
Berita mengenai pemberian status untuk Putri Shana menyebar cepat ke seisi kerajaan. Semua pelayan dan pejabat yang menunggu hal ini sejak awal kedatangan putri Shana, semakin percaya dengan kemampuan putri Shana. Bahkan pejabat yang sudah dia ajak bekerja sama waktu itu, begitu mendengar berita ini langsung pergi untuk bertemu dengan putri Shana.
" selamat putri atas berita mengenai kenaikan status anda" ucap pejabat itu dengan wajah senang.
" semua ini juga karena anda" jawab Shana merendah. Wanita itu merasa jika hal ini begitu mudah dilakukan. mengingat status keluarganya yang memang jelas dan terhormat.
" putri pasti bisa membatu raja memimpin kerajaan Garamantian dengan baik" pejabat itu terus menyanjung demi mendapatkan muka.
" tentu saja, tunggu sampai aku bisa mengatur kerajaan, kau pasti mendapatkan jabatan yang lebih tinggi" ungkap Shana tinggi hati. Wanita itu dengan sombongnya menilai jika kerajaan Garamantian terlalu mudah di taklukkan.
" terimakasih putri. jika anda memiliki kesulitan saya siap membantu" balas pejabat itu dengan tangan terbuka. Tidak sia-sia dia melanggar aturan jika imbalan yang dia terima akan jauh lebih banyak.
" kau tenang saja. Kerja sama ini tidak akan berhenti sampai disini. kau cukup menguntungkan bagiku. pelayan! , bawa kemari" ucap Shana, dia memanggil pelayannya yang sedang membawa kotak kayu.
" apa ini?" tanya pejabat itu saat kotak itu di buka dan ternyata berisikan koin emas.
" ini sekedar hadiah kerja sama" jawab Shana menutupi. karena sebenarnya itu adalah sogokan agar pejabat itu mau memberikan kesetiaannya.
" terimakasih putri, anda sangat dermawan" pejabat itu dengan tidak tau malunya langsung menutup dan membawa kotak itu di pangkuannya.
" kalau begitu saya pamit, putri" lanjutnya sambil beranjak berdiri.
" iya, silahkan" jawab Shana tanpa perlu mengantar kepergian pejabat itu.
" dasar kaum rendahan" gumam Shana saat pejabat itu sudah meninggalkan tempat. wanita itu begitu angkuh dan sombong, berhadapan dengan penyihir rendahan sangat tidak disukainya. jika bukan karena posisi Ratu. mana mungkin Shana mau bekerja sama dengan seseorang berstatus lebih rendah darinya.
__ADS_1
Kabar ini tentu tak luput dari telinga pelayan selir Agung. Terutamanya Fleur, dia termasuk rajin mengikuti perkembangan kerajaan demi membantu sahabatnya Alora. Begitu tau kabar akan di adakan acara peresmian status putri Shana menjadi Ratu, tentu saja dirinya langsung cemas. Bagaimana nanti nasib temannya Alora, jika putri Shana memiliki status lebih tinggi. Saat ini saja wanita itu sudah berani dan berlagak tinggi, apalagi menjadi Ratu. Posisi Alora akan semakin berbahaya.
Fleur berjalan cepat menuju kamar Selir Agung.
" selir! Alora!" panggil Fleur tak menentu saking khawatirnya.
" ada apa Fleur,? jangan berteriak!" ucap Valmira yang sedang konsentrasi membaca.
" gawat! ada kabar buruk!" Fleur terengah-engah, wanita itu langsung duduk di samping Valmira.
" kabar buruk apa? " tanya Valmira yang masih datar dan tenang. Dia sudah terbiasa dengan sikap Fleur yang seperti ini.
" putri Shana, dia.. dia akan menjadi Ratu!" jawab Fleur dengan nada panik.
" Ratu? kapan?" tanya Valmira, sayangnya ekspresi wanita itu terlihat tidak wajar.
" kau tidak takut ataupun cemas" lanjut Fleur.
" jika Putri Shana menjadi Ratu, itu artinya aku bisa keluar dari sini dengan mudah" jawab Valmira riang. Dia sejatinya sudah menunggu sejak lama agar putri Shana bertindak. Kini berita buruk menurut Fleur bisa menjadi berita baik yang bisa memperlancar rencananya.
" tapikan kau sudah menjadi selir Agung, posisi ini cukup menjanjikan daripada harus meninggalkan kerajaan dan menjadi rakyat biasa" ungkap Fleur yang sudah terlena dengan kehidupan mewah beberapa minggu ini.
" kau ini, katamu kehidupan selir itu sulit dan kejam" balas Valmira mengingatkan ucapannya dulu padanya.
" iya, kalau jadi selir saja, kau kan selir Agung. beda lagi ceritanya" kilah Fleur, dengan yakin.
__ADS_1
" sama saja, lagipula selama ada putri Shana kita tidak bisa hidup tenang, lebih baik pergi dan mencari aman" ajak Valmira, dia tetap pada rencana awal. Pergi dari kerajaan ini dan hidup dengan tenang. Setidaknya seperti saat dia berada di pantai bersama Tarani dan Vanessa.
" Alora, kau ini" Fleur tak habis pikir, temanya ini entah bodoh atau bagaimana. Memang benar jika kehidupan kerajaan itu berat tapi tidak juga berfikir jika menjadi rakyat biasa akan tetap aman.
Fleur menarik nafas panjang, temannya ini terlalu polos, tunggu saja sampai putri Shana melakukan sesuatu yang jahat padanya, pasti dia juga tidak terima.
" sudah jangan terlalu khawatir, aku yakin selama kita tidak berbuat jahat, nasib buruk akan menjauh" pesan Valmira mencoba menghibur. Dia rasa temannya ini terlalu cemas, dia tidak mau masalah ini membuat kediamannya menjadi rusuh.
" semoga saja" ucap Fleur malas, wanita itu pergi menjauh dari kamar. Percuma berbicara dengan wanita polos seperti Valmira.
Valmira hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. Wanita itu bukannya tidak tau kecemasan Fleur, hanya saja dia tidak mau Fleur semakin mengkhawatirkan. Dia juga kaget dengan berita itu, meski ada rasa was was namun Valmira mencoba mengambil hal baiknya. Setidaknya dia bisa pergi dari sini dengan mudah.
Tidak hanya Valmira yang kaget, putri Farfalla juga seakan tidak percaya dengan kabar ini. Wanita itu tengah menemui ibunya untuk memastikan kabar ini.
" yang mulia memintanya langsung?" tanya Farfalla sekali lagi.
" iya Falla, sudah jangan bertanya terus, ibu masih sibuk. Kau tidak lihat bagaimana banyaknya persiapan ini?" ucap Raveena sebal, sejak datang Farfalla tidak ada hentinya bertanya.
" bukankah kakak kurang suka dengan putri Shana? apa pejabat menekan kaka lagi?" guman Farfalla mencari alasan kenapa kakaknya memutuskan hal ini.
" lebih baik kau bantu ibu membereskan ini, tinggal 2 hari lagi peresmian itu akan di laksanakan" ucap Raveena saat melihat Farfalla hanya melamun sendiri.
" ibu aku akan menemui Raja, aku ingin tanya..."
" jangan bertanya lagi, ini semua perintah Raja. Jangan ikut campur atau kau mau kena marah lagi?" cegah Raveena. Farfalla pasti akan merecoki Gyan. dia tidak mau mendadak rencana ini akan buyar. Meski tidak begitu cocok dengan Shana, Raveena juga pasti mendapatkan keuntungan dari wanita itu. Bagaimanapun hubungan mereka tidak terlalu buruk.
__ADS_1
" tidak ibu, em baiklah" balas Farfalla yang masih ingat kemarahan kakaknya waktu itu. Wanita itu langsung mengurungkan niatnya karena ucapan Raveena. Dia tidak mau membuat hubungannya dengan kakaknya menjadi rusak. Biarlah dia akan mencari waktu lain untuk menanyakan masalah ini.