Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pemburuan Violet 2


__ADS_3

wusshh


boneka itu melempar serangan tak kala Valmira sedang tidak fokus padanya.


" aakk" Valmira terjatuh.


boneka sihir melayang dan berdiri di depan Valmira yang masih setengah terbaring.


" kau tidak akan bisa melawanku" ucap boneka itu sombong.


" kita lihat saja nanti"


Valmira menatap dengan nyalang pada boneka itu.


Craasshh


serangan Valmira membuat boneka itu seketika menjadi susah bergerak.


" ada bagusnya Formasi tadi belum selesai, jadi aku bisa memindahkannya" lirih Valmira mengikat tubuh boneka dengan tali sihir lalu menyempurnakan formasi di tempat boneka itu berdiri.


" siall!!! aakk" boneka itu mencoba untuk melepaskan diri. Kekuatan yang di miliki tidak main-main. meskipun saat hidup energinya dibawah Valmira, namun kini sudah bertambah karena terpengaruh dengan sihir hitam. Energi mereka terlihat imbang.


Crusshh


Valmira terus berkonsentrasi, dia membuat formasi pengikat dengan sangat kuat. Ini akan membuat jiwa boneka itu akan hancur tak takkan bisa lagi di bangkitkan.


wwwuussshh


tak ingin kalah boneka itu mengeluarkan semua tenaga dan kemampuannya. Valmira berkali-kali terlihat kesusahan. Padahal ini masih dalam tahap mengikat.


" aku harus bisa" lirih Valmira saat energinya mulai terkuras habis.


Crrusshhh


tambahan energi tiba-tiba masuk, Valmira langsung menoleh.


" Kangta" ucap Valmira.


" aku hanya berniat mampir, tak disangka kau sudah melakukan perburuan" ucap Kangta dengan senyum tipis. Untung dia bisa melihat hal ini, jadi bisa membantu memusnahkan boneka sihir.


" untung kau datang," balas Valmira senang.


kini formasi semakin kuat, perlahan energi boneka terlihat semakin melemah. Tubuhnya mulai terkurung dengan sihir pengikat.


Tahap kedua dimulai, Valmira dan kangta mulai mengirimkan sihir pemusnah jiwa. Boneka itu merasakan panas dan rasa sakit luar biasa di sekujur tubuhnya. Kekuatan sihir Valmira dan Kangta benar-benar tidak ada duanya. Sedikit lagi sihir pemusnah jiwa akan bisa memusnahkan boneka itu. Sayangnya karena terlalu fokus, kedua orang itu tidak menyadari kedatangan seseorang yang berjalan mendekati Valmira dengan membawa senjata tajam.


jleebb


Valmira melotot terkejut bercampur dengan rasa sakit di area punggung bawah.


" kau fikir tanpa kemampuan sihir aku tidak bisa membunuh mu?" bisik Violet sambil memegang pisau yang sudah menusuk punggung Valmira.


Kangta langsung menoleh dengan perasaan terkejut.


" Valmira,!!" panggil Kangta panik.


" tetap lanjutkan!" balas Valmira, dia tidak bisa melepaskan formasi begitu saja.


sreett


Violet menarik cepat pisau yang menancap dalam itu, darah langsung keluar dengan sangat deras.


" hahahaha" Violet tertawa senang.

__ADS_1


Valmira menahan sakitnya, melihat kesempatan yang bagus Violet berniat menusukkan pisau itu kembali.


crruusshh


Kangta melepaskan salah satu tangannya dan membuat Violet terpental jauh. wanita itu langsung menubruk bangunan tak jauh dari sana dan tidak sadarkan diri.


" kita harus bisa memusnahkan boneka itu" desis Valmira saat darahnya terus mengalir deras.


" bagaimana dengan lukanya?"


" aku bisa menahannya" jawab Valmira menutupi rasa sakitnya.


" aaakkk" teriak Valmira di ujung formasi nya.


" tidak, tidak. aaakkm!" bersamaan dengan teriakan boneka sihir saat tubuhnya mulai rusak dan menghilang perlahan. Kangta langsung menangkap tubuh Valmira yang hampir jatuh.


" lukamu cukup dalam" Kangta sudah melupakan etika, dia sudah terlalu panik melihat Valmira yang terus berdarah.


" tak apa yang penting satu boneka sudah lenyap, tinggal satu lagi dan kita bisa dengan mudah menangkap Violet dan Alvaro" ucap Valmira sambil menahan darah.


Crusshh


Valmira sementara hanya bisa menggunakan sihir untuk menghentikan darah yang keluar. Tak lama terlihat ada pergerakan di tempat Violet tak sadarkan diri.


Kangta menatap gusar saat Violet yang mulai sadar, tak hanya itu, wanita itu tidak sendirian lagi ada Alvaro serta satu bonekanya.


" kita beruntung bisa menemukan mereka bertiga sekaligus" lirih Valmira dengan nafas yang sedikit berat. meski sudah tak mengeluarkan darah tapi rasa sakit dan nyerinya masih terasa.


" kalian lancang sekali memusnahkan sihir terakhirku!" desis Violet yang tak terima bonekanya sudah hancur.


" tentu saja, benda tidak berguna seperti itu tidak pantas berada di Mystick" balas Valmira tidak kalah pedas.


" bunuh mereka!" ucap Alvaro menyuruh bonekanya.


tap tap tap


para pasukan dengan cepat mengepung boneka itu.


" hiyaa"


semua pasukan maju dengan bersamaan.


Crusshh


tali sihir langsung di keluarkan untuk menahan boneka itu.


wusshh


dengan mudah tali itu terputus semua pasukan terjatuh duduk, Kangta maju menghadang.


" Lawan aku" ucap Kangta.


semuanya mundur, pasukan memecah diri untuk mencari Violet dan Alvaro yang sudah lebih dulu melarikan diri.


wusshh


serangan langsung di mulai, Kangta menampisnya dengan mudah. Mereka berkelahi dengan sangat lincah. Valmira berdiam diri, rasanya tempat tusukan tadi terasa begitu menyiksa. wajah wanita itu mulai memucat.


Setelah beberapa lama, saat melihat jika perkelahian mulai tidak menguntungkan Valmira memaksakan diri untuk membuat formasi pengikat dan penghancur jiwa.


" Kangta bawa dia kemari!" teriak Valmira saat formasi itu sudah siap.


" jangan harap kalian bisa menghancurkan ku" Lawan boneka itu.

__ADS_1


Wusshh


serangan dilayangkan ke arah Valmira. wanita itu tidak begitu cepat merespon dan berakhir mengenai tangannya.


hampir saja farmasi itu terputus.


Cruussh


Kangta membalas dengan cepat.


" kau tidak apa-apa?"


" jangan khawatir" Valmira kembali membuat formasi semakin lengkap.


Cruusshh


Kangta melempar tali sihir dan mengenai salah satu kaki boneka. Dengan cepat dan kuat di tariknya dan membuat tubuh boneka itu terseret dan langsung masuk dalam formasi.


" bagus" ucap Valmira puas.


wussshh


boneka itu berusaha keluar dari sihir pengikat.


crussh


Kangta menambahkan energinya. keadaan kini langsung berbalik. posisi boneka itu benar-benar sudah di ujung tanduk.


wwussshhh


kekuatan boneka ini jauh lebih besar daripada boneka sebelumnya. entah karena kondisi Valmira yang sudah lemah atau memang sihir hitam milik boneka ini yang terlampau besar.


" aakkk" luka Valmira terbuka, sihir di lukanya menghilang. Darah mengucur deras. Valmira mulai kehilangan keseimbangan.


wussshhh


pyarr


formasi pengikat itu hancur bersamaan dengan Valmira dan Kangta yang terpental.


" aaakk" Valmira dan Kangta kehilangan banyak energi.


" uhuk uhuk" bahkan Kangta terbatuk darah.


Boneka itu tersenyum tipis dan melayang pelan.


" kalian bukan tandinganku" ucapnya meremehkan kedua lawannya.


Kangta beranjak berdiri dan perlahan mendekati Valmira yang sudah terlihat kesakitan memegang luka sobek.


" lebih baik aku buat kalian berdua lenyap darisini" boneka sihir mulai mengumpulkan energinya berniat menyerang Valmira dan Kangta dalam waktu bersamaan.


Namun tiba-tiba boneka sihir itu merasakan panggilan dari tuannya yang berada dalam bahaya. Mereka di kepung pasukan kerajaan dan tidak ada waktu lagi.


" kalian selamat kali ini" ucapnya lalu pergi menyelamatkan Violet dan Alvaro.


Kangta dan Valmira bersyukur, mereka bisa selamat.


" kita harus segera mengobati lukamu"


Kangta memapah Valmira berdiri, Valmira terlihat kesusahan. Pandangannya sudah kabur dan tubuhnya terasa berat.


" aku tidak kuat" lirih Valmira sebelum pingsan dalam gendongannya Kangta. Lelaki panik dan segera membawa Valmira menuju pos jaga yang ada di istana luar.

__ADS_1


Setelah berjuang cukup keras dan berat, hingga akhirnya mereka bisa bisa membunuh satu boneka sihir. sayangnya Valmira terluka parah, wanita itu hampir saja kehilangan nyawa akibat terlalu banyak menggunakan energinya. untung saja Kangta segera membawanya dan setelah di periksa ternyata luka Valmira mengandung racun. Tabib segera mencari penawar yang cocok dan cepat untuk menetralisir racunnya.


Bagaimanapun kerajaan Mystick masih belum aman, Violet masih lolos sedangkan Valmira terbaring sakit. tak ada yang bisa dilakukan. Kangta dan Deon juga tidak mungkin bisa menandingi boneka itu dalam kondisi seperti ini. Namun setidaknya situasi sedikit reda dari teror dan serangan boneka sihir.


__ADS_2