baik saja pada istrinya.


Sore harinya sesuai ucapannya Thalasa pergi ke ruangan Emrick. Dengan membawa tonik khusus Thalasa berhasil masuk tanpa menimbulkan kecurigaan.


" yang mulia".


" duduklah, pengawal mengatakan jika kau ingin bertemu denganku sore ini, ada masalah apa?"


" tidak yang mulia, saya hanya ingin memberikan tonik khasiat ini. Belakangan ini saya lihat anda begitu sibuk dan harus masuk istana setiap hari"


" ah begitu, terimakasih sudah perhatian". jawab Emrick sekedarnya.


" setelah ini mungkin untuk mengirim tonik seperti ini saya harus menunggu giliran" pancing Thalasa.


" giliran?"


" iya, yang mulia pasti senang dengan gadis itu.."


" gadis siapa maksud mu?"


" astaga, apa saya lancang. Nyonya belum mengatakannya pada yang mulia?" Thalasa berlagak ketakutan karena melakukan kesalahan. Wajahnya begitu natural. Emrick tidak melihat sandiwaranya sama sekali.


" mengatakan apa? jelaskan padaku sekarang!" Emrick malah meninggi, dia paling tidak suka dengan rahasia.


" saya..saya hanya mendengar jika Nyonya akan menerima selir baru untuk yang mulia"


" selir baru, untukku? jangan bercanda?" Thalasa bisa menilai jika yang mulia tidak setuju dengan keputusan ini. Dia harus lebih mengadu domba mereka.

__ADS_1


" iya yang mulia, beberapa waktu yang lalu ada bangsawan yang datang dan meminta putrinya agar menjadi selir di sini. Saya lihat Nyonya tidak langsung menolak. Jadi mungkin nyonya akan menerimanya" jelas Thalasa dengan wajah ragu. Dia sangat pandai bersandiwara.


__ADS_2