Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tersisa


__ADS_3

Seharian ini Gyan sama sekali belum masuk ke istananya. Setelah kepergian Valmira, lelaki itu mengurus semua keperluan penyihir dengan cepat. Apalagi kerajaan Garamantian juga akan mengadakan pesta pernikahan Putri Farfalla yang akan di langsung kan dalam waktu dekat.


" yang mulia, saya sudah mengumpulkan jumlah penyihir yang akan menetap di sini. Mereka tidak ikut pindah, serta saya juga sudah membagi keluarga penyihir yang melakukan pernikahan silang. Mereka juga tidak ikut pindah" lapor Aden saat mereka berada di area penginapan para penyihir pendatang.


" bagus, suruh Deon memilah kemampuan dari penyihir yang akan pindah. Aku tak mau ada masalah lain yang terjadi akibat perpindahan ini. Dan kau tetap pantau beberapa kerajaan yang aman untuk penyihir pernikahan silang"


" baik yang mulia"


Semua orang tampak sibuk dengan berbagai macam tugas, baik penyihir atau tidak mereka memiliki tanggung jawab masing-masing.


" kak" panggil Putri Farfalla pada Gyan. Keduanya berada di ruang kerja Gyan.


" Falla. ada apa kemari saat hari sudah larut?" Gyan langsung berdiri yang mendekati adiknya.

__ADS_1


" ada yang ingin aku sampaikan pada kaka, ini mengenai pilihan ku"


" pilihanmu? baik lah jelaskan pada kakak" Gyan mengajak Falla duduk di sofa tak jauh dari sana.


" emm, kakak sudah bulat akan ikut pindah ke kerajaan Mystick?" Gyan sedikit bingung harus mengatakannya. Dia takut jika adiknya ini akan berfikir kan buruk padanya.


" sudah kakak bilang, kakak akan pergi jika kau memang sudah siap" sambil mengelus kepala Falla.


" bagaimana jika Falla tidak akan pernah siap kehilangan kakak? Lalu siapa yang akan mengurus kerajaan jika kakak tidak disini? Falla tidak bisa memimpin kerajaan ini kak." Falla mengungkapkan semua yang dia khawatirkan, semua yang membuatnya sangat sulit berpisah dengan sang kakak.


" Falla tidak bisa, sepertinya di istana ini terlalu banyak kenangan yang membuat Falla semakin sedih"


" kalau begitu, kamu ingin bagaimana. Apa kau ingin kakak menetap di sini?"

__ADS_1


" bukan begitu, Aku hanya merasa jika kerajaan bukanlah duniaku. Apalagi sudah menjadi rahasia umum jika Falla bukalah pewaris asli kerjaan Garamantian. Falla ingin memulai kehidupan yang baru, apa bisa kak?"


Gyan sampai tidak bisa berkata-kata menyimak semua penuturan sang adik. Bisa dibilang tahta kerajaan akan kosong setelah adiknya menikah. Meskipun ada kerabat jauh dari ayahnya yang mungkin dengan senang hati akan mau menerima tahta ini, tapi Gyan masih belum bisa mempercayainya. Dia harus mencari pewaris yang cocok.


" kau yakin akan meninggalkan kerajaan? tempat ini adalah tempat di mana kau tumbuh besar. Apa kau tidak akan merindukan semua ini?" tanya Gyan penuh kelembutan, dia sama sekali tidak mau memaksa apapun keputusan adiknya.


" justru karena banyak sekali kenangan bersama dengan kaka dan ibunda, Rasanya Falla tidak bisa melupakan kesedihan ini. Dengan memulai di tempat baru, Falla mungkin akan merasa sedikit lebih baik"


" baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu. Lalu untuk rencana pernikahan apa mau di majukan atau ..."


" mungkin secepatnya bisa lebih baik"


" baiklah kakak akan segera menyiapkan semua keperluannya. Kau jangan terlalu banyak berfikir . kakak akan selalu di sisi mu mau apapun yang kau pilih" ucap Gyan membuat Falla sedikit tenang. Dia sedari kemarin memikirkan hal ini. Dia tidak mau berada di lingkungan kerajaan yang keras. Apalagi saat kakaknya tak ada, Falla yakin segala masalah akan bertambah runyam.

__ADS_1


" terimakasih kaka" Gyan mengangguk pelan dan mengelus punggung tangan Falla.


__ADS_2