
Pagi ini putri Farfalla sedang kosong dari jadwal belajarnya. wanita itu berniat akan mengunjungi selir Agung. Farfalla merasa jika selama ini tidak menjalin hubungan yang baik dengan wanita itu. Farfalla merasa bersalah jadi mulai sekarang akan memperlakukan wanita itu lebih baik.
" selir, ada putri Farfalla datang bertamu " ucap Fleur kala wanita itu tengah di dandani pelayan lainnya.
" persilakan masuk" jawab Valmira yang masih belum selesai berdandan.
" baik selir" jawab Fleur.
Pelayan semakin mempercepat proses berdandan.
putri Farfalla sudah duduk di ruang depan tak kala Valmira berjalan keluar.
" maafkan saya putri, anda harus menunggu lama" ucap Valmira merasa bersalah.
" tidak apa- apa selir agung" wajah Farfalla kikuk. karena dia belum memberikan sanjungan sedangkan Valmira lebih dulu menyapa dan duduk di sebelahnya.
" sebenarnya saya hanya ingin berkunjung saja. Saat jadwal pelajaran sedang kosong" ucap Farfalla mengatakan tujuannya kemari.
" ah begitu, " jawab Valmira juga merasa canggung.
" bagaimana jika putri menemani saya pergi ke perpustakaan? sekalian kita berjalan-jalan berdua" tawar Valmira agar situasi tidak canggung.
__ADS_1
" sepertinya itu ide yang bagus"
keduanya dengan riang berjalan keluar menuju perpustakaan kerajaan. Baik Valmira dan putri Farfalla menjadi pusat perhatian.
Membuat rumor mengenai kuatnya kedudukan Valmira semakin kental. Belum lama mereka mengetahui jika ibu suri saja tidak menentang, lalu sekarang putri Farfalla juga terlihat akrab dengan Selir. Ini merupakan pertanda yang baik dan memang menegaskan jika Valmira akan menggeser kedudukan Ratu.
" Selir ingin mencari buku apa?" tanya Farfalla saat mereka sudah masuk di jajaran rak rak buku.
" ya mungkin buku yang berisi hiburan saja. Aku sedang tidak sibuk akhir-akhir ini" jawab Valmira yang memang biasanya juga tidak memiliki jadwal apapun.
" apa kau memiliki saran?" lanjut Valmira.
" em, saya akan melihat-lihat mungkin menemukan buku yang bagus untuk selir"
mereka berdua berpisah, Valmira mencari buku di sebelah timur sedangkan Farfalla di sebelah barat. Valmira terus melangkah sampai sebuah buku membuatnya tertarik.
" apa ini? pusaka?" gumam Valmira membaca sampul bukunya.
" mungkin bagus" Valmira asal mengambil dan membawanya. Dia berjalan menuju bagian timur. agar Farfalla tidak kesulitan jika ingin mencarinya.
Sembari menunggu Valmira membuka buku yang dia bawa. Wanita itu sedikit lelah akibat berjalan-jalan. semakin hari tubuhnya semakin mudah merasa lelah. mungkin bawaan bayi yang dia kandung, pikir Valmira.
__ADS_1
" em, isinya gambar?" cicit Valmira pada dirinya sendiri. ternyata buku yang dia bawa adalah buku macam-macam pusaka dalam Azerbaza.
" banyak sekali, " seru Valmira.
" selir" panggil Farfalla sambil membawa beberapa buku di kedua tangannya.
" kau sudah menemukannya?" tanya Valmira saat putri menaruh semua buku-buku itu di meja.
" iya, semua ini saya rasa cocok untuk selir yang sedang mengandung" jawab putri santai.
" mengandung?" Valmira heran. lalu melihat sampul bukunya satu persatu.
Ternyata kebanyakan buku yang di bawa putri adalah mengenai ibu hamil, asupan makanan hingga rumor aneh dalam merawat bayi.
" semua ini hanya tentang ibu hamil? tidak ada hiburannya" saut Valmira blak blak kan.
" ini lebih berguna daripada buku-buku hiburan" kilah putri dengan wajah serius. memang kakak dan adik sama-sama keras kepala dan sesukanya sendiri.
Valmira menghembuskan nafas kasar.
" baiklah, kita bawa saja semuanya" ucap Valmira akhirnya, dia tidak mau berselisih paham dengan putri. Menghadapi kakaknya saja sudah cukup membuatnya kesal dan mengerti bertapa keras kepalanya anggota kerajaan ini.
__ADS_1
" pelayan bawa buku-buku ini" panggil putri dengan wajah senang. Dia merasa sudah membantu selir Agung. Dan hubungan mereka bisa lebih baik kedepannya.